Sederhana, Cerita Masa Kecil Ini Malah Membekas Di Hati

Salam Santuy Dulu

Halo Sobat Paduka! selamat hari ini spesial karena Aku mau menyapa kalian hahaha.

Bukan deng, spesial weekend maksudnya :v ( saat ini Sabtu tanggal 7 September 2019 pukul 15.00 WIB)

Oke, pada kesempatan ini dengan malu-malu kucing (alah!) akan kuperkenalkan diri ini kepada kalian para bos-bosku.

Yah meskipun nggak penting, tahu nggak Aku akan tetap bersikeras berkenalan? (karena sebenarnya karena ini tugas dari Ustadz hehehe) intinya: simak saja lah ya :v

Eh, tapi setidaknya kalian harus tahu juga sih siapa sebenarnya dalang dibalik tulisan acak-acakan ini. Lumayan kan buat target di nyinyirin :’)

Sebelum kalian mengantuk, yup! Aku mulai deh.

Aku? Siapa?

Aku Diah Novita, ini nama asli bukan nama panggung karena nggak pernah manggung. Eh hahaha.

Kelahiran Blitar 5 Nopember 1997 dan saat ini berusia 21 tahun.

Alamat sekarang masih sama Blitar, tapi bukan pas kotanya, jadi di kabupaten agak pelosok dimana sinyal 4G kadang masih suka plip-plop muncul dan hilang dengan tidak pasti #tragis

Atau kalian ada yang tahu Gunung Kelud? nah Aku juru kuncinya, bukan Bambang :v. Aku tinggal di pas kaki gunungnya. Kalau ada waktu boleh deh searching maps Gang Bougenvil Jalan Permadi Desa Sukosewu Kecamatan Gandusari, Blitar.

Aku sulung dari tiga bersaudara. Kami tinggal bersama Ibu, Ayahku meninggal ketika usiaku masih tujuh tahun atau sekitar kelas satu SD.

Ibu seorang pekerja keras, waktunya dihabiskan bekerja di sawah dan nyambi kerja di pabrik tembakau bekas juragan Ayah dulu.

Saat ini aku melanjutkan sekolah sambil bertaubat di Pesantren Sintesa, adik keduaku bekerja di Surabaya sebagai promotor sebuah pusat penjualan handphone sedangkan, adik bungsu masih menyeleseikan pendidikan SMP dan sekarang masuk tahun ketiganya.

Ini cerita yang lumayan panjang, jadi persiapkan camilan kalian dan cum, ayo mulai!

Bagian 1

Masa Kecil yang Indah Adalah Hak Segala Bangsa

Gambar oleh Sasin Tipchai dari Pixabay : Kluyuran adalah juga hak segala bangsa

Masa kecil indah standar orang desa: kluyuran pulang maghrib, bulukan, rambut merah karena banyak berjemur, nggragas ( pemakan segala).

Alright! begitulah gambaran umum masa kecilku.

Petualang sejati.

Kali kusebarangi, hutan pinus kujelajahi, halaman rumah kukuasai, teman-teman kupengaruhi hahaha.

Bukan sombong, kecil-kecil begini Aku adalah kepala gangster di zamannya.

Tugasnya jangan ditanya keren Man! mengkoordinasi kegiatan anggota, misalnya nih operasi mencari jamur saat musim angin barat, operasi perburuan ikan cetul & cengor, ritual panen buah salam, jambu,besaran (murbei), buah remot/rambusa, dewandaru. seri dan masih banyak lagi. Secara Blitar gudangnya buah yang aneh-aneh. Wonderfull indonesia lah :v

Sisi menariknya, adalah saat kecil bukan main dan baru aku tahu sekarang. Bahwa ternyata dulu aku adalah seorang enterpreneur cilik, generasi berdikari ya ampun ckckck. Hahaha.

RECOMMEND :  Pengertian Tsunami | Proses, Dampak & Mitigasinya

Bayangkan di usia yang sangat hijau aku sudah memulung botol plastik Sobat, wah wah. Bahkan aku juga pernah berjualan pensil bulu yang bulunya aku tarik dari entok yang masih hidup, Ekstrem nggak tuh :v.

Aku juga menjual bunga krokot dalam pot, bekicot untuk penjual sate, bahkan kadal untuk obat gatal ke orang-orang tua. Intinya masa kecilku ngaco waaar biasyaaah :v

sedari kecil sudah belajar mencari uang jajan sendiri

Ada juga satu yang menurutku harus kutanya kepada pihak kepolisian tentang hukum anak polos yang dimanfaatkan untuk kegiatan tak terpuji.

Dulu aku ingat sekali aku suka di suruh untuk mengantar itu apa namanya slip kertas togel (tau nggak, yang bentuknya kecil kaya karcis) nah dan Aku dapat bayar dari situ.

Aish masa kecilku kriminal Man, efek polos dimanfaatkan para bandar. Kasihan nggak sih :’)

Permainan anak-anak juga mengisi hari-hariku saat masa kecil. Aku paling suka kalau disuruh mas-mas di gangku menjadi sapi-sapian. Ditali tambang pas perut lalu di kalungin Klonengan sapi yang bunyinya klonthang klonthang hahaha.

Selanjutnya Aku harus bisa mengejar dan menyeruduk mereka satu per satu. Rasanya Aku adalah sapi pilihan terkuat deh hahaha

banyak permainan seru dimasa kecil

Pengalaman masa kecil selanjutnya adalah masa taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Yah, kalau disuruh memilih aku juga belum mau disuruh-suruh sekolah.

Apaan sih ya-kan. bagiku alam adalah tempat belajar terbaik. Eaaa hehehe

Namun akhirnya karena usiaku terus bertambah dan teman-teman mainku juga mulai habis (karena semua masuk sekolah) Aku pun ikut sekolah di usiaku yang lima tahun. Nah ini dia ceritanya.

Untuk Bahagia Kita Hanya Perlu Polos

Sekolah TK-ku sangat dekat dari rumah. Suara belnya terdengar teng-teng setiap pagi. Bahkan temboknya terlihat dari pintu dapur rumah. Saat pagi aku suka mengintip ya kan, “Sudah ada anak yang berangkat belum?” hehehe.

Menjalani dua tahun masa taman kanak-kanak

Sedari kecil pendidikan agama sudah ditekankan oleh orang tua. Sekolah di yayasan dibawah naungan Muslimat Nahdlatul Ulama dan juga mengaji sore.

RECOMMEND :  Faktor Penyebab Banjir | Dampak, Jenis & Mitigasinya

Iya iya aku paling keras menyanyikan ghonamun kambing… jamusun kerbau… baqorotun sapi betina tuu tuu tuuu wkwkwk

Aku bagus di agama namun zonk di mata pelajaran umum.

Seingat Aku, Aku baru bisa membedakan huruf ‘be’ dan ‘de’ ketika kelas dua SD. Jadi tahu nggak? semua sampul buku SD itu tulisannya ‘biah novita’ hehehe

Siapa juga disini yang saat kecil sulit membedakan b dan d?

Hal yang paling Aku ingat ketika masih TK adalah sensasi melempari jambu air depan sekolah dengan batu dan sandal. Sungguh Aku merasa bar-bar sekali hehehe.

Sampai sekarang pohon jambu tersebut masih tegak berdiri, suatu saat Aku mungkin mengadakan reuni dibawahnya sambil buat rujak buah :v

Bukan hanya itu Sobat Paduka, saat kecil jika Aku tidak menyukai temanku yang nakal maka Aku tidak segan menabrak dia dari belakang dengan sepeda hihihi.

Dan bukannya menyesal Aku malah menunggu dia menangis sambil mengatakan, “Besok masih nakalin aku lagi? ingat hari ya” sambil mendelik bagaimana gitu, Ya Alloh ampuni Diah kecil. Hehehe

Tidak ada yang bisa menyakitiku hahaha

Suatu ketika pernah juga saat Aku sakit gigi dan bertepatan dengan foto untuk ijazah. Jadi pas itu mau tidak mau harus tetap pergi ke sekolah. Pas disana setelah pemotretan Aku sudah tidak tahan dan nangis deh.

Akhirnya Aku kan dibolehkan pulang, ya secara pipiku bengkak besar banget kaya sedang ngemut kedondong.

Lucunya itu, Aku pulangnya bisa-bisanya diantar sama anak satu kelas Ya Alloh. Jadi pas dirumah itu ibuku panik dikira Aku pingsan atau kenapa-kenapa hehehe.

Kesimpulan dan point penting masa-masa TK-ku adalah bahwa Aku tak pernah mengompol. Ngompol? apa sih nggak dewasa banget deh :v

Mulai Mengenal Potensi Diri

Akhirnya setelah dua tahun bosan membolak balik absensi ala-ala TK (tambahan, punyaku gambar kudanil menguap :v). Aku di izinkan lulus dan masuk SD Sobat Paduka.

Seneng? pasti dong.

Naik level Aku, beratikan kau cerdas ya… meskipun masih belum bisa membedakan ‘be’ dan ‘de’ sih hehehe

Kabar buruknya ternyata tanpa persetujuanku, Aku sudah didaftarkan di Madrasah Ibtidaiyah yang hmm letaknya itu cuma bersebelahan dengan sekolah TK aku yang lama. Serasa tetap TK kan?

Kabar buruk kedua, ya karena semakin dekat dengan rumah, jadi ketika guru marah dan berteriak. auto kedengaran sama orang rumah lah. Kecil-kecil juga punya malu aku tuh.

RECOMMEND :  √13 Bencana Alam di Indonesia Paling Sering Terjadi dalam 20 Tahun Terakhir

Tidak berhenti sampai disitu, kabar buruk ketiga adalah bahwa aku dan teman-temanku adalah angkatan pertama. Jadi kami itu suka kesepian gitu lo, kebayang sekolah tidak punya kakak kelas dan juga adik kelas. Apalagi jumlah kami hanya ber empat belas. Serasa main laskar pelangi hehehe.

Jumlah murid yang sedikit bagai laskar pelangi

Tapi Alhamdulillah, saat ini dari angkatan pertama yang hanya empat belas (bahkan hanya tinggal tujuh ketika kami lulus karena banyak yang keluar) kini sekolah ku itu telah menjadi sekolah islam yang bonafide.

Bahkan tahun sekarang kabarnya yang mendaftar untuk kelas satu saja sampai 120 anak dan dibagi menjadi lima kelas. Alhamdulillah. Bekah doa dan ikhtiar para guru dan pendiri yang tak pernah putus.

Luar biasa rajin ketika sekolah.

Mungkin karena tuntutan untuk pembuktian diri bahwa Madrasah bisa, Madrasah mampu bersaing. Pernah juga untuk pertama kalinya mengikuti olimpiade mipa aku mendapat juara satu. Nggak nyangka lah, ‘be’ dan ‘de’ saja baru bisa bedain hehehe.

Masalah ‘be’ dan ‘de’ tampaknya dampak dari aku yang dari dulu sampai sekarang masih bingung tentang arah kanan dan kiri.

Bahkan saat aku mengetik ini ketika kamu tanya mana kanan kiri, aku akan reflek mengangkat kedua tanganku lalu praktekin menyendok makanan, nah pasti itu kanan hehehe.

Masa SD ku penuh dengan kerja keras memberantas kebodohan diri yang berkerak. Berangkat pagi pulang sore. Puasa Senin Kamis, Tahajud, dhuha ya seperti itu itulah.

Pulang sekolah istirahat sebentar dan langsung pergi mengaji. seperti itu selama 6 tahun. Kasih aplaus dong buat kegigihanku :v

Masa Madrasah Ibtidaiyahku diisi dengan kerja keras pantang menyerah

Waktu bermain hanya ketika hari Minggu atau libur. Pas libur ya seperti itulah main kemana- mana sampai sore. Tidak ingat makan. Namun, ketika SD itu nakalku sudah mulai berkurang. Ingat, Fokus memberantas kebodohan bedain ‘be’ dan ‘de’ ahahaha kena lagi :v

Oke, sampai disini dulu cerita sebelum tidur ini hehehe lanjut di part 2 yang insyaallah segera Aku post. Masa Pubertas yang labil dan absurd sudah menanti.

Oiya, Tentang pengalaman masa kecil memang keseruannya tak bisa digantikan dan tak bisa diulangi. Berbahagialah kalian yang waktu kecil aktif bersosial dan mempunyai lahan belajar yang tak terbatas.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *