Categories
Geografi

√15 Sampah Plastik Di Indonesia Kian Menggunung dan Rusak Alam

Sampah Plastik Di Indonesia Kian Menggunung dan Rusak Alam

Sampah Plastik Di Indonesia Kian Menggunung dan Rusak Alam
Sampah Plastik Di Indonesia Kian Menggunung dan Rusak Alam

Gaya hidup modern on-the-go memperparah sampah plastik di Indonesia sehingga meningkat. Hal ini dikarenakan manusia membutuhkan produk yang mudah dibuang seperti misalnya kaleng soda, makanan, hingga botol air mineral.

Gaya hidup modern seperti ini telah menyebabkan peningkatan jumlah polusi plastik seluruh dunia, tidak hanya Indonesia saja. Plastik terdiri dari polutan beracun yang mampu menyebabkan kerusakan signifikan pada lingkungan.

Kerusakan yang mungkin saja disebabkan oleh penumpukan plastik berupa polusi udara, air, dan tanah. Sederhananya, polusi akan terjadi ketika plastik menggunung pada suatu daerah hingga akhirnya masyarakat merasakan dampak negatifnya.

Bukan hanya bagi lingkungan, sampah plastik di Indonesia juga akan menimbulkan masalah bagi tanaman, satwa, dan lainnya. Seringkali, masalahnya menimbulkan bahaya hingga mengancam kematian bagi hewan yang hidup di sekitar.

Langkah kecil untuk mengatasi permasalahan ini adalah menggunakan tas kertas atau kain. Ini membuat Anda tidak memerlukan kantong plastik lagi, selain itu penggunaan tas kertas dan kain bisa digunakan berulang.

Anda juga bisa berkontribusi dalam perbaikan lingkungan khususnya pengurangan sampah plastik di indonesia. Dari situ, akan ada banyak spesies hewan yang terselamatkan, khususnya biota laut.

Bahaya dari Adanya Polusi Plastik Wilayah Indonesia

Plastik terbuat dari polimer organik sintetik yang banyak diaplikasikan pada botol minum, pakaian, makanan, perlengkapan medis, dan lainnya. Dalam enam dekade terakhir, produk olahan tersebut menjadi sangat diperlukan oleh manusia.

Meskipun, pada awalnya tidak dianggap berbahaya, tapi pembuangannya yang terus menerus telah menyebabkan beragam masalah. Khususnya adalah pencemaran lingkungan oleh limbah plastiknya yang sekarang ini telah menjadi perhatian dunia.

Sampah plastik di indonesia saat ini telah menjadi masalah yang harus segera diselesaikan. Hal ini dikarenakan materialnya sulit untuk bisa terurai. Bahkan memakan waktu hingga puluhan tahun lamanya.

Meski begitu, materialnya menjadi pilihan karena dirasa lebih praktis, ringan, dan mudah dibawa. Selain itu, harganya yang terjangkau juga menjadi pilihan banyak orang untuk menggunakan bahan materialnya tersebut.

Bahan plastik juga sempat menjadi ketakutan sendiri karena memiliki kemungkinan besar untuk merusak dan menjadi polutan laut. Seperti Anda ketahui bahwa sampah yang tidak berhasil terjaring akan terbawa ke laut.

Ini lah yang membuat sampah plastik di indonesia banyak tersebar dan mengotori laut lepas. Tidak hanya sampai situ saja, sampah-sampah tersebut seringkali termakan oleh hewan laut seperti ikan, kura-kura.

Sampah-sampah juga akan berakhir merusak ekosistem, Anda mungkin sudah jarang menemukan hewan-hewan di sungai. Hal ini dikarenakan sungai zaman sekarang dipenuhi oleh limbah industri dan juga rumah tangga.

Terjadinya penumpukan sampah juga terjadi di TPA dengan volume yang sangat banyak hingga membentuk sebuah gunung. Ini merupakan salah satu masalah yang harus segera diselesaikan agar tidak terus menumpuk.

Alasan Mengapa Sampah Plastik di Indonesia Terus Meningkat

Seperti diketahui jika Indonesia menjadi salah satu penyumbang limbah plastik terbesar dunia. Masyarakat Indonesia di kancah internasional mendapat penilaian kurangnya kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggalnya dan negaranya.

Plastik yang menjadi sampah dan menumpuk dilingkungan ketika tidak mendapat pengelolaan tepat. Apalagi, di Indonesia ini tempat pembuangannya menerapkan konsep terbuka serta tidak mengalami pengolahan terlebih dahulu.

Sampah plastik di Indonesia terus meningkat, hal ini terjadi karena hampir seluruh produknya diciptakan oleh manusia. Seperti diketahui bahwa hampir semua wadah atau kantong yang ada berbahan material plastik.

Alasan lainnya kurangnya pengetahuan tentang bagaimana cara mendaur ulang sampah-sampah agar bisa digunakan kembali. Sampah tentu akan terus bertambah selama manusia belum mengetahui bagaimana cara mengurangi dan mengolahnya.

Sampah juga akan semakin meningkat karena manusia belum menyadari pentingnya pelestarian lingkungan hidup. Perlu ditekankan bahwa permasalahan sampah dan juga kesadaran akan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah.

Usaha Pemerintah dan Masyarakat dalam Menekan Limbah Plastik

Pada tahun 2017 Indonesia berkomitmen untuk mengurangi permasalahan plastiknya hingga 70% di 2025 mendatang. Pemerintah mengeluarkan undang-undang terbaru tentang pengelolaan sampah plastik di Indonesia pada 2018 lalu.

Dua tahun kemudian, pemerintah melarang penggunaan plastik ketika berbelanja pada berbagai minimarket. Namun, kebijakan tersebut nampaknya tidak ketat sehingga masih banyak minimarket nakal yang menggunakannya.

Direktur pengelolaan limbah padat di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, Novrizal Tahar menyampaikan pendapatnya. Novrizal mengatakan bahwa sampah plastik di indonesia terutama laut telah berkurang lebih dari 15%.

Masyarakat Indonesia juga sempat melakukan campaign berhenti membeli minuman kemasan. Dengan begitu, masyarakatnya telah berkontribusi dalam mengurangi limbah. Terutama limbah plastiknya yang terus menumpuk di tempat pembuangan akhir.

Meskipun campaignnya hanya berjalan beberapa waktu dan tidak terlalu lama. Tetapi dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat cukup terasa. Akan lebih baik jika campaignnya dilanjutkan hingga sampah benar-benar berkurang.

Usaha lain yang juga dilakukan adalah dengan memilih produk berkemasan kardus agar lebih ramah lingkungan. Seperti diketahui bahwa mendaur ulang kemasan kardus lebih mudah daripada limbah sampah plastik di Indonesia.

Masyarakat juga melakukan campaign penggunaan wadah kaca atau baja sebagai tempat bekal. Cara ini cukup efektif dalam menekan angka limbah dan juga membuat masyarakat hemat dalam pengeluarannya.

Beberapa orang juga membawa termos sendiri ke kedai minuman seperti kopi untuk menekan wadah plastik. Mungkin beberapa orang beranggapan bahwa ada gelas kopi yang bermaterial kertas sehingga tidak perlu membawanya.

Mungkin banyak orang belum mengetahui bahwa gelas kopi kertas di kedai juga dilapisi bahan polietilen. Dengan begitu, penggunaannya dianggap sama seperti menggunakan wadah kopi plastiknya.

Tujuan Dilakukan Daur Ulang Limbah Plastik

Seperti diketahui bahwa mendaur ulang menjadi salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia. Anda perlu mengetahui tujuan dilakukannya pendauran ulang limbah-limbah bermaterial plastiknya tersebut.

1.     Mengurangi Pencemaran

Melakukan daur ulang berarti mengurangi pencemaran limbah yang terjadi di muka bumi. Misalnya saja membuat plastik-plastik kemasan menjadi tikar, atau mendaur ulang kertas agar tidak perlu menebang pohon.

2.     Mencegah Penyakit di Wilayah Timbunan

Seperti diketahui bahwa beberapa daerah terdapat lokasi yang dijadikan sebagai tempat menimbun sampah plastik di Indonesia. Penimbunan ini tentu akan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat di wilayah timbunannya.

3.     Mengasah Kreatifitas dalam Pengolahan Sampahnya

Mendaur ulang ternyata bisa berguna bagi otak terutama untuk mengasah kreatifitas. Hal ini dikarenakan ketika melakukan daur ulang, Anda perlu menyiapkan berbagai ide kreatif untuk mengubah sampah menjadi benda berguna.

4.     Menghemat Biaya Pengeluaran

Melakukan daur ulang plastik-plastik sampah menjadi benda terpakai serta bermanfaat bisa membuat Anda mengurangi biaya pengeluaran. Hal ini dikarenakan Anda bisa membuat benda-benda tidak terpakai menjadi benda bermanfaat.

5.     Menambah Penghasilan Pelaku Daur Ulang

Sampah kemasan yang telah selesai didaur ulang secara kreatif tentu memiliki nilai jual. Meskipun tidak terlalu tinggi, tapi benda tersebut bisa dijual sehingga Anda bisa mendapatkan penghasilan.

Permasalahan pencemaran lingkungan sepertinya akan terus berlanjut hingga waktu yang tidak bisa dipastikan. Hal ini dikarenakan sampah plastik di indonesia terus meningkat serta ketidaktahuan akan pengelolaan yang baik.

Categories
Geografi

√15 Apakah Penggunaan Mobil Listrik Menjadi Solusi Polusi Udara

Apakah Penggunaan Mobil Listrik Menjadi Solusi Polusi Udara

Apakah Penggunaan Mobil Listrik Menjadi Solusi Polusi Udara
Apakah Penggunaan Mobil Listrik Menjadi Solusi Polusi Udara

Sekarang penggunaan mobil listrik memang digadang menjadi salah satu solusi masalah lingkungan terbesar yaitu polusi udara. Namun apakah benar hal tersebut bisa dilakukan secara efektif.

Bagi para penggemar teknologi tentu keberadaan kendaraan bertenaga listrik tentu menjadi salah satu primadona. Apalagi jika kendaraan pribadi dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kampanye seperti ini memang sekarang sedang getol disebarkan pada generasi muda. Siapa lagi jika bukan Elon Musk salah satu orang kaya eksentrik dengan perusahaan kendaraan bertenaga listriknya Tesla.

Kita akan bedah bersama mulai dari cost efektif, sampai shady campaign yang dilakukan untuk menutup realita. Karena pada dasarnya menggunakan mobil listrik saja tidak cukup untuk menanggulangi polusi udara.

Perlu sebuah tindakan masif lebih penggunaan mobil listrik dari itu apabila kita ingin memperoleh hasil dan cost efektif. Jadi orang awam juga bisa mengetahui bagaimana konsep sebenarnya dari menjaga lingkungan.

Ini adalah materi yang jarang dicari oleh orang awam karena memang dianggap sebelah mata. Mereka melihat bahwa terobosan kendaraan bertenaga elektrik sudah fix mengatasi masalah polusi.

Padahal solusi tersebut ternyata mendatangkan satu problematika baru yang jarang disadari. Kita akan bahas bersama sehingga Anda bisa mengetahui berbagai sisi baik buruknya menggunakan teknologi baru.

Kampanye Penggunaan Mobil Listrik Era Modern

Kampanye penggunaan kendaraan berbasis listrik sebenarnya sudah beberapa tahun lalu dilakukan. Selalu saja gimmick yang mereka berikan pada para calon konsumen adalah bebas dari polusi.

Memang benar itu adalah fakta karena teknologi tersebut tidak menghasilkan polusi seperti kendaraan konvensional. Namun dibalik penggunaan mobil listrik semua itu terdapat sebuah hal yang tidak banyak diketahui orang.

Bagaimana dengan stasiun pengisian bahan bakar listrik dari mobil bertenaga elektrik tersebut. Ternyata sampai sekarang basis pengoperasian station masih menggunakan tenaga konvensional seperti batubara.

Bahkan jika kita bandingkan dengan penggunaan SPBU konvensional justru menghasilkan lebih banyak polutan. Kemudian fungsionalitas dan jumlah pengguna pada layanan tersebut juga sangat terbatas.

Sehingga dampak masif yang selama ini dikampanyekan memang jauh dari ekspektasi para pecinta go green. Kendaraan pribadi bertenaga listrik faktanya bukan menjadi solusi terhadap masalah polusi udara.

Itu semua hanya sebagai gimmick yang dijual perusahaan besar sehingga mereka dapat meraup keuntungan besar. Lalu bagaimana sebaiknya solusi terhadap masalah pencemaran udara dari transportasi tersebut.

Tentu kami tidak hanya memberikan gagasan saja namun memiliki beberapa trik agar masalah ini dapat dikurangi. Menghilangkan penggunaan mobil listrik pencemaran udara secara total adalah hal mustahil dilakukan.

Hal tersebut karena manusia dengan pengetahuan era modern seperti sekarang mustahil tidak menghasilkan polutan. Sehingga ketika kita memang tidak melihat adanya pencemaran udara maka pasti ada di sektor lainnya.

Jika bukan udara yang dicemari maka kemungkinan bisa laut, tanah, atau bahkan air. Ini adalah konsep dasar yang perlu dipegang bahwa manusia merupakan makhluk dengan potensi polutan tinggi.

Realitas Dalam Penggunaan Mobil dan Kendaraan Listrik

Banyak para calon pembeli dari kendaraan bertenaga elektrik tidak melihat bagaimana realita ketika menggunakannya. Memang banyak kampanye menyatakan go green dan hemat bahan bakar.

Namun apakah efektivitas dan fungsionalitasnya tetap akan mampu memberikan solusi pada pengguna. Ternyata belum sepenuhnya penggunaan mobil listrik karena teknologi seperti ini masih memiliki banyak flaw ketika digunakan.

  1. Pengisian tenaga sangat lama

Ketika kita menggunakan kendaraan pribadi bertenaga listrik pengisian bahan bakar membutuhkan waktu cukup lama. Bisa berjam-jam dan sangat kontraproduktif ketika digunakan.

Jika kita bandingkan dengan mobil konvensional bertenaga minyak misalnya tentu jauh. Kita hanya butuh waktu beberapa menit saja untuk mengisi bahan bakar sudah termasuk antri.

Apabila melihat hal tersebut tentu kendaraan konvensional masih jauh lebih fungsional dipakai. Kemudian SPBE juga masih belum umum di negara berkembang seperti Indonesia.

  1. Sumber tenaga dari SPBE

Ternyata setelah dibedah sumber tenaga dari stasiun pengisian bahan bakar elektrik itu tidak ramah lingkungan. Sumber penggunaan mobil listrik tenaga yang digunakan masih menggunakan batu bara.

Tentu ini kontradiktif terhadap tujuannya untuk meminimalkan polusi udara pada lingkungan. Ini seperti sebuah ilusi yang diberikan korporasi terkait agar mampu memberikan layanan tepat.

Ternyata fakta tersebut masih jauh dari pengetahuan para pengguna terutama kaum muda. Mengendarai Tesla hanya menjadi sebuah status sosial belaka dan jauh dari kehidupan ramah lingkungan.

Akibat adanya kampanye dan prestise yang dibentuk oleh korporasi banyak pelanggan berhasil terhasut. Ini bukan menjadi salah satu solusi namun justru memunculkan banyak permasalahan lainnya.

Cost Efektif dari Penggunaan Transportasi Listrik

Dari segi cost effective bahan bakar memang tenaga listrik jauh lebih efisien ketika digunakan skala personal. Ini adalah salah satu keunggulan faktual dari penggunaan sarana transportasi pribadi bertenaga listrik.

Namun apakah ketika semua orang menggunakan kendaraan pribadi bertenaga listrik menjadi solusi bagi polusi udara. Tentu saja tidak, selain penggunaan mobil listrik kendaraan pribadi saja sudah membuat masalah semakin kompleks.

Di dunia dengan populasi sepadat sekarang menggunakan kendaraan pribadi saja sudah menjadi masalah. Solusi konkrit terhadap masalah pencemaran udara sebenarnya dapat diselesaikan menggunakan transportasi umum.

Dari segi cost efektif ini jauh lebih bagus karena pengguna tidak perlu membeli sendiri transportasi. Mereka hanya perlu berlangganan dengan biaya yang relatif jauh lebih rendah dibandingkan membeli Tesla.

Berapa ratus ribu dolar amerika yang perlu Anda anggarkan ketika hendak membeli satu buah tesla saja. Bahkan penggunaan mobil listrik dalam kondisi tangan kedua harganya masih puluhan ribu dolar untuk pengguna pribadi.

Dibandingkan kendaraan konvensional tentu harga tersebut jauh dari kata memasyarakat. Artinya ini hanya sebuah prestise yang dibentuk oleh korporasi sehingga para pemilik Tesla bisa merasa lebih benar di mata lingkungan.

Padahal orang yang perlu merasa lebih benar adalah mereka para pengguna transportasi umum. Dengan satu kendaraan masif jumlah polusi yang dihasilkan jauh lebih sedikit dibandingkan mobil pribadi.

Konsep seperti ini ternyata masih jauh dari pemikiran masyarakat awam terutama di dunia ketiga. Karena mayoritas orang di Indonesia menggunakan mobil sebagai parameter prestise dan bukan dari segi fungsionalitas.

Pemakaian Mobil Listrik untuk Kehidupan Sehari-hari

Kita akan mensimulasikan bahwa seluruh masyarakat di pulau jawa saja menggunakan Tesla sebagai kendaraan pribadi. Ada beberapa masalah yang akan muncul akibat banyaknya jumlah penduduk di pulau ini.

1. Antrian SPBE

Masalah pertama penggunaan mobil listrik yang jelas akan muncul adalah panjangnya antrian pada SPBE setiap hari. Melihat berapa lama waktu diperlukan satu mobil saja untuk mengisi penuh tenaganya.

Tentu masalah ini menjadi sebuah hal paling mudah diprediksi bagi para calon pemilik. Lalu bagaimana jika pengisian dapat dilakukan di rumah sendiri menggunakan konsumsi listrik pribadi.

2. Meningkatnya konsumsi listrik rumahan

Ini adalah masalah yang akan terjadi apabila kita penggunaan mobil listrik rumahan untuk mengisi daya. Tentu saja akan cukup banyak tagihan listrik perlu dibayarkan setiap bulan.

3. Kemacetan

Ini adalah masalah umum yang akan terjadi apabila tempat dengan populasi tinggi menggunakan kendaraan pribadi. Tidak hanya bertenaga listrik saja semua kendaraan pribadi memicu masalah ini.

Solusi yang bisa dilakukan dengan budget jauh lebih murah dan mampu memitigasi masalah adalah kendaraan umum. Jika Indonesia misalnya kita ambil contoh pulau jawa saja mampu meningkatkan penggunaan transportasi umum.

Tentu problematika seperti kemacetan dan pencemaran udara dapat dikurangi jauh lebih signifikan. Jika kita menghitung investasi awal yang diperlukan untuk membangun sarana pendukung sebenarnya hampir sama dengan elektrifikasi.

Berapa banyak investasi dibutuhkan untuk membangun SPBE ternyata tidak jauh berbeda dengan optimalisasi transportasi umum. Dana investasi SPBE dapat dialokasikan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan transportasi umum.

Masalah seperti ini ternyata jauh lebih kompleks dari pemikiran kita masyarakat awam. Jadi penggunaan mobil listrik bukan menjadi solusi cerdas jika tujuannya untuk mengurangi pencemaran udara.

Categories
Geografi

√15 Trik Hemat Konsumsi Listrik untuk Menjalankan Konsep Go Green

Trik Hemat Konsumsi Listrik untuk Menjalankan Konsep Go Green

Trik Hemat Konsumsi Listrik untuk Menjalankan Konsep Go Green
Trik Hemat Konsumsi Listrik untuk Menjalankan Konsep Go Green

Salah satu aspek utama dalam konsep kehidupan go green adalah hemat konsumsi listrik dalam skala rumah tangga. Dengan mengurangi konsumsi tenaga tentu saja kita bisa ikut menjaga kelestarian alam.

Dampak konkrit dari tindakan penghematan tersebut akan cepat dirasakan apabila dilaksanakan secara masif. Jadi jika banyak orang mengimplementasikan kehidupan rendah konsumsi tenaga maka dampak akan terlihat.

Konsumsi massal dari listrik dapat menurun dan membuat polusi di udara akibat pembakaran batubara menurun. Ini adalah langkah bijak yang perlu kita lakukan apabila ingin menjaga kelestarian alam.

Mengawali dari diri sendiri adalah langkah paling mudah sehingga nantinya gaya hidup akan banyak ditiru. Memang sampai sekarang masyarakat Indonesia masih belum banyak menyadari pentingnya penghematan listrik.

Selain kita melihat aspek finansial masih kurang adanya daya tarik sehingga orang-orang banyak melakukannya. Alasannya simpel karena mayoritas hiburan kita sekarang berasal dari konsumsi energi tersebut.

Ketika penggunaan dikurangi tentu saja kita akan merasa kurang bahagia karena device tidak bisa dihidupkan. Oleh karena itu konsep seperti ini masih kurang populer di Indonesia sampai sekarang.

Contoh lainnya yang tampak secara hemat konsumsi listrik nyata adalah minimnya kebiasaan menggunakan kendaraan umum. Orang lebih menyukai kendaraan pribadi karena alasan fleksibilitas tanpa mementingkan aspek lingkungan.

Di kota besar dampak tersebut dapat terlihat secara masif dengan polusi udara setiap hari. Jadi sebenarnya kita sudah menyadari bagaimana gaya hidup seperti sekarang ini berbahaya namun malas untuk menggantinya.

Hemat Konsumsi Listrik Paling Sederhana

Tentu agar tidak mengalami culture shock kita harus memulai dengan hal paling sederhana. Berikut ini adalah beberapa konsep sederhana yang bisa segera diimplementasikan sekarang juga tanpa kesulitan.

  1. Cabut kabel listrik

Setiap device elektronik pasti memiliki kabel listrik agar bisa mendapatkan energi utamanya. Kita boleh saja mematikan ketika tidak digunakan namun sebenarnya masih terdapat kebocoran daya.

Agar hal tersebut tidak terjadi maka hemat konsumsi listrik kita perlu mencabut kabel listrik dari device tersebut. Tujuannya adalah agar tidak terjadi kebocoran daya yang menyebabkan konsumsi daya tetap berjalan.

Ini memang sederhana dan jarang diimplementasikan oleh banyak orang Indonesia. Namun sebenarnya memiliki dampak signifikan dalam hal penghematan penggunaan tenaga.

  1. Mengurangi konsumsi air conditioner

Tahukah Anda bahwa konsumsi listrik dari sebuah air conditioner cukup tinggi. Ketika kita bisa mengurangi penggunaan alat tersebut tentu saja penghematan tenaga akan mudah dilakukan.

Kita sebenarnya tidak perlu menggunakan air conditioner karena sifatnya adalah tersier. Udara segar tetap bisa diperoleh dengan meningkatkan sirkulasi dan penanaman tanaman tertentu.

  1. Mengeringkan pakaian manual

Ini adalah langkah paling mudah dilakukan dalam skala rumah tangga yaitu mengeringkan pakaian secara manual. Kita hidup di negara tropis sehingga sinar matahari bukanlah sebuah hal langka.

Oleh karena itu manfaatkan sinar hemat konsumsi listrik matahari tersebut untuk mengeringkan pakaian yang dicuci. Ini akan mengurangi konsumsi tenaga dibandingkan harus menggunakan mesin pengering.

Dengan melakukan tiga langkah sederhana tersebut tentu saja kita bisa menjadi lebih bijaksana terhadap konsumsi daya. Jadi kita dapat berperan langsung dalam melakukan konservasi alam.

Metode Penghematan yang Lebih Kompleks

Selain menggunakan cara dasar seperti tadi ternyata ada langkah lebih kompleks untuk dilakukan. Berikut ini adalah beberapa hal penting yang dapat diimplementasikan sehingga pengguna lebih hemat energi.

  1. Melakukan substitusi sumber tenaga

Ini adalah langkah yang cukup kompleks namun masih masuk akal untuk dilakukan. Mengganti sumber tenaga utama dari listrik rumah dari PLN menjadi substitusi masih jarang diimplementasikan di Indonesia.

Kita boleh tidak bergantung pada PLN dan menghasilkan tenaga sendiri dengan cara memakai solar panel misalnya. Jika kita hemat konsumsi listrik tinggal di dekat aliran air maka bisa saja membuat turbin sederhana.

Ini adalah langkah kompleks yang tidak semua orang bisa melakukannya. Namun dampak pada lingkungan dapat terlihat secara langsung karena pengguna tidak mengandalkan manufakturing skala besar.

Memang untuk masyarakat yang sudah terbiasa tergantung pada PLN maka investasi memulai sendiri akan cukup mahal. Sehingga ini belum tentu menjadi opsi tepat bagi semua orang.

  1. Menggunakan sumber cahaya lain

Sumber cahaya malam hari masih banyak bergantung pada energi listrik bagi kebanyakan rumah tangga. Oleh hemat konsumsi listrik karena itu mengganti sumber cahaya di malam hari dapat menjadi salah satu opsi.

Sekarang banyak orang dengan gaya hidup off grid tidak lagi mengandalkan lampu konvensional untuk penerangan malam hari. Namun bagi Anda yang ingin tetap nyaman bisa melakukan sedikit modifikasi.

Sudah ada lampu dengan konsumsi daya minim sehingga turbin di rumah dapat mendukung penggunaan daya. Ini adalah aspek sederhana yang masih belum banyak diimplementasikan orang.

Dengan menggunakan dua langkah penghematan tersebut maka kita sudah masuk tahap cukup ekstrim. Meskipun di Indonesia kurang fungsional akan lebih bijak jika melakukan beberapa manajemen device.

Manajemen Peralatan untuk Penghematan Listrik

Manajemen device sebenarnya adalah hal basic yang perlu diketahui oleh banyak orang. Ini ada kaitannya dengan sistem hemat konsumsi listrik otomatisasi konsumsi tenaga ketika kita membangun sebuah rumah.

Pada dasarnya ketika kita masih ingin bergantung pada PLN maka solusi penghematan tenaga adalah otomatisasi. Misalnya pada siang hari semua lampu akan secara otomatis mati kecuali kita melakukan manual override.

Sistem seperti ini ternyata banyak digunakan di perumahan negara maju demi menghemat penggunaan listrik. Di Indonesia sendiri otomatisasi tersebut ternyata sudah banyak terjadi pada penggunaan pompa air.

Sekarang sudah ada teknik otomatisasi sederhana sehingga pompa air akan hidup secara otomatis ketika tandon kosong dan mati saat penuh. Ini adalah sebuah langkah sederhana untuk menghemat konsumsi daya.

Jadi pengguna bisa melakukan aktivitas sehari-hari tanpa khawatir overuse pada device tertentu. Meskipun sederhana hemat konsumsi listrik namun implementasi seperti itu dapat dilakukan oleh siapa saja.

Tidak hanya tandon air saja, bahkan otomatisasi pada tenaga inti juga dapat dilakukan secara mudah. Misalnya televisi hanya dapat dihidupkan pada jam tertentu saja sehingga kita bisa aktif melakukan hal lainnya.

Konsep sederhana seperti ini adalah sebuah langkah mudah bagi para pemula untuk mulai melakukan konservasi. Kita akan memangkas cukup banyak konsumsi tenaga harian sehingga alam akan tetap terjaga.

Dari segi finansial sendiri gaya hidup seperti ini sangat murah sehingga cukup menguntungkan. Untuk manfaat dari gaya hidup tersebut kami akan membahas secara rinci pada segmen berikutnya.

Manfaat Penghematan Terhadap Konservasi Lingkungan

Ketika kita berbicara manfaat tentu saja hemat konsumsi listrik paling realistis adalah aspek finansial terhadap gaya hidup terkait. Dengan melakukan penghematan secara otomatis tagihan bulanan PLN akan semakin rendah.

Sehingga kita bisa mengalokasikan anggaran tersebut untuk kebutuhan lainnya yang lebih penting. Misalnya pendidikan atau asuransi jiwa lainnya dengan menggunakan penghematan tersebut.

Selain dari aspek finansial kita juga dapat lebih memahami bagaimana melakukan kehidupan secara manual. Berbagai kemampuan hemat konsumsi listrik hard skill bisa diperoleh ketika kita mengetahui cara tersebut.

Jadi ketika pada suatu kondisi tertentu terdapat bencana dan sumber tenaga hilang kita tetap bisa menjalani kehidupan seperti biasa. Ini adalah keuntungan dalam memiliki hard skill dari penghematan tenaga.

Memang bagi sebagian orang ini dipandang tidak praktis dan membutuhkan banyak maintenance. Namun ini adalah sebuah gaya hidup yang sekarang banyak diadopsi oleh negara maju.

Konservasi energi dan kembali belajar hard skill akan membuat seseorang lebih mudah bertahan dalam kondisi buruk. Tidak ada salahnya mulai beradaptasi terhadap perilaku prepare seperti ini.

Karena tidak akan ada yang tahu bagaimana sepuluh tahun lagi dunia ini akan berubah. Jadi memahami pola hidup hemat konsumsi listrik akan memberikan dampak lingkungan langsung secara optimal.

Categories
Geografi

√15 Self Sustaining Home Konsep Modern untuk Dipelajari

Self Sustaining Home Konsep Modern untuk Dipelajari

Self Sustaining Home Konsep Modern untuk Dipelajari
Self Sustaining Home Konsep Modern untuk Dipelajari

Memiliki self sustaining home menurut banyak pakar merupakan salah satu solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Namun apakah konsep seperti ini memang sebuah solusi terhadap pemeliharaan lingkungan.

Banyak orang sekarang sudah mulai sadar dengan berbahayanya pencemaran dan perusakan lingkungan. Namun hanya segelintir orang mengetahui bagaimana langkah efektif mengurangi dampak tersebut.

Sehingga dengan adanya konsep rumah ramah lingkungan tentu saja langsung menjadi sebuah primadona. Namun tunggu dulu, kita perlu mengetahui berbagai aspek sebelum terjun dalam dunia tersebut.

Terutama dalam aspek ekonomi dimana menjaga lingkungan tentu saja perlu melihat aspek finansial. Ketika prosesnya terlalu mahal dan menguras sumber daya tentu saja ini tidak efektif dilakukan.

Sehingga para pecinta lingkungan sekalian bisa turut serta menjaga kelestarian tanpa harus membakar isi dompet. Karena sekarang banyak gimmick campaign dilakukan untuk melestarikan lingkungan.

Namun pada kenyataannya justru akan menghabiskan uang Anda dan hanya menjadi sebuah prestige gimmick semata. Oleh karena itu self sustaining home kami akan membedah secara fair antara sisi baik dan buruknya.

Sehingga nanti Anda bisa memutuskan sendiri apakah langkah seperti ini merupakan opsi tepat atau justru membuang biaya. Jadi kedepan bisa dilakukan secara optimal dan tentu berdampak positif pada konservasi lingkungan.

Apa Itu Self Sustaining Home

Pada dasarnya ini adalah sebuah konsep dimana sebuah hunian tidak membutuhkan grid listrik dari negara. Kemudian beberapa kebutuhan pokok seperti air dan tenaga utama bisa diproduksi sendiri.

Secara logika hal seperti ini self sustaining home dapat dilakukan oleh siapa saja bahkan sekarang Anda dapat menerapkannya. Langkah paling mudah tentu saja dengan membeli set panel surya plus baterai sebagai tenaga utama.

Kemudian untuk masalah air di Indonesia sangat sering sebuah rumah sudah memiliki sumur sendiri. Sehingga ini tidak menjadi permasalahan pelik untuk dipecahkan dalam pembuatan hunian mandiri.

Jika air tidak menjadi problematika lalu apa masalah utama dihadapi oleh pemilik. Tentu saja adalah konsumsi listrik dari rumah itu sendiri, apakah grid menggunakan panel surya efektif atau tidak.

Ketika kita lihat secara luas ada self sustaining home berbagai macam spesifikasi panel surya yang bisa dipakai. Hal ini tentu bisa mengatasi masalah ketersediaan tenaga pada hunian tersebut selama waktu tertentu.

Kemudian dari sustainability tersebut perlu kita hitung apakah pembelian panel dan baterai lebih murah dibandingkan listrik negara. Konsep off grid seperti ini sebenarnya belum banyak dipahami masyarakat dalam negeri.

Kebanyakan pengembang hanya menjadikannya sebagai sebuah gimmick agar propertinya laku terjual. Sehingga konsumen sendiri pada dasarnya tidak memiliki profit leverage dari melakukan konservasi tersebut.

Disini kita bisa melihat justru banyak pembakaran biaya dalam sektor tenaga tanpa gain yang jelas. Padahal konsep seperti itu berbanding terbalik dengan sistem sustainable house yang murah dan hijau.

Berapa Banyak Biaya Membuat Rumah Ramah Lingkungan

Kita tidak perlu mengalokasikan dana khusus untuk membuat rumah ramah lingkungan. Rumah yang sekarang Anda tinggali dapat dikonversi menjadi ramah lingkungan menggunakan hal berikut.

  1. Panel Surya

Panel surya memang harganya cukup mahal mulai dari jutaan sampai belasan. Daya tahannya juga relatif lebih lama dan bisa digunakan selama tiga sampai lima tahun untuk penggunaan rumahan.

Masalahnya biaya tahunan yang perlu keluar bukan dari panel surya sendiri. Namun baterai tempat kita menyimpan self sustaining home tenaga yang notabene lebih cepat rusak dan butuh maintenance rutin.

Dibandingkan langganan listrik kita setiap bulan katakanlah menggunakan 1100 kwh. Rata-rata daya sebesar itu menghabiskan biaya bulanan 300 ribu rupiah dengan penggunaan normal.

Jika kita kalkulasi satu tahun tentu hanya mengeluarkan uang kurang dari empat juta. Ini sudah jauh lebih murah dibandingkan mengganti baterai dua tahun sekali dengan harga hampir empat kalinya.

  1. IPAL

Ini adalah aspek yang tidak pernah diperhatikan bagi pemilik rumah ramah lingkungan. Instalasi pengolahan air limbah adalah sebuah kewajiban bagi hunian ramah lingkungan.

Jadi mulai dari sampah rumahan sampai tinja tidak boleh hanya dibuang atau disimpan begitu saja. Perlu self sustaining home ada sistem pengolahan terpadu sehingga nantinya bisa dikembalikan ke alam secara aman.

Paling mudah memang menggunakan mesin degradasi limbah yang terdapat di pasaran. Sehingga ada alokasi dana lagi yang perlu disiapkan untuk membuang sampah dari dalam hunian.

Dari dua hal wajib itu saja alokasi dana kita baik investasi maupun rutin sudah jauh lebih tinggi. Jadi masih belum ada langkah efektif membuat hunian berbasis ramah lingkungan yang murah.

Efektivitas Jangka Panjang Rumah Ramah Lingkungan

Jika kita melihat aspek jangka panjang dari projek seperti ini sebenarnya ada banyak dampak positif. Artinya penghuni rumah tersebut tidak akan menghasilkan lebih banyak limbah ke alam bebas.

Namun ada salah satu masalah penting yang tidak boleh dipandang sebelah mata yaitu populasi. Apabila konsep seperti ini kita terapkan di Indonesia ambil contoh pulau jawa dengan populasi tinggi.

Tentu tidak akan berjalan optimal self sustaining home karena memang mayoritas orang kurang mampu untuk menjalankan konsep tersebut. Dalam pandangan jangka panjang ini akan lebih banyak membuang biaya.

Solusi paling murah adalah perumahan vertikal dengan sistem integrasi tenaga dan limbah. Jadi bentuknya akan seperti rumah susun namun konsep tenaga yang digunakan ramah lingkungan.

Misalnya menggunakan panel surya, meskipun alat ini sendiri limbahnya akan sangat mencemari lingkungan. Apabila memungkinkan maka tenaga listrik dari konversi air bisa dijadikan opsi.

Tentu hal tersebut hanya terbatas self sustaining home pada daerah aliran air tertentu ketika hendak membuatnya. Karena kompleksitas dari konsep ramah lingkungan maka sampai saat ini belum ada mega proyek melakukannya.

Dari kacamata pengembang sendiri tidak ada keuntungan yang bisa diambil dari aspek jangka panjang ramah lingkungan. Apa yang kita miliki sekarang di dalam negeri sebenarnya sudah cukup ramah lingkungan.

Aspek kurang ramah lingkungan dari kehidupan dalam negeri adalah konsumsi batubara dan bahan bakar fosil. Apabila ada konversi penggunaan air sebagai salah satu solusi tentu energi ramah lingkungan akan dapat tercapai.

Apakah Konsep Ini Tepat Diimplementasikan di Indonesia

Seperti dari penjelasan singkat sebelumnya sudah disinggung bahwa konsep seperti ini sulit dikembangkan dalam negeri. Implementasinya self sustaining home juga nihil kemungkinan profit dan percuma dijalankan.

Namun ada kabar baik karena jika kita berusaha maka implementasi seperti ini dapat dilakukan di Indonesia. Ada beberapa langkah yang bisa diterapkan sehingga nanti hasilnya lebih murah dan bagus jangka panjang.

  1. PLTA

Optimasi penggunaan pembangkit listrik tenaga air di Indonesia masih kurang bagus. Padahal di negara ini ada sangat banyak sungai yang dapat dioptimalkan sebagai salah satu sumber tenaga.

Memang benar pembuatan dam akan merusak lingkungan dan ekosistem setempat. Namun harga tersebut rasanya cukup murah untuk dibayar jangka panjang demi kelestarian lingkungan.

  1. Hunian vertikal murah

Jika belum tahu, konsep ini self sustaining home seperti rumah susun sehingga kebutuhan lahan untuk tempat tinggal dapat diatasi. Dengan mengumpulkan manusia dalam satu blok tertentu maka manajemen tenaga juga mudah.

Bisa saja blok tersebut menggunakan daya dari tenaga terbarukan seperti surya atau air. Ini adalah sebuah konsep yang jika diimplementasikan jangka panjang dapat memberikan dampak positif.

  1. Konservasi air

Self sustainable house di Indonesia tidak akan pernah tercapai apabila kualitas air tanah buruk. Oleh karena itu dalam jangka panjang perlu dilakukan konservasi air agar kualitasnya bisa meningkat.

Dengan menerapkan langkah seperti itu maka tidak mustahil hunian ramah lingkungan bagi rakyat bisa diperoleh. Jadi self sustaining home tidak hanya bisa diperoleh masyarakat mampu saja.

Categories
Geografi

√15 Sistem Pengolahan Limbah Rumahan yang Perlu Dipelajari

Sistem Pengolahan Limbah Rumahan yang Perlu Dipelajari

Sistem Pengolahan Limbah Rumahan yang Perlu Dipelajari
Sistem Pengolahan Limbah Rumahan yang Perlu Dipelajari

Untuk menjaga ekosistem kita perlu mengetahui bagaimana sistem pengolahan limbah rumahan bagi para pemula. Karena dengan adanya sistem seperti itu maka setiap orang akan mudah dalam mengimplementasikannya.

Tujuan utama dari adanya pengolahan limbah pribadi adalah agar produksi residential waste tidak terlalu tinggi. Tentu saja dampaknya akan langsung bisa dilihat dari lingkungan sekitar tempat tinggal.

Dengan melakukan pengolahan maka kita tidak perlu mencemari lingkungan dengan polusi rumah tangga. Dalam jangka panjang tentu kebiasaan seperti ini akan memberikan dampak positif pada lingkungan.

Apalagi sekarang jumlah sampah yang diproduksi oleh masyarakat Indonesia sangat tinggi. Tidak jarang tempat penimbunan limbah menjadi overpopulated karena banyaknya pasokan setiap hari.

Apabila hal tersebut terus dijalankan setiap hari tentu saja kondisi alam akan terjadi degradasi. Belum lagi ketika kita melihat dampak laten dari penimbunan limbah baik rumah tangga maupun industri.

Tentu dampak tersebut sangat tidak pengolahan limbah rumahan bagus untuk kelestarian lingkungan dan berpotensi meracuni. Masyarakat yang hidup di daerah sekitar tentu kesehatannya akan berdampak secara langsung.

Berbagai macam penyakit bisa mengkontaminasi tubuh dan membuat banyak kerugian. Oleh karena itu gaya hidup perlu diubah paling awal dalam pengolahan sampah yang kita hasilkan setiap hari.

Jika hal tersebut dapat dijalankan secara konsisten maka banyak keuntungan yang akan diperoleh. Bagi manusia bukankah menjaga ekosistem juga akan berdampak bagus bagi generasi berikutnya.

Pengolahan Limbah Rumahan dengan Melakukan Penyortiran

Ini adalah langkah awal dan paling sederhana yang bisa dilakukan oleh setiap orang. Kami akan memberikan langkah paling mudah sehingga Anda mampu mengimplementasikannya dengan segera.

  1. Sampah organik

Perlu memisahkan sampah organik dan anorganik setiap hari agar tidak tercampur. Alasannya adalah pengolahan limbah rumahan terdapat treatment berbeda antara organik dan anorganik.

Pada sampah organik penghancuran dapat dilakukan secara alami dan prosesnya relatif cepat. Dampaknya pada lingkungan juga positif karena bisa menyuburkan kondisi tanah.

Oleh karena itu sampah organik perlu dikumpulkan agar nantinya dapat diolah menjadi sesuatu yang berguna. Jika tidak diolah bisa saja langsung kita musnahkan dengan cara dikubur.

  1. Sampah anorganik

Ini adalah jenis sampah yang terbuat dari bahan kimia buatan dan tidak dapat diurai dalam tanah secara alami. Proses penguraiannya butuh waktu sangat lama bahkan lebih dari masa hidup manusia.

Oleh karena itu kita perlu pisahkan pengolahan limbah rumahan karena perlakuannya sangat berbeda dan tidak bisa dijadikan pupuk untuk lingkungan. Agar lingkungan tetap terjaga maka perlu awas terhadap jenis satu ini.

Ketika memperlakukan sampah anorganik secara sembarangan akan banyak potensi kontaminasi terjadi. Oleh karena itu perlu adanya pengetahuan tertentu terhadap waste disposal.

Dengan memahami dua aspek tersebut kita sudah bisa mengetahui bagaimana langkah perlakuan bagi keduanya. Sampah organik sendiri masih dibedakan menjadi cair dan padatan dengan perlakuan berbeda.

Pengolahan Sederhana Limbah Cair Rumahan

Limbah cair rumah tangga dapat terbentuk dari hal sederhana seperti sabun cuci, bekas air mandi, dan human excretion. Jika memperlakukannya secara sembarangan tentu akan membuat kontaminasi terhadap tanah.

Oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan limbah rumahan sederhana secara pribadi agar nantinya tidak mencemari tanah. Kita bisa membuat sendiri tabung filtrasi untuk limbah cair agar nantinya tidak mencemari tanah berikut alat dan bahannya.

Alat dan bahan :

  1. Drum
  2. Koral
  3. Kayu
  4. Sekam
  5. Ijuk
  6. Arang
  7. Peralatan pertukangan

Cara membuat :

  1. Kita perlu mempersiapkan galian sedalam tinggi drum yang digunakan. Apabila menggunakan drum bekas minyak biasanya tingginya sekitar 1.5 meter.
  2. Drum akan dilubangi secukupnya pada bagian atas agar paralon bisa masuk. Untuk bagian bawah bisa kita lubangi kecil-kecil dengan diameter sekitar satu sampai dua sentimeter.
  3. Paralon akan dijadikan saluran pembuangan limbah cair rumah tangga. Jadi polusi akan masuk melalui paralon dan menuju drum untuk kemudian dilakukan penyaringan.
  4. Langkah penyaringan akan dilakukan oleh serangkaian tumpukan bahan tertentu. Oleh karena itu pada bagian drum susun arang, sekam, kayu, koral, batu kerikil sebagai filtrasi.
  5. Setelah filtrasi selesai dibuat maka bisa menjadikannya sebagai alat pengolahan sederhana limbah cair.

Konsep dasar dari peralatan tersebut sebenarnya pengolahan limbah rumahan mirip dengan filter air minum biasa. Kita perlu memisahkan antara kandungan organik dan anorganik sehingga tidak langsung mencemari tanah.

Dengan adanya serangkaian filter pada drum tadi maka kandungan zat berbahaya akan tertampung. Jadi dalam jangka waktu tertentu tidak mencemari tanah secara langsung dan berdampak buruk.

Memang alat tersebut memiliki konsep sederhana dan mudah dibuat oleh setiap orang. Namun dampak nyatanya cukup besar dan perlu dijadikan sebagi salah satu acuan untuk menjaga kondisi lingkungan.

Metode Mengolah Limbah Padat Skala Rumahan

Untuk limbah padat seperti pengolahan limbah rumahan daun pisang pembungkus, remah roti, sisa nasi dan sebagainya bisa kita buat menjadi kompos. Cara pembuatannya sebenarnya cukup sederhana dilakukan seperti berikut ini.

Alat dan bahan :

  1. Drum bekas
  2. Balok kayu
  3. Bibit kompos (bisa beli atau membuat sendiri)
  4. Karung bekas

Cara membuat :

  1. Untuk membuat kompos dari sampah padat kita hanya perlu meletakkannya dalam tong bekas. Baik remah roti, sisa nasi, atau daun bisa letakkan disitu sebagai proses awal.
  2. Jika sudah dimasukkan maka kita perlu menambahkan bibit kompos agar nanti bisa terfermentasi secara bagus.
  3. Setelah satu minggu atau ketika penuh bisa mengambil sekitar ⅔ bagian untuk diletakkan dalam karung.
  4. Biarkan dalam karung selama satu minggu sebelum nantinya digunakan untuk menyuburkan tanah.
  5. Kondisi kompos buatan sendiri yang bagus akan menyerupai seperti tanah.

Konsep pembuatan dari pupuk kompos sederhana ini tentu saja sangat mudah diimplementasikan siapa saja. Perlu diingat bahwa kita tidak boleh meletakkan sampah hewani seperti daging dan tulang.

Mengapa tidak boleh karena bahan tersebut bisa menimbulkan bau menyengat dan mengundang hewan liar sampai serangga. Jadi jika tidak ingin mengganggu maka kami sarankan perlakukan sendiri atau langsung dikubur.

Kemudian untuk membuat bibit pengolahan limbah rumahan kompos sendiri juga dapat dilakukan dengan fermentasi sekam dan kulit beras. Kita hanya perlu menambahkan ragi agar proses fermentasi tersebut dapat berjalan.

Ini adalah langkah sederhana untuk menyuburkan tanah dari limbah sehari-hari sehingga tidak mencemari lingkungan. Memang proses pembuatannya cukup lama sehingga kami sarankan menggunakan drum besar.

Semakin besar kapasitas drum tentu saja jumlah sampah yang dapat diolah dan kecepatannya juga bertambah. Ketika pengolahan sampah seperti ini diterapkan sederhana tentu banyak orang bisa mengimplementasikannya.

Perlakuan Khusus pada Sampah Anorganik

Untuk limbah anorganik sayangnya tidak ada solusi pengolahan limbah rumahan laten yang bisa diimplementasikan disini. Kita hanya bisa mengumpulkannya dan menggunakan sebagai bahan daur ulang produk tertentu.

Namun paling bijak kami sarankan untuk mengumpulkan untuk kemudian dijual pada pengepul. Karena di Indonesia sampah anorganik seperti plastik, kertas, botol masih dapat dijual atau ditukarkan.

Sehingga setelah kita berbelanja pengolahan limbah rumahan di supermarket tas kresek dapat dikumpulkan untuk kebutuhan lainnya. Kemudian plastik rusak bisa kumpulkan untuk kemudian dijual pada para pengepul.

Biasanya ada beberapa jenis sampah yang mahal dijual seperti kertas, kardus, plastik, dan botol air kemasan. Ini perlu diingat agar nantinya tidak membuang sembarangan hasil produk tersebut.

Ketika sudah pisahkan dari awal tentu saja akan semakin mudah ketika nanti proses menjual. Memang perlakuan limbah anorganik masih belum memiliki solusi terbaik untuk diimplementasikan.

Sehingga masih cukup terbatas pada proses daur ulang saja terhadap produk tersebut. Memang beberapa sudah menggunakan konsep biodegradable sehingga dapat kita kubur agar cepat terurai.

Namun pada kebanyakan kasus biodegradable produk masih kurang mendapatkan sorotan. Dengan memiliki sistem pengolahan limbah rumahan kita bisa menjaga lingkungan lebih bersih dan sehat.

Categories
Geografi

√15 Cara Menimimalisir Kerusakan Alam yang Menyebabkan Banjir

Cara Menimimalisir Kerusakan Alam yang Menyebabkan Banjir

Cara Menimimalisir Kerusakan Alam yang Menyebabkan Banjir
Cara Menimimalisir Kerusakan Alam yang Menyebabkan Banjir

Cara meminimalisir kerusakan alam perlu digalakkan demi menghindari terjadinya banjir. Namun apakah Anda sudah mengetahui langkah terbaik untuk mengantisipasi kerusakan ekosistem hingga banjir?

Banjir merupakan bencana alam yang kerapkali melanda pedesaan hingga perkotaan. Beberapa negara yang kerap dilanda banjir seperti Indonesia, Malaysia, Jepang, India, Korea Selatan dan lainnya.

Berbagai negara tersebut melakukan pencegahan karena banjir sudah menjadi bencana tahunan. Salah satunya dengan memasang alarm tanda bahaya banjir di beberapa titik lokasi yang rawan.

Banjir terjadi karena berbagai macam faktor salah satunya kerusakan alam yang tidak disadari. Bagaimana cara meminimalisir kerusakan alam agar tidak menyebabkan banjir yang merugikan manusia?

Artikel ini akan mengulas berbagai macam cara yang dilakukan agar mengurangi kerusakan alam. Sehingga masyarakat di pedesaan hingga perkotaan terhindar dari banjir saat musim hujan tiba.

Mengikuti Anjuran Tentang Pelestarian Alam

Cara meminimalisir kerusakan alam yang pertama dengan mengikuti anjuran yang disarankan. Salah satunya anjuran tentang pelestarian alam yang dicanangkan oleh setiap negara demi keberlangsungan hidup bersama.

Pelestarian alam yang dimaksud adalah program yang dicanangkan dengan tujuan mengembalikan kelestarian alam dari berbagai aspek. Sebagai contohnya program penghijaun lahan-lahan gundul atau pengembalian hutan sebagai resapan.

Program penghijauan lahan dapat dilakukan setiap saat oleh berbagai kalangan. Mulai dari kalangan anak sekolah hingga orang dewasa yang tinggal di kawasan perkotaan dan pedesaan.

Sementara itu program pengembalian hutan menjadi kawasan resapan air bertujuan menjaga ekosistem alam. Sehingga posisi tanah menjadi kuat dan tidak menimbulkan longsor, banjir, dan bencana alam lainnya.

Menanam bibit-bibit pohon di kawasan hutan gundul juga menjadi salah satu cara meminimalisir kerusakan alam. Tentunya anjuran tersebut tidak hanya dilaksanakan sekali saja melainkan berkelanjutan untuk jangka panjang.

Keuntungan menerapkan program reboisasi memang tidak dirasakan setelah penanaman bibit pohon di lahan gundul. Namun langkah tersebut bermanfaat untuk menjaga kelestarian lingkungan dalam jangka panjang.

Cara Meminimalisir Kerusakan Alam dengan Tebang Pilih

Tebang pilih menjadi salah satu langkah untuk mengantisipasi adanya kerusakan alam dan lingkungan. Lantas apa yang dimaksud dengan program tebang pilih untuk menjaga keseimbangan alam

Tebang pilih merupakan aktivitas penebangan pohon yang berlangsung di kawasan hutan. Penebangan pohon dilakukan berdasarkan pertimbangan khusus agar tidak merusak ekosistem di hutan seperti berikut ini.

1. Memilah Usia Pohon Sebelum Ditebang

Cara meminimalisir kerusakan alam bisa dilakukan dengan mempertimbangkan usia pohon yang akan ditebang. Ada berbagai tujuan penebangan pohon yang dilakukan di hutan maupun kawasan penghijauan.

Menebang pohon untuk tujuan pemenuhan kebutuhan industri sebaiknya dilakukan secara bijaksana. Misalnya memilah usia pohon yang tua atau sudah layak untuk ditebang demi menjaga keseimbangan alam.

2. Mencermati Lokasi Penebangan Pohon

Pertimbangan kedua ialah mencermati lokasi penebangan pohon untuk program tebang pilih. Hal ini lantaran ada berbagai lokasi yang digunakan sebagai kawasan penghijauan maupun daerah resapan air.

Penebangan yang dilakukan di lokasi penghijauan hanya bertujuan untuk meremajakan pohon. Sehingga pohon tersebut tidak ditebang sepenuhnya melainkan hanya pada bagian yang sudah mulai lapuk.

3. Mencermati Jumlah Pohon yang Ditebang

Cara meminimalisir kerusakan alam melalui tebang pilih perlu mempertimbangkan jumlahnya. Tujuannya agar hutan yang ditebang tetap terjaga ekosistemnya dan sejalan untuk mencukup kebutuhan industri masa di suatu negara.

Melakukan Pengolahan Sampah Limbah Rumah Tangga

Sampah limbah rumah tangga kerap menjadi faktor kerusakan alam dan lingkungan. Limbah rumah tangga biasanya terdiri dari berbagai macam bentuk dan jenis yang jumlahnya sangat besar.

Tempat pembuangan sampah dicanangkan agar masyarakat tidak membuang limbah rumah tangga secara sembarangan. Sayangnya masih banyak orang tidak bertanggung jawab yang membuang sampah secara sembarangan.

Akibatnya sampah menumpuk di beberapa titik dan menggunung saat musim hujan tiba. Sampah tersebut tidak hanya mencemari udara melainkan merusak ekosistem makhluk hidup di sekitarnya.

Cara meminimalisir kerusakan alam yang diakibatkan tumpukan sampah limbah rumah tangga tentunya perlu digalakkan. Salah satunya memberi anjuran untuk membuang sampah pada tempat pembuangan yang sudah disediakan.

Selain itu masyarakat juga dapat melakukan pengolahan limbah rumah tangga. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menciptakan gerakan produktif melalui pemanfaatan limbah sampah rumah tangga hingga bernilai ekonomis.

Tentunya tidak semua limbah rumah tangga dapat diolah menjadi barang yang bernilai ekonomis. Oleh sebab itu diperlukan pemilahan sampah limbah rumah tangga yang organik dan non organik.

Cara meminimalisir kerusakan alam melalui pemanfataan limbah rumah tangga ini mudah dilakukan. Limbah seperti plastik yang sulit terurai di dalam tanah dapat diolah menjadi kerajinan tangan.

cara meminimalisir kerusakan alam dengan Menjalankan Industri Berbasis Ramah Lingkungan

Industri yang dijalankan di rumah atau pabrik tentunya menghasilkan produk dan limbah. Produk yang dihasilkan akan dijual sehingga memberikan keuntungan bagi pemilik industri rumahan maupun pabrik.

Namun limbah industri yang tidak dikelola dengan bijak dapat berdampak pada kerusakan lingkungan. Lantas bagaimana cara meminimalisir kerusakan alam melalui pengendalian industri berbasis ramah lingkungan?

Industri berbasis ramah lingkungan dijalankan dengan menerapkan prinsip kelestarian dan keseimbangan alam. Sehingga bahan dan cara pengolahan produk industri diharapkan tidak merusak ekosistem alam dan lingkungan sekitar.

Industri rumahan dan pabrik dengan konsep berbasis ramah lingkungan menggunakan bahan yang mudah terurai. Bahan produk yang dipilih juga tidak merusak lingkungan sekitar setelah tidak terpakai.

Sebagai contohnya produk gelas ramah lingkungan yang menggunakan agar-agar atau jelly khusus. Produk tersebut berbeda dengan bahan plastik yang susah terurai apabila sudah tidak bisa digunakan.

Inilah salah satu cara meminimalisir kerusakan alam melalui konsep industri ramah lingkungan. Selain itu konsep ramah lingkungan tersebut dapat dijalankan dengan mengolah limbah pabrik menjadi pupuk.

Konsep ramah lingkungan juga bisa diterapkan melalui pemfilteran limbah berbahan kimia. Sehingga aliran limbah yang awalnya berbahaya menjadi ramah lingkungan dan bisa dimanfaatkan untuk mencuci.

cara meminimalisir kerusakan alam dengan Menerapkan Konsep Terasering di Pegunungan

Ladang di pegunungan merupakan kawasan yang rentan longsor. Jika longsor terjadi bersamaan dengan hujan akan berpotensi mengakibatkan banjir yang membahayakan nyawa orang-orang di sekitar kawasan tersebut.

Salah satu cara meminimalisir kerusakan alam di kawasan pegunungan adalah dengan menerapkan konsep terasering. Sengkedan atau terasering merupakan sawah ladang yang di buat bertingkat layaknya tangga.

Konsep terasering juga memudahkan petani ladang saat menanam sayuran dan memanennya. Tidak hanya itu sengkedan di kawasan pegunungan juga memudahkan irigasi sawah ladang sehingga tidak kekeringan.

Panjang lereng gunung yang berkurang karena berganti menjadi terasering pada akhirnya mampu menahan air hujan. Sehingga lereng gunung tersebut tidak rentan longsor saat musim hujan datang.

Singkatnya terasering diterapkan demi menjaga keseimbangan tanah dari erosi. Air yang mengalir dari atas pegunungan tidak langsung mengikis tanah melainkan harus melewati sengkedan dan sawah-sawah.

Ladang yang ada pegunungan yang dirawat dengan langkah bijak akan membantu mengembalikan kualitas udara di sekitarnya. Sehingga kerusakan udara dapat diminimalisir di daerah pegunungan dan pedesaan.

Jadi, ada berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan alam dari ulah manusia. Cara meminimalisir kerusakan alam di atas misalnya bisa diterapkan untuk mencegah banjir bandang.

Categories
Geografi

√15 Jenis Limbah Berdasarkan Bentuknya yang Mencemari Alam

Jenis Limbah Berdasarkan Bentuknya yang Mencemari Alam

Jenis Limbah Berdasarkan Bentuknya yang Mencemari Alam
Jenis Limbah Berdasarkan Bentuknya yang Mencemari Alam

Berbagai jenis limbah berdasarkan bentuknya yang tidak diolah dengan baik berpotensi mencemari alam. Namun sudahkah Anda mengenali macam-macam limbah yang diolah agar tidak mencemari lingkungan?

Pencemaran alam menjadi salah satu permasalahan klasik yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Terlebih ada banyak hal yang mencemari lingkungan salah satunya limbah dari pabrik, rumah hingga pasar-pasar tradisional.

Limbah merupakan barang sisa hasil proses produksi yang berubah bentuk dan fungsi. Limbah berasal dari produksi di pabrik, rumah tangga hingga kegiatan manusia lainnya yang dibuang.

Secara umum limbah tidak memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga dibuang. Namun limbah dapat menjadi barang bernilai ekonomis tinggi jika diolah dan didaur ulang secara tepat.

Ada berbagai macam limbah yang berpotensi mencemari lingkungan. Berikut adalah jajaran sampah produksi pabrik hingga rumah tangga yang dapat merusak lingkungan jika tidak diolah secara tepat.

Jenis Limbah Berdasarkan Bentuknya yang Cair

Limbah ini merupakan salah satu jenis sampah sisa produksi hasil usaha yang memiliki wujud cair. Limbah berwujud cair bisa berupa bahan buangan pabrik yang sudah tercampur bahan lain atau tersuspensi.

Limbah berbentuk cair tersebut terbagi ke dalam empat jenis. Keempat klasifikasi limbah berbahaya dapat mencemari alam jika tidak ditangani secara tepat seperti di bawah ini.

1. Limbah Cair Perumahan atau Domestic Wastewater

Sesuai namanya limbah yang satu merupakan sisa-sisa atau sampah cair dari rumah tangga. Selain itu sisa limbahnya berasal dari perkatoran, pasar hingga bangunan seperti air tinja, air sabun dan lainnya.

2. Limbah Cair dari Kawasan Industrial

Jenis limbah berdasarkan bentuknya kedua yaitu industrial wastewater. Limbah cair yang berasal dari kawasan industrial ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena mengandung senyawa kimia berbahaya.

Contoh sisa buangan kawasan industri yang masuk ke dalam kategori industrial wastewater bermacam-macam. Diantaranya air sisa pewarnaan industri tekstil, pengolahan makanan hingga limbah cucian daging.

3. Limbah Cair Infiltration and Inflow

Infiltration and inflow merupakan sisa air yang asalnya dari berbagai macam industri dan rumahan serta pertanian. Namun air tersebut telah melewati saluran pembuangan dengan cara merembes dan meluap.

Jenis limbah berdasarkan bentuknya yang cair ini dapat meluap apabila pipa pembuangan bocor. Limbah cair kategori ketiga tersebut contohnya air talang rumah, industri dan limbah sampah pertanian.

4. Limbah Cair Storm Water atau Air Hujan

Keempat yaitu limbah cair yang biasa disebut dengan storm water atau air hujan. Berdasarkan namanya limbah tersebut berasal dari air hujan yang mengalir di atas permukaan tanah.

Jenis Limbah Buangan yang Berbentuk Padat

Jenis limbah berdasarkan bentuknya yang padat bisa ditemukan di berbagai tempat. Bahkan limbah ini memiliki potensi besar yang dapat merusak alam dan ekosistem di sekitar.

Sisa buangan produksi industri berbentuk padat tersebut seringkali dibuang karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomis. Sampah seperti plastik bekas, kertas, hingga kain termasuk ke dalam limbah berbentuk padat.

Sampah organik yang mudah busuk juga dikategorikan sebagai limbah berbentuk padat. Misalnya saja seperti sampah sisa makanan dapur hingga kulit buah-buahan yang mudah terurai mikroorganisme.

Meski dapat terurai oleh mikroorganisme namun sampah padat tersebut tetap mencemari lingkungan. Hal ini dikarenakan jenis limbah berdasarkan bentuknya yang padat tersebut mudah mengeluarkan bau busuk.

Bau busuk dari pembusukan sayuran dan sisa makanan akan mengundang lalat dan hewan lainnya. Sehingga sampah dapur tersebut tidak hanya mencemari lingkungan melainkan berbahaya bagi kesehatan.

Selain itu masih ada sampah rubbish atau limbah organik maupun anorganik namun tetap tidak membusuk. Limbah berbentuk padat ini misalnya saja kaca, logam dan selulosa yang berpotensi mencemari lingkungan.

Selanjutnya masih ada limbah padat yang berjuluk ashes atau sampah abu. Sampah yang satu ini merupakan sisa hasil pembakaran yang tidak mudah membusuk namun terbawa angin karena ringan.

Jenis limbah berdasarkan bentuknya yang ikut mencemari lingkungan sekitar salah satunya dead animal atau bangkai binatang. Limbahnya berupa bangkai binatang seperti ikan dan tikus yang berbau menyengat.

Terakhir masih ada limbah industri dan street sweeping yang sama-sama mencemari lingkungan. Limbah street sweeping dan industrial waste berupa plastik sulit terurai sehingga membutuhkan pengolahan ulang.

Jenis Limbah Berdasarkan Bentuknya Berupa Gas

Selain berbentuk cair dan padat masih ada limbah gas yang juga berpotensi mencemari udara. Umumnya gas limbah yang jumlah berlebihan melebihi kadar O2, CO2 dan H2 akan mengurangi kualitas udara.

Pencemaran udara terjadi lantaran kapasitas partikel dan gas limbah yang berlebihan. Itulah sebabnya partikal dan gas limbah seringkali disebut sebagai zat pencemar udara sehat.

Partikel limbah berupa debu, uap air industri, kabut hingga fume yang masih dapat dilihat menggunakan mata telanjang. Sementara jenis limbah berdasarkan bentuknya berupa gas hanya bisa dirasakan lewat penciuman.

Limbah gas yang sengaja dibuang ke udara mengandung partikel maupun cairan berukuran kecil. Ukurannya yang kecil dan ringan membuat limbah gas tersebut tersuspensi di udara.

Di sisi lain materi partikulat berupa bahan padatan dan cairan yang berasal dari industri pabrik susah dikontrol. Apabila jumlahnya banyak dan terbawa angin akan membuat pencemaran lingkungan lebih luas.

Untuk menangkap limbah berbentuk gas yang berbahaya tersebut dibutuhkan alat khusus. Sehingga partikel berupa debu dan asap dapat ditangkap dan tidak mencemari lingkungan sekitar kawasan industri.

Selain limbah gas masih ada yang berbentuk suara. Namun limbah suara tersebut merambat melalui gelombang bunyi dan dihasilkan dari mesin pabrik hingga peralatan elektronik berukuran besar.

Pengolahan Limbah Agar Tidak Mencemari Lingkungan

Berbagai jenis limbah berdasarkan bentuknya tersebut ada yang dapat diolah kembali. Pengolahan berbagai macam limbah dimaksudkan agar sampah berbahaya tidak mencemari alam dan ekosistem tertentu.

Misalnya limbah plastik yang harus didaur ulang agar tidak mencemari ekosistem laut. Sampah plastik yang menumpuk di sungai dan lautan dapat menganggu ekosistem biota di dalamnya.

Terlebih sampah plastik merupakan limbah yang susah diuraikan oleh mikroorganisme. Plastik bekas yang tidak terpakai masih dapat diolah kembali menjadi barang bernilai jual tinggi di pasaran.

Sementara itu pengolahan limbah organik seperti daun dan sisa makanan dapur biasanya berupa pupuk. Namun tentunya pengolahan sampah organik memerlukan tingkat kecermatan dan wawasan yang tinggi.

Hal ini dikarenakan sampah organik yang sudah membusuk akan mengeluarkan senyawa kimia berbahaya. Karena itu sebelum mengolah sampah makanan diperlukan wawasan yang luas agar proses olahan dapat bermanfaat.

Selain itu masih ada pengolahan sampah cair yang berpotensi membahayakan ekosistem alam. Limbah cair yang berasal dari industri masih mengandung senyawa kimia sehingga tidak dapat langsung dialirkan ke luar pabrik.

Limbah tersebut harus diolah secara berulang-ulang agar menjadi air bersih. Setelah limbah cair menjadi aman maka air sisa industri bisa dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari namun tetap tidak dapat dikonsumsi.

Pada dasarnya limbah berbahaya dan mencemari alam apabila tidak diolah kembali. Sehingga jenis limbah berdasarkan bentuknya tersebut harus dicermati ulang agar bisa bermanfaat dan tidak mencemari lingkungan.

Categories
Geografi

√15 Faktor Penyebab Pencemaran Air yang Membuat Biota Terancam

Faktor Penyebab Pencemaran Air yang Membuat Biota Terancam

Faktor Penyebab Pencemaran Air yang Membuat Biota Terancam
Faktor Penyebab Pencemaran Air yang Membuat Biota Terancam

Tahukah Anda ada berbagai faktor penyebab pencemaran air yang membuat biota terancam? Penyebabnya perlu dicermati dan dikaji ulang agar lingkungan biota air dapat terselamatkan dari ancaman kepunahan.

Pencemaran lingkungan selalu memberikan dampak buruk bagi keberlangsungan makhluk hidup. Mulai dari kehidupan manusia, biodata laut serta makhluk hidup lainnya yang bergantung pada kelestarian alam.

Kendati demikian hanya sedikit orang yang memperhatikan langkah-langkah pencegahannya. Oleh sebab itu penurunan kualitas air di area perairan seperti danau, laut dan sungai semakin meningkat.

Memahami Pengertian Pencemaran Air yang Merusak Biota

Pencemaran tidak dapat dipisahkan dari makhluk hidup karena memiliki keterkaitan. Manusia misalnya melakukan berbagai aktivitas yang tanpa disadari mengakibatkan berkurangnya kualitas air di laut, sungai dan danau.

Lantas apa saja penyebab pencemaran air yang menjadi ancaman bagi biota laut dan lainnya terancam? Sebelum mengetahui faktor penyebabnya tidak ada salahnya memahami pengertian pencemaran lingkungan.

Pencemaran selalu dikaitkan dengan polutan yang jumlahnya berlebihan. Polutan sendiri adalah zat atau bahan pencemar lingkungan yang dihasilkan dari aktivitas manusia seperti limbah pabrik dan bahan-bahan kimia.

Lingkungan air akan tercemar jika dalam waktu tertentu dipenuhi dengan polutan dalam jumlah yang besar. Sehingga hal tersebut mengancam keberlangsungan makhluk hidup di dalamnya seperti ikan.

Sementara itu pencemaran merupakan dampak dari masuknya makhluk hidup, komponen berbahaya, hingga zat energi pada suatu lingkungan. Zat pencemar seperti limbah menjadi faktor penyebab pencemaran air sungai laut.

Sementara air danau juga dapat tercemar oleh sampah plastik yang terus menumpuk. Bahkan biota di dalam danau dapat terancam oleh zat berbahaya yang digunakan manusia.

Macam-Macam Faktor Penyebab Pencemaran Air

Pencemaran di alam biota biasanya terjadi di kawasan sungai, lautan hingga danau atau telaga. Ada beberapa hal yang biasanya dijadikan sebagai tanda bahwa air mengalami pencemaran.

Diantaranya air berbau, warna berubah dan mempunyai rasa tertentu. Berikut adalah deretan faktor penyebab pencemaran air di danau, telaga, lautan dan sungai yang mengancam kehidupan biota.

  1. Limbah dari Aktivitas Pabrik

Pabrik memang menguntungkan bagi manusia karena dapat menjadi sumber penghasilan. Lebih dari itu banyak orang memanfaatkan lapangan pekerjaan di dalam pabrik karena seleksi masuk yang mudah.

Namun dibalik keuntungannya rupanya aktivitas di dalam pabrik juga merugikan lingkungan. Seperti misalnya buangan limbah pabrik yang tidak dikelola dengan baik justru mencemari lingkungan air.

  1. Buangan Sampah dari Aktivitas Rumah Tangga

Penyebab pencemaran air selanjutnya berasal dari buangan sampah rumah tangga. Sampah dari aktivitas rumah tangga yang dibuang sembarangan tidak hanya mencermari air sungai melainkan biota laut.

Sampah tersebut awalnya menumpuk di hulu sungai kemudian terbawa arus air hingga ke lautan. Jika sudah seperti ini keberadaan sampah berupa plastik dan bahan kimia akan mematikan biota air.

  1. Bahan Peledak yang Digunakan Menangkap Ikan

Bahan peledak yang biasanya digunakan para penangkap ikan menjadi penyebab pencemaran air selanjutnya. Bahan peledak memang umumnya dirancang dengan menggunakan bahan kimia yang membuat ikan-ikan mati.

Sayangnya penggunaan bahan peledak saat menangkap ikan juga berdampak pada kualitas air. Kontaminasi air dan bahan kimia pada akhirnya membuat ekosistem air menjadi semakin rusak.

Dampak Buruk Terjadinya Pencemaran Air

Pencemaran di lingkungan air yang semakin parah berakibat fatal pada biota laut dan menyebabkan punahnya ekosistem. Hal ini lantaran air menjadi tempat tinggal biota laut untuk tumbuh dan berkembang biak.

Jika suatu lingkungan terkontaminasi tentunya makhluk hidup di dalamnya akan mencari tempat tinggal baru. Peralihan tempat tinggal tersebut juga dapat mengancam keberadaan biota lain yang lebih dulu menetap.

Sementara itu penyebab pencemaran air seperti zat beracun dapat mengakibatkan hilangnya ekosistem di perairan. Makhluk hidup di dalam air seperti ikan dan terumbu karang secara perlahan mengalami kepunahan.

Apabila dampak buruk tersebut terjadi terus menerus bisa jadi ekosistem di dalam air menghilang. Inilah yang pada akhirnya menyebabkan ketidakseimbangan rantai makanan di kawasan perairan.

Pencemaran yang terjadi di perairan juga mengganggu kenyamanan manusia. Hal ini dikarenakan manusia membutuhkan air bersih dan aman digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti mandi dan mencuci.

Air yang terkontaminasi dengan bakteri, zat beracun, dan limbah tentu tidak aman untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Oleh sebab itu penyebab pencermaran air perlu dideteksi secara dini dan ditanggulangi.

Langkah Pencegahan Terjadinya Pencemaran Air

Berbagai langkah perlu dilakukan secara sistematis dan cepat untuk mencegah terjadinya pencemaran air yang tidak terkontrol. Misalnya seperti membiasakan diri membuang sampah di tempat yang telah disediakan.

Sehingga sampah rumah tangga tersebut dapat dipilah dan diolah kembali. Memilah-milah sampah juga dapat mengurangi dampak pencemaran di lingkungan air laut, telaga, danau hingga sungai.

Langkah terbaik adalah menghentikan penyebab pencemaran air demi keberlangsungan makhluk hidup. Seperti menggunakan cara-cara yang aman dan bijaksana saat menangkap ikan di laut maupun kawasan perairan.

Tidak hanya itu langkah pencegahan juga dapat dilakukan melalui pengolahan limbah pabrik. Pemilik pabrik perlu menyediakan tempat khusus sebagai area pengolahan limbah pabrik agar tidak mencermari lingkungan air.

Limbah pabrik sendiri terdiri dari berbagai macam bentuk diantaranya padat, cair dan gas. Limbah cair yang berpotensi mencemari lingkungan air sebaiknya dinetralisir terlebih dahulu sebelum dialirkan ke area khusus.

Cara tersebut bertujuan untuk mengamankan biota sungai atau laut dari ancaman bahan kimia yang mematikan. Selain itu limbah yang masih mengandung bahan kimia berbahaya sebaiknya tidak dialirkan di dekat sungai.

Meski tidak dialirkan ke sungai namun air limbah berbahaya tersebut tetap dapat mencemari lingkungan. Terlebih jika resapan air digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti mencuci, mandi dan masak.

Klasifikasi Biota yang Terancam Karena Pencemaran Air

Istilah biota diartikan sebagai makhluk hidup diantaranya tumbuhan dan hewan yang tinggal di kawasan tertentu. Pengklasifikasian biota biasanya didasarkan pada tempat hidup tumbuhan dan hewan tersebut.

Lantas apa yang dimaksud dengan istilah biota laut dan klasifikasinya? Seluruh makhluk hidup yang tinggal dan berkembang biak di dalamnya dapat disebut sebagai biota laut.

Penyebab pencemaran air yang diminimalisir dengan baik akan membantu menyelamatkan biota laut. Seperti ikan, kuda laut, kepiting, udang dan tumbuhan yang tumbuh di kawasan perairan.

Secara garis besar klasifikasi biota laut terbagi ke dalam tiga kelompok. Diantaraya kelompok plankton, nekton, dan benthos yang akan terancam jika lingkungannya terusik oleh aktivitas manusia.

Plankton terdiri dari tumbuhan dan hewan yang hidup terapung dan berpindah-pindah. Biota laut tersebut contohnya zooplankton dan fipoplakton yang berpindah dari satu teritori ke tempat lainnya.

Sementara itu berbagai jenis ikan hingga cumi-cumi dikategorikan sebagai kelompok nekton. Makhluk hidup tersebut tinggal di laut namun bergerak aktif setiap saat sehingga menjadi buruan manusia.

Terakhir Benthos adalah makhluk hidup yang hidup di laut dengan cara merayap dan menempel. Biasanya kelompok biota laut Benthos berada di dasar laut misalnya karang, bintang laut hingga rumput laut.

Pada akhirnya berbagai macam ekosistem di laut tersebut dapat terancam keberadaannya. Oleh sebab itu mengendalikan faktor penyebab pencemaran air penting dilakukan demi keseimbangan lingkungan alam sekitar.

Categories
Geografi

√15 Penyebab Polusi di Laut, Apa Dampak, dan Cara Mencegahnya

Penyebab Polusi di Laut, Apa Dampak, dan Cara Mencegahnya

"Penyebab

Setelah munculnya industrialisasi dan pertanian berskala besar, polusi di laut semakin marak terjadi. Permasalahan ini baru dapat diatasi setelah adanya undang – undang yang signifikan di tingkat internasional.

Pencemaran laut tidak bisa dipandang dari segi lingkungan lautan saja, melainkan juga daratan. Hal ini dikarenakan baik laut maupun darat merupakan satu kesatuan ekosistem. Keduanya tidak dapat dipisahkan dan saling mempengaruhi.

Beberapa kegiatan manusia turut menyumbang timbulnya pencemaran air baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, masalah serius ini membutuhkan tanggapan serius agar tidak mengganggu ekosistem air.

Pengertian dari Polusi di Laut

Polusi atau pencemaran laut merupakan sebuah peristiwa di mana partikel kimia, limbah pertanian, perumahan, industri, kebisingan, hingga menyebarnya organisme asing masuk ke dalam laut.

Masuknya komponen – komponen tersebut menimbulkan potensi berbahaya bagi keseimbangan ekosistem lautan. Polusi di laut juga bisa disebabkan karena makhluk hidup, zat energi, atau komponen lain sengaja dimasukkan ke lingkungan laut.

Sebesar 80 persen disebabkan oleh aktivitas manusia di daratan. Kegiatan tersebut akan menurunkan kualitas laut sampai pada tingkat tertentu. Alhasil, lingkungan laut tidak lagi sesuai dengan fungsi maupun baku mutunya.

Selain itu, juga bersumber dari pencemaran udara yang semakin meningkat. Sehingga menghambat keseimbangan ekologi perairan. Misalnya karena ada puing – puing yang tertiup angin, debu, tanah.

Tidak hanya itu, terkadang debu juga pestisida dari kegiatan peternakan terbawa angin hingga sampai ke perairan laut. Limpasan sebagai hasil dari kegiatan daratan seperti pertanian juga turut menyumbang penyebabnya.

Apa Penyebab Polusi di Laut?

Polusi di laut merupakan hasil dari kontaminasi berbagai sumber dan bentuk. Beberapa penyebabnya dikarenakan adanya limbah padat, pembuangan unsur radiokatif, bahan kimia, tumpahan minyak, sedimentasi buatan, atau faktor lainnya.

  1. Eutrofikasi Berlebihan

Eutrofikasi dapat terjadi ketika nutrisi kimia seperti senyawa nitrat atau fosfat dalam air jumlahnya melebihi batas atau kelebihan. Adanya eutrofikasi ini mampu menurunkan kadar oksigen.

Dampaknya akan menurunkan kualitas air juga mempengaruhi proses perkembangbiakan biota laut. Produktivitas primer juga bisa terjadi, ditandai dengan meningkatnya pertumbuhanan tanaman secara berlebihan.

Kemudian tanaman tersebut cenderung lebih cepat membusuk. Polusi di laut karena eutrofikasi ini tentunya dapat mengganggu populasi organisme lain menjadi tidak stabil.

  1. Terjadi Oil Spill atau Tumpahan Minyak

Oil Spill atau tumpahan minyak biasanya berasal dari hasil operasi kapal tanker, terminal bongkar muat di tengah laut, perbaikan kapal, serta adanya tabrakan kapal tanker. Mayoritas disebabkan oleh tabrakan kapal tanker.

Pengaruh tumpahan minyak terhadap polusi di laut begitu luas. Seperti menimbulkan bau lantung pada jenis ikan keramba, organisme mati massal, budidaya ikan terganggu, serta reproduksi dan tingkah laku organisme berubah.

  1. Adanya Pengasaman Lautan

Sebagai reservoir alami, lautan berperan menyerap karbon dioksida yang berasal dari atmosfer bumi. Tetapi dikarenakan karbon dioksidan pada atmosfer meningkat, akhirnya lautan di seluruh dunia bersifat masam.

Akibatnya, terjadilah pengasaman lautan sehingga menyebabkan bubarnya struktur kalsium karbonat. Dengan begitu, polusi di laut akibat pengasaman akan mempengaruhi terhadap proses terbentuknya cangkang kerang maupun karang.

  1. Racun Persisten Tidak Larut

Adanya racun persisten tidak larut bisa menyebabkan pencemaran lautan. Hal tersebut dikarenakan racun persisten ini tidak hancur bersama dengan ekosistem laut secara cepat.

Contoh racun tersebut antara lain limbah radioaktif, fenol, furan, dioksin. Kemudian racun itu terakumulasi dalam sel jaringan biota laut. Akhirnya bioakumulasi menghambat kehidupan bawah air dan menyebabkan mutasi bentuk kehidupan aquatic.

  1. Sampah Plastik Meningkat

Penyebab pencemaran laut selanjutnya disebabkan oleh meningkatnya sampah plastik akibat ketergantungan manusia terhadap plastik. Sebanyak 80 persen lautan ditemukan adanya sampah plastik.

Pembuangan plastik maupun turunan limbah plastik ke laut ini menyebabkan kehidupan biota dalam air menjadi tercekik hingga mati. Sehingga berbahaya bagi perikanan maupun satwa liar lainnya.

  1. Pencemaran Karena Logam Berat

Polusi di laut berikutnya dikarenakan pencemaran logam berat, baik benda padat atau cair dengan berat 5 gram atau lebih setiao sentimeternya. Contohnya adalah merkuri, timbal, seng, nikel, kadmium, kromium, arsenik.

Logam berat tersebut adalah bentuk materi anorganik yang sering menjadi penyumbang munculnya masalah perairan. Awalnya berasal dari masukan air yang terkontaminasi oleh limbah buangan pertambangan atau perindustrian.

Dampak Adanya Polusi di Laut

Dampak pencemaran lautan sangat merugikan keberlangsungan makhluk hidup bawah air. Oleh karena itu, air tercemar tidak mengandung fungsi bermanfaat lagi bagi makhuk hidup serta merusak keseimbangan ekosistem.

  1. Satwa Laut Banyak yang Mati

Polusi di laut mampu menurunkan jumlah oksigen, hal ini berdampak pada matinya satwa – satwa laut. Dikarenakan mereka memanfaatkan oksigen untuk bernapas. Selain oksigen, sampah plastik juga mengurangi umur hewan tersebut.

Misalnya limbah plastik di lautan mampu mengancam bahkan membunuh satu juta burung laut, seratus ribu mamalia laut, serta ikan – ikan dalam jumlah cukup besar setiap tahunnya.

  1. Kehidupan Binatang dan Tumbuhan Air Terganggu

Air tercemar dengan berbagai polutan masuk ke tubuh makhluk hidup daratan jika dikonsumsi untuk minum. Beberapa binatang maupun tumbuhan air juga terganggu habitat ekosistemnya.

Hal tersebut berdampak buruk bagi kesehatan, sehingga menimbulkan berbagai penyakit. Seperti diare, kolera, disentri, keracunan timbal, polio, atau dampak buruk bagi kesehatan lainnya.

  1. Kadar Oksigen Menurun

Polusi di laut akibat penumpukan sampah, tumpahan minyak, atau penyebab lainnya membuat sinar matahari susah masuk ke dalamnya. Alhasil, tumbuhan air sulit melakukan proses fotosintesis, dan oksigen yang dihasilkan hanya sedikit.

  1. Kecepatan Reaksi Kimia Meningkat

Laut tercemar tentunya mengandung bahan – bahan polutan kimia berbahaya. Ketika mengandung bahan kimia melebihi batas, maka secara langsung meningkatkan reaksi kimia di dalamnya.

Misalnya aktivitas pengeboran minyak hingga tumpah mengakibatkan punahnya organisme laut, contohnya ikan karang, alga, coral, hingga memutus rantai makanan di laut.

  1. Kesuburan Tanah Terganggu

Dampak polusi di laut berikutnya adalah mengganggu kesuburan tanah, diakibatkan oleh meresapnya air tercemar ke dalam tanah di sekitarnya. Karena air tersebut mengandung polutan, maka akan berpengaruh juga pada tingkat kesuburannya.

Cara Mencegah Timbulnya Polusi di Laut

Secara administratif, manusia dapat mencegah adanya polusi ini dengan menerapkan Standar Kualitas Air Sungai, Baku Mutu Kualitas Air Limbah Industri, juga pelaporan atau pemantauan lingkungan.

Secara edukasi, pencegahan polusi di laut dapat dilakukan dengan penyuluhan atau sosialisasi baik secara pendidikan formal maupun informal. Penyuluhan tersebut membahas mengenai pentingnya lingkungan hidup serta bahayanya melakukan pencemaran

Secara teknologis, perlu menerapkan strategi pengelolaan lingkungan air dari hulu sampai hilir yang bersifat preventif, proaktif, terpadu secara berkelanjutan. Atau melakukan program IPAL (Penyediaan dan Pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah).

Jadi, sebenarnya pencegahan bisa dilakukan melalui langkah kecil sederhana. Misalnya mengurangi penggunaan sedotan plastik atau menjadi sukarelawan program pembersihan pantai untuk mengurangi polusi di laut dan menciptakan generasi sehat juga aman

Categories
Geografi

√13 Pentingnya Daur Ulang Kertas Bekas untuk Menjaga Lingkungan

Pentingnya Daur Ulang Kertas Bekas untuk Menjaga Lingkungan

Pentingnya Daur Ulang Kertas Bekas untuk Menjaga Lingkungan
Pentingnya Daur Ulang Kertas Bekas untuk Menjaga Lingkungan

Salah satu upaya menjaga lingkungan adalah dengan melakukan daur ulang kertas. Proses daur ulang mengurangi adanya penebangan pohon liar untuk dijadikan lembaran yang diproses dalam pabrik.

Seperti yang kita ketahui bahwa dampak dari penebangan pohon liar sangat berbahaya untuk lingkungan kita. Banyak bencana alam disebabkan oleh kegiatan illegal tersebut seperti terjadinya banjir atau longsor.

Penebangan pohon liar memang penyebabnya tidak hanya untuk dijadikan lembaran baru. Namun upaya mendaur ulang kertas bekas bisa menjadi solusi terbaik mengurangi penebangan pohon untuk dijadikan lembaran.

Terlebih faktanya saat ini penggunaan berkas masih sangat tinggi meski saat ini sudah memasuki dunia digital. Tandanya penggunaannya masih sangat dibutuhkan dan digunakan banyak orang.

Dengan kata lain jumlah sampah juga sangat menumpuk jika tidak dilakukan upaya untuk menguranginya. Jadi ada banyak hal didapatkan dari produksi kertas baru yang berasal dari lembaran bekas ini.

Alasan Mengapa Daur Ulang Kertas Itu Perlu

Tahap daur ulang kertas sangat perlu dilakukan mengingat konsumsinya masih sangat tinggi saat ini. Terutama pada sektor pendidikan, penggunaan berkas masih menjadi kebutuhan harian meski telah memasuki era digital.

Faktanya telah disebutkan oleh GNFI, bahwa konsumsi kertas di Indonesia per kapita mencapai 27kg per orang per tahunnya. Jumlah tersebut sangatlah tinggi jika dihitung secara rinci.

Data tersebut menunjukkan bahwa 11 rim atau 11 batang pohon dalam waktu sehari. Lalu jumlah sampah kertas di Indonesia bisa mencapai 17 ribu ton per harinya.

Dapat digaris bawahi bahwa konsumsinya di Indonesia sangatlah tinggi dan perlu adanya daur ulang kertas sebagai penyeimbang. Tidak hanya itu bahkan dari sebelum menjadi kertas saja tahap pembuatannya membutuhkan banyak air dan energi.

Perhitungannya sebagai berikut: untuk bisa memproduksi 1 kilogram kertas membutuhkan air sebanyak 324 liter. Tahapan ini juga menghasilkan limbah padat dan cair yang jumlahnya sangat banyak.

Demi mengurangi pembuatan kertas baru, yang bisa menyebabkan kerugian pada lingkungan maka perlu adanya pembuatan ulang bahan bekas menjadi bahan baru. Selain menjaga lingkungan juga upaya mengurangi sampah menumpuk.

Hubungan Daur Ulang Kertas dengan Menjaga Lingkungan

Proses daur ulang kertas sangat erat kaitannya dengan upaya menjaga lingkungan tetap lestari. Membuat lembaran baru dari bahan bekas lebih hemat pohon dan juga hemat air dan energi yang digunakan untuk produksi.

Tidak hanya itu tahapan daur ulang ini juga mengurangi sampah kertas yang menumpuk tinggi. Tentu demi menjaga lingkungan di Indonesia terhindar dari limbah, lebih baik dimanfaatkan kembali.

Terlebih proses membuat kertas baru dari bahan bekas tidak hanya dapat dilakukan sekali produksi saja. Tahapannya dapat dilakukan berkali-kali hingga serat dari kertas bekas sudah pendek.

Namun sebagai gantinya bahan yang sudah memiliki serat pendek dapat digunakan sebagai bahan pembuatan kompos. Lagi-lagi masih bisa digunakan sebaik mungkin demi mengurangi sampah menumpuk.

Tidak seperti memproduksi kertas baru, Tahap daur ulang kertas membutuhkan energi yang lebih sedikit. Saat memproduksi 1 ton kertas daur ulang menjadi baru dapat menghemat 17 pohon.

Hal tersebut dikatakan dalam penelitian tahun 1996 yaitu Purdue Research Foundation and US Enviromental Protection Agency.

Selain itu proses ini dapat menghemat 7000 galon air, 380 galon minyak, 3,3 yard kubik atau 2,52 kilometer kubik ruang untuk pembuatan akhir, serta 4,000 KwH energi (Onondaga Resource Recovery Center).

Hal ini menunjukkan bahwa proses produksi lembaran dari bahan kertas bekas jauh lebih menguntungkan lingkungan. Tidak hanya itu namun juga bernilai ekonomi tinggi baik dari segi tahap-tahap pembuatan hingga ke hasilnya.

Proses Daur Ulang Kertas

Seiring dengan berkembangnya zaman sudah banyak yang menyadari bahwa proses daur ulang kertas bisa bernilai ekonomi tinggi. Inilah mengapa kita perlu mengetahui bagaimana proses daur ulangnya untuk menjadi produk baru.

  1. Proses Pengumpulan

Proses pertama adalah pengumpulan kertas-kertas, proses ini membutuhkan kerja sama dengan pengepul. Pembuat kertas harus membelinya dari pengepul untuk mendapatkan jumlah yang banyak.

Umumnya saat ini bahannya menggunakan bekas Koran dan majalah untuk didaur ulang. Namun bahan dengan kualitas terbaik berasal dari sumber industry dan komersial karena lebih bersih dan paling ekonomis untuk didapat.

Sistem pengumpulan ini harus beroperasi dengan pedoman hemat biaya. Pengumpulannya harus dilakukan secara efisien dengan tujuan volume serta kualitas kertas yang akan di daur ulang dapat terjaga.

  1. Proses Pemilihan Kertas

Proses daur ulang kertas kedua adalah proses pemilihan bahan dengan cara mengukur dan menilai kualitasnya. Lalu dilakukan pengelompokan bahan yang memiliki kualitas sama. Selain itu kebersihan dan jenisnya juga akan diukur.

Semua kertas dengan kualitas yang sama akan diproduksi secara bersamaan karena jumlah seratnya sama. Kualitas yang sama dapat diekstraksi dari pulp (larutan bubur).

Setelah itu bahan masih akan disorting kembali berdasarkan permukaan dan strukturnya. Kertas yang tipis seperti Koran akan dipisahkan dengan tekstur tebal seperti map karton dan lain sebagainya.

Tahapan memilih dan menyorting bahan ini sangat penting dilakukan dalam proses produksi selanjutnya. Tepatnya karena nilai bahan akan diproduksi berdasarkan bahan yang diproduksi kembali.

  1. Proses Bubur

Proses daur ulang kertas berikutnya adalah proses bubur yang bertujuan untuk memecah bahan menjadi potongan-potongan kecil. Caranya bahan di parut hingga halus dan tercampur semua.

Setelah itu air ditambahkan dalam hasil parutan bahan dn ditambah juga dengan bahan kimia seperti hydrogen peroksida, natrium silikat serta natrium hidroksida. Tujuannya adalah memecah dan memisahkan serat kertas.

Larutan bubur atau pulp inilah yang nantinya akan menjadi bahan mentah proses pembuatan kertas baru. Proses selanjutnya adalah melakukan screening pulp untuk memisahkan kepadatan dengan menggunakan screen dari suspensi pulp.

Partikel-partikel dengan ukuran besa akan tertahan di dalam screen. Kemudian sisanya partikel-partikel kecil akan melewati lubang kecil dari basket screen.

  1. Proses Penghilangan Tinta

Tahap daur ulang kertas selanjutnya adalah menghilangkan tinta dari bahan. Caranya menambahkan pulp ke dalam tangki apung, disana sudah terdapat  bahan kimia dan gelembung udara berfungsi untuk menghilangkan tinta dan pewarna.

Pada proses pembuatan kertas baru membutuhkan penambahan pewarna kedalam pulp. Terkadang membutuhkan penambahan Hidrogen Peroksida atau bahan pemutih, bahkan sering juga penambahan warna biru dan hitam guna menghasilkan warna putih cerah.

  1. Proses Pengeringan

Terakhir adalah proses pengeringan, pulp akan melewati rol besar untuk mengeluarkan kelebihan air. Proses daur ulang terkadang juga membutuhkan penambahan serat kayu murni untuk menghasilkan tekstur lembaran lebih halus.

Selanjutnya lembaran akan keluar melewati rol yang dipanaskan dengan uap bersuhu 54 derajat celcius. Proses ini nantinya akan menghasilkan lembaran gulungan panjang dengan lembaran pipih.

Satu gulungan memiliki lebar 9 meter dan berat mencapai 27 ton. Gulungan ini nantinya akan dibagi menjadi ukuran lebih kecil dan akan dikirim ke berbagai produsen kertas seperti produsen Koran, kertas kado, kertas cetak dan lain sebagainya.

Hasil akhir proses daur ulang kertas ini sudah jelas memiliki nilai ekonomi dan bermanfaat untuk menjaga lingkungan lebih sehat dan lebih bersih dari sampah.