√5 Aksara Swara Lengkap: Pengertian, Fungsi, Gambar dan Contoh

Aksara Swara Lengkap – Aksara hanacaraka tidak dapat berdiri sendiri. Di bawahnya terdapat banyak macam turunan aksara dan sandhangan yang menjadi pelengkap penulisannya. Salah satu pelengkap aksara hanacaraka ini adalah aksara swara.

Aksara swara bisa dibilang aksara yang unik, karena tidak memiliki pasangan. Bahkan aksara swara juga tidak bisa diberi sandhangan swara, karena ia sendiri adalah aksara dalam bentuk huruf vokal. Jadi, aksara swara adalah sandhangan swara dalam bentuk aksara >-<

Nah, jika kamu mulai bingung 😀 adalah tepat untuk menyimak artikel ringan seputar aksara swara berikut ini.

Pengertian Aksara Swara

Aksara swara yaiku aksara kang digawe nulis unine swara vokal a, i, u, e dan o.

Aksara Swara (ꦲꦏ꧀ꦱꦫꦱ꧀ꦮꦫ) merupakan jenis aksara yang digunakan untuk menuliskan jenis huruf vokal yang berasal dari bentuk kata serapan dari bahasa asing.

Lebih jauh, aksara yang digunakan untuk menulis suku kata yang tidak memiliki konsonan di awal, atau dalam kata lain suku kata yang hanya terdiri vokal. Suara vokal yang dimaksud tentu vokal A, I, U, E dan O.

Aksara ini seperti aksara hanacaraka namun tidak terdiri dari dua huruf.

Sejarah Aksara Swara

Pada awalnya, aksara Jawa hanacaraka memiliki 14 aksara vokal (swara) yang diwarisi dari tradisi tulis menulis Sanskerta. Lalu, sebagaimana aksara wyanjana, bahasa Jawa modern tidak lagi menggunakan keseluruhan aksara swara dalam deret Sanskerta-Kawi.

Saat kini hanya ada aksara untuk vokal pendek yang umumnya diajarkan.

Fungsi Aksara Swara

Dalam penulisan aksara Jawa modern, aksara swara digunakan untuk menggantikan aksara wyanjana ha ꦲ pada nama atau istilah asing yang pelafalannya perlu diperjelas. Karena, seperti kita tahu, aksara ha pelafalannya bisa jadi ambigu karena berperan ganda sebagai fonem /ha/ dan /a/.

Aksara swara dinggo kanggo nulis tembung manca kang dicethakake (Padmosoekotjo, 1939: 40).

Dengan aksara swara, kata Eropa dapat ditulis dengan jelas sebagai Eropa dan bukan Heropa.

RECOMMEND :  √ 13+ Urut Urutane Turunan atau Silsilah Keluarga Jawa

Peraturan dan Contoh Penulisan Aksara Swara

Ada beberapa aturan atau paugeran penulisan aksara swara. Berikut ini poin poin dan contohnya.

Aksara Swara Tidak Bisa Menjadi Pasangan

Karena tidak bisa menjadi pasangan, maka aksara yang ada di depan aksara swara harus di buat mati dengan sandhangan panyigeg pangkon.

Contoh aplikasi aturan pertama ini sebagai berikut.

  • Kitab Al Quran
  • Bangsa Eropa
  • Agama Islam
  • Melu Urbanisasi
  • Wulan Oktober

Aksara Swara Dapat Diberi Sandhangan Panyigeg

Sandhangan panyigeg yang dimaksud adalah layar, cecak dan wignyan. Sandhangan panyigeg pangkon tidak termasuk.

Aturan penulisannya sama seperti pada aksara hanacaraka biasa.

Aksara SwaraTidak Dapat Diberi Sandhangan Swara

Peraturan ini jelas, mengingat aksara swara bunyinya sudah cukup tanpa sandhangan swara. Misalnya seperti pada contoh berikut.

  • Kata India seharusnya ditulis

Bukannya, aksara swara A yang diberi sandhangan wulu dan menjadi,

  • Kata Organisasi seharusnya ditulis,

dan bukan aksara swara A yang diberi sandhangan taling tarung, menjadi

Intinya, jika sudah ada aksara swara lengkap lima vokal, maka gunakan. Jangan mempersulit diri dengan menambah nambah sandhangan swara hehehe 😀

Aksara Swara Tidak Digunakan Untuk Memberi penghormatan

Berbeda dengan aksara murda, aksara swara tidak digunakan untuk penghormatan.

Jadi, kalau kita menulis kata April dengan aksara swara di awal, misalnya, maka itu bukan karena kita menghormati bulan April. Ini semata mata karena kata April merupakan kata serapan bahasa asing.

Jumlah Aksara Swara

Aksara swara ing tulisan jawa iku cacahe ana lima yaiku aksara kang mujudake swara A, I, U, E dan O.

Jumlah Aksara Swara ada lima yaitu aksara yang mewakili huruf vokal A, I, U, E dan O. Penulisan kelima hurufnya disimbolkan sebagai berikut.

RECOMMEND :  √15+ Tanda Baca Aksara Jawa: Simbol, Fungsi dan Contoh

Contoh Soal Penulisan

Agar lebih paham, perhatikan contoh soal penulisan aksara swara di bawah ini.

  • Kitab Al Quran, Wus Ikhtiyar dan Wulan Oktober.
  • Arab, Iran, Umar, Erna dan Opera.

Aksara Murda dan Aksara Swara

Berikut ini persamaan dan perbedaan aksara murda dan aksara swara.

  • Aksara Murda dan Swara adalah huruf khusus dalam karakter Jawa, untuk karakter Murda hanya ada 8 karakter, yaitu Na, Ka, Ta, Sa, Pa, Nya, Ga dan Ba. Sedangkan untuk Aksara Swara ada lima karakter diantaranya A, I, U, E dan O.
  • Aksara murda hanya digunakan untuk penulisan nama karakter / tokoh penting atau tempat / wilayah yang terkenal /besar.
  • Aksara swara untuk serapan asing.
  • Penulisan Aksara Swara dan Murda hanya dibagian depan, atau juga bisa untuk keseluruhan kata.

Demikian pembahasan singkat tentang aksara swara A, I, U, E dan O. Semoga dapat memberikan manfaat. Apabila ada salah salah tulis dsb, silahkan koreksi di kolom komentar. Terimakasih. Aksara Swara Lengkap

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *