Penyebab Gempa Bumi Beserta Dampak dan Upaya Mitigasinya

Penyebab gempa bumi dan pembahasannya lengkap– Beberapa tahun belakangan, wilayah Indonesia mulai dari Jawa, Sumatra, Nusa Tenggara dan Bali kerap kali diguncang gempa.

Gempa menyebabkan ketakutan pada masyarakat, karena kemunculannya yang tak bisa diprediksi sebelumnya.

Gempa semakin mengerikan ketika berada di wilayah laut dan mengakibatkan tsunami. Begitu juga gempa yang berada di tebing-tebing gunung akan menghasilkan longsoran yang berpotensi menimbun rumah warga.

Sampai saat ini kerusakan yang ditimbulkan gempa-gempa besar selalu luar biasa dan membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk perbaikannya. Begitu juga korban gempa yang tertimbun dalam reruntuhan bangunan juga tidak bisa dikatakan sedikit.

Itulah mengapa untuk mengurangi dampak daripada bencana alam gempa, pemerintah telah memberikan pengetahuan-pengetahuan penting seputar gempa dan cara mengatasinya.

Nah, berikut ini pembahasan lengkap mengenai apa itu gempa, apa saja penyebab gempa bumi, dampak serta bagaimana cara menyelamatkan diri saat gempa bumi (mitigasi).

Faktor Penyebab Gempa Bumi

Gempa bumi termasuk salah satu bencana alam yang tidak dapat diprediksi kapan terjadinya. Fenomena ini terjadi karena berbagai faktor penyebab. Berikut adalah penyebab gempa bumi yang dibagi menjadi empat kategori yaitu:

Akibat Pergeseran Lempeng Bumi (Gempa Tektonik)

Faktor Penyebab Gempa Bumi,Akibat Pergeseran Lempeng Bumi (Gempa Tektonik),Akibat Aktivitas Magma Gunung Berapi (Gempa Vulkanik),Akibat Longsoron Tanah (Gempa Terban),Akibat Ulah Manusia,Mengapa Indonesia Rawan Gempa?,Pertemuan Lempeng Dunia,Terletak pada Ring of Fire,Adanya Fenomena Reaksi Gunung Berantai,Dampak Bencana Alam Gempa Bumi,Dampak Positif,Dampak Negatif,Cara Penanggulangan Gempa Bumi,Sebelum Bencana,Ketika Bencana,Setelah Bencana,Bencana Gempa Bumi Terbesar di Indonesia 10 Tahun Terakhir,Gempa dan Tsunami di Aceh,Gempa Bumi Nias,Gempa dan Tsunami Pangandaran,Gempa Bengkulu,Gempa di Mentawai,Gempa di Lombok,Palu dan Donggala,Sumur, Banten
Proses terjadinya gempa tektonik

Gempa jenis ini merupakan yang paling banyak terjadi di bumi.

Seperti halnya kasus di Indonesia juga kebanyakan terjadi karena proses pergeseran lempeng bumi. Pergeseran ini meliputi daerah yang luas sehingga bisa dipastikan menyebabkan kerusakan yang besar dipermukaan bumi, apalagi jika kekuatannya juga besar.

Proses gempa bumi dimulai ketika lempeng-lempeng dasar bumi yang saling bertemu, bergeser satu sama lain. Lempeng ini bergeser karena adanya daya dari inti bumi.

Inti bumi (core) yang bersuhu hingga 6.000 derajat celcius akan memanaskan material mantel bumi bagian bawah, sehingga massa jenis material tersebut berkurang. Akibatnya, material mantel bumi tersebut bergerak naik dari dasar menuju ke permukaan mantel.

Sampai di permukaan mantel, material tersebut semakin akan mengalami penurunan suhu, sehingga massa jenisnya bertambah.

Karena massa jenisnya bertambah, maka material tersebut akan kembali turun ke dasar mantel. Di dasar mantel, material akan terkena panas bumi kembali, sehingga terjadilah proses seperti di awal.

Dengan demikian proses konveksi terjadi terus menerus. Jadi itulah mengapa konveksi inti bumi ini disebut yang menyebabkan pergerakan lempeng.

Pergerakan lempeng terdiri atas 3 macam yang semuanya akan menghasilkn energi, perhatikan gambar berikut:

Faktor Penyebab Gempa Bumi,Akibat Pergeseran Lempeng Bumi (Gempa Tektonik),Akibat Aktivitas Magma Gunung Berapi (Gempa Vulkanik),Akibat Longsoron Tanah (Gempa Terban),Akibat Ulah Manusia,Mengapa Indonesia Rawan Gempa?,Pertemuan Lempeng Dunia,Terletak pada Ring of Fire,Adanya Fenomena Reaksi Gunung Berantai,Dampak Bencana Alam Gempa Bumi,Dampak Positif,Dampak Negatif,Cara Penanggulangan Gempa Bumi,Sebelum Bencana,Ketika Bencana,Setelah Bencana,Bencana Gempa Bumi Terbesar di Indonesia 10 Tahun Terakhir,Gempa dan Tsunami di Aceh,Gempa Bumi Nias,Gempa dan Tsunami Pangandaran,Gempa Bengkulu,Gempa di Mentawai,Gempa di Lombok,Palu dan Donggala,Sumur, Banten
Jenis-jenis pergeseran lempeng bumi

Kesimpulan ringkasnya seperti ini:

Bumi merupakan planet yang dinamis dengan bagian inti yang sangat panas. Panas dari inti bumi yang berpindah secara konveksi ini yang mengakibatkan pergerakan lempeng, yang mengakibatkan interaksi antar lempeng.

Interaksi antar lempeng ini dapat membentuk sebuah palung laut, pegunungan dan gunung berapi. Ketika lempeng bergerak, ada energi yang dilepaskan berupa gelombang seismik atau yang dikenal dengan gempa.

Akibat Aktivitas Magma Gunung Berapi (Gempa Vulkanik)

Faktor Penyebab Gempa Bumi,Akibat Pergeseran Lempeng Bumi (Gempa Tektonik),Akibat Aktivitas Magma Gunung Berapi (Gempa Vulkanik),Akibat Longsoron Tanah (Gempa Terban),Akibat Ulah Manusia,Mengapa Indonesia Rawan Gempa?,Pertemuan Lempeng Dunia,Terletak pada Ring of Fire,Adanya Fenomena Reaksi Gunung Berantai,Dampak Bencana Alam Gempa Bumi,Dampak Positif,Dampak Negatif,Cara Penanggulangan Gempa Bumi,Sebelum Bencana,Ketika Bencana,Setelah Bencana,Bencana Gempa Bumi Terbesar di Indonesia 10 Tahun Terakhir,Gempa dan Tsunami di Aceh,Gempa Bumi Nias,Gempa dan Tsunami Pangandaran,Gempa Bengkulu,Gempa di Mentawai,Gempa di Lombok,Palu dan Donggala,Sumur, Banten
Proses terjadinya gempa vulkanik

Pergerakan material dari mantel bumi selain menyebabkan bergesernya lempeng kerak bumi juga bisa mengakibatkan letusan ke arah luar yang biasa kita sebut sebagai fenomena gunung meletus.

Selanjutnya, secara lebih rinci fenomena gunung meletus disebabkan oleh beberapa macam hal dibawah ini:

  1. Peningkatan kegempaan vulkanik
  2. Pergerakan tektonik pada lapisan bumi
  3. Terjadinya deformasi badan gunung
  4. Lempeng-lempeng bumi yang saling berdesakan
  5. Adanya tekanan yang sangat tinggi

Daya yang dihasilkan oleh gerakan letusan ini pun merembet ke dasar permukaan tanah dan terjadilah gempa vulkanik. Jangkauan getaran pada gempa jenis ini tidak meluas seperti gempa tektonik. Getarannya hanya berpusat pada sekitar gunung berapi.

Akibat Longsoron Tanah (Gempa Terban)

Faktor Penyebab Gempa Bumi,Akibat Pergeseran Lempeng Bumi (Gempa Tektonik),Akibat Aktivitas Magma Gunung Berapi (Gempa Vulkanik),Akibat Longsoron Tanah (Gempa Terban),Akibat Ulah Manusia,Mengapa Indonesia Rawan Gempa?,Pertemuan Lempeng Dunia,Terletak pada Ring of Fire,Adanya Fenomena Reaksi Gunung Berantai,Dampak Bencana Alam Gempa Bumi,Dampak Positif,Dampak Negatif,Cara Penanggulangan Gempa Bumi,Sebelum Bencana,Ketika Bencana,Setelah Bencana,Bencana Gempa Bumi Terbesar di Indonesia 10 Tahun Terakhir,Gempa dan Tsunami di Aceh,Gempa Bumi Nias,Gempa dan Tsunami Pangandaran,Gempa Bengkulu,Gempa di Mentawai,Gempa di Lombok,Palu dan Donggala,Sumur, Banten
Tanah longsor bisa mengakibabtkan gempa

Penyebab gempa bumi yang ketiga dalah karena longsoran.

Goa yang runtuh juga termasuk penyebab dari gempa terban. Goa yang dimaksud bukan hanya goa dipermukaan tanah seperti yang kita tahu, namun juga goa-goa dalam tanah.

RECOMMEND :  √15 Kebiasan Baik Untuk Menjaga Lingkungan Sehat

Gempa yang disebabkan oleh faktor ini hanya berdampak kecil dan wilayah cakupannya terbilang sempit. Gempa Terban sering terjadi pada daerah landai yang struktur tanahnya tidak stabil.

Akibat Ulah Manusia

Campur tangan manusia juga bisa menjadi penyebab gempa bumi. Gempa yang disebabkan oleh manusia dinamakan seismisitas terinduksi.

Contohnya saat menguji coba peledak berkekuatan tinggi seperti bom atom atau hulu ledak hidrogen juga bisa memicu gempa bumi. Penambangan yang berlebih dan tidak terkontrol juga bisa merusak kontur alami lempeng bumi dan membuatnya rentan terhadap pergeseran.

Beberapa faktor non-alam lainnya yang tidak termasuk 4 faktor diatas yang juga dapat menyebabkan gempa bumi antara lain menurunnya kepadatan tanah dan berkurangnya air tanah secara drastis.

Mengapa Indonesia Rawan Gempa?

Dari sekian banyak bencana yang terjadi di Indonesia, gempa adalah bencana yang tergolong paling berbahaya dan juga sering terjadi. Mengapa begitu? Simak penjelasan berikut.

Pertemuan Lempeng Dunia

Faktor Penyebab Gempa Bumi,Akibat Pergeseran Lempeng Bumi (Gempa Tektonik),Akibat Aktivitas Magma Gunung Berapi (Gempa Vulkanik),Akibat Longsoron Tanah (Gempa Terban),Akibat Ulah Manusia,Mengapa Indonesia Rawan Gempa?,Pertemuan Lempeng Dunia,Terletak pada Ring of Fire,Adanya Fenomena Reaksi Gunung Berantai,Dampak Bencana Alam Gempa Bumi,Dampak Positif,Dampak Negatif,Cara Penanggulangan Gempa Bumi,Sebelum Bencana,Ketika Bencana,Setelah Bencana,Bencana Gempa Bumi Terbesar di Indonesia 10 Tahun Terakhir,Gempa dan Tsunami di Aceh,Gempa Bumi Nias,Gempa dan Tsunami Pangandaran,Gempa Bengkulu,Gempa di Mentawai,Gempa di Lombok,Palu dan Donggala,Sumur, Banten
Indonesia adalah titik pertemuan 3 lempeng bumi

Indonesia secara geografis terletak di antara dua benua hal ini menguntungkan karena sebagai jalur sutra perdagangan. Namun sebagai konsekuensi, Indonesia juga menjadi pertemuan tiga lempeng dunia. Lempeng yang dimaksud yaitu lempeng Australia, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik.

Ketika tiga lempeng itu bergerak, otomatis wilayah indonesia tertentu akan mengalami goncangan gempa. Dan karena banyaknya pertemuan lempeng yang bergeser maka gempa yang terjadi pun juga sering.

Terletak pada Ring of Fire

Faktor Penyebab Gempa Bumi,Akibat Pergeseran Lempeng Bumi (Gempa Tektonik),Akibat Aktivitas Magma Gunung Berapi (Gempa Vulkanik),Akibat Longsoron Tanah (Gempa Terban),Akibat Ulah Manusia,Mengapa Indonesia Rawan Gempa?,Pertemuan Lempeng Dunia,Terletak pada Ring of Fire,Adanya Fenomena Reaksi Gunung Berantai,Dampak Bencana Alam Gempa Bumi,Dampak Positif,Dampak Negatif,Cara Penanggulangan Gempa Bumi,Sebelum Bencana,Ketika Bencana,Setelah Bencana,Bencana Gempa Bumi Terbesar di Indonesia 10 Tahun Terakhir,Gempa dan Tsunami di Aceh,Gempa Bumi Nias,Gempa dan Tsunami Pangandaran,Gempa Bengkulu,Gempa di Mentawai,Gempa di Lombok,Palu dan Donggala,Sumur, Banten
Indonesia terletak pada Cincin api Pasifik

Ring Of fire atau cicin api adalah sebutan untuk jalur rangkaian gunung api dunia di seputar samudra pasifik. Atau dengan kata lain daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik.

Daerah Ring Of Fire berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik.

Karena terletak di daerah ring of fire menjadikan Indonesia memiliki banyak rangkaian gunung berapi. Perlu diketahui indonesia adalah negara dengan jumlah gunung api terbanyak ketiga setelah Amerika dan Rusia. Tercatat ada 127 gunung berapi.

Fenomena gunung api ini berakibat positif dan negatif.

Dampak positifnya bahwa Indonesia menjadi kaya akan tanah yang subur dan berdampak pada beragamnya kekayaan hayati yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh rakyatnya.

Dampak yang kedua karena banyak gunung berapi, otomatis Indonesia sering mengalami bencana gunung berapi. Selain karean gempanya yang bersifat merusak, letusan gunung berapi juga mengakibatkan banyak dampak yang akan dibahas pada sub berikutnya.

Adanya Fenomena Reaksi Gunung Berantai

Faktor Penyebab Gempa Bumi,Akibat Pergeseran Lempeng Bumi (Gempa Tektonik),Akibat Aktivitas Magma Gunung Berapi (Gempa Vulkanik),Akibat Longsoron Tanah (Gempa Terban),Akibat Ulah Manusia,Mengapa Indonesia Rawan Gempa?,Pertemuan Lempeng Dunia,Terletak pada Ring of Fire,Adanya Fenomena Reaksi Gunung Berantai,Dampak Bencana Alam Gempa Bumi,Dampak Positif,Dampak Negatif,Cara Penanggulangan Gempa Bumi,Sebelum Bencana,Ketika Bencana,Setelah Bencana,Bencana Gempa Bumi Terbesar di Indonesia 10 Tahun Terakhir,Gempa dan Tsunami di Aceh,Gempa Bumi Nias,Gempa dan Tsunami Pangandaran,Gempa Bengkulu,Gempa di Mentawai,Gempa di Lombok,Palu dan Donggala,Sumur, Banten
Jalur pegunungan di Indonesia

Di Indonesia pernah ada fenomena unik yang terjadi. Yaitu peristiwa meletusnya tiga gunung berapi secara bersamaan. Gunung meletus ini di antaranya, Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Gunung Raung di Jawa Timur dan Gunung Gamalama di Ternate.

Kemungkinan yang menjadi penyebab terjadinya hal ini adalah reaksi yang berantai yang terjadi di dapur magma. Jika dilihat dari peta cincin berapi (ring of fire) Pasifik, kita bisa mengetahui bahwa hampir seluruh wilayah di Indonesia berada tepat di atas dapur magma.

Karena berada pada satu jalur, setiap aktivitas yang terjadi di dapur magma dapat memicu meletusnya gunung berapi secara berurutan atau bersamaan. Hal ini tentu disertai dengan rentetan gempa vulkanis. Karena hal inilah, Indonesia sangat sering mengalami gempa bumi.

Dampak Bencana Alam Gempa Bumi

Setiap peristiwa pasti mempunyai dampak, baik itu dampak positif dan negatif. Begitu juga dengan gempa bumi.

Dampak Positif

Faktor Penyebab Gempa Bumi,Akibat Pergeseran Lempeng Bumi (Gempa Tektonik),Akibat Aktivitas Magma Gunung Berapi (Gempa Vulkanik),Akibat Longsoron Tanah (Gempa Terban),Akibat Ulah Manusia,Mengapa Indonesia Rawan Gempa?,Pertemuan Lempeng Dunia,Terletak pada Ring of Fire,Adanya Fenomena Reaksi Gunung Berantai,Dampak Bencana Alam Gempa Bumi,Dampak Positif,Dampak Negatif,Cara Penanggulangan Gempa Bumi,Sebelum Bencana,Ketika Bencana,Setelah Bencana,Bencana Gempa Bumi Terbesar di Indonesia 10 Tahun Terakhir,Gempa dan Tsunami di Aceh,Gempa Bumi Nias,Gempa dan Tsunami Pangandaran,Gempa Bengkulu,Gempa di Mentawai,Gempa di Lombok,Palu dan Donggala,Sumur, Banten
Bantuan kepada korban bencana
  1. Tergugahnya rasa kemanusiaan. Tak ayal setelah terjadinya bencana alam pasti akan banyak bantuan yang berdatangan ke lokasi terdampak. Bantuan tersebut bisa berupa materi dan juga immateri atau dalam hal ini tenaga sosial. Semua akan bersatu padu agar saudara yang terdampak bisa kembali normal beraktivitas.
  2. Menjadi pembelajaran bagi para ahli gempa (seismolog) untuk mengevaluasi proses peringatan dasar ketika terjadi gempa selanjutnya.
  3. Menghasilkan bentang alam baru. Gempa yang disebabkan oleh patahan akan menciptakan dataran baru yang bisa dimanfaatkan manusia. Selain itu, dengan adanya letusan gunung tanah mendapat limpahan lahar yang subur untuk lahan pertanian.
  4. Mengurangi kepadatan penduduk. Meskipun terdengar tidak manusiawi, namun dampak satu ini diakui atau tidak memang terjadi pada daerah yang terdampak bencana gempa bumi.
RECOMMEND :  √15 Kerusakan Lingkungan Penyebab Badai Menjadi Lebih Mengerikan

Dampak Negatif

  1. Rusaknya seluruh bangunan baik itu rumah penduduk maupun gedung-gedung penting seperti sekolah dan rumah sakit. Kerusakan ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk perbaikannya.
  2. Terganggunya sistem komunikasi. Pada kasus gempa bumi yang sangat parah, mengakibatkan robohnya tiang-tiang listrik yang berimbas pada lumpuhnya komunikasi seperti telepon dan internet.
  3. Lumpuhnya sistem perhubungan. Gempa yang tergolong parah tidak hanya merubuhkan rumah, akan tetapi juga merusak jalanan dan merubuhkan jembatan. Hal ini serta merta akan melumpuhkan sistem perhubungan dan mempersulit bantuan ke daerah terdampak.
  4. Munculnya Pengangguran. Bagi masyarakat terdampak sudah pasti harus memperbaiki rumah dan segala macam hal vital lainnya sebelum mulai bekerja kembali, itupun jika tempat mereka bekerja tidak mengalami kerusakan.
  5. Munculnya bencana tambahan. gempa bumi seringkali diikuti oleh bencana baru seperti tanah longsor dan kebakaran akibat arus pendek.
  6. Kerugian harta dan jiwa secara keseluruhan.

Cara Penanggulangan Gempa Bumi

Faktor Penyebab Gempa Bumi,Akibat Pergeseran Lempeng Bumi (Gempa Tektonik),Akibat Aktivitas Magma Gunung Berapi (Gempa Vulkanik),Akibat Longsoron Tanah (Gempa Terban),Akibat Ulah Manusia,Mengapa Indonesia Rawan Gempa?,Pertemuan Lempeng Dunia,Terletak pada Ring of Fire,Adanya Fenomena Reaksi Gunung Berantai,Dampak Bencana Alam Gempa Bumi,Dampak Positif,Dampak Negatif,Cara Penanggulangan Gempa Bumi,Sebelum Bencana,Ketika Bencana,Setelah Bencana,Bencana Gempa Bumi Terbesar di Indonesia 10 Tahun Terakhir,Gempa dan Tsunami di Aceh,Gempa Bumi Nias,Gempa dan Tsunami Pangandaran,Gempa Bengkulu,Gempa di Mentawai,Gempa di Lombok,Palu dan Donggala,Sumur, Banten
mitigasi bencana alam gempa

Gempa bumi selama ini memang tidak bisa dicegah. Maka yang bisa kita lakukan adalah usaha meminimalkan resiko kerusakan dan kehilangan jiwa menjadi sekecil mungkin. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk itu adalah:

Sebelum Bencana

  1. Hindari rasa panik, rasa panik akan membuat kita salah dalam mengambil keputusan
  2. Ketahuilah dengan baik lokasi tempat Anda berada. Perhatikan tangga darurat, lift dan pintu keluar. hal ini karena kebanyakan korban gempa bumi adalah dikarenakan tertimpa bangunan karena tidak sempat keluar.
  3. Catat nomo-nomr penting, seperti nomor pemadam kebakaran dan nomor BASARNAS terdekat
  4. Pahami metode pertolongan utama dan pastikan selalu sedia kotak P3K
  5. Letakkan dekorasi dinding yang berat serendah mungkin
  6. Pastikan listrik dan api sudah dimatikan ketika tidak digunakan.

Ketika Bencana

  1. Jika berada dalam ruang, lindungi kepala dan badan dari runtuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja atau lainnya yang dapat mengurangi risiko ini.
  2. Segera lari keluar ruangan jika masih memungkinkan.
  3. Jika berada di luar bangunan atau area terbuka sebisa mungkin hindari bangunan yang ada di sekitar, misal gedung, tiang listrik, pohon, dan lainnya. Selain itu, perhatikan tempat berpijak Anda dan segera hindari apabila terjadi rekahan tanah.
  4. Jika gempa terjadi dan Anda sedang mengendarai mobil, segera keluar, turun, dan jauhi mobil apabila terjadi rekahan tanah atau kebakaran. Anda dapat berlindung di samping mobil jika memang dirasa aman.
  5. Jika tinggal atau berada di pantai, segera pantai dan menuju ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari gelombang tsunami.
  6. Jika tinggal di daerah pegunungan, hindari daerah-daerah yang kemungkinan akan longsor.

Setelah Bencana

  1. Setelah gempa selesei, jika berada didalam gedung, maka keluar dengan tertib jangan gunakan eskalator atau lift. Gunakan tangga biasa
  2. Lakukan P3K jika ada yang terluka.
  3. Telepon atau teriak jika Anda terluka atau ada yang terluka parah
  4. Periksalah lingkungan, hal yang diperiksa meliputi api yang menyala, gas yang bocor, air yang bocor.
  5. Jangan pernah memasuki bangunan yang sudah terkena gempa kareana masih ada potensi gempa susualan
  6. Hindari juga berjaln-jalan di sekitar daerah gempa
  7. Dengarkan informasi yang benar, jangan panik jangan termakan hoax, tetap tenang
  8. Lakukan pengisian angket yang telah disediakan instansi untuk tahu kerusakan.
  9. Selalu berdoa Kepada Tuhan YME untuk meminta perlindungan.

Bencana Gempa Bumi Terbesar di Indonesia 10 Tahun Terakhir

Bencana Alam Gempa Bumi,Bencana Tsunami,Kebakaran Hutan,Fenomena Banjir,Gunung Meletus,Bencana Kekeringan,Tanah Longsor,Gelombang Pasang,Bencana Angin Puting Beliung,Banjir Rob dan Banjir Bandang,Abrasi,Global Warming,Fenomena Likuifaksi,bencana alam di indonesia,serinng terjadi,bencana alam tanah longsor di indonesia,bencana alam badai di indonesia,bencana alam longsor di indonesia,bencana alam di indonesia tsunami,bencana alam kebakaran hutan di indonesia,bencana alam angin topan di indonesia,bencana alam tektonik di indonesia,bencana alam tahun 2018,gambar bencana alam,berita tentang bencana alam,tahun banyak terjadi gempa,artikel tentang bencana alam,data tentang kebencanaan di indonesia,kliping tentang bencana alam,bencana alam yang pernah terjadi,daftar bencana alam di indonesia,macam-macam bencana alam,keterangan bencana alam,bencana alam terbesar,bencana alam 2015,bencana alam 2019,foto bencana alam,peristiwa bencana alam,mengapa terjadi bencana alam,kejadian,terdahsyat,potensi,peta,persebaran,petaFaktor Penyebab Gempa Bumi,Akibat Pergeseran Lempeng Bumi (Gempa Tektonik),Akibat Aktivitas Magma Gunung Berapi (Gempa Vulkanik),Akibat Longsoron Tanah (Gempa Terban),Akibat Ulah Manusia,Mengapa Indonesia Rawan Gempa?,Pertemuan Lempeng Dunia,Terletak pada Ring of Fire,Adanya Fenomena Reaksi Gunung Berantai,Dampak Bencana Alam Gempa Bumi,Dampak Positif,Dampak Negatif,Cara Penanggulangan Gempa Bumi,Sebelum Bencana,Ketika Bencana,Setelah Bencana,Bencana Gempa Bumi Terbesar di Indonesia 10 Tahun Terakhir,Gempa dan Tsunami di Aceh,Gempa Bumi Nias,Gempa dan Tsunami Pangandaran,Gempa Bengkulu,Gempa di Mentawai,Gempa di Lombok,Palu dan Donggala,Sumur, Banten
Ilustrasi gempa dan tsunami Aceh

Gempa dan Tsunami di Aceh

Gempa ini tercatat dengan kekuatan 9,3 magnitudo menjadi catatan terbesar gempa di Indonesia dalam kurun 18 tahun terakhir. Gempa Aceh terjadi pada Minggu, 26 Desember 2004, pukul 09.00 WIB.

RECOMMEND :  √15 Dampak Pencemaran Tanah Bagi Kehidupan Anak Cucu Kita

Gempa Aceh terjadi selama 30 menit dan menyebabkan korban jiwa hingga 160.000 orang. Gelombang tsunami setinggi 35 meter ini berhasil meratakan semua bangunan yang ada di Aceh.

Tidak Berhenti sampai disitu, untuk kedua kalinya, Aceh dilanda gempa besar dengan kekuatan 8,9 magnitudo pada 11 April 2012. Gempa ini memicu gelombang tsunami kecil dengan ketinggian 1 meter di wilayah Nias dan 80 cm di Meulaboh.

Gempa Bumi Nias

Nias, Sumatera Utara juga pernah diguncang gempa sebesar 8,7 magnitudo pada 28 Maret 2005. Gempa mengguncang selama sekitar 5 menit dan sampai mendapatkan peringatan dini akan adanya potensi tsunami.

Gempa dan Tsunami Pangandaran

Gempa terjadi pada 17 Juli 2006 dan berkekuatan 7,7 magnitudo dan sampai menimbulkan gelombang tsunami setinggi sekitar 21 meter.

Gempa Bengkulu

Gempa bumi dengan kekuatan 7,9 magnitudo dengan kedalaman 10 kilometer sempat mengguncang Bengkulu pada 12 September 2007 lalu

Sempat diperingatkan oleh BMKG akan berpotensi tsunami, namun untungnya tidak terjadi gelombang tsunami di wilayah tersebut.

Gempa di Mentawai

Pada 2 Maret 2016 di Mentawai Sumatera Barat, pernah mengalami gempa bermagnitudo 7,8. Gempanya berlangsung selama kurang dari 1 menit.

Gempa di Lombok

Wilayah Lombok pernah diguncang gempa berkali-kali dengan kekuatan yang cukup besar. Setelah diguncang gempa pada 29 Juli 2018, Pulau Lombok kembali dilanda gempa bumi pada 5 Agustus 2018 bermagnitudo 7,0.

Sebelum terjadi gempa ini, Lombok juga telah diguncang dengan gempa yang kekuatannya beragam.

Gempa Palu dan Donggala

Pada 28 September 2018 masih lekat dalam ingatan, Palu dan Donggala diterpa gempa bermagnitudo 7,4. Pusat gempa terjadi pada kedalaman 10 km, jaraknya ada di 27 km sebelah timur laut Donggala.

Saking kencangnya getaran itu, kursi dan meja orang-orang di Kabupaten Gowa sampai bergetar, padahal Kabupaten Gowa berjarak sekitar 780 km dari Kota Palu.

Tsunami setinggi hampir 6 meter dengan kecepatan 800 km/jam menerjang Pantai Talise. Ketinggian ombak meraih baliho tinggi dekat pantai.

Bahkan gempa tak hanya diikuti gelombang laut raksasa, tapi juga fenomena tanah bergerak ( likuifaksi ). Dalam beberapa video yang beredar terlihat rumah-rumah beratap seng bergerak, terlepas dari pondasi mereka. apalagi saat itu posisi air masih sangat tinggi. Suasana kejadian benar-benar mencekam.

Korban tewas akibat gempa bumi dan tsunami ini mencapai ribuan orang dari berbagai tataran usia.

Gempa di Sumur, Banten

Pada Jumat 2 Agustus 2018 telah terjadi gempa berkekuatan 7,4 magnitudo yang mengguncang Banten ini berpotensi tsunami. Titik gempa berjarak 147 km arah barat daya Sumur, Banten, pada kedalaman 10 kilometer.

Namun tak lama setelah gempa yang terjadi dan terasa hingga Jakarta, Depok, dan Bogor. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati memutakhirkan data kekuatan gempa di barat daya Banten pada pukul 19.03 WIB menjadi 6,9 magnitudo.

Nah itu adalah beberapa pembahasan tentang pengertian, penyebab gempa, dampak dan daftar gempa bumi terparah di Indonesia 10 tahun ini. Setiap saat kita harus selalu waspada dan pahami dengan baik proses-proses mitigasi bencana, khususnya bencana alam gempa bumi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *