√75 Tuladha Tembung Garba (Pengertian, Sandi dan Contoh Ukara)

Tuladha Tembung Garba – Pembahasan tentang suku Jawa memang tak pernah ada habisnya. Ini kita masih mulai pada bab tembung atau tata kata yang mereka gunakan, belum juga masalah pakaian, hiburan, tarian dan masih banyak lagi.

Namun, jangan keburu bosan.

Mengapa? karena artikel kali ini akan membahas jenis tembung yang sangat seru dan masih satu kerabat dengan tembung camboran. Ya, ialah tembung garba.

Hmm, seperti apa serunya tembung garba ini? simak uraiannya di bawah.

Tembung Garba Yaiku

Pertama, seperti biasa kita harus tahu terlebih dulu, definisi dari tembung garba agar mudah memahami bab selanjutnya.

Tembung garba yaiku tembung loro utawa luwih kang digandeng lan diringkes sarana nyuda wandane.

Artinya, bahwa tembung garba adalah sebuah kata yang mulanya terdiri atas dua kata atau lebih yang kemudian digabung dan dikurangi jumlah sukunya sehingga menciptakan sebuah kata yang baru.

Atau lebih mudahnya, tembung garba adalah tembung yang terbentuk dari menyingkat dua kata agar mudah dalam mengucapkan dan agar lebih ringkas.

Selanjutnya apa perbedaan tembung garba dengan tembung camboran di pembahasan sebelumnya?

Bedanya adalah jika dalam tembung camboran, gabungan dua kata ini tidak merubah suara huruf vokal, sebaliknya akan ada perubahan huruf vokal dalam gabungan kata di tembung garba.

Perubahan vokal ini tidak sembarangan dan ada rumus patennya. Rumus ini akan dibahas pada bagian selanjutnya.

Fungsi Tembung Garba

Pengurangan suku kata dalam tembung garba biasanya dibuat untuk memenuhi aturan guru wilangan dalam pembuatan tembang macapat.

Selain itu, tembung garba juga dapat digunakan untuk percakapan sehari hari utamanya yang melibatkan orang yang lebih tua. Hal ini karena ada beberapa kata yang jika ditujukan kepada orang tua akan terkesan kurang sopan.

RECOMMEND :  √ Sejarah Aksara Jawa Dalam Cerita Aji Saka (Singkat & Lengkap)

Fungsi ini sesuai dengan pengertian tembung garba menurut Setiyanto (2007:93) yaitu:

Tembung garba adalah penggabungan dua kata menjadi satu sesuai dengan mood bicara atau kelenturan lidah orang Jawa, sehingga pada jenis tembung ini ada pengubahan vokal

Jenis Tembung Garba

Selain memiliki rumus vokal gabungan, tembung garba juga dibagi menjadi beberapa jenis agar lebih mudah untuk dipelajari.

Berikut ini jenis tembung garba menurut sebuah skripsi berjudul Tembung Garba Wonteng Ing rubrik Macapat Kalawarti Djaka Lodhang yang ditulis oleh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, Wahyu Retnosari:

Tembung Garba Lumrah

Dikatakan lumrah karena jenis tembung garba ini tidak mengalami perubahan suku kata ketika digabungkan.

Contoh tembung garba lumrah:

  • Sitinggil berasal dari kata siti dan inggil. Sitinggil artinya tempat yang tinggi dan dihormati.
  • Wanodyayu berasal dari kata wanodya dan ayu. Wanodyayu artinya perempuan yang cantik.

Tembung Garba Sustrawan

Tembung garba sustrawan adalah jenis tembung garba yang berasal dari perpaduan dua kata lalu mendapat tambahan huruf w.

Contoh tembung garba sustrawan:

  • Tembung nujuwari berasal dari kata nuju dan ari, lalu mendapat sisipan huruf w. Nujuwari artinya ‘pada hari’.
  • Tembung ratwagung berasal dari kata ratu dan agung, yang kemudian mendapat huruf w. Ratwagung berarti ‘ratu yang agung atau berkuasa’.

Tembung Garba Sustra Ye

Jenis tembung ini hampir sama dengan garba sustrawan, hanya saja huruf yang digunakan adalah “y”.

Contoh tembung garba sustra ye:

  • Sedyarsa berasal dari kata sedya ditambah arsa yang ditambah huruf y. Maksud dari kata sedyarsa adalah tujuan atau keinginan.
  • Sugyarta juga sama, berasal dari gabungan kata sugih dan arta. Ini maksudnya orang yang punya banyak uang.

Tembung Garba Warga Ha

Jenis yang terakhir adalah garba warga ha. Ciri-cirinya adalah dalam pembentukan tembung garba akan ada penambahan huruf. Huruf ini bukan w atau y.

RECOMMEND :  √37+ Contoh Layang Iber Iber/ Pribadi Singkat (Guru, Wong Tuwo, Konco)

Contohnya seperti:

  • Tembung narendra yang terbentuk dari nara dan endra lalu kehilangan huruf a.
  • Begitu juga dengan tembung narpendah yang terbuat dari kata narpa dan endah lalu kehilangan huruf a.

Rumus Sandi Tembung Garba

Bak pelajaran matematika, dalam Bahasa Jawa juga dikenal rumus. Kabar baiknya kamu tidak perlu menghitung, cukup menghafalkan.

Inilah dia rumus sandi yang digunakan untuk membuat tembung garba.

  • a + i = e
    ana + ing = aneng
  • a + u = o
    wira + utama = wirotama
  • a + e = e
    nara + endra = narendra
  • u + a = wa
    ratu + agung = ratwagung
  • u + e = we
    jalu + estri = jalwestri
  • u + i = we/wi
    mungguh + ing = munggwing
  • i + a = ya
    taksih + alit = taksyalit

Contoh atau Tuladha Tembung Garba

Jika sudah memahami rumus sandi tembung garba, cobalah untuk mencocokannya dengan contoh atau tuladha tembung garba di bawah ini.

A

  • aglis = age dan gelis.
  • aneng = ana dan ing.
  • araneki = arane dan iki.

B

  • Bisconcat = bias dan oncat

D

  • dadyawuh = dadi ewuh.
  • dhemenyar =dhemen dan anyar.
  • dupyarsa = dupi dan arsa.
  • Dadyjat = dadi dan ojat
  • Doreng = dora dan ing

J

  • jalwestri = jalu dan estri
  • jayeng yudha = jaya, ing dan yuda

K

  • kadya = kadi dan kaya.
  • kajwareng = kajuwara dan ing.
  • kalokeng = kaloka dan ing.
  • kapyarsa = kapireng dan arsa.
  • kalyan = kalih dan lan.
  • karyenak = kari dan enak

L

  • lagyantuk = lagi dan antuk.
  • lagyaning = lagi dan ning.
  • lebdheng = lebdha dan ing.
  • lumakweng = lumake ing.
  • lumebeng = lumebu dan ing.
  • Lumuheng = lumuh dan ing

M

  • maharja = maha dan raja.
  • maharsi = maha dan arsi.
  • mahmeru = maha dan meru.
  • malebeng = malebu dan ing.
  • mungging = mungguh dan ing.
  • murbeng = murba dan ing.
  • murweng = murwa dan ing.
  • mring = mara dan ing

N

  • narendra = nara dan ing
  • narpati = nara dan dipati.
  • narpendah = narpa dan endah.
  • nateng = nata dan ing.
  • nujwari = nuju dan ari.
RECOMMEND :  √ Tembang Dolanan Kidang Talun: Asal, Lirik Lagu dan Arti

P

  • prapteng = prapta dan ing.
  • prawireng = prawiro dan ing.
  • prawirotama = prawiro dan utama.
  • priyagung = priya dan agung.
  • priyangga = priya dan angga.

R

  • ratwagung = ratu dan agung.
  • ratwelok = ratu dan elok.

S

  • sarotama = saru dan utama.
  • sedyarsa = sedya dan arsa.
  • sinom = isih dan enom.
  • sireku = sira dan iku.
  • sitinggil = siti dan inggil.
  • sugyarta = sugih dan arta.
  • sumbangsih = sumbang dan asih.
  • surendra = sura dan indra.
  • sureng = sura dan ing.
  • sutendra = suta dan indra.
  • saking = saka dan ing
  • sukeng = suka dan ing

T

  • taksyalit = taksih dan alit.
  • tankocap = tanpa dan ucap.
  • tumengeng = tumenga dan ing.
  • tumekeng = tumeka dan ing.
  • tumujweng = tumuju dan ing.
  • tahteng = entah dan mateng
  • thukmis = bathuk dan klimis

W

  • wirotama = wiro dan utama.
  • wulu = semu dan telu
  • waspadeng = waspada dan ing

Y

  • yeku = ya dan iku.

Contoh Ukara Tembung Garba

Seringkali di sekolah murid akan diberi tugas untuk membuat ukara atau kalimat menggunakan tembung garba. Begini kira-kira perintahnya” gaweo ukara saka tembung garba!!!!” hehehe.

Jadi, agar tidak bingung, coba lihat beberapa contoh ukara menggunakan tembung garba di bawah ini:

  • Pak Burhan pancen wis kondhang yen sugyarta ing desa iki.
  • Kowe kok thukmis ngono? mlayu diuber asu tha?
  • Bapak ditimbali Pak Lurah mring kantor kelurahan.
  • Jalwestri padha njubel ing masjid mirengake pak Kyai ceramah.
  • Pak Raden menika sampun kathah paring sumbangsih ing desa, salah satunggalipun nggeh gedung kesenian menika.
  • Prabu Brawijaya menika maharja kang dikurmati rakyate.
  • Ora gumun yen penggaweane ndang rampung sedino, pancen karyawane sinom kabeh.

Akhirnya sekian pembahasan tembung garba ini, terimakasih sudah mampir dan semoga bermanfaat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *