Bencana Alam Gempa Bumi,Bencana Tsunami,Kebakaran Hutan,Fenomena Banjir,Gunung Meletus,Bencana Kekeringan,Tanah Longsor,Gelombang Pasang,Bencana Angin Puting Beliung,Banjir Rob dan Banjir Bandang,Abrasi,Global Warming,Fenomena Likuifaksi,bencana alam di indonesia,serinng terjadi,bencana alam tanah longsor di indonesia,bencana alam badai di indonesia,bencana alam longsor di indonesia,bencana alam di indonesia tsunami,bencana alam kebakaran hutan di indonesia,bencana alam angin topan di indonesia,bencana alam tektonik di indonesia,bencana alam tahun 2018,gambar bencana alam,berita tentang bencana alam,tahun banyak terjadi gempa,artikel tentang bencana alam,data tentang kebencanaan di indonesia,kliping tentang bencana alam,bencana alam yang pernah terjadi,daftar bencana alam di indonesia,macam-macam bencana alam,keterangan bencana alam,bencana alam terbesar,bencana alam 2015,bencana alam 2019,foto bencana alam,peristiwa bencana alam,mengapa terjadi bencana alam,kejadian,terdahsyat,potensi,peta,persebaran,peta

√13 Bencana Alam di Indonesia Paling Sering Terjadi dalam 20 Tahun Terakhir

Bencana alam di Indonesia– Dalam 20 tahun terakhir Indonesia kerapkali menjadi sorotan dunia karena seringnya terjadi bencana-bencana alam yang mengerikan dan mengambil banyak korban.

Banyaknya kejadian alam ini bukan tanpa alasan. Mengingat letak Indonesia sendiri memang strategis dalam cincin api pasifik yang berarti Indonesia secara otomatis akan sering diguncang gempa baik itu vulkanik maupun tektonik.

Lebih jauh Indonesia adalah negara yang 70% wilayahnya berupa lautan, tak heran jika sedikit gempa saja yang terjadi dan berpusat di bawah laut akan membuat kita cemas, takut terjadi tsunami.

Dari beberapa kondisi diatas maka menjadi sangat penting bagi kita untuk mengetahui secara lengkap apa saja bencana alam di Indonesia yang paling sering terjadi dan memakan banyak korban. Pengetahuan ini berfungsi untuk mengantisipasi bencana alam yang mungkin akan terjadi, sehingga dapat dicari solusi preventif maupun kuratifnya.

Bencana Alam Gempa Bumi

Bencana Alam Gempa Bumi,Bencana Tsunami,Kebakaran Hutan,Fenomena Banjir,Gunung Meletus,Bencana Kekeringan,Tanah Longsor,Gelombang Pasang,Bencana Angin Puting Beliung,Banjir Rob dan Banjir Bandang,Abrasi,Global Warming,Fenomena Likuifaksi,bencana alam di indonesia,serinng terjadi,bencana alam tanah longsor di indonesia,bencana alam badai di indonesia,bencana alam longsor di indonesia,bencana alam di indonesia tsunami,bencana alam kebakaran hutan di indonesia,bencana alam angin topan di indonesia,bencana alam tektonik di indonesia,bencana alam tahun 2018,gambar bencana alam,berita tentang bencana alam,tahun banyak terjadi gempa,artikel tentang bencana alam,data tentang kebencanaan di indonesia,kliping tentang bencana alam,bencana alam yang pernah terjadi,daftar bencana alam di indonesia,macam-macam bencana alam,keterangan bencana alam,bencana alam terbesar,bencana alam 2015,bencana alam 2019,foto bencana alam,peristiwa bencana alam,mengapa terjadi bencana alam,kejadian,terdahsyat,potensi,peta,persebaran,petaFaktor Penyebab Gempa Bumi,Akibat Pergeseran Lempeng Bumi (Gempa Tektonik),Akibat Aktivitas Magma Gunung Berapi (Gempa Vulkanik),Akibat Longsoron Tanah (Gempa Terban),Akibat Ulah Manusia,Mengapa Indonesia Rawan Gempa?,Pertemuan Lempeng Dunia,Terletak pada Ring of Fire,Adanya Fenomena Reaksi Gunung Berantai,Dampak Bencana Alam Gempa Bumi,Dampak Positif,Dampak Negatif,Cara Penanggulangan Gempa Bumi,Sebelum Bencana,Ketika Bencana,Setelah Bencana,Bencana Gempa Bumi Terbesar di Indonesia 10 Tahun Terakhir,Gempa dan Tsunami di Aceh,Gempa Bumi Nias,Gempa dan Tsunami Pangandaran,Gempa Bengkulu,Gempa di Mentawai,Gempa di Lombok,Palu dan Donggala,Sumur, Banten
Kerusakan akibat gempa bumi

Gempa bumi menempati posisi teratas dalam daftar ini. Gempa yang terjadi di wilayah Indonesia terjadi hampir setiap hari dalam hal ini gempa dengan skala kecil.

Lebih jauh, dalam kurun waktu 18 (tahun 2000-2018) tahun telah terjadi 28 gempa bumi yang kekuatannya lebih dari 5 skala ricther.

Tidak berhenti sampai di situ, masih segar dalam ingatan kita dahsyatnya beberapa gempa besar yang terjadi di NTB, Maluku Utara, dan Bali beberapa waktu lalu.

Sebenarnya apa itu gempa bumi? gempa bumi adalah bergetarnya permukaan bumi akibat energi yang dilepaskan pada proses bergesernya lempeng kerak bumi secara tiba-tiba.

Gempa merusak infrastruktur seperti perumahan, jalan dan gedung-gedung penting. Selain itu gempa juga menelan banyak korban jiwa.

Korban pasca bencana alam gempa memang hampir selalu banyak. Kebanyakan korban adalah orang-orang yang terjebak dalam gedung dan tertimpa material. Hal ini karena gempa bumi adalah satu dari jenis bencana yang tidak bisa diprediksi datangnya secara akurat.

Penyebab gempa bumi ada beberapa hal yaitu pergeseran lempeng tektonik, aktivitas gunung berapi dan runtuhan.

Banyak upaya penanggulangan gempa yang dilakukan pemerintah salah satunya dengan membangun rumah-rumah tahan gempa dan memasang alat pendeteksi gempa yang terus diperbaharui dan hasilnya di publikasikan kepada masyarakat.

Selain itu, kuasi dengan benar langkah-langkah mitigasi bencana gempa bumi agar kita bisa menyelamatkan diri sendiri dan juga orang lain.

Bencana Tsunami

Bencana Alam Gempa Bumi,Bencana Tsunami,Kebakaran Hutan,Fenomena Banjir,Gunung Meletus,Bencana Kekeringan,Tanah Longsor,Gelombang Pasang,Bencana Angin Puting Beliung,Banjir Rob dan Banjir Bandang,Abrasi,Global Warming,Fenomena Likuifaksi,bencana alam di indonesia,serinng terjadi,bencana alam tanah longsor di indonesia,bencana alam badai di indonesia,bencana alam longsor di indonesia,bencana alam di indonesia tsunami,bencana alam kebakaran hutan di indonesia,bencana alam angin topan di indonesia,bencana alam tektonik di indonesia,bencana alam tahun 2018,gambar bencana alam,berita tentang bencana alam,tahun banyak terjadi gempa,artikel tentang bencana alam,data tentang kebencanaan di indonesia,kliping tentang bencana alam,bencana alam yang pernah terjadi,daftar bencana alam di indonesia,macam-macam bencana alam,keterangan bencana alam,bencana alam terbesar,bencana alam 2015,bencana alam 2019,foto bencana alam,peristiwa bencana alam,mengapa terjadi bencana alam,kejadian,terdahsyat,potensi,peta,persebaran,petaFaktor Penyebab Gempa Bumi,Akibat Pergeseran Lempeng Bumi (Gempa Tektonik),Akibat Aktivitas Magma Gunung Berapi (Gempa Vulkanik),Akibat Longsoron Tanah (Gempa Terban),Akibat Ulah Manusia,Mengapa Indonesia Rawan Gempa?,Pertemuan Lempeng Dunia,Terletak pada Ring of Fire,Adanya Fenomena Reaksi Gunung Berantai,Dampak Bencana Alam Gempa Bumi,Dampak Positif,Dampak Negatif,Cara Penanggulangan Gempa Bumi,Sebelum Bencana,Ketika Bencana,Setelah Bencana,Bencana Gempa Bumi Terbesar di Indonesia 10 Tahun Terakhir,Gempa dan Tsunami di Aceh,Gempa Bumi Nias,Gempa dan Tsunami Pangandaran,Gempa Bengkulu,Gempa di Mentawai,Gempa di Lombok,Palu dan Donggala,Sumur, Banten
Ilustrasi gempa dan tsunami Aceh 26 Desember 2004

Bencana tsunami erat kaitannya dengan gempa bumi.

Gempa bumi yang pusatnya berada dalam kedalaman laut akan menyebabkan tsunami di daerah pantai. Tsunami berupa gulungan ombak tinggi yang menerjang pesisir pantai dan kembali sambil menyeret material-material berat.

Tsunami terbesar dalam 20 tahun terakhir di Indonesia terjadi di Aceh 26 Desember 2004. Bukan hanya menerjang Indonesia tsunami ini juga berdampak kepada setidaknya 14 negara. Namun, tetap saja kerusakan paling parah dan korban jiwa terbanyak berasal dari Aceh. Bahkan untuk mengenang kedahsyatan bencana itu telah dibangun Meseum Tsunami Aceh.

Yang terbaru pada tanggal 22 Desember 2018, terjadi kembali tsunami yang disebabkan oleh letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dan menghantam daerah pesisir Banten dan Lampung, Indonesia. Korban jiwa mencapai 2.100 jiwa dan menimbulkan kerusakan yang luar biasa.

Kebakaran Hutan

Menjadi negara tropis yang masuk dalam daftar 10 negara dengan hutan terluas di dunia indonesia seharusnya menjadikan kita bangga. Namun, nyatanya kita tidak cukup hanya berbangga diri. Hal ini karena kita malah dihadapkan dengan ilegal logging dan kebakaran hutan yang terus melanda kawasan hutan Indonesia.

Baru-baru ini kita dihebohkan dengan kebakaran hutan yang terjadi di Riau. Terlepas dari berita politik, kebakaran hutan riau menggemparkan karena peanganannya yang mencapai 100 hari. Kualitas udara bahkan sampai berada dalam tipe berbahaya sehingga menimbulkan penduduknya terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kebakaran hutan sering terjadi pada saat musim kemarau yaitu pada saat ketersediaan air permukaan menipis.

Lebih jauh ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kebakaran hutan yaitu akibat sambaran petir pada pepohonan yang kering, akibat rembetan api sisa pembukaan lahan dan bisa juga karena kebakaran dibawah tanah. Kebakaran bawah tanah terjadi pada daerah tanah gambut, kebakaran ini lalu menyulut kebakaran di atas tanah pada saat musim kemarau.

Baca Artikel Lainnya :  √15 Berhenti Lakukan Kebiasaan Manusia Merusak Lingkungan ini

Kebakaran hutan menimbulkan kerugian yang tak sedikit. Belum lagi ditambah pencemaran berupa karbon dioksida yang dilepaskannya ke atmosfer. Habitat hewan-hewan langka dan tumbuhan juga rusak. Menambah panjang daftar masalah ekosistem.

Saat hutan semakin berkurang, saat itu pula bumi semakin panas. Saat hujan terjadi banjir dan saat kemarau menimbulkan kekeringan.

Itulah mengapa peran serta masyarakan dalam perawatan hutan kita yang luas sangat diperlukan. Hindari membuka lahan dengan cara dibakar, pastikan mematikan bara-bara api setelah camping dan pastikan drainase disekitar hutan terjaga untuk berjaga-jaga jika ada kebakaran.

Fenomena Banjir

Seakan Sudah menjadi berita wajib di setiap musim hujan. Banjir terjadi dimana-mana utamanya dikota besar.

Banjir sendiri berati terendamnya suatu daerah oleh volume air yang berlebihan.

Secara umum banjir disebabkan oleh hilangnya daerah resapan air dan tersumbatnya jalan-jalan air seperti selokan dan gorong-gorong oleh sampah.

Banjir melumpuhkan semua aspek kehidupan. Transportasi utamanya sangat terganggu dengan adanya banjir dan akhirnya macet tak terelakkan.

Gunung Meletus

Bencana Alam Gempa Bumi,Bencana Tsunami,Kebakaran Hutan,Fenomena Banjir,Gunung Meletus,Bencana Kekeringan,Tanah Longsor,Gelombang Pasang,Bencana Angin Puting Beliung,Banjir Rob dan Banjir Bandang,Abrasi,Global Warming,Fenomena Likuifaksi,bencana alam di indonesia,serinng terjadi,bencana alam tanah longsor di indonesia,bencana alam badai di indonesia,bencana alam longsor di indonesia,bencana alam di indonesia tsunami,bencana alam kebakaran hutan di indonesia,bencana alam angin topan di indonesia,bencana alam tektonik di indonesia,bencana alam tahun 2018,gambar bencana alam,berita tentang bencana alam,tahun banyak terjadi gempa,artikel tentang bencana alam,data tentang kebencanaan di indonesia,kliping tentang bencana alam,bencana alam yang pernah terjadi,daftar bencana alam di indonesia,macam-macam bencana alam,keterangan bencana alam,bencana alam terbesar,bencana alam 2015,bencana alam 2019,foto bencana alam,peristiwa bencana alam,mengapa terjadi bencana alam,kejadian,terdahsyat,potensi,peta,persebaran,peta
Gunung meletus memuntahkan material abu, lahar, lava pijar dan gas beracun

Bagi warga di daerah gunung/pegunungan bencana gunung meletus adalah bencana yang paling mengancam mereka. Bahaya letusan gunung berapi berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar.

Di indonesia ada fenomena unik yang disebut sebagai efek gunung berantai. Fenomena ini terjadi ketika gunung-gunung yang berada dalam jalur pegunungan Indonesia meletus secara estafet. Hal ini karena pada teori letusan gunung, gunung di Indonesia sebenarnya memliki dapur magma yang berdekatan dan saling menyambung. Itulah mengapa jika ada satu letusan maka akan merembet ke gunung yang lain.

Beberapa letusan gunung di Indonesia baru-baru ini antara lain erupsi Gunung Agung di Bali, erupsi Gunung Soputan di Minahasa disusul sehari kemudian erupsi Gunung Gamalama di Ternate.

Selain itu di Pulau Jawa, Gunung Anak Krakatau juga meletus hebat bahkan sampai menimbulkan gelombang tsunami di Pesisir Kabupaten Pandeglang. Pada kejadian ini tercatat korban jiwa sebanyak 373 orang.

Bencana Kekeringan

Bencana Alam Gempa Bumi,Bencana Tsunami,Kebakaran Hutan,Fenomena Banjir,Gunung Meletus,Bencana Kekeringan,Tanah Longsor,Gelombang Pasang,Bencana Angin Puting Beliung,Banjir Rob dan Banjir Bandang,Abrasi,Global Warming,Fenomena Likuifaksi,bencana alam di indonesia,serinng terjadi,bencana alam tanah longsor di indonesia,bencana alam badai di indonesia,bencana alam longsor di indonesia,bencana alam di indonesia tsunami,bencana alam kebakaran hutan di indonesia,bencana alam angin topan di indonesia,bencana alam tektonik di indonesia,bencana alam tahun 2018,gambar bencana alam,berita tentang bencana alam,tahun banyak terjadi gempa,artikel tentang bencana alam,data tentang kebencanaan di indonesia,kliping tentang bencana alam,bencana alam yang pernah terjadi,daftar bencana alam di indonesia,macam-macam bencana alam,keterangan bencana alam,bencana alam terbesar,bencana alam 2015,bencana alam 2019,foto bencana alam,peristiwa bencana alam,mengapa terjadi bencana alam,kejadian,terdahsyat,potensi,peta,persebaran,peta
Global warming menyebabkan musim tidak menentu dan kekeringan

Selanjutnya ada bencana kekeringan yang menjadi momok tersendiri bagi masyarakat di Indonesia saat musim kemarau.

Kekeringan diartikan sebagai kurangnya ketersediaan air yang diperlukan penduduk untuk kegiatan sehari-hari (masak, minum, mencuci), kegiatan ekonomi, industri dst. Berkurangnya pasokan air dikarenakan jumlah rata-rata curah hujan berada dibawah normal.

Kekeringan sering terjadi di Jawa Timur, Jawa Barat, NTT , DIY, Banten, NTT dan Lampung.

Kekeringan menggagalkn panen para petani, hal ini juga akan berimbas pada naiknya harga bahan pokok seperti beras. Selain itu, kekeringan juga memicu terjadinya kebakaran hutan. Lebih jauh kekeringan di negara-negara lain sampai menyebabkan migrasi besar-besaran bagi para hewan.

Salah satu upaya mengurangi dampak kekeringan adalah dengan melakukan penghijauan. Seperti dijelaskan di atas bahwasanya tanaman dihutan mampu menjaga ketersediaan air tanah saat kemarau.

Tanah Longsor

Struktur tanah yang labil dan berubahnya struktur batuan dapat menyebabkan tanah longsor. Tanah longsor bisa terjadi dengan sendirinya, namun tak jarang juga akibat dari ulah tangan manusia.

Tanah longsor paling sering terjadi saat musim hujan. Saat hujan lagi-lagi hutan yang gundul tidak mempunyai penahan massa tanah berupa akar-akaran pohon. Tanah menjadi sangat labil dan rapuh. Akhirnya saat air hujan yang meresap dalam tanah sudah diambang kemampuan daya serap tanah, tanah pun ambrol turun.

Longsor menjadi menakutkan saat di dekatnya terdapat permukiman rumah penduduk. Massa tanah yang besar menerjang dan menimbun apapun yang dilaluinya.

Bahkan yang sering terjadi dari beberapa kejadian lalu adalah bahwasanya longsor terjadi setelah hujan lebat saat malam hari ketika penduduk sedang tidur. Itulah mengapa korban dari tanah longsor kebanyakan ditemukan dalam reruntuhan, karena tak sempat menyelamatkan diri.

Gelombang Pasang

Bencana Alam Gempa Bumi,Bencana Tsunami,Kebakaran Hutan,Fenomena Banjir,Gunung Meletus,Bencana Kekeringan,Tanah Longsor,Gelombang Pasang,Bencana Angin Puting Beliung,Banjir Rob dan Banjir Bandang,Abrasi,Global Warming,Fenomena Likuifaksi,bencana alam di indonesia,serinng terjadi,bencana alam tanah longsor di indonesia,bencana alam badai di indonesia,bencana alam longsor di indonesia,bencana alam di indonesia tsunami,bencana alam kebakaran hutan di indonesia,bencana alam angin topan di indonesia,bencana alam tektonik di indonesia,bencana alam tahun 2018,gambar bencana alam,berita tentang bencana alam,tahun banyak terjadi gempa,artikel tentang bencana alam,data tentang kebencanaan di indonesia,kliping tentang bencana alam,bencana alam yang pernah terjadi,daftar bencana alam di indonesia,macam-macam bencana alam,keterangan bencana alam,bencana alam terbesar,bencana alam 2015,bencana alam 2019,foto bencana alam,peristiwa bencana alam,mengapa terjadi bencana alam,kejadian,terdahsyat,potensi,peta,persebaran,peta
Gelombang pasang menghantap mercusuar

Bencana alam di Indonesia yang kedelapan adalah gelombang pasang yang terjadi di pantai.

Gelombang pasang berbeda dengan gelombang tsunami dilihat dari penyebab dan tanda-tandanya.

Baca Artikel Lainnya :  Fakta Karakter Anak Pertama yang Wajib Kamu Tahu

Gelombang pasang disebabkan oleh cuaca ekstrim atau karena adanya angin kencang. Biasanya perubahan musim sering mendatangkan cuaca ekstrim disertai angin kencang dan hal ini akan menyebabkan terjadinya gelombang pasang.

Pada masa gelombang pasang biasanya para nelayan akan libur bekerja karena dapat membahayakan keselamatan apabila tetap bekerja. Sementara itu di pantai-pantai yang biasa digunakan sebagai sektor pariwisata pun tidak memperbolehkan pengunjungnya mendekati pantai.

Tanda-tanda gelombang pasang adalah adanya angin dengan kekuatan lebih besar dari biasanya dari arah laut. Tanda ini bisa diprediksi sebelumnya. Saat gelomabang pasang disertai angin kencang dan hujan maka akan terjadi badai.

Gelombang pasang merusak tanaman-tanaman dipesisir pantai. Tak jarang atap-atap penduduk juga banyak yang rusak. Fenomena ini sangat berbahaya karena bisa menyeret manusia, sehingga sebaiknya dihindari dengan tetap berdiam di rumah.

Bencana Angin Puting Beliung

Bencana Alam Gempa Bumi,Bencana Tsunami,Kebakaran Hutan,Fenomena Banjir,Gunung Meletus,Bencana Kekeringan,Tanah Longsor,Gelombang Pasang,Bencana Angin Puting Beliung,Banjir Rob dan Banjir Bandang,Abrasi,Global Warming,Fenomena Likuifaksi,bencana alam di indonesia,serinng terjadi,bencana alam tanah longsor di indonesia,bencana alam badai di indonesia,bencana alam longsor di indonesia,bencana alam di indonesia tsunami,bencana alam kebakaran hutan di indonesia,bencana alam angin topan di indonesia,bencana alam tektonik di indonesia,bencana alam tahun 2018,gambar bencana alam,berita tentang bencana alam,tahun banyak terjadi gempa,artikel tentang bencana alam,data tentang kebencanaan di indonesia,kliping tentang bencana alam,bencana alam yang pernah terjadi,daftar bencana alam di indonesia,macam-macam bencana alam,keterangan bencana alam,bencana alam terbesar,bencana alam 2015,bencana alam 2019,foto bencana alam,peristiwa bencana alam,mengapa terjadi bencana alam,kejadian,terdahsyat,potensi,peta,persebaran,peta
Angin puting beliung menghancurkan semua yang dilaluinya

Angin puting beliung berbentuk seperti corong dengan salah satu ujungnya menyentuh bumi sebagi pusat poros. Kecepatan angin ini mencapai 50km/jam dan terjadi selama 3-5 menit.

Meskipun terhitung sangat singkat, angin puting beliung memiliki daya rusak yang dahsyat. Ia menerbangkan semua yang menghalangi jalannya.

Berita bencana angin puting beliung terbaru terjadi di Desa Panguragan Kulon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat dan merusak 165 rumah penduduk.

Banjir Rob dan Banjir Bandang

Beberapa waktu lalu di Sentani, Papua tepatnya pada 16 Maret 2019 terjadi banjir bandang. Fenomena ini terjadi karena intensitas hujan yang tinggi sebelumnya sehingga menyebabkan volume air terus bertambah. Air pun lalu meluap dan turun ke dataran bawah yang merupakan kawasan permukiman. Banjir membawa material kayu dan batu dan menerjang rumah warga. 59 orang luka-luka dalam insiden ini.

Sedangkan banjir rob adalah banjir yang terjadi di pesisir pantai karena adanya pasang air laut. Banjir jenis ini terjadi ketika daerah pesisir mempunyai ketinggian lebih rendah dari muka air laut.

Abrasi

Bencana Alam Gempa Bumi,Bencana Tsunami,Kebakaran Hutan,Fenomena Banjir,Gunung Meletus,Bencana Kekeringan,Tanah Longsor,Gelombang Pasang,Bencana Angin Puting Beliung,Banjir Rob dan Banjir Bandang,Abrasi,Global Warming,Fenomena Likuifaksi,bencana alam di indonesia,serinng terjadi,bencana alam tanah longsor di indonesia,bencana alam badai di indonesia,bencana alam longsor di indonesia,bencana alam di indonesia tsunami,bencana alam kebakaran hutan di indonesia,bencana alam angin topan di indonesia,bencana alam tektonik di indonesia,bencana alam tahun 2018,gambar bencana alam,berita tentang bencana alam,tahun banyak terjadi gempa,artikel tentang bencana alam,data tentang kebencanaan di indonesia,kliping tentang bencana alam,bencana alam yang pernah terjadi,daftar bencana alam di indonesia,macam-macam bencana alam,keterangan bencana alam,bencana alam terbesar,bencana alam 2015,bencana alam 2019,foto bencana alam,peristiwa bencana alam,mengapa terjadi bencana alam,kejadian,terdahsyat,potensi,peta,persebaran,peta
Abrasi mengikis daratan sedikit demi sedikit dalam waktu yang lama

Kamu yang tinggal di daerah pantai pasti tahu dengan fenomena yang satu ini. Abrasi merupakan fenomena yang berbeda dari gelombang pasang dan tsunami.

Abrasi bersifat mengikis bibir pantai secara terus menerus. Atau dengan kata lain abrasi adalah erosi yang terjadi di pantai.

Abrasi jika semakin lama dibiarkan bisa berakibat fatal, salah satunya hilangnya desa di daerah abrasi dan semakin menyepitnya daratan tempat kita tinggal.

Untuk itu dari pemerintah banyak digalakkan gerakan penghijauan daerah bibir pantai dengan penanaman pohon bakau. Selain solusi jangka panjang, dipantai juga dipasang matras beton dan pemecah ombak sebagai solusi cepat.

Global Warming

Tanpa kita sadari, sebenarnya setiap hari kita juga mengalami bencana. Bencana tersebut adalah efek daripada global warming.

Global warming menyebabkan suhu bumi meningkat dengan tajam. Efeknya adalah terjadi pencairan es di kedua kutub sehingga menyebakan volume air laut naik. Naiknya volume air laut akan menenggelamkan pulau-pulau kecil seperti terjadi di Indonesia.

Selain itu bisa kita rasakan, saat ini kulitas udara perlahan tapi pasti semakin menurun. Udara terasa panas dan pengap. Global warming juga mengakibatkan musim yang tidak teratur sehingga menimbulkan kekeringan.

Fenomena Likuifaksi

Dalam sejarah bencana alam di Indonesia, likuifaksi tergolong bencana baru. Likuifaksi tepatnya baru populer beberapa waktu lalu ketika terjadi bencana gempa bumi Donggala.

Pencairan tanah atau likuefaksi tanah adalah fenomena yang terjadi ketika tanah yang jenuh atau agak jenuh kehilangan kekuatan dan kekakuan akibat adanya tegangan. Tegangan yang dimaksud misalnya getaran gempa bumi atau perubahan ketegangan lain secara mendadak, sehingga tanah yang padat berubah wujud menjadi cairan atau air berat.

Likuefaksi yang parah bahkan sampai bisa menghanyutkan rumah warga seperti terjadi dalam gempa Donggala beberapa waktu lalu.

Itulah beberapa bencana alam di Indonesia paling sering terjadi di Indonesia dalam 20 tahun terakhir. Meskipun banyak bencana yang terjadi, sudah seharusnya kita tetap banyak bersyukur telah di anugerahi negeri yang unik dan indah ini. Dan cara terbaik dalam sebuah bencana adalah mengambil hikmah/pelajaran untuk terus berbenah.

Terimakasih.

Selamat Pagi, Salam Mitigasi!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: