√15 Cara Mengolah Sampah dengan Ecobrick, Mudah, Murah, Efektif

Cara Mengolah Sampah dengan Ecobrick, Mudah, Murah, Efektif

"Cara

Pengolahan sampah rumah tangga tidak harus selalu menggunakan mesin canggih. Anda dapat mengolah sampah dengan Ecobrick sebagai cara sederhana dan mandiri. Cara ini juga membantu menurunkan tingkat pemanasan global.

Sebagai inovasi visioner, metode Ecobrick berbahan material plastik memiliki sifat dasar kuat, awet, juga anti air. Sehingga cocok dijadikan sebagai pondasi bangunan atau kerajinan sederhana.

Bagi yang belum paham, Ecobrick merupakan teknik mengolah limbah non biological yang berfungsi untuk membuat blok bangunan. Dengan kata lain, bisa dipakai untuk menggantikan batu bata.

Sebagai solusi alternatif limbah padat, Anda dapat membuat Ecobrick untuk mengolah limbah plastik tanpa mengeluarkan biaya. Sehingga limbah dapat didaur ulang daripada dibakar, ditimbun, atau menggunung pada tempat pembuangan akhir.

Mengenal Ecobrick yang Ramah Lingkungan

Mengolah sampah dengan Ecobrick merupakan metode alternatif dalam membuat material bangunan atau perabotan rumah tangga lainnya. Ecobrick terdiri dari 2 kata, Eco dan Brick yang artinya batu bata ramah lingkungan.

Ecobrick merupakan botol plastik yang diisi oleh limbah plastik, kemudian disusun untuk membangun blok bangunan. Pada dasarnya, teknik ini merupakan solusi mengatasi limbah padat tanpa biaya rumah tangga, individu, atau masyarakat.

Dikenal dengan istilah Bottle Brick atau Ecoladrillo, teknik ini merupakan bentuk utilisasi selain dimasukkan ke landfill atau pembuangan akhir. Khususnya plastik berkarakteristik berumur panjang dan daya tahannya lama.

Misalnya seperti sedotan plastik, kresek, styrofoam, bungkus plastik, atau limbah non biological lainnya. Anda tidak bisa menggunakan limbah seperti benda tajam, kertas, atau limbah biodegradable lain sebagai isiannya.

Mengolah sampah dengan Ecobrick dapat menghasilkan barang kerajinan sebagai pengganti perabotan rumah tangga sederhana. Contohnya digunakan untuk membuat kursi, meja, rak buku, bahkan sebagai hiasan lampu.

RECOMMEND :  √15 Sistem Pengolahan Limbah Rumahan yang Perlu Dipelajari

Perlu diperhatikan, bahwa pembuatan Ecobrick harus diawali dahulu dengan mengisi soft plastic yang sudah dicacah sampai halus. Tujuannya sebagai pondasi terkuat batu bata ramah lingkungan.

Agar hasil akhirnya lebih menarik, Anda dapat menggunakan sampah plastik berwarna pada bagian dasarnya. Atau diakali dengan cara memberi warna pada bagian luar botol menggunakan cat acrylic.

Konsep Pengolahan Sampah Lewat Ecobrick

Awalnya, konsep Ecobrick berasal dari teknik arsitek asal Jerman, Andreas Froese. Pada tahun 2000, Amerika Selatan menggunakan botol PET diisi pasir. Sementara di daerah Nikaragua, plastik tersebut dikemas ke dalam botol.

Dari penjelasan sebelumnya, mungkin Anda bertanya mengapa hasil dari mengolah sampah dengan Ecobrick berbentuk batu bata ramah lingkungan. Hal tersebut dikarenakan batu bata menjadi salah satu material utama dalam bangunan.

Pemilihan konsep sebagai pengganti batu bata dikarenakan lebih berguna dibandingkan sampah hanya didiamkan begitu saja. Apalagi jika dibakar, justru memperbesar penyebaran karbon dioksida.

Selain bertujuan mengurangi volume limbah, pemanfaatannya berguna sebagai penghias lingkungan. Oleh karena itu, Gerakan mengolah sampah dengan Ecobrick merupakan bentuk zero waste life style atau gaya hidup bebas sampah.

Bahkan gerakan zero waste life style semakin mengglobal serta diadopsi oleh berbagai komunitas peduli lingkungan sebagai program merawat alam. Pengolahannya dilakukan secara bijak sebagai bentuk kesadaran pentingnya menyeimbangkan ekologis.

Alhasil, sifat – sifat plastik yang awet, tahan lama, susah diurai, hingga kedap air dapat diubah menjadi barang bermanfaat bagi lingkungan. Cara membuatnya juga tidak sulit serta tidak menghabiskan banyak biaya.

Manfaat Mengolah Sampah dengan Ecobrick

Metode Ecobrick mampu memberi manfaat baik dari segi fungsional maupun ekonomis. Berikut ini penjelasan apa saja manfaat mengolah sampah dengan Ecobrick melalui penerapan teknik eco batu dalam kehidupan sehari – hari.

  1. Menghindari Bumi dari Limbah Plastik

Manfaat utama Ecobrick memang bertujuan untuk meminimalisir penumpukan limbah plastik di bumi. Jika langkah kecil ini terus dilakukan dan dikembangkan, maka dampak positifnya akan terasa besar.

  1. Memberdayakan Sumber Daya Manusia

Anda dapat memberdayakan masyarakat yang belum memiliki pekerjaan untuk menciptakan benda – benda kreatif. Mereka dapat membantu mengolah sampah dengan Ecobrick kerajinan bermanfaat seperti hiasan lampu atau kursi anak – anak.

  1. Menghasilkan Kerajinan Tangan dari Barang Bekas

Selain sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat sekitar, Anda juga dapat melakukan cara ini di rumah masing – masing sebagai hobi baru. Sampah tersebut dapat diolah menjadi karya – karya sederhana.

RECOMMEND :  √15 Penyebab Polusi di Laut, Apa Dampak, dan Cara Mencegahnya

Misalnya membuat dinding struktur, perabotan indoor, furnitur modular, dan sebagainya. Dengan begitu turut membantu supaya limbah plastik tidak perlu lagi berakhir menumpuk di pembuangan akhir.

  1. Sebagai Pengganti Furniture Rumah Tangga

Dilihat dari sisi fungsional, Ecobrick bermanfaat jika diolah menjadi barang – barang yang sering dipakai dalam kehidupan sehari – hari. Sama halnya jika dipandang dari segi ekonomis.

Anda dapat menjual produk buatan Ecobrick ke platform jual beli online. Tentunya dengan mengolah sampah dengan Ecobrick yang memiliki nilai jual dan manfaat, seperti kursi anak – anak atau meja hias.

Beberapa bank sampah Indonesia bersedia membeli produk hasil Ecobrick serta dibayar menggunakan uang tunai. Maka dari itu, selain membantu mengurangi polusi, juga dapat menambah penghasilan.

Langkah – Langkah Mengolah Sampah dengan Ecobrick

Plastik merupakan limbah yang membutuhkan waktu selama 1 tahun agar bisa terurai. Jika dimusnahkan dengan cara dibakar justru menimbulkan polusi udara. Berikut penjelasan langkah – langkah pengelolaan ecobrick.

  1. Siapkan Alat dan Bahan – Bahan

Beberapa alat dan bahan yang diperlukan adalah botol plastik berukuran 500 ml, sampah plastik, gunting, tongkat kayu. Pakai botol satu merk agar penyusunannya lebih mudah.

Gunting akan digunakan untuk memotong sampahnya supaya berukuran kecil, sehingga muat dimasukkan ke botol. Sedangkan tongkat kayu berfungsi untuk memadatkan isiannya.

  1. Pastikan Botol Sudah Bersih

Cuci bersih serta keringkan dahulu botol yang akan digunakan. Hal tersebut bertujuan agar botol tetap higenis juga tidak ada bakteri tumbuh di dalamnya. Sehingga ketika dilapisi semen bisa tetap aman.

  1. Seleksi Sampah sebagai Isiannya

Cara mengolah sampah dengan Ecobrick selanjutnya adalah menyeleksi sampah sebagai isiannya. Hindari penggunaan pecahan kaca, benda tajam, ataupun barang biodegradable lainnya.

RECOMMEND :  √15 Cara Menimimalisir Kerusakan Alam yang Menyebabkan Banjir

Penyeleksian ini penting dilakukan karena apabila isian tersebut terurai, maka botol menjadi tidak kokoh lagi. Sehinga karya yang Anda buat berpotensi untuk roboh. Pastikan juga bahwa sampahnya harus kering.

  1. Masukkan Sampah ke Dalam Botol

Langkah selanjutnya adalah menggunting isiannya sampai berukuran kecil. Agar tidak menyisakan ruang, gunakan tongkat untuk memadatkan guntingan sampah tersebut ketika dimasukkan ke dalam botol.

  1. Gunakan Cat Acrylic di Bagian Luar Botol

Langkah mengolah sampah dengan Ecobrick yang terakhir ini sifatnya opsional, terlebih jika bagian luarnya tidak dilapisi semen. Namun akan lebih menarik jika diberi cat acrylic supaya hasilnya lebih bagus.

Pada dasarnya, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk membantu meminimalisir terjadinya pencemaran lingkungan. Mulai dari pengolahan sampah organik menjadi pupuk, prinsip 3R, bank sampah, sampai mengurangi penggunaan sedotan.

Ecobrick sendiri hadir sebagai salah satu solusi mengolah limbah menjadi barang bermanfaat. Dilihat dari fungsi jangka pendeknya, mengolah sampah dengan Ecobrick bisa dipakai untuk perabotan pribadi atau dijual sebagai cinderamata.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *