√37+ Mulai Bisnis Makanan Ringan dengan Persiapan yang Matang

√37+ Mulai Bisnis Makanan Ringan dengan Persiapan yang Matang

Mulai Bisnis Makanan Ringan dengan Persiapan yang Matang
Mulai Bisnis Makanan Ringan dengan Persiapan yang Matang

Saat ini sudah ada banyak bisnis makanan ringan yang mulai bermunculan di pasar. Tentu hal ini berdampak baik bagi perekonomian karena siklus terjadi antara penjual dan pembeli. Namun tahukah Anda jika beberapa pengusaha makanan ringan mudah menyerah dengan usahanya? Ya, pebisnis itu menyerah karena kalah bersaing dengan beberapa brand ternama saat ini. Jika dilihat dari produknya, makanan ringan memang banyak disukai oleh orang Indonesia. Biasanya camilan makanan ringan dicari untuk mengganjal perut atau sebagai hidangan sampingan.

Produk yang ditawarkan mulai dari makanan ringan jaman dulu, berbahan alam yang khas hingga inovasi baru makanan pencuci mulut. Bisnis makanan ringan bisa dimulai dengan mudah ketika konsep awalnya sudah dibuat lebih dulu melalui beberapa pertimbangan. Namun jika Anda tidak siap, bisnis tersebut sulit untuk bertahan dan bersaing di pasaran. Para konsumen tidak akan bertahan pada suatu produk yang viral di satu waktu saja. Mereka lebih suka makanan yang memang rasanya enak, harganya murah dan mampu bersaing di pasaran.

Pertimbangan Awal dalam Bisnis Makanan Ringan

Sebelum mulai berbisnis, Anda tentunya perlu merencanakan berbagai macam hal di awal. Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah jenis makanan ringannya. Selain itu, ada juga produk lain yang perlu diperhatikan kualitasnya agar produk Anda tidak kalah jauh. Bisnis makanan ringan akan selalu memiliki pesaing yang ketat sehingga perencanaannya harus matang. Tidak hanya dari segi rasa saja, manajemen pemasaran juga harus dimaksimalkan. Anda perlu target yang tepat agar bisnisnya bisa bertahan dalam kurun waktu lama.

Target pemasaran akan membantu bisnis untuk cepat berkembang. Hal ini disebabkan produk dibuat sesuai dengan cita rasa favorit konsumennya. Selama produk Anda disukai konsumen, maka produk bisa bersaing secara ketat dengan brand-brand ternama lainnya. Satu hal lain yang perlu diperhatikan saat merancang bisnis makanan ringan adalah wadah atau kemasannya. Anda harus pilih kemasan yang tepat dan sesuai dengan jenis makanan ringannya. Baik itu makanan ringan basah atau kering, keduanya memiliki kemasan berbeda.

RECOMMEND :  √ Impor: Haruskah Kita Melakukannya?

Tentu saja nama brand, desain kemasan, harga, proses promosi dan penjualan juga menjadi hal yang perlu dipertimbangkan sejak awal, Dari berbagai bahan pertimbangan yang ada, bisnis Anda harus bisa memancing perhatian konsumen di awal pengenalan produknya.

Target Pemasaran Berdasarkan Usia Konsumen

Bisnis makanan ringan akan selalu memperhatikan target pemasaran agar cita rasanya sesuai. Baik untuk anak di bawah 14 tahun, remaja atau orang tua, ketiganya memiliki indra perasanya sendiri-sendiri. Berikut ini cara memilih cita rasa yang sesuai dengan target pemasarannya.

  1. Anak Kecil

Pada dasarnya anak kecil lebih cenderung memakan makanan manis dan mudah dikunyah. Tapi di sisi lain, ada juga orang tua yang menginginkan anaknya memakan snack sehat. Baik itu dari sayur-sayuran bergizi, buah-buahan hingga makanan ringan bervitamin tinggi. Sebagai pebisnis, Anda harus tentukan target pemasarannya dengan baik. Sesuaikan cita rasa bisnis makanan ringan dengan target yang ingin Anda capai. Manfaatkan juga faktor lain yang mempengaruhi kesuksesan dalam menarik minat orang tua untuk membeli snack anak.

  1. Remaja

Berbeda dengan anak kecil, remaja lebih suka dengan camilan yang renyah dan gurih. Contoh sederhana seperti keripik, stick, cracker dan biskuit. Bahan makanan ringan lain yang bisa jadi pertimbangan adalah camilan basah seperti timus, getuk, bakso atau sate udang. Semua jenis makanan itu disukai oleh kaum remaja dan juga pekerja kantoran. Untuk bisnis makanan ringan target remaja, Anda harus membuat produk yang bisa dijadikan camilan. Tentu saja isinya juga harus banyak agar konsumen senang dengan isian di dalamnya.

  1. Orang Tua

Dari kedua target di atas, orang tua menjadi satu satunya target yang fleksibel. Artinya snack untuk orang tua bisa dinikmati oleh siapa saja, karena rasanya dibuat tidak terlalu asin dan manis. Camilan orang tua juga memiliki gizi dan vitamin, tergantung bahan produknya.

RECOMMEND :  √37+ Kenali Penyebab Usaha Bangkrut yang Harus Anda Hindari

Namun ada juga ide bisnis makanan ringan yang ditargetkan untuk orang tua dan bisa Anda gunakan, seperti camilan jaman dulu. Orang tua umumnya suka dengan camilan yang pernah dimakan waktu masih muda karena mengingatkan kembali kenangan di masa lalu.

Menentukan Nama Brand, Desain Kemasan dan Metode Pemasaran

Tahukah Anda, membuat nama brand produk tidak bisa dilakukan tanpa adanya perencanaan. Hal ini akan mempengaruhi usaha Anda untuk ke depannya. Tidak hanya brand saja, kemasan dan metode pemasaran juga harus dipikirkan dengan hati-hati.

Untuk lebih jelasnya berikut penjelasan singkat mengenai ketiga faktor tersebut.

  1. Brand

Bisnis makanan ringan tentunya harus menggunakan brand yang menarik perhatian. Nama brand bisa dibebaskan sesuai keinginan Anda, tetapi juga perlu mempertimbangkan identitas bisnis. Perlu diingat, brand akan diperlihatkan ketika produk dipasarkan dan dipromosikan.

Oleh sebab itu Anda harus membuatnya dengan baik dan sesuai identitas bisnisnya. Brand tidak perlu memberikan nama yang mewah, bisa sederhana seperti pisangku atau keripikku. Satu hal yang pasti, brand harus mudah diingat agar pemasarannya semakin mudah.

  1. Desain Kemasan

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bisnis makanan ringan perlu desain kemasan. Pada dasarnya, menentukan kemasan itu mudah dengan cara melihat tren saat ini. Jenis kemasan seperti poch bisa digunakan sebagai wadah dasar yang akan didesain lagi nantinya.

Namun jika Anda ingin berinovasi, ciptakan kemasan baru agar produk tampak menarik. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jenis makanan ringannya. Baik itu basah atau kering, jenis makanan menjadi poin penting ketika Anda ingin menggunakannya untuk bisnis.

  1. Metode Pemasaran

Tahukah Anda di era digital ini, bisnis makanan ringan menjadi semakin populer? Ya, hal ini disebabkan adanya teknologi digital yang membantu proses pemasaran.  Sebagai pebisnis, Anda hanya perlu memasarkan produknya melalui sosial media saja.

RECOMMEND :  √37+ 4 Peluang Usaha Era Digital yang Menjanjikan di Masa Depan

Jangan lupa, gunakan sistem AISAS yang membantu bisnis agar cepat berkembang. AISAS ini memiliki 5 poin penting di antaranya Attention, Interest, Search, Action dan Share. Kelima poin tersebut dapat Anda gunakan untuk menarik konsumen secara lebih cepat dan efektif.

Bisnis Makanan Ringan di Era Digital

Berdasarkan metode pemasaran tersebut, Anda bisa menggunakan aplikasi digital untuk promosi dan memasarkan produknya. Dengan menggunakan aplikasi Online Shop, Anda bisa jual produk ke luar kota. Tidak hanya itu, penjualan juga dapat dilakukan ke seluruh wilayah Indonesia. Hanya saja, masa kadaluwarsa produk dan daya tahan kemasan jadi pertimbangan utama. Bisnis makanan ringan dapat berkembang jika Anda paham bagaimana struktur Digital Marketing. Dari teknologi yang ada, Anda bisa memanfaatkannya untuk bersaing dengan brand lain.

Tentu saja desain produk, harga, kemasan, rasa dan target pemasarannya harus sesuai. Jangan terlalu sering menciptakan produk baru karena perkembangan bisnis Anda akan cepat menurun. Utamakan minat konsumen untuk mendapatkan penjualan sebanyak-banyaknya. Targetkan penjualan sebaik mungkin dengan berbagai teknologi dan sosial media yang ada. Anda juga perlu melakukan promosi dengan membuat konten yang mengasyikkan dan menarik mata para warganet. Bisnis makanan ringan bisa terus berkembang jika Anda mampu merencanakan strategi pemasarannya dengan baik.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *