√15 Berhenti Lakukan Kebiasaan Manusia Merusak Lingkungan ini

Berhenti Lakukan Kebiasaan Manusia Merusak Lingkungan ini

Berhenti Lakukan Kebiasaan Manusia Merusak Lingkungan ini
Berhenti Lakukan Kebiasaan Manusia Merusak Lingkungan ini

Kerusakan lingkungan semakin terasa dari mulai pencemaran udara, tanah, sampai air salah satu penyebabnya adalah kebiasaan manusia merusak lingkungan dalam kegiatan sehari-hari. Tidak hanya selalu berkaitan dengan hal-hal besar seperti pencemaran udara yang disebabkan oleh asap dari pabrik.

Limbah tekstil dibuang ke sungai sampai efek rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan global. Ada banyak sekali kebiasaan manusia merusak lingkungan tidak disadari oleh banyak orang dan terus dilakukan sampai sekarang.

Semua orang wajib mengetahui hal ini, karena walaupun termasuk hal-hal kecil kebiasaan-kebiasan ini menyebabkan kerusakan lingkungan. Berikut ini kebiasaan yang harus Anda tinggalkan buat menyelamatkan bumi kita.

Pemakaian Air Conditioner (AC) Secara Berlebihan

Pemakaian AC secara berlebihan merupakan kebiasaan manusia merusak lingkungan di peringkat pertama. Kebanyakan orang akan menyalakan AC selama 24 jam nonstop agar ruangannya tetap terasa dingin. Air Conditioner adalah barang elektronik digunakan untuk mendinginkan ruangan dalam hitungan menit. Banyak digunakan biasanya di Kota-Kota memiliki suhu panas seperti Jakarta.

Tetapi, teknologi canggih ini jika digunakan secara berlebihan akan menimbulkan efek yang sangat negatif. AC ini termasuk barang elektronik menggunakan daya besar, untuk AC 1 PK saja sudah mengonsumsi listrik sebanyak 800-900 Watt. Pemborosan listrik ini juga memiliki dampak pada meningkatnya produksi gas rumah kaca. Air Conditioner mengeluarkan senyawa HFC atau hydroflourocarbouns. Jenis karbon ini memiliki konstribusi cukup besar dalam menyebabkan terjadinya global warming.

Oleh karena itu, jika Anda ingin membantu bumi untuk hidup lebih lama dan mencegah terjadinya global warming yang menyebabkan perubahan iklim. Bisa mulai dari mengurangi pemakaian AC. Selain itu, ada beberapa cara bisa ditempuh untuk bisa mengurangi kebiasaan manusia merusak lingkungan dari pemakaian AC yang berlebihan. Salah satunya, pilih AC hemat energi biasanya jenis ini akan dilengkapi dengan kopressor sehingga penggunaan listriknya menjadi lebih kecil.

RECOMMEND :  √15 Trik Hemat Konsumsi Listrik untuk Menjalankan Konsep Go Green

Namun, proses pendinginannya menjadi lebih lama karena barang tersebut mengonsumsi daya listrik dalam jumlah kecil. Ingatlah untuk selalu mematikan barang elektronik jika tidak digunakan, lebih baik untuk dimatikan terlebih dahulu untuk dapat mengurangi penggunaan listrik. Pengaturan suhu pada Air Conditioner (AC) yang dihasilkan sangat berpengaruh terhadap penggunaan listrik. Disarankan juga untuk Anda mengusahakan tidak mengatur suhu AC dibawah 24 derajat celcius. Semakin rendah suhunya tentu saja akan semakin tinggi pula daya listrik dikonsumsi oleh AC. Dan semakin tinggi listrik yang digunakan, berdampak kepada produksi gas karbon dioksida juga ikut meningkat.

Selalu Memakai Kendaraan Bahkan Jarak dekat

Pemakaian kendaraan pribadi terus meningkat setiap tahunnya, peningkatan ini juga akan meningkatkan emisi bahan bakar dan membuat suhu bumi menjadi panas. Selain itu, seringnya orang-orang memakai kendaraan berbahan bakar bensin akan meningkatkan polusi udara. Jakarta sendiri pernah menempati peringkat 9 sebagai Kota yang memiliki kualitas udara terburuk di dunia. Udara ada di Jakarta bahkan lebih buruk dibandingkan daerah disekitarnya seperti Tangerang, Bogor, Bekasi, dan Depok. Menurunnya kualitas udara ini salah satu penyebabnya adalah tingginya penggunaan kendaraan pribadi di Jakarta.

Mungkin kebanyakan orang beranggapan memiliki kendaraan pribadi merupakan penghargaan yang sangat bernilai. Banyak orang tua memberikan anaknya yang sudah berusia 17 tahun sebuah kendaraan baik motor atau mobil sebagai hadiah. Menggunakan kendaraan bahkan menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari, setiap akan pergi bahkan walaupun jaraknya dekat mereka lebih memilih untuk menggunakan motor padahal masih kuat berjalan. Kebiasaan manusia merusak lingkungan ini diharapkan bisa dikurangi karena gas buangan berasal dari motor atau mobil tersebut mengandung hidrokarbon serta nitrogen oksida. Kedua gas tersebut bereaksi pada sinar sehingga meningkatkan suhu pada atmosfer.

Selain itu, karbon dioksida juga tidak mau ketinggalan dan ikut dihasilkan sehingga dapat mengancam kesehatan. Akan lebih baik jika Anda mau mengubah kebiasaan manusia merusak lingkungan ini dengan mengurangi sedikit demi sedikit kendaraan pribadi. Bisa menggunakan angkutan umum, bus, kereta atau bagi yang tinggal di Jakarta Anda bisa memanfaatkan MRT sebagai sarana transportasi. Jadi, Anda dapat berkonstribusi untuk mengurangi pemanasan global saat ini.

RECOMMEND :  √15 Ancaman Laut Indonesia yang Merusak Ekosistem

Kebiasaan Manusia Merusak Lingkungan Membuang-buang Makanan

Kebiasaan selanjutnya dianggap sepele tetapi berdampak besar bagi bumi kita adalah kebiasaan membuang makanan yang masih bisa dimakan. Bagi Anda yang memiliki kebiasaan ini lebih baik untuk segera menghilangkannya. Selain buruk untuk lingkungan, Anda harus ingat masih banyak orang-orang kelaparan di dunia ini bahkan sampai mengalami malnutrisi diakibatkan mereka mengonsumsi makanan tidak layak.

Pada sebuah survey dilakukan oleh FAO diperkirakan sepertiga makanan yang masih layak untuk dimakan berujung pada tempat sampah dan menjadi limbah. Tindakan food waste atau membuang-buang makanan juga banyak dikecam oleh masyarakat global. Tindakan ini dinilai karena bukan hanya menyia-nyiakan makanan sudah ada dipiring, tetapi Anda juga dinilai sudah menyia-nyiakan tanah, air, energi bahkan tenaga kerja untuk memproduksi makanan yang ada dipiring saji setiap pelanggan.

PBB juga ikut menyorot hal ini, limbah-limbah makanan tersebut disebutkan sebanyak 61 persennya dihasilkan dari rumah tangga, 26 persen dari pusat pembelanjaan serta 13 persen berasal dari pengecer.

Kebiasaan manusia merusak lingkungan ini tentu saja harus dihentikan, karena perilaku food waste ini akan menjadi mimpi buruk dari terjadinya pencemaran air dan emisi gas sehingga menyebabkan efek rumah kaca. Solusi bisa dilakukan untuk menghindari kebiasaan ini pada rumah tangga adalah pertama adalah berbelanja dengan cermat. Bukan membeli yang diinginkan tetapi membelinya sesuai dengan kebutuhan agar semua produk dibeli terpakai.

Kedua, untuk berhenti melakukan kebiasaan manusia merusak lingkungan seperti food waste adalah menerapkan teknik penyimpanan tepat. Penyimpanan bahan-bahan yang tepat akan mencegahnya rusak sebelum digunakan atau diolah. Selain itu dengan teknik penyimpanan tepat, bahan-bahan untuk memasak tersebut akan lebih awet. Ketiga selalu bersyukur mengenai makanan yang tersedia karena Anda bisa saja memutuskan untuk membuang makanan tersebut karena bentuknya tidak menarik.

RECOMMEND :  √15 Kebiasan Baik Untuk Menjaga Lingkungan Sehat

Mencuci Muka dengan Menggunakan Sabun berkandungan microbeads

Kebiasaan manusia merusak lingkungan pada kegiatan sehari-hari selanjutnya penggunaan produk skincare mengandung microbeads. Anda pasti sering menemukan pencuci muka mengandung microbeads berbentuk seperti buliran-buliran kecil biasanya ditemui pada produk pencuci muka atau scrub. Microbeads sendiri adalah sejenis plastik yang memiliki ukuran mikro sekitar 0,005 mm hingga 1mm. biasanya terbuat dari polimer sintetik, bentuknya kecil tetapi Microbeads ini akan berdampak buruk untuk ekosistem khususnya dilaut dan perairan lainnya.

Karena sifat dari microbeads tersebut tidak mudah hancur dan terurai hal ini tentu saja akan membahayakan iklan-ikan berukuran kecil. Jika microbeads ini dikonsumsi oleh ikan-ikan tersebut karena menduganya sebagai makanannya. Ikan mengonsumsinya kebanyakan akan membuat sistem pencernaannya bermasalah karena sifat tidak mudah hancur tersebut. Jika sistem pencernaannya sudah terganggu akan menimbulkan rusak organ bahkan kematian dalam jangka panjang.

Karena ukurannya sangat kecil, microbeads ini juga sangat sulit untuk dibersihkan sehingga untuk mencegahnya terjadi Anda harus menghentikan kebiasaan manusia merusak lingkungan ini dan mengganti jenis pencuci muka yang non microbeads. Karena penggunaan microbeads pada kuliat wajah Anda sebagai eksofoliator atau untuk membersihkan kulat mati tidak disarankan untuk dipakai dalam jangka panjang. Anda bisa mengganti produk kecantikan Anda menggunakan jenis perawatan eksofoliator lain seperti menggunakan serum, peeling gel dan lainnya. Walaupun termasuk hal-hal sepele tetapi memiliki potensi sama besarnya untuk merusak lingkungan. Jangan lakukan kebiasaan manusia merusak lingkungan lagi mulai dari sekarang, karena jika bukan Anda yang mulai bertindak siapa lagi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *