Categories
Serba serbi

√49+ Belajar Seni Gamelan Jawa Filosofi, Fungsi dan Sejarahnya

Belajar Seni Gamelan Jawa Filosofi, Fungsi dan Sejarahnya

Belajar Seni Gamelan Jawa Filosofi, Fungsi dan Sejarahnya

Mengenal lebih dalam terhadap salah satu kebudayaan Indonesia berupa seni gamelan jawa merupakan hal menarik. Seperti yang sudah diketahui dengan baik, jika Indonesia sendiri merupakan negara dengan berbagai music tradisional.

Kekayaan akan alat music beragam tersebut, telah menjadi salah satu hal menarik. Untuk gamelan sendiri merupakan alat music yang sudah mendunia serta dikenal oleh masyarakat bahkan hingga negara tetangga.

Kekayaan budaya yang ada di Indonesia sendiri, menciptakan sebuah keharmonisan tersendiri. Maka dari itu, tidak heran jika saat ini ada berbagai macam kebudayaan yang menarik serta memberikan sebuah keharmonisan.

Tidak perlu diragukan lagi, ada berbagai macam kebudayaan telah dikenal secara baik oleh masyarakat. Di berbagai macam daerah Indonesia juga mengenal seni gamelan jawa secara baik oleh masyarakat.

Untuk gamelan sendiri, merupakan seperangkat peralatan music yang dibunyikan secara bersamaan. Dari alat sendiri berjenis ansambel atau biasa juga disebut dengan sebuah perpaduan hingga menciptakan sebuah harmoni.

Belajar lebih dalam mengenai seni gamelan jawa akan memberikan banyak hal menarik di dalamnya. Untuk komposisi dari peralatan biasanya digunakan, ada mulai dari gendang, gong, hingga gambang dibunyikan bersamaan.

Dari perpaduan dilakukan terhadap peralatan music tersebut, maka akan menciptakan nada non diatonis. Ketika didengarkan hasil didapatkan juga akan menciptakan suara indah serta enak ketika didengar oleh pendengar.

Belajar mengenai filosofi dari gamelan, berasal dari bahasa Jawa Gamel dengan arti menabuh. Hal tersebut merujuk juga pada aktivitas menghasilkan suara dengan memukul instrument, juga akhiran an menunjukkan pada benda.

Mengenal Sejarah Dari Seni Gamelan Jawa

Untuk alat music sendiri, sudah menjadi hal yang tidak asing lagi agar dikenal oleh masyarakat. Ada berbagai macam peralatan dapat digunakan untuk menciptakan sebuah suasana indah serta menghidupkan keharmonisan.

Pada alat seni gamelan jawa sendiri, memiliki sejarah cukup panjang agar dapat diceritakan. Banyak orang yang menyakini, jika peralatan sudah hadir bahkan sebelum pengaruh dari agama Hindu datang ke Indonesia.

Dari masyarakat Jawa sendiri telah mengenal sebanyak 10 keahlian utama dalam kesenian ini. Dalam gabungannya, untuk kesenian gamelan sendiri sering dimainkan dalam mengiringi wayang.

Menjadikan berbagai permainan budaya agar dapat terus dikenal oleh masyarakat secara luas. Sudah menjadi sebuah tugas harus dilakukan oleh semua orang, agar tidak kehilangan akan budaya mereka sendiri tersebut.

Dengan begitu, kesenian terus dilestarikan salah satunya seni gamelan jawa sendiri. Untuk alat music jenis ini, sudah banyak ditemukan pada berbagai macam daerah di Indonesia seperti Madura, Bali dan Lombok.

Namun, secara umum, istilah Gamelan sendiri lebih merujuk pada alat music di Jawa Tengah. Seperti yang sudah diketahui peralatan, ada sejak tahun 404 Masehi dan terus dilestarikan hingga saat ini.

Bukti nyata dari gamelan sudah ada di tahun tersebut, adalah pada relief di Candi Borobudur serta Prambanan. Dengan bukti tersebut, dipastikan budaya dari kesenian sendiri sudah ada sejak zaman dahulu.

Penggunaan dari Alat Musik Gamelan

Dalam penggunaannya, seni gamelan jawa sendiri banyak dimanfaatkan ketika mengiringi kesenian wayang. Pergelaran wayang maupun tarian, bisa mendapatkan irama selaras dengan menggunakan alat musik tradisional ini.

Dalam perkembangan zaman di masa sekarang, untuk musik ini, biasanya juga sudah ditambahkan dengan pertunjukan lengkap. Dengan ada penyanyi atau biasa disebut nama sinden akan bernyanyi dengan iringan musik ini.

Perkembangan dari seni gamelan jawa sendiri sama terhadap berbagai jenis kebudayaan lainnya. Untuk seni ini, juga sekarang sudah mengalami banyak perubahan dengan berkembang seiring perubahan zaman.

Perkembangan ini, telah banyak merubah kesenian dengan mencampurkan bersama terhadap budaya modern. Melakukan kolaborasi bersama kesenian musik modern, juga sudah bisa dilakukan terhadap seni ini.

Untuk alat musik dimainkan, juga terdiri dari berbagai macam yang dapat dimainkan. Ketika ingin belajar dalam memainkan peralatan, maka bisa dilakukan secara mudah oleh siapa saja, dengan belajar sungguh – sungguh.

Ada mulai dari gambang, siter, gong, suling, gendang, hingga rebab dan masih banyak lagi. Nantinya, menggabungkan berbagai peralatan tersebut dimainkan dan menciptakan keharmonisan irama.

Suara dihasilkan dari seni gamelan jawa sendiri sudah bukan merupakan hal yang asing. Ketika didengar oleh masyarakat, juga telah menjadi sebuah budaya akan kesenian telah ada sejak zaman dahulu kala.

Fungsi Dari Berbagai Alat Digunakan Dalam Seni Jawa

Karena ada berbagai macam alat musik digunakan tersebut, tentu saja memiliki fungsi tersendiri. Mulai dari Gendang yang memiliki fungsi utama sebagai pengatur tempo dari permainan dilakukan oleh seluruh peralatan.

Hanya menabuh saja, maka sudah dihasilkan suara khas dari gandang tersebut yang tertutup kulit hewan. Selanjutnya ada juga gong terbuat dari kuningan digantung, ketika dimainkan akan dipegang menggunakan 5 jari.

Gong memiliki fungsi sebagai penguat gendang, ketika dimainkan maka akan dipukul menggunakan stik pendek. Sebagai pemangku irama, maka keberadaan dari gong sendiri dibutuhkan dalam kesenian.

Selanjutnya ada juga seruling yang dijadikan sebagai pengisi lagu, sebagai seni gamelan jawa terbuat dari bamboo. Dengan beberapa lubang telah dibuat sedemikian rupa, maka akan menghasilkan nada tertentu ketika dimainkan.

Pada suling sendiri, terdapat 2 jenis bisa dimainkan berupa slendro juga pelog. Biasanya dibedakan berdasarkan letak dari lubang, sehingga menghasilkan bunyi atau suara berbeda saat dimainkan bersama instrument lain.

Ada juga gambang, dengan terdiri dari berbagai bilah bamboo dengan jumlah 18 buah. Ada penyusunan bilan dari kecil hingga besar agar menghasilkan variasi nada beragam sehingga menciptakan lagu indah.

Kemudian ada juga rebab, sebagai salah satu seni gamelan jawa sebagai alat musik gesek. Tangkai panjang dimiliki, juga menjadi sebuah pelengkap ketika digunakan dalam mengiringi penyanyi sinden menuntun arah suara.

Fungsi Lebih Dalam Dari Musik Gamelan

Agar mengenal lebih dalam mengenai kesenian tradisional ini, maka ada fungsi khususnya. Ketika melihat dari sisi estetika, maka akan muncul juga nilai moral, sosial, juga spiritual dikeluarkan dalam hal ini.

Untuk alat musik seni gamelan jawa sendiri sudah menjadi sebuah budaya adat. Bukan hanya dinikmati suaranya saja, namun juga dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan, pengiring tari serta pembangun suasana nyaman.

Pembangunan suasana nyaman memanfaatkan kekuatan dari religious akan menciptakan keharmonisan. Ketika menyambut tamu penting, biasanya juga bisa disambut memanfaatkan kesenian tersebut, sebagai pengenalan budaya kepada berbagai macam kalangan.

Melestarikan salah satu kesenian berupa seni gamelan jawa sendiri merupakan hal penting harus dilakukan. Setiap generasi harus selalu dapat menciptakan keharmonisan terhadap kebudayaan agar tidak terjadi permasalahan nantinya.

Indonesia sendiri sudah melakukan pengajuan alat musik gamelan sebagai warisan budaya tak benda di UNESCO. Hal tersebut, juga menjadi salah satu langkah efektif terdapat proses diplomasi terhadap seni dilakukan.

Ke depannya, kesenian sendiri, menjadi salah satu budaya yang bisa melekat serta menjadi sebuah ciri khas dari sebuah daerah. Untuk seni gamelan jawa sendiri, sudah bukan lagi menjadi hal asing.

Categories
Serba serbi

√49+ Keunikan Tari Jaipong Khas Sunda dan Asal-Usulnya

Keunikan Tari Jaipong Khas Sunda dan Asal-Usulnya

Keunikan Tari Jaipong Khas Sunda dan Asal-Usulnya
Keunikan Tari Jaipong Khas Sunda dan Asal-Usulnya

Keunikan tari jaipong menjadikannya sebagai salah satu tarian yang paling populer di Indonesia. Tidak ada yang bisa menyangkal kalau tari jaipong adalah bentuk Tarian yang sangat indah dengan makna yang begitu mendalam. Semuanya pasti tahu kalau tari jaipong ini berasal dari daerah Sunda atau Jawa Barat.

Tari jaipong sendiri diciptakan oleh seorang pria bernama Gugum Gumbira Tirasonjaya. Beliau mengambil inspirasi Jaipong dari berbagai jenis tarian di Jawa Barat sebelumnya. Orang Jawa Barat sendiri sering menyebut tari jaipong sebagai jaipongan.

Jarang orang tahu kalau jaipongan ini merupakan kombinasi dari karya-karya Gugum Gumbira Tirasonjaya sejak tahun 1976 hingga saat ini. Tidak heran kalau kemudian gerakan-gerakan yang ada di dalamnya sangat unik dan tidak akan Anda temukan pada jenis tarian lainnya.

Keunikan Tari Jaipong dari Sisi Sejarah

Tari jaipong sendiri merupakan salah satu jenis tarian modern. Bukan tanpa alasan, tarian satu ini merupakan hasil modifikasi dari berbagai jenis tarian di berbagai wilayah Jawa Barat. Terutama untuk tarian Ketuk Tilu dan Tari Ronggeng.

Tarian ketuk tilu adalah jenis tarian yang sering dilakukan oleh masyarakat Sunda di masa lalu. Tarian satu ini lebih ke gerakan silat dibandingkan dengan tarian biasa. Gugum Gumbira sendiri menjelaskan Kalau tari Jaipong yang dia ciptakan adalah kombinasi dari berbagai jenis sendratari yang ada di nusantara.

Namun keunikan tari jaipong terletak pada gerakan yang cepat dan tempo iringan musiknya yang begitu beruntun. Ide Gugum sendiri berawal dari tahun 1965. Pada saat itu, Presiden Soekarno melarang masyarakat untuk mengikuti kesenian yang datang dari luar negeri.

Padahal para pemuda Indonesia saat itu sangat kegandrungan akan tarian dansa. Sedangkan dansa itu bukan tarian dalam negeri. Melihat kondisi tersebut, Gugum dan teman-temannya kemudian mulai mendalami tarian tradisional dengan melakukan survei ke berbagai wilayah Jawa Barat.

Pertama kali Gugum melakukan survei di Ciamis dengan mendalami Tarian Ronggeng Gunung. Lalu dia juga berkunjung ke Tasikmalaya dan mendalami tarian Ketuk Tilu serta tembang di dalamnya. Ada banyak juga jenis tarian lain yang menginspirasi Gugum seperti Tari Silat, Ketuk Tilu, atau bahkan Tari Tayub.

Kemudian Gugum berhasil mengkombinasikan semua tarian tersebut dan dinamai Tari Ronggeng Ketuk Tilu. Tarian satu ini sempat dipentaskan di Hongkong. Namun karena alasan khusus, Gugum kemudian mengganti namanya menjadi Tarian Jaipong.

Karena keunikan tari Jaipong ini, masyarakat bisa menerimanya dengan mudah. Bahkan tarian satu ini menjadi salah satu hiburan yang paling dinanti oleh masyarakat Sunda hingga saat ini. Ada banyak sekali unsur-unsur menarik yang bisa Anda temukan ketika menonton tari jaipong di manapun berada.

Makna Dibalik Tari Tradisional Jaipongan 

Keunikan tari jaipong tidak hanya terletak pada sejarahnya saja, tapi juga pada makna yang terkandung di dalamnya. Hal ini dibahas dengan jelas oleh Kang Gugum Gumbira dalam bukunya dari Chacha ke jaipongan. Gugum menjelaskan kalau gerakan tari jaipong ini dikenal dengan istilah 3G.

3G tersebut merupakan singkatan dari Geol yang berarti gerakan pinggul memutar, Gitek yang berarti gerakan pinggul menghentak dan Goyang yang berarti gerakan ayunan pinggul tanpa hentakan sama sekali. Ini merupakan sebuah konsep tarian yang berisikan kombinasi gerakan utama dari tarian lainnya.

Umumnya orang Sunda mengenal jaipongan sebagai bentuk Tarian tradisional yang memiliki gerakan atraktif dan dinamis. Namun tidak sedikit yang menganggap tari Jaipong sebagai tarian yang sensual. Keunikan tari jaipong lainnya juga terletak pada iringan Irama musik yang sangat riang gembira.

Hal inilah yang membuat orang-orang atau penonton pasti tertarik untuk ikut bergoyang bersama penari. Banyak orang berpendapat kalau tari jaipong ini sangat identik dengan karakteristik perempuan Sunda. Gerakannya sendiri dianggap sebagai representasi dari karakter perempuan Sunda di era modern.

Gerakan yang ada pada tarian jaipong adalah penggambaran dari sosok perempuan Sunda yang senantiasa gesit dalam menghadapi setiap ujian dan tantangan kehidupan. Lalu ada juga gerakan lain yang memperlihatkan lirikan mata serta senyum genit.

Gerakan ini memperlihatkan kalau perempuan Sunda memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi ketika berhadapan dengan lawan jenis. Sedangkan gerakan tangan dan kaki terbuka lebar merupakan bentuk keunikan tari jaipong lainnya.

Gerakan tersebut memperlihatkan kalau wanita Sunda memiliki karakter yang sangat kuat dan jujur. Di sisi lain, liukan tubuh pada tari jaipong karakter perempuan dan senantiasa bersikap lemah lembut terhadap siapapun.

Jenis-Jenis Tari Jaipong yang Ada Saat Ini 

Keunikan tari jaipong juga terletak pada jenis-jenisnya yang sangat beragam. Hal ini dibahas dengan jelas oleh skripsi yang ditulis oleh Larasati Maghfira Putri. Pakar seni satu ini menjelaskan kalau sejauh ini tari Jaipong dibagi menjadi tiga jenis tarian.

Diantara tarian tersebut adalah tarian Putri, Tarian Putra dan Tarian Pasangan. Setiap jenis tarian tersebut tentu memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Gerakan dan cara penerapannya juga sedikit berbeda. Mari kita bahas hal ini satu persatu

  1. Tari Jaipong Putri

Keunikan tari jaipong putri terletak pada jenisnya yang dibagi menjadi empat. Bagi Anda yang hendak mendalami tarian satu ini, penting sekali untuk memahami jenis-jenisnya secara detail. Berikut ini beberapa jenis tarian jaipong putri tersebut.

  1. Keser Bojong, ini merupakan tarian yang berisikan nilai-nilai kehidupan dan pergeseran waktu untuk mencapai tujuan.
  2. Setrasari, ini merupakan tarian yang menggambarkan perubahan sikap seseorang dari negatif menjadi positif.
  3. Rawayan merupakan salah satu bagian dari keunikan tari Jaipong Di dalam tarian satu ini penari akan dilengkapi dengan sebuah jembatan gantung yang bergoyang.
  4. Kawung Anten adalah sebuah tarian yang menggambarkan pertahanan diri.

Pada intinya, setiap jenis tarian Jaipong memiliki makna yang berbeda satu sama lain. Jadi pementasannya juga disesuaikan dengan tujuan dari penyelenggara. Biasanya hal ini harus didiskusikan sejak awal.

  1. Tari Jaipong Putra

Selain tari jaipong putri, ternyata ada juga jenis tari Jaipong putra. Keunikan tari jaipong putra terletak pada gerakannya yang lebih cenderung pada kuda-kuda dan pencak silat. Salah satu contohnya adalah gerakan Pencug Bojong

Tarian satu ini memperlihatkan kemampuan menari seorang laki-laki dengan sangat maksimal. Jenis tarian tersebut bisa dilakukan secara tunggal ataupun secara berkelompok. Ada banyak juga pementasan tari Jaipong yang mempertontonkan tarian putra seperti ini.

  1. Tari Jaipong Pasangan

Jenis Tari Jaipong yang terakhir adalah tarian pasangan. Sudah tentu jenis tarian satu ini memperlihatkan kisah cinta antara seorang penari wanita dengan penari pria. Maka sudah bisa dipastikan kalau di dalamnya ada banyak gerakan sensual yang akan muncul.

Contoh tarian pasangan ini adalah tarian Toka-toka dan tarian Rendeng Bojong. Di dalamnya penari pria dan wanita akan saling melengkapi. Tarian ini digerakkan oleh dua orang, namun seolah badannya menyatu menjadi satu. Inilah keunikan tari Jaipong lain yang harus Anda ketahui.

Jaipongan merupakan salah satu budaya Sunda yang sangat patut untuk dilestarikan. Ada banyak sekali pencapaian yang dimiliki oleh tarian satu ini. Tentu saja kita semua harus bangga. Kalau bukan kita yang melestarikan tari satu ini. Generasi selanjutnya tidak akan bisa melihat keunikan tari Jaipong ini lagi.

Categories
Serba serbi

√49+ 5 Ritual Memanggil Hujan Unik di Berbagai Wilayah Indonesia

5 Ritual Memanggil Hujan Unik di Berbagai Wilayah Indonesia

5 Ritual Memanggil Hujan Unik di Berbagai Wilayah Indonesia
5 Ritual Memanggil Hujan Unik di Berbagai Wilayah Indonesia

Terdiri dari berbagai suku dan budaya, ada banyak sekali ritual memanggil hujan unik di Indonesia. Bentuk pemanggilan hujan ini sendiri sangat beragam dari mulai tari-tarian, selametan, doa, hingga memberikan sesembahan. Bahkan ada juga yang menyiksa diri untuk membuat hujan turun.

Hal ini tentu menjadi kekayaan budaya yang patut untuk dilestarikan karena memperlihatkan keragaman analisis dari para leluhur kita di masa lalu. Bagaimanapun juga, air menjadi salah satu kebutuhan utama bagi manusia. Meskipun jika berlebihan, air bisa mendatangkan banjir dan musibah lainnya.

Hujan dan air adalah sarana untuk menjaga kehidupan tetap berlangsung. Karenanya ketika air tidak ada, manusia akan berusaha untuk mencarinya. Ternyata manusia dimasa lalu memiliki cara unik untuk mendatangkan hujan.

Ritual Memanggil Hujan Unik di Indonesia 

Setelah kami rangkum dari berbagai sumber, ternyata ada 5 ritual unik yang dilakukan oleh berbagai suku di Indonesia ketika mereka hendak memanggil hujan. Ritual ini biasanya dilakukan ketika hujan tidak turun dalam kurun waktu tertentu.

Tentu saja pemangku adat menjadi pemimpin utama dalam prosesi pelaksanaan ritual pemanggilan ujian tersebut. Namun ritual ini juga diikuti oleh masyarakat sekitar sebagai bentuk dukungan atas pelaksanaan proses panggilan terhadap hujan tersebut.

Pada dasarnya, ritual-ritual ini adalah bentuk hanya saja cara berbagai suku untuk merepresentasikan doa kepada sang pencipta agar menurunkan hujan dengan segera. Namun cara pemanggilan tersebut memang berbeda antara satu suku dengan suku lainnya. Mari kita bahas satu persatu.

  1. Tradisi cambuk badan Purbalingga 

Ritual memanggil hujan yang pertama datang dari Kota Purbalingga. Ritual satu ini disebut oleh warga sekitar dengan nama tradisi cambuk badan Tiban. Terakhir kali, upacara satu ini dilakukan oleh warga desa Trajak, Boyolali, Tulungagung.

Umumnya tradisi ini dilakukan ketika kemarau panjang sedang melanda. Mereka yang melakukannya adalah pria dewasa. Saling berhadapan, kedua pria dewasa tersebut akan saling mencambuk tubuh satu sama lain sambil bertelanjang dada di tengah lapangan luas.

Tentu saja acara ini dipantau langsung oleh para penghulu adat dan para sepuh kampung di wilayah masing-masing. Mereka yang bertanggung jawab penuh terhadap acara tersebut. Masyarakat setempat meyakini kalau darah yang keluar akibat cambukan tersebut bisa mendatangkan hujan dalam waktu dekat.

Walaupun terlihat sangat mengerikan, warga setempat benar-benar tidak kaget dengan ritual satu ini. Tidak hanya di Tulungagung saja, ritual tersebut juga dilakukan di kota Trenggalek. Namun namanya berbeda. Di kota Trenggalek sendiri, tradisi cambuk tersebut dinamai dengan Upacara Campuk Badan Ojung.

  1. Tradisi Unjungan

Jika orang Trenggalek memiliki tradisi cambuk Ojung, maka mereka yang berasal dari Banjarnegara dan Trenggalek memiliki tradisi atau ritual memanggil hujan lain yang jauh lebih sadis. Ritual tersebut bernama ritual Unjungan.

Di dalam tradisi tersebut, para pria dewasa akan saling memukul dengan menggunakan sebilah rotan. Sedangkan dalam ritual Tiban, yang digunakan untuk saling mencambuk adalah sebuah ranting pohon aren. Tentu saja dengan penggunaan rotan, daya rusaknya jauh lebih besar.

Uniknya, ritual memanggil hujan satu ini dilakukan dengan hitungan ganjil. Jadi para peserta upacara akan saling melakukan pukulan dalam hitungan ganjil. Jika dalam 3 kali pukulan hujan tidak lekas turun, Maka pukulan tersebut akan dilanjutkan ke angka ganjil

Angka ganjil versi tradisi dimulai dari angka 3, selanjutnya naik ke 5 kali pukulan, 7 kali pukulan, 11 kali pukulan dan seterusnya. Tradisi unjungan ini selalu menjadi pusat keramaian warga ketika sedang dilangsungkan.

Selain menghadirkan upacara yang sadis, di dalam tradisi unjungan juga terdapat tari-tarian yang sangat indah. Sama seperti ritual sebelumnya, ritual memanggil hujan satu ini juga dipantau langsung oleh para pemangku adat di wilayah masing-masing. Mereka yang bertanggung jawab penuh terhadap kelancarannya.

  1. Tradisi Cowongan di Banyumas 

Selain dua tradisi atau ritual memanggil hujan yang sudah kami jelaskan di atas, ada juga tradisi lain di daerah Banyumas yang tidak kalah mengerikan. Tradisi tersebut bernama tradisi cowongan. Di dalam bahasa Jawa, cowongan sendiri memiliki arti belepotan pada wajah.

Media ritual satu ini adalah sebuah boneka yang dipercaya dirasuki oleh bidadari. Bidadari tersebut memiliki kemampuan untuk memanggil hujan. Meskipun ritual ini hanya boleh dilakukan oleh para wanita, ternyata boneka cowongan yang dirasuki oleh bidadari ini hanya boleh dipegang oleh kaum pria saja. Umumnya tradisi cowongan kan ini dilakukan setiap bulan Desember. Dalam kalender Jawa sendiri, momentum acara  tersebut jatuh pada akhir masa kapat. Namun ritual tersebut juga sering dilakukan ketika hujan tidak turun dalam jangka waktu lama.

Pelaksanaan ritual memanggil hujan satu ini dilakukan oleh 10 wanita yang seumuran dan dipantau langsung oleh para pemangku adat di wilayah masing-masing. Seringkali pada saat acara dilakukan ada peserta yang mengalami kesurupan karena daya mistis dari ritual tersebut memang sangat luar biasa.

  1. Ritual Gebug Ende dari Bali

Tidak hanya di Pulau Jawa saja, Pulau Bali juga memiliki ritual memanggil hujan yang cukup unik bernama tradisi Gebug Ende. Tradisi ini merupakan sebuah ritual turun-temurun yang dilakukan sejak zaman kerajaan Karangasem dan kerajaan Selaparang di wilayah pulau Lombok.

Ketika Ritual memanggil hujan ini dilakukan, masyarakat setempat sering menonton. Karena Bali sendiri merupakan pulau wisata yang sering dikunjungi oleh turis mancanegara, ritual tersebut juga menjadi tontonan yang sangat unik bagi mereka.

Di dalam tradisi satu ini, dua kelompok pria dewasa akan saling memukul menggunakan rotan dan menggunakan tameng sebagai pelindung badan. Namun dalam tradisi satu ini terdapat seorang wasit yang disebut dengan gelar Saye.

Di wilayah Karangasem sendiri, masyarakat meyakini kalau darah yang bercucuran akibat tradisi gebug Ende akan menjadi syarat turunnya hujan dalam waktu dekat. Karenanya semakin banyak darah yang bercucuran, akan semakin besar juga hujan yang diturunkan oleh sang Maha Pencipta.

  1. Ritual Ojung

Jenis ritual memanggil hujan selanjutnya adalah ritual ojung. Ritual satu ini biasanya diawali dengan tarian Indah bernama Ronteg Singo Wulung dan Tarian Topeng Kuna. Setelah prosesi awal tersebut selesai dilakukan, pada momen selanjutnya pria dewasa yang berusia 17 hingga 50 tahun melakukan atraksi saling cambuk satu sama lain.

Ritual memanggil hujan satu ini memang terdengar sangat mengerikan. Ada banyak darah yang bercucuran di dalam ritual tersebut. Namun tetap saja ritual ini memiliki aturan yang tidak boleh dilanggar. Jadi para peserta tidak boleh mencambuk bagian wajah dan kepala.

Selain dijadikan sebagai sarana untuk memanggil hujan, ternyata ritual ojung juga dijadikan sarana untuk mendatangkan keberkahan dan keselamatan. Hingga saat ini, ritual tersebut masih sering dilakukan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

Kita semua setuju Kalau Indonesia memiliki segudang kebudayaan yang berbeda antara suku yang satu dengan yang lainnya. Termasuk salah satunya adalah metode pemanggilan hujan ini. Meskipun terkadang berlawanan dengan gaya hidup manusia modern, tetap saja kita harus melestarikan ritual memanggil hujan tersebut dengan cara kita masing-masing.

Categories
Serba serbi

√49+ Mengenal Alat Musik Tradisional Angklung Dan Serba-Serbinya

Mengenal Alat Musik Tradisional Angklung Dan Serba-Serbinya

Mengenal Alat Musik Tradisional Angklung Dan Serba-Serbinya
Mengenal Alat Musik Tradisional Angklung Dan Serba-Serbinya

Alat musik tradisional angklung adalah perangkat seni yang berasal dari daerah Sunda. Angklung sendiri berasal dari bahasa Sunda yakni kata angkleung-angkleungan. Kata ini mewakili suara dari angklung itu sendiri. Angklung adalah instrumen musik yang terbuat dari bambu.

Instrumen satu ini memunculkan suara klung setiap kali digoyangkan. Bagi Anda yang mencintai seni dan budaya dalam negeri, tentu penting sekali untuk mengenal alat musik tradisional satu ini secara lebih mendalam. Tidak hanya orang Sunda saja, alat musik satu ini juga banyak dipelajari oleh pakar musik dunia.

Kalau mereka yang berada jauh dari negeri ini saja bisa tertarik, kenapa kita tidak bisa? Padahal ada banyak sekali nilai positif yang bisa didapat dari memainkannya. Mari kita bahas bagaimana cara memainkan perkembangan serta sejarah dari instrumen tersebut.

Asal-Usul Alat Musik Tradisional Angklung

Bagi Anda yang tinggal di daerah Jawa Barat, pasti tidak asing lagi dengan alat musik satu ini. Penting untuk diketahui kalau angklung muncul dari tradisi masyarakat Sunda sebagai sarana untuk penghormatan dan persembahan kepada Nyai Sri Pohaci atau lebih dikenal dengan nama Dewi Sri.

Alat musik tradisional angklung ini dimainkan oleh masyarakat Sunda di zaman dulu sebagai bentuk permohonan kepada Dewi Sri Agar tanaman yang mereka tanam terhindar dari gagal panen. Dewi Sri sendiri diyakini merupakan simbol kesuburan dan kesuksesan dalam menanam padi.

Ketika pertama kali dibuat, angklung ini sama sekali tidak memiliki nada atau Irama. Jadi bunyinya sembarang. Namun masyarakat Sunda pada masa lalu menggoyangkannya secara serentak sehingga menghasilkan harmoni yang unik yang selaras dengan alam.

Seiring dengan berjalannya waktu, kemudian angklung ini dimodifikasi sehingga memiliki nada khusus yang menghasilkan instrumen lebih cantik. Permainannya juga bisa dilakukan oleh satu orang saja. Tapi fungsi angklung itu sendiri sudah berubah dari alat untuk ritual menjadi alat musik yang bisa mengiringi berbagai jenis instrumental modern.

Angklung Memiliki Nada Diatonis Meski Sebelumnya Buat Nada Pentatonis 

Di masa lalu, angklung ini memiliki nada pentatonik. Jadi hanya ada 5 nada saja pada alat musik tersebut. Dengan keberadaan lima nada tersebut, alat musik tradisional angklung ini sangat kompatibel dengan identitas musik Sunda.

Namun Seiring dengan berjalannya waktu, terjadi modifikasi terhadap proses tersebut. Hal ini dilakukan oleh seorang pria bernama Daeng Soetigna. Beliau adalah seorang pengajar angklung dan benar-benar ahli di bidang tersebut. Daeng Soetigna kemudian menciptakan angklung dengan nada diatonik sehingga memiliki tujuh tangga nada yakni do re mi fa so la si do. Hal inilah yang memungkinkan Anda untuk menggunakan angklung saat mengiringi lagu apapun.

Alat musik 1 pertama kali dikembangkan oleh Daeng di Kuningan pada tahun 1938 lalu. Karena jasa-jasanya tersebut, Daeng Soetigna kemudian menerima penghargaan Satyalancana Kebudayaan dari Presiden Soeharto pada tahun 1968.

Tidak berhenti sampai disitu, Daeng Soetigna juga mendapatkan anugerah Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden SBY pada tahun 2007. Karena itulah angklung modern lebih dikenal dengan nama angklung Padaeng.

Angklung Ditetapkan Sebagai The Intangible Cultural Heritage Oleh UNESCO

Jika Anda mengecek secara langsung di website resmi UNESCO, bisa ditemukan kalau alat musik tradisional angklung ini masuk ke dalam The Incredible Country Heritage atau warisan budaya non benda yang berasal dari Indonesia.

Deklarasi dari UNESCO tersebut dirilis pada tanggal 16 November 2010 lalu. Ini merupakan bukti nyata kalau alat musik tradisional tersebut menjadi identitas budaya yang harus dijaga dengan sangat ketat. Tidak sedikit negara lain yang mengklaim angklung sebagai alat musik tradisional mereka.

Yang memprakarsai pengakuan angklung oleh UNESCO adalah Saung Angklung Udjo. Saung satu ini merupakan sentra produksi alat tradisional khas Sunda serta sanggar seni di Bandung. Merekalah yang melakukan registrasi angklung ke UNESCO. hingga saat ini 16 November diperingati sebagai hari alat musik tradisional angklung sedunia.

Namun ada tanggung jawab besar di balik dibalik pengakuan angklung oleh UNESCO tersebut. Jadi masyarakat harus benar-benar menjaga angklung dan melestarikannya dengan baik. Jika tidak, maka pengakuan UNESCO tersebut akan dihapus. Mari kita kenalkan alat musik satu ini kepada generasi selanjutnya.

Tempat Berlatih Dan Pertunjukan Angklung 

Di wilayah Jawa Barat sendiri tidak sulit untuk menemukan tempat berlatih dan pertunjukan alat musik tradisional angklung. Bagi Anda yang ingin mengenalkan si kecil dengan alat musik tersebut dan kebudayaan Sunda lainnya, Anda bisa mengajak mereka ke Saung Angklung Udjo di Bandung.

Tempat satu ini merupakan salah satu pusat pelestarian dan pertunjukan angklung terbesar di Jawa Barat. Selain itu Anda juga bisa mengajak orang-orang melihat workshop atau bengkel pembuatan angklung secara masif di dalamnya.

Saung Angklung Udjo sendiri didirikan oleh seorang pria bernama Udjo Ngalagena atau lebih dikenal dengan nama Mang Udjo. Pria satu ini mendirikan Saung Angklung tersebut pada tahun 1966 lalu. Dari masa ke masa, pengelolaan saung angklung kemudian dilanjutkan pengelolaannya oleh anak-anak Beliau.

Ada banyak sekali pertunjukan yang bisa Anda nikmati di Saung Angklung tersebut. Diantaranya adalah permainan angklung bersama, orkestra musik dan kebudayaan Sunda lainnya, helaran angklung besar, demonstrasi wayang golek, serta berbagai jenis tarian tradisional khas Sunda.

Tentu saja ada banyak sekali manfaat yang bisa Anda dapatkan ketika mengajak si kecil berkunjung ke tempat satu ini. Tidak hanya itu saja, ada banyak juga bentuk peradaban Sunda yang bisa Anda temukan ketika berada di dalamnya. Kami jamin Anda akan betah berlama-lama di dalamnya.

Cara Memainkan Alat Musik Angklung

Cara memainkan alat musik tradisional angklung ini sendiri sama sekali tidak sulit. Bahkan pembelajarannya jauh lebih mudah dibandingkan mempelajari biola, gitar, piano dan alat musik modern lainnya.

Alat musik angklung ini bisa dimainkan oleh siapa saja. Bahkan oleh anak-anak sekalipun. Ketika satu tangan memegang rangka alat musik tersebut, maka tangan yang lain menggoyangkan bubu bambu agar bunyi dihasilkan.

Saat Anda mempelajari cara memainkan angklung, ada tiga teknik dasar yang bisa digunakan. Pertama adalah teknik getar. Ini merupakan teknik yang paling umum digunakan karena tangan Anda hanya perlu menggetarkan setiap balok alat musik tradisional angklung sesuai dengan tempo masing-masing.

Teknik lainnya adalah teknik sentak dimana tabung dasar angklung ditarik dengan cepat oleh jari ke arah telapak tangan kanan. Dengan teknik ini, angklung hanya akan berbunyi sekali saja atau dalam Islam musiknya adalah staccato.

Cara yang terakhir adalah cara tengkep. Cara tengkep ini adalah memainkan angklung dengan menutup dan menahan tabung kecil sehingga tidak ikut berbunyi. Teknik ini bertujuan untuk menghasilkan suara angklung yang lebih halus.

Menjaga kelestarian budaya merupakan tanggung jawab kita semua. Kalau bukan kita sendiri yang menjaganya, siapa lagi yang akan melakukannya? Salah satu budaya Sunda yang sangat diakui dunia adalah alat musik tradisional angklung ini, mari kita lestarikan mulai hari ini juga.

Categories
Serba serbi

√49+ Tradisi Unik Orang Sunda Saat Ramadhan dan Idul Fitri

Tradisi Unik Orang Sunda Saat Ramadhan dan Idul Fitri

"<yoastmark

Jelang Ramadhan dan Idul Fitri, ada banyak sekali tradisi unik orang Sunda yang sangat umum dilakukan di wilayah Jawa Barat. Tradisi ini sudah seperti mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Sunda yang tinggal di berbagai Kabupaten di wilayah Jawa Barat tiu sendiri.

Tanpa perlu diberitahu, mereka secara rutin melakukan tradisi-tradisi tersebut setiap tahunnya. Hal inilah yang membuat tradisi tersebut terasa semakin menarik. Sejauh yang kami tahu, tradisi ini hanya ada di wilayah Jawa Barat saja.

Anda sama sekali tidak akan menemukannya di wilayah lain. Namun memang ada beberapa tradisi yang mirip. Tapi tentu saja tidak sama sepenuhnya. Lantas apa saja tradisi unik tersebut? Langsung saja simak ulasannya di bawah ini.

Tradisi Unik Orang Sunda Jelang Ramadhan dan Idul Fitri

Setelah kami rangkum dari berbagai sumber, ternyata ada banyak sekali tradisi unik masyarakat Sunda yang biasa mereka lakukan ketika Ramadhan menjelang. Sebenarnya tradisi bukan bagian dari Islam. Karena memang tidak ada khusus yang mewajibkan seorang muslim untuk melakukannya.

Namun jika kita melihat pada nilai-nilai yang ada di dalamnya, tentu saja ada beberapa poin positif yang bisa Anda temukan di dalam tradisi unik orang Sunda tersebut. Penasaran apa saja? Mari kita bahas tradisi unik ini satu persatu.

  1. Munggahan

Tradisi unik orang Sunda yang pertama adalah tradisi munggahan. Munggahan sendiri bisa diartikan banyak . Diantaranya adalah berkumpul bersama keluarga, pelesir ke tempat pariwisata dengan orang terdekat, atau bahkan makan bersama di rumah sambil mengundang kerabat lainnya.

Tradisi ini terus dilakukan secara turun-temurun. Tidak ada landasan dasar siapa yang memulai tradisi tersebut Namun nilai-nilai silaturahmi yang ada di dalamnya sama sekali tidak berbenturan dengan agama Islam. Karenanya hal ini menjadi keseruan tersendiri bagi masyarakat Sunda.

  1. Nyekar Sebelum Ramadhan 

Selain munggahan, ternyata orang Sunda juga selalu nyekar sebelum bulan Romadhon tiba. Biasanya tradisi nyekar ini dilakukan beberapa hari sebelum memulai puasa Romadhon itu sendiri. Nyekar atau ziarah kubur ini dilakukan untuk mendoakan leluhur dan orang tua yang sudah tidak ada.

Umumnya orang Sunda sendiri bisa bertemu dengan sanak keluarga mereka menjelang Ramadan ketika datang ke tradisi unik orang Sunda satu ini. Jadi tetap saja ada unsur silaturahmi dan dzikrul maut di dalamnya. Jika Anda berkunjung ke wilayah Jawa Barat, pasti Anda melihat kuburan ramai dikunjungi jelang Ramadhan.

  1. Nganteuran

Tradisi unik orang Sunda lainnya adalah nganteuran. Dalam prosesi satu ini, masing-masing masyarakat Sunda akan memberikan masakan matang kepada orang-orang terdekat mereka. Begitu juga orang lain, mereka akan memberikan makanan terbaiknya kepada tetangga dan kerabat.

Tradisi satu ini biasanya dilakukan sebelum bulan Ramadhan sambil saling bermaaf-maafan jika sebelumnya memiliki kesalahan atau pernah bersengketa. Sayangnya tradisi satu ini sudah sangat jarang dilakukan oleh masyarakat Sunda yang tinggal di perkotaan.

  1. Petasan

Entah siapa yang memulai, tapi anak-anak di kalangan masyarakat Sunda sendiri sangat identik dengan petasan ketika bulan Ramadhan tiba. Umumnya mereka akan membakar petasan sambil bermain baik siang hari maupun malam hari.

Sebenarnya tradisi unik orang Sunda satu ini sangat mengganggu ketentraman. Namun karena tidak ada yang bisa menghentikannya, fenomena petasan ini seolah menjadi fenomena tahunan yang tidak bisa dihentikan. Bahkan seringkali orang tua juga terlibat di dalamnya.

  1. Ngabuburit

Tradisi unik orang Sunda selanjutnya adalah ngabuburit. Ketika tradisi satu ini dilakukan, biasanya orang Sunda akan berkeliling dengan menggunakan kendaraan atau berjalan kaki untuk menunggu waktu berbuka puasa tiba.

Ada banyak hal yang dilakukan ketika ngabuburit ini dari mulai menjalankan hobi, bermain game, nongkrong, bercengkrama dengan sahabat dan lain sebagainya. Tradisi tersebut umumnya dilakukan oleh kalangan anak muda.

  1. Ngabeubeurang

Kebalikan dari ngabuburit, tradisi unik orang Sunda ini dilakukan dari sejak pagi hingga waktu Dhuha tiba. Kegiatannya sama persis dengan ngabuburit, hanya saja dilakukan dari pagi hari setelah melakukan shalat Subuh.

Umumnya anak-anak dan remaja akan berjalan beriringan menuju tempat untuk berkumpul di wilayah masing-masing. Setelah mereka ngabeubeurang, biasanya mereka akan tertidur. Hal ini tentunya menghindarkan anak-anak di wilayah Sunda dari batal puasa. Karena itulah kebanyakan orang tua membiarkan anak mereka mengikuti tradisi tersebut.

  1. Ngadulag

Tradisi unik orang Sunda selanjutnya adalah ngadulag. Ketika Anda berada di wilayah Sunda di bulan Ramadhan, anak anak dan orang tua biasanya akan terus memukuli dulag ata bedug setiap kali selesai melakukan sholat tarawih. Hal ini bahkan dilakukan hingga larut malam.

Bukannya terganggu, orang-orang sekitar justru merasa “haneuteun: atau merasa tenang dengan keramaian tersebut karena dianggap membuat bulan puasa selalu ramai. Umumnya tradisi ngadulag ini dilakukan mulai bada Isya hingga pukul 10 malam.

  1. Likuran

Pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan khususnya malam ganjil, masyarakat Sunda akan lebih sering berkumpul di masjid untuk melakukan acara likuran. Pada acara satu ini mereka akan memperbanyak mengaji, mendengarkan ceramah dan berbagai makanan.

budaya sunda yang unik satu ini hampir bisa Anda temukan di seluruh wilayah Jawa Barat. Tidak hanya pria saja, kalangan wanita juga mendatangi masjid ketika masa masa likuran ini tiba. Tujuannya adalah untuk mendapatkan berkah dari malam Lailatul Qadar.

Sisi Positif Dari Tradisi Unik Orang Sunda Saat Ramadhan dan Idul Fitri

Bagaimanapun juga ada banyak sekali dampak positif yang bisa didapatkan oleh masyarakat Sunda ketika tradisi tersebut tetap terjaga. Salah satu dampak positif yang bisa didapat adalah terjadinya silaturahmi secara konsisten antar semua masyarakat Sunda jelang Ramadhan.

Tidak hanya itu saja, beberapa tradisi tersebut juga mengajarkan masyarakat Sunda untuk senantiasa bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhan. Ini sudah senada dengan ajaran dalam Islam yang mengharuskan semua muslim untuk bergembira menyambut Ramadhan.

Wilayah yang Melakukan Tradisi Unik Orang Sunda

Deretan Tradisi yang sudah kami jelaskan di atas dilakukan oleh hampir semua wilayah masyarakat Sunda yang ada di Jawa Barat. Terlebih lagi jika Anda berkunjung ke kota kecil di Jawa Barat. Tradisi tersebut sangat dinanti oleh masyarakat.

Sayangnya budaya sunda yang unik tersebut sudah jarang terlihat di daerah perkotaan. Mungkin hal ini dikarenakan percampuran budaya yang ada di wilayah perkotaan itu sendiri. jadi di perkotaan, antusiasmenya sudah sangat berbeda dengan di pedesaan.

Namun di wilayah yang menjadi basis para santri, umumnya tradisi tersebut masih sangat dijaga hingga saat ini. Tentunya hal ini juga meningkatkan kualitas kedekatan masyarakat Sunda dengan sesamanya. Hal inilah yang kemudian menghasilkan harmoni bermasyarakat yang sangat damai dan tentram.

Apakah Tradisi Ini Harus Terus Dijaga?

Jika melihat dari dampak yang diberikan, tentu saja budaya sunda yang unik ini harus terus dijaga. Terlebih lagi untuk anak-anak, beberapa tradisi tersebut mengajarkan mereka untuk menyambut bulan puasa dengan gembira.

Namun untuk hal-hal lain yang masih berbenturan dengan syariat Islam, tentu saja hal ini harus sedikit diperbaiki. Atau setidaknya jangan disatukan dengan syariat Islam itu sendiri. Mari kita jaga tradisi unik orang Sunda jelang Ramadhan dan Idul fitri ini bersama-sama agar terjaga hingga masa depan.

Categories
Serba serbi

√49+ Mengenal Kesenian Kuda Lumping, Unik Tapi Mistis

Mengenal Kesenian Kuda Lumping, Unik Tapi Mistis

Mengenal Kesenian Kuda Lumping, Unik Tapi Mistis
Mengenal Kesenian Kuda Lumping, Unik Tapi Mistis

Kesenian kuda lumping merupakan salah satu kesenian yang sangat populer terutama di wilayah Jawa. Ini merupakan salah satu kesenian yang banyak sekali ditemukan ketika masyarakat Jawa mengadakan hajatan.

Kuda lumping biasanya terbuat dari anyaman bambu yang diberikan berbagai macam hiasan sehingga menyerupai kuda lumping. Kuda lumping nantinya akan dijadikan sebagai alat oleh orang-orang untuk menari.

Kesenian kuda lumping biasanya dilakukan oleh banyak orang sekaligus sebaiknya atau perempuan maupun laki-laki. Nantinya orang-orang yang menggunakan seragam sama dan juga menaiki kuda lumping akan menari secara beriringan dengan gerakan yang sama.

Salah satu hal yang sangat menarik dari tari kuda lumping yaitu adalah terjadinya kesurupan yang biasanya terjadi pada bagian akhir pertunjukan kuda lumping. Adegan kesurupan tersebut menjadi salah satu puncak dari pertunjukan kuda lumping.

Di mana ada berbagai macam hal yang dilakukan oleh para penari kuda lumping, seperti misalnya makan beli, makan kemenyan, dan berbagai macam lainnya. Orang-orang ini harus disadarkan oleh pawang ketika kesurupan agar sadar kembali.

Sejarah Kesenian Kuda Lumping

Menurut sumber yang kami rangkum kesenian ini berasal dari daerah Jawa Timur tepatnya Ponorogo.  Di daerah Ponorogo terdapat sebuah legenda di mana raja Ponorogo selalu mengalami kekalahan ketika berupa .

Hal tersebut tentunya membuat Raja Ponorogo sedih dan gundah. Akhirnya dia pergi ke pertapaan untuk meminta pertolongan dari dewa jawata.

Dewa jawata memberikan saran untuk menyiapkan pasukan berkuda. Nantinya pasukan berkuda tersebut diiringi dengan bande dan juga rawe-rawe, sehingga nantinya bisa memenangkan peperangan.

Ternyata bande dan rawe-rawe tersebut maupun para prajurit memiliki semangat yang luar biasa ketika berperang.  Ketika sedang berperang para prajurit seperti mabuk dan tidak sadarkan diri akan tetapi dengan sangat luar biasa menebas kepala musuh lawan.

Karena semangat perang prajurit yang sangat luar biasa itu membuat Raja Ponorogo tersebut berhasil mendapatkan kemenangan. Untuk menghormati jasa dewa yang telah memberikan saran maka dibuatlah pertunjukan tarian dengan menunggangi kuda tersebut.

Seiring dengan perkembangan zaman, akhirnya tarian tersebut menjadi sebuah kesenian yang sekarang dikenal sebagai tarian kuda lumping.  Saat ini, tarian kuda lumping dikenal di Jawa Tengah, Jawa Timur dan juga Daerah Istimewa Yogyakarta.

Makna Tarian Kesenian Kuda Lumping

Ini merupakan salah satu pertunjukan seni yang menggabungkan alam nyata dengan alam gaib. Bagi seseorang yang mungkin cara menonton pertunjukan ini akan dibuat sangat kagum dengan adegan berbahaya yang diperagakan oleh para penari kuda lumping ketika kesurupan.

Ada banyak hal yang tidak masuk di akal seperti misalnya memakan hewan mentah, memakan beling, hingga tidak terluka ketika terkena oleh benda tajam. Ini merupakan sebuah pertunjukan seni yang sangat menarik untuk ditonton.

Selain menghadirkan pertunjukan yang sangat unik, tarian kuda lumping juga memiliki makna. Berikut beberapa makna yang terkandung pada tarian kuda lumping.

1. Gambaran watak manusia

Tarian kesenian kuda lumping ternyata menggambarkan watak seorang manusia. Dimana watak manusia tentunya berbeda beda. Dimana ada yang memiliki watak baik, dan ada yang memiliki watak buruk.

Hal ini tergambar cerah seketika para penari memulai tarian dengan sangat halus dan lemah lembut. Akan tetapi semuanya berubah ketika terdapat roh gaib yang memasuki tubuh mereka.

Para penari menjadi sosok yang sangat beringas dan juga kejam.  Ketika kesurupan, para penari tidak sadarkan diri dan melakukan hal-hal yang mungkin tidak pernah terpikirkan untuk orang normal.

2. Membuktikan jika alam gaib itu ada

Ketika Anda menonton kesenian kuda lumping, mungkin Anda akan menyadari Jika kehidupan di alam gaib benar-benar ada. Karena Anda akan melihat dengan mata kepala sendiri orang-orang yang kesurupan dan melakukan hal-hal yang tidak normal.

Tentunya tanpa bantuan dari makhluk gaib tersebut orang-orang tidak akan bisa melakukannya. Bayangkan saja, bagaimana jika orang normal menelan bening secara mentah-mentah tentunya akan membuat orang tersebut terluka parah bahkan meninggal dunia.

3. Bentuk pelestarian kesenian tradisional

Kesenian kuda lumping juga menjadi salah satu bentuk kepedulian masyarakat untuk melestarikan tradisi yang sudah ada secara turun menurun.  Kesenian tradisional tentunya harus terus dilestarikan agar tetap ada dan bisa dinikmati oleh generasi selanjutnya.

Saat ini sebagian besar generasi muda, lebih suka untuk menikmati permainan online dibandingkan melestarikan kesenian tradisional. Oleh karena itu, menjadi tugas kita bersama untuk membuat tarian kuda lumping tetap lestari.

Pemain Pada Kesenian Kuda Lumping Dan Fungsinya

Biasanya pemain kuda lumping berkisar antara 12 sampai 20 orang. Setiap orang nantinya akan memiliki peran masing-masing.  Berikut berbagai macam pemain yang ada pada kuda lumping beserta dengan fungsinya.

1. Pawang

Pawang merupakan salah satu bagian paling penting di dalam pertunjukan kuda lumping. Dimana seorang pawang adalah orang yang memiliki kekuatan ghaib untuk mengatur jalannya pertunjukan kuda lumping.

Nantinya seorang pawang akan memberikan mantra-mantra agar para penari dimasuki oleh roh gaib. Selain itu seorang pawang juga memiliki tugas untuk menyadarkan mereka ketika kesurupan saat pertunjukan akan segera diakhiri.

2. Penari kuda

Pemain pada kesenian kuda lumping selanjutnya yaitu adalah penari kuda. Fungsi dari penari kuda sudah sangat jelas yaitu adalah menari dengan menggunakan kuda lumping yang telah disediakan sebelumnya.

Biasanya para penari Menggunakan seragam yang sama dan berdandan seperti seorang prajurit.  Nantinya para penari ini akan dibuat mabuk dan juga kesurupan sehingga melakukan hal-hal seperti binatang.

3. Sinden

Pada pertunjukan kesenian kuda lumping ada juga akan menemukan seorang sinden. Fungsi seorang sinden disini yaitu adalah untuk membawakan beberapa lagu untuk mengiringi para pemain ketika menunggangi kuda kudaan.

4. Pemain musik

Dalam pertunjukan kuda lumping juga akan diiringi dengan musik. Ada berbagai macam alat musik yang digunakan seperti misalnya gendang, saron, gong, kempul  dan masih banyak lainnya.

Kesenian Kuda Lumping Sangat Aman Untuk Ditonton

Ketika Anda Mendengar beberapa penjelasan diatas, mengenai para penari yang kesurupan dan berperilaku seperti hewan mungkin akan sedikit ada rasa takut untuk menontonnya.

Sebagai catatan, pertunjukan kuda lumping dilakukan oleh orang-orang yang telah profesional di bidangnya masing-masing. Oleh karena itu Anda tidak perlu takut atau khawatir ketika menonton pertunjukan kuda lumping.

Karena nantinya ada seorang pawang yang akan mengendalikan jalannya pertunjukan. Bisa dipastikan jika tidak akan ada serangan terhadap penonton. Karena ketika kesurupan para pemain tetap berada dibawah kendali pawang.

Mereka hanya akan bersikap seperti hewan akan tetapi tidak akan melukai orang lain. Tanya para penari ketika kesurupan akan tetap menari dan juga melakukan hal-hal yang diluar nalar akan tetapi hanya terbatas pada tempat pertunjukan saja.

Pertunjukan kuda lumping bisa dikatakan sangat aman bahkan untuk anak-anak sekalipun. Membawa anak-anak untuk menonton pertunjukan kuda lumping juga merupakan salah satu cara memperkenalkan kesenian tradisional kepada anak.

Menonton kuda lumping bisa menjadi ide yang sangat baik untuk menghabiskan waktu luang bersama dengan keluarga. Kesenian kuda lumping bisa memberikan hiburan yang sangat menarik dan juga menegangkan.

Categories
Serba serbi

√49+ Mengenal Tradisi Gigi Runcing Suku Mentawai

Mengenal Tradisi Gigi Runcing Suku Mentawai

Mengenal Tradisi Gigi Runcing Suku Mentawai
Mengenal Tradisi Gigi Runcing Suku Mentawai

Salah satu tradisi unik dari suku Mentawai itu adalah tradisi gigi runcing. Mentawai diangkat menjadi salah satu suku tertua di dunia yang menetap di wilayah Sumatera Barat.

Indonesia merupakan sebuah negara yang kaya akan sekali adat, suku, dan budaya. Adat dan budaya Indonesia membuat negara Indonesia semakin indah. Keberagaman adat dan budaya juga membuat masyarakat Indonesia semakin erat menjaga persatuan.

Suku Mentawai telah ada sejak 500 SM. Ini merupakan suku yang sangat menjaga kearifan lokal. Di mana suku Mentawai menganggap bahwa hutan adalah jantung kehidupan.

Oleh karena itu, jangan heran jika suku Mentawai sangat menjaga kelestarian alam. Sebagian besar masyarakat suku Mentawai juga hidup dari hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Sebagai salah satu suku yang menjaga kearifan lokal membuat suku Mentawai memiliki banyak sekali tradisi yang unik. Salah satu tradisi yang begitu menarik perhatian yaitu adalah tradisi gigi runcing yang diperuntukkan bagi para wanita yang menginjak usia dewasa.

Selain tradisi meruncingkan gigi suku ini juga memiliki banyak sekali hal unik yang tidak ditemukan pada suku-suku lain di Indonesia.

Berbagai Hal Unik Mengenai Suku Mentawai

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya jika suku ini memiliki berbagai macam kekayaan adat dan budaya. Berikut beberapa hal unik yang akan Anda temui pada suku Mentawai.

1. Tato

Ketika Anda melihat suku Mentawai mungkin akan melihat tato yang berada di tubuhnya. Melakukan tato pada tubuh merupakan salah satu tradisi yang ada pada suku Mentawai.

Tato pada suku Mentawai sering disebut sebagai titi.  Untuk bisa mendapatkan tato ternyata suku Mentawai tidak bisa sembarangan. Karena ada upacara adat yang harus dilakukan terlebih dahulu.

Selain itu, ada beberapa peraturan atau pantangan yang harus dilakukan ketika ingin menggunakan tato. Tato pada suku Mentawai biasanya ditemukan pada laki-laki atau perempuan yang sudah memiliki umur dewasa.

2. Rumah adat suku Mentawai

Rumah adat suku Mentawai biasa disebut sebagai Uma. Uma Terbuat dari bahan utama kayu. Salah satu yang sangat unik dari rumah adat Uma yaitu adalah tidak ada paku yang digunakan untuk membangun rumah adat satu ini.

Rumah adat Uma biasanya terbagi menjadi dua ruangan. Pada bagian depan ruangan biasanya dibuat tanpa dinding yang digunakan untuk berkumpul. Ruangan lainnya dibuat berdinding untuk tidur dan dapur.

Sebagai pengetahuan tambahan rumah adat rumah juga dibagi menjadi dua wilayah.  Pada wilayah kanan rumah adat Uma digunakan untuk kepala suku dan juga para lelaki, sedangkan bagian kiri untuk tamu dan juga para wanita.

3. Tradisi gigi runcing

Tradisi ini digunakan sebagai simbol kecantikan para wanita suku Mentawai. Jadi wanita suku Mentawai dianggap semakin cantik ketika memiliki gigi yang runcing.

Menurut sumber yang kami rangkum, tradisi ini semakin ditinggalkan oleh wanita suku Mentawai.  Walaupun saat ini, masih cukup banyak wanita Mentawai yang mempertahankan tradisi ini.

4. Tradisi seikerei

Orang yang dianggap memiliki kekuatan spiritual dan memiliki kedekatan dengan para leluhur disebut sebagai seikerei di suku Mentawai.

Salah satu kemampuan dimiliki oleh seorang seikerei yaitu adalah dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Salah satu simbol yang terdapat pada seikerei yaitu adalah tato bermotif si balu balu.

Cara yang dilakukan oleh seikerei untuk menyembuhkan penyakit orang lain yaitu adalah dengan memberikan ramuan dan juga tarian khusus.  Tarian khusus tersebut berfungsi untuk memanggil leluhur agar ramuan manjur untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Pengertian Tradisi Gigi Runcing

Meruncingkan gigi dengan cara dikeringkan tentunya akan memberikan rasa sakit dan ngilu. Mungkin bagi Anda orang di era modern ini terdengar aneh dan juga mungkin sama sekali tidak tertarik untuk melakukannya.

Akan tetapi, meruncingkan gigi untuk wanita Mentawai adalah salah cara untuk menunjukkan kecantikan. Jadi semakin runcing gigi wanita Mentawai maka akan dianggap semakin cantik.

sehingga tidak mengherankan jika ada banyak wanita Mentawai yang rela menahan rasa sakit Walaupun mungkin di era modern seperti saat ini beberapa wanita sudah meninggalkan tradisi meruncingkan gigi.

Tradisi gigi runcing adalah salah satu tradisi dari sekian banyak tradisi yang dimiliki oleh suku Mentawai. Untuk mengerik gigi biasanya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit. Total, terdapat sebanyak 20 gigi yang harus dikerik oleh wanita suku Mentawai.

Tradisi menghargai wanita Mentawai dilakukan setelah memasuki usia dewasa. Hal ini dikarenakan proses ini mungkin akan sangat menyakitkan. Akan tetapi demi melestarikan tradisi dan tampil cantik banyak wanita mentawai yang melakukannya.

Sejarah Tradisi Gigi Runcing

Tradisi meruncingkan gigi yang dilakukan oleh wanita suku Mentawai sudah ada sejak zaman dahulu. Bisa dibayangkan bagaimana rasa sakit yang harus ditahan oleh wanita suku Mentawai ketika menjalankan tradisi ini.

Selain sebagai simbol kecantikan, meruncingkan gigi juga sebagai salah satu tanda bahwa wanita pertama sudah memasuki usia dewasa.  Walaupun harus menahan rasa sakit, sepertinya tidak menjadi masalah untuk wanita suku Mentawai demi tampil cantik.

Akan tetapi, tradisi gigi runcing saat ini sudah tidak menjadi kewajiban untuk wanita suku Mentawai. Biasanya tradisi ini sekarang hanya dilakukan oleh istri-istri dari kalangan yang dihormati di suku Mentawai.

Biasanya proses meruncingkan gigi dilakukan oleh para wanita menjelang pernikahannya. Sebenarnya pada tradisi ini terdapat makna yang lebih dalam dari pada simbol kecantikan.

Tradisi gigi runcing dianggap sebagai salah satu kepercayaan masyarakat Mentawai untuk menjaga keseimbangan tubuh dan jiwa. Menurut kepercayaan suku Mentawai manusia memiliki dua wujud yang tidak akan pernah musnah.

Salah satu kepercayaan yang cukup unik yaitu adalah jika seseorang tidak menyukai penampilan fisiknya maka akan mendapatkan penyakit.  Untuk itu para wanita Mentawai Rela bersakit-sakit menjalankan tradisi gigi runcing demi terhindar dari penyakit dan juga memiliki umur yang panjang.

Proses  Meruncingkan Gigi Suku Mentawai

Tradisi meruncingkan gigi ternyata tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang. Orang yang berhak melakukan prosesi adat ini yaitu adalah ketua adat dari suku Mentawai.

Alat yang digunakan untuk melakukan proses peruncingan gigi terbuat dari  biasanya terbuat dari kayu atau besi yang telah diasah.  Proses biasanya akan berjalan selama 30 menit tanpa istirahat.

Cara yang dilakukan oleh wanita suku Mentawai untuk menahan rasa sakit ketika prosesi tradisi gigi runcing sangat sederhana. Para wanita suku Mentawai biasanya menahan rasa sakit dengan cara menggigit pisang mentah yang masih keras.

Ketika ketua suku sudah menyelesaikan pengerjaan satu gigi nantinya wanita Mentawai akan diberikan waktu istirahat yang singkat. Proses akan terus dilanjutkan sampai seluruh gigi dikerik.

Tidak bisa dipungkiri jika ada berbagai macam suku di Indonesia yang memiliki tradisi sangat unik. Tradisi gigi runcing adalah salah satu tradisi yang sangat unik dan kita sebagai warga negara Indonesia harus menghargai dan menghormati tradisi tersebut.

Categories
Serba serbi

√49+ Mengenal Tradisi Sedekah Bumi Sebagai Wujud Syukur

Mengenal Tradisi Sedekah Bumi Sebagai Wujud Syukur

Mengenal Tradisi Sedekah Bumi Sebagai Wujud Syukur
Mengenal Tradisi Sedekah Bumi Sebagai Wujud Syukur

Tradisi sedekah bumi adalah salah satu tradisi yang banyak dilakukan oleh masyarakat Jawa. Ini merupakan tradisi yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada Tuhan, karena memberikan hasil bumi yang melimpah sehingga bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Acara ini biasanya dilakukan pada awal bulan Muharram atau bulan Sura. Ketika prosesi acara berlangsung nantinya masyarakat desa akan berkumpul di tempat yang telah ditentukan sebelumnya.

Biasanya tempat yang dijadikan untuk tempat berkumpul yaitu adalah tempat yang luas dan juga sakral. Karena nantinya pada tempat tersebut akan ditempati oleh banyak orang  dan dilakukan berbagai macam prosesi sedekah bumi.

Masyarakat nantinya akan memberikan berbagai macam sesajen ketika tradisi sedekah bumi. Biasanya sesajen yang diberikan yaitu adalah berbagai macam hasil bumi yang didapatkan seperti misalnya singkong, padi,  sayuran, buah-buahan dan lain sebagainya.

Di beberapa daerah juga melakukan penyembelihan hewan kurban. Ini merupakan salah satu tradisi masyarakat Jawa yang sangat unik dan juga memiliki pesan yang sangat mendalam mengenai rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Makna Tradisi Sedekah Bumi

Sedekah bumi merupakan salah satu tradisi yang memiliki makna sangat dalam. Sedekah bumi ini, menurut sumber yang kami rangkum berasal dari ajaran Islam yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga ketika menyebarkan Islam di Jawa.

Salah satu media yang digunakan oleh Sunan Kalijaga untuk menyebarkan agama Islam di Jawa yaitu adalah dengan menggunakan wayang. Ini dilakukan oleh Sunan Kalijaga untuk memudahkan masyarakat Jawa memahami mengenai berbagai macam ajaran Islam.

Sebagai contoh saja, terdapat salah satu pemeran dalam Wayang yang bernama Werkudara. Werkudara ini digambarkan sebagai salah satu sosok yang tidak memiliki kemampuan untuk jongkok. Hal ini disangkutkan dengan pergerakan di dalam shalat yang tidak ada pergerakan jongkok.

Dalam tradisi sedekah bumi terdapat berbagai macam doa dan tahlil yang dilantunkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ini merupakan salah satu ajakan untuk selalu bersyukur dengan pemberian Tuhan.

Tradisi ini mengajak seluruh umat Islam untuk selalu ingat dengan kebesaran Tuhan. Karena sejatinya nantinya seluruh manusia akan mati dan juga kembali kepada sang pencipta.

Makna yang terkandung di dalam sedekah bumi ini sudah sangat jelas yaitu adalah menunjukkan rasa terima kasih kepada Tuhan karena telah memberikan rezeki yang banyak dan berlimpah untuk memenuhi segala kebutuhan hidup di dunia.

Prosesi Tradisi Sedekah Bumi

Sedekah bumi merupakan salah satu tradisi yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Jawa yang menjalani profesi sebagai seorang petani di sawah. Ini merupakan salah satu wujud rasa syukur terhadap hasil bumi yang diberikan.

Ada beberapa proses yang dilakukan dalam sedekah bumi. Berikut penjelasan mengenai tiga Proses yang biasanya dilakukan ketika sedekah bumi.

1. Nyekar

Prosesi tradisi sedekah bumi yang biasanya dilakukan pertama kali yaitu adalah nyakar. Yang merupakan sebuah proses yang berguna untuk menghormati jasa para leluhur sebelumnya.

2. Kenduri

Prosesi yang dilakukan selanjutnya yaitu adalah kenduri. Kenduri ini merupakan acara makan bersama berbagai macam hasil bumi yang telah didapatkan.

Biasanya masyarakat akan memberikan beberapa hasil bumi untuk dikumpulkan. Setelah itu nantinya masyarakat akan berkumpul untuk menyantap makanan tersebut.

Di beberapa daerah juga melakukan penyembelihan hewan qurban. Nantinya hewan tersebut akan dimasak secara bersama-sama kemudian disuguhkan ketika acara makan bersama.

Kegiatan memasak ini merupakan sebuah simbol dari para buyut yang merawat anak cucunya. Selain simbol buyut yang merawat cucunya, ini juga menunjukkan simbol kemakmuran yang diberikan kepada anak cucu.

3. Tayuban

Prosesi sedekah bumi yang ketiga yaitu adalah Tayuban. Tayuban merupakan sebuah acara di mana masyarakat akan menari bersama dan berpasangan. Tujuan utamanya yaitu adalah untuk merekatkan masyarakat dan meningkatkan rasa kebersamaan.

Manfaat Tradisi Sedekah Bumi

Sedekah bumi merupakan tradisi yang dipertahankan secara turun menurun oleh masyarakat jawa, khususnya mereka yang tinggal di desa. Salah satu alasan utamanya yaitu adalah karena tradisi ini memberikan banyak sekali manfaat.

Berikut berbagai macam manfaat yang didapatkan oleh masyarakat yang menjalankan sedekah bumi.

1. Rezeki yang melimpah

Tradisi sedekah bumi merupakan sebuah tradisi untuk mengucapkan rasa syukur terhadap rezeki yang diberikan oleh Tuhan. Ketika seseorang bersyukur dengan rezeki yang diberikan nantinya rezeki akan ditambah.

Untuk itu, salah satu manfaat yang didapatkan ketika menjalankan sedekah bumi yaitu adalah rezeki yang terus meningkat. Masyarakat jawa percaya, jika dengan menjalankan sedekah bumi nantinya hasil bumi akan melimpah.

2. Sarana mempererat hubungan masyarakat

Tradisi sedekah bumi juga memberikan manfaat untuk mempererat hubungan masyarakat. Dimana nantinya ketika acara sedekah bumi masyarakat akan berkumpul di suatu tempat dan saling bergotong-royong menyelenggarakan acara tersebut.

Masyarakat akan bersukaria dengan hasil bumi yang didapatkan. Tentunya acara seperti ini bisa meningkatkan hubungan antar masyarakat untuk saling mendukung satu sama lain.

Berbagai macam acara yang ada pada sedekah bumi membuat masyarakat saling berkomunikasi dan juga saling bahu-membahu. Sudah seharusnya dalam kehidupan masyarakat saling tolong menolong dalam hal kebaikan.

3. Mengingatkan manusia akan kebesaran Tuhan

Tradisi sedekah bumi adalah salah satu cara umat Islam untuk mengingat kebesaran Tuhan. Dalam acara ini banyak sekali dengan doa-doa dan juga tahlil atas semua nikmat yang telah diberikan.

Ini juga merupakan salah satu wujud rasa terima kasih untuk hasil bumi yang sangat melimpah. Pada ini intinya sedekah bumi ini merupakan salah satu prosesi adat yang mengajarkan manusia untuk selalu bersyukur dan mengingat Tuhan Yang Maha Esa.

Tradisi Sedekah Bumi Yang Terus Dilestarikan Oleh Masyarakat Jawa

Dari sekian banyak tradisi yang ada di Jawa, sedekah bumi merupakan salah satu tradisi yang terus  dilestarikan di berbagai macam wilayah di Jawa.

Sebagian besar masyarakat yang menjalankan tradisi ini adalah masyarakat desa yang memiliki profesi sebagai nelayan atau petani. Ini merupakan salah satu cara untuk berterima kasih terhadap seluruh rezeki yang didapatkan oleh para petani dan juga nelayan.

Perlu Anda ketahui, tidak semua daerah di Jawa Tengah menjalankan sedekah bumi. Prosesi sedekah bumi biasanya hanya dilakukan satu kali dalam satu tahun.

Oleh karena itu, ketika Anda berkunjung ke Jawa, belum belum tentu bisa menemui kegiatan adat satu ini. Jika Anda ingin melihat langsung prosesi sedekah bumi maka harus datang di waktu yang tepat.

Biasanya masyarakat lokal Sangat terbuka untuk orang-orang yang ingin ikut dalam acara sedekah bumi.  Itu artinya, Anda tidak hanya bisa melihat secara langsung akan tetapi juga bisa ikut terlibat dalam acara tersebut.

Sudah tidak perlu diragukan lagi bahwa Indonesia merupakan sebuah negara yang sangat kaya akan adat dan budaya. Tentunya akan sangat indah jika masyarakat Indonesia terus mempertahankan berbagai macam adat istiadat yang sudah dilakukan secara turun menurun.

Seperti misalnya sedekah bumi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa Tengah. Tradisi sedekah bumi ini merupakan salah satu tradisi yang harus dilestarikan karena memberikan manfaat yang sangat besar.

Categories
Serba serbi

√49+ Jenis Budaya dari Jawa Tengah yang Masih Dikenal Saat Ini

Jenis Budaya dari Jawa Tengah yang Masih Dikenal Saat Ini

Jenis Budaya dari Jawa Tengah yang Masih Dikenal Saat Ini

Budaya dari Jawa Tengah menjadi yang paling dikenal sebagian penduduk di Indonesia. Memang benar apabila setiap daerah tertentu di negara Indonesia memiliki tradisi dan kesenian masing-masing, khususnya seperti Jawa Tengah.

Pulau Jawa beserta masyarakat di dalamnya memiliki sejarah panjang dalam melestarikan kebudayaan dari nenek moyang. Kemajuan era teknologi tidak menyurutkan semangat masyarakat dalam mendalami setiap budaya yang ada.

Mengingat budaya turun temurun sudah seharusnya untuk dilestarikan supaya tidak hilang. Setiap kebudayaan di seluruh penjuru daerah pasti memiliki keunikan sendiri, yang berarti tidak pernah sama dengan budaya wilayah lain.

Sudah menjadi rahasia umum apabila budaya dari Jawa Tengah menjadi kebudayaan terpopuler dan ramai peminat untuk mempelajarinya. Sebab untuk melestarikan sebuah budaya butuh sebuah kekompakan agar diteruskan ke anak cucu.

Kebudayaan awalnya tercipta dari kebiasaan kehidupan nenek moyang zaman dahulu yang kemudian menjadi adat. Tentunya ada budaya biasa dan juga berkaitan dengan keagamaan, masyarakat juga disarankan mempelajari terus menerus.

Dengan melestarikan setiap kebudayaan, penerus bangsa dapat merasakan setiap warisan nenek moyang secara baik. Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus harus tetap memegang erat warisan dari nenek moyang terdahulu.

Sebagai penduduk Indonesia, Anda harus tahu jenis budaya yang asli dari wilayah Jawa Tengah. Untuk mengetahui jenis-jenis budaya asal Jawa Tengah saat ini, Anda bisa mengikuti penjelasan berikut hingga selesai.

Budaya dari Jawa Tengah Terkenal, Sadranan dan Syawalan

Dimulai dari wilayah Jawa Tengah, tentu saja ada banyak budaya yang harus diketahui agar Anda bisa ikut melestarikan. Umumnya kebudayaan asal Jawa Tengah masih dikenal masyarakat luas sampai sekarang.

Urutan pertama, kebudayaan cukup terkenal asal Jawa Tengah ada tradisi Sadranan. Sebagian besar masyarakat Jawa sampai sekarang masih merayakan tradisi tersebut atau lebih dikenal yaitu budaya Nyadran.

Nyadran merupakan budaya dari Jawa Tengah yang dilakukan dengan menggelar doa untuk leluhur atau keluarga yang telah meninggal. Hal tersebut dilakukan bertujuan supaya dosa-dosa dapat diampuni dengan doa di makam.

Dalam rangka Sadranan, masyarakat menjalani budaya ini setiap sebelum bulan Ramadhan akan datang. Tepatnya sebelum puasa datang, masyarakat Muslim asal Jawa Tengah ramai-ramai mendatangi makam keluarga atau para leluhur pendahulu.

Masih budaya dari Jateng terdapat tradisi Syawalan yang dilakukan maksimal 7 hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Syawalan biasa dilakukan dengan ciri membuat ketupat untuk disajikan kepada keluarga atau kerabat.

Budaya dari Jawa Tengah Syawalan masih dilestarikan sampai saat ini, sehingga tidak ada orang yang melupakannya. Karena kaum Muslim di Jawa Tengah selalu memperingati Syawalan setiap tahun sekali.

Jika Anda sebelumnya bingung kenapa lebaran identik dengan menu makanan ketupat, tradisi Syawalan adalah jawabannya. Jadi tidak perlu khawatir bagi masyarakat daerah lain juga bisa mengikuti kebudayaan ini lho.

Budaya Unik Jawa Tengah dengan Istilah Wetonan

Sebagai orang asli Jawa, Anda harus tahu jenis kebudayaan selanjutnya yang akan kami jelaskan lebih lengkap. DI tanah Jawa Tengah, pelestarian budaya Wetonan sampai sekarang masih dikenal dan dilakukan masyarakat.

Seperti dengan bahasa Jawa, arti Wetonan adalah bayi yang baru saja lahir untuk dirayakan sekaligus diberikan doa. Tujuan tradisi Wetonan agar bayi terhindar dari berbagai bahaya dan mampu meraih rezeki.

Bukan hanya itu, Wetonan sebagai budaya dari Jawa Tengah bertujuan agar bayi memiliki keberuntungan lebih selama menjalani hidupnya. Penyambutan bayi yang baru saja lahir bisa dilakukan dengan sederhana atau meriah.

Dalam menjalani kebudayaan Wetonan, biasanya seseorang membuat makanan untuk dibagikan ke tetangga sekitar rumah. Perayaan bayi lahir di dunia dengan segenap doa dan harapan dipastikan bisa membuatnya hidup tanpa bahaya.

Jenis kebudayaan lain yang asli dari Jawa Tengah tepatnya di kota Wonosobo, ada istilah upacara Ruwatan. Kegiatan di upacara Ruwatan dilakukan dengan tujuan agar anak-anak berambut gimbal terhindar dari keburukan.

Karena dalam budaya dari Jawa Tengah, seorang anak yang punya rambut gimbal terlihat seperti buto ijo. Karena watak dan sikap buto ijo buruk, maka upacara Ruwatan dilakukan supaya terhindar darinya.

Pelestarian upacara Ruwatan hanya dilakukan satu kali dalam setahun dan di tempat yang sama yaitu daerah Wonosobo, Jawa Tengah. Oleh karena itu upacara Ruwatan masuk sebagai budaya terunik asal Jateng.

Budaya dari Jawa Tengah, Upacara Larung Saji

Masih ada jenis budaya lain seperti halnya upacara Larung Saji yang terkenal di Jawa Tengah. Dalam upacara Larung Saji dilakukan dengan melepaskan berbagai jenis makanan hasil panen beserta hewan sembelihan.

Dengan dilenyapkan bahan-bahan tersebut ke laut, tentu saja sebagai gambaran bersyukur atas pemberian dari Tuhan. Setelah upacara Larung Saji dilakukan, harapannya agar hasil penangkapan dari laut kepada nelayan semakin tinggi.

Alhasil budaya dari Jawa Tengah ini bisa membuat para nelayan lebih bersyukur disaat menangkap hewan asal laut. Tradisi Larung Saji masih dilakukan sampai sekarang oleh sebagian besar nelayan asal Jateng.

Dalam melakukan Larung Saji, para nelayan biasanya berkumpul di lautan untuk dilaksanakan bersama-sama. Terkenalnya upacara Larung Saji kerap dilakukan baik dari laut Jawa Tengah bagian selatan atau utara.

Selanjutnya, yang cukup unik selanjutnya adalah tradisi Mitoni atau biasa dikenal upacara Tingkeben. Hal ini dilakukan masyarakat asli Jawa Tengah untuk memperingati usia kandungan 7 bulan.

Karena waktu 7 bulan usia kandungan, bayi sudah mempunyai roh yang bisa didoakan oleh keluarga dan kerabat terdekat. Tentunya tujuan dari Mitoni agar bayi dapat lahir dengan sehat tanpa masalah.

Mitoni juga digelar secara unik yaitu dengan memandikan seorang perempuan hamil berusia 7 bulan oleh 7 orang tua. Setelah dimandikan, ada doa-doa khusus diberikan kepada bayi beserta perempuan selama mengandung.

Tradisi Mistis Brobosan di Bawah Jenazah

Tradisi selanjutnya asal Jawa Tengah adalah brobosan di bawah jenazah yang diangkat menggunakan peti. Brobosan dulu dikenal luas oleh masyarakat, namun lambat laun kebudayaan ini mulai dilupakan.

Budaya dari Jawa Tengah jenis Brobosan dilakukan dengan menerobos jalan di bawah jenazah yang dibawa orang pakai peti. Biasanya seseorang yang menerobos dari kalangan anak, cucu, keluarga, dan saudara terdekat.

Adat Brobosan di Jawa Tengah dilakukan dengan 3 kali melewati bawah kolong jenazah. Cukup mistis bukan? Tetapi keunikan budaya ini tidak bisa Anda temukan di wilayah lain lho.

Kebudayaan tidak kalah populer asli Jawa Tengah selanjutnya adalah peringatan Malam Satu Suro. Tradisi ini selalu dilakukan di malam hari oleh seseorang yang tinggal di keraton Solo ataupun Yogyakarta.

Dalam memperingati Malam Satu Suro sebagai budaya dari Jawa Tengah dikenal dengan adanya kerbau yang dikeluarkan dari keraton. Kerbau digiring untuk mengelilingi sekitar keraton untuk kembali dimasukkan ke kandang.

Konon ketika kerbau milik keraton Yogyakarta atau Solo mengeluarkan kotoran bisa diambil untuk dijadikan keberuntungan. Namun mitos tersebut hanya dipercayai oleh sebagian orang Jawa yang mengikuti para nenek moyang.

Melihat banyaknya adat istiadat asli Jawa Tengah, Anda harus meneruskan dan melestarikannya. Jangan sampai dengan dikenalnya budaya dari Jawa Tengah tersebut justru dilupakan, karena memiliki arti dan maksud positif.

Categories
Serba serbi

√49+ Sejarah Tarian Jaipong Sebagai Kesenian Tradisional Jawa Barat

Sejarah Tarian Jaipong Sebagai Kesenian Tradisional Jawa Barat

Sejarah Tarian Jaipong Sebagai Kesenian Tradisional Jawa Barat
Sejarah Tarian Jaipong Sebagai Kesenian Tradisional Jawa Barat

Pada daerah Jawa Barat sendiri memiliki beragam kesenian dengan Anda dapat mempelajari sejarah tarian jaipong salah satunya. Ketika sudah lebih mengenal tarian ini, maka ada berbagai keindahan didapatkan ketika mengenalnya.

Sudah tidak perlu diragukan lagi, menikmati kesenian berupa tarian yang indah memberikan sebuah efek tersendiri. Nantinya, ketika sudah menikmati kesenian tersebut, ada banyak hal menarik bisa didapatkan secara mudah.

Salah satunya, dengan mengenal secara lebih dalam mengenai sejarah tarian jaipong sendiri. Untuk kesenian ini, merupakan kreasi dilakukan oleh Gugum Gumbira, sebagai seniman berasal dari daerah Bandung.

Dikatakan di dalam buku asal usul beserta perkembangan dari tarian Jaipong sendiri. Dijelaskan secara terperinci, jika tarian berasal dari Jawa Barat, serta merupakan sebuah genre yang menarik sejak zaman dahulu.

Sudah tidak perlu diragukan lagi, sejarahnya untuk karya dari Gugum Gumbira Tirasondjaja tersebut. Dikatakan sudah ada sejak tahun 1976 lalu hingga saat ini, setelah berbagai macam perkembangan zaman.

Kebudayaan dari kesenian mempelajari mengenai sejarah tarian jaipong sendiri merupakan hal menyenangkan. Di mana Anda, dapat melihat berbagai perubahan terjadi hingga saat ini dalam seni tari tersebut.

Ciri khas menarik ketika seseorang menarikan jaipong adalah gerak dilakukan. Pergerakan ketika menarikan jaipong adalah lincah juga menggunakan tempo cepat, sehingga terlihat lebih atraktif saat dimainkan.

Hingga saat ini, kebudayaan dari tarian Jawa Barat tersebut terus dilestarikan oleh banyak orang. Tidak menghilangkan kebudayaan serta terus menciptakan hal menarik menjadi sebuah kesenian yang memberikan hal luar biasa.

Belajar Kembali Mengenai Sejarah Tarian Jaipong

Seperti yang sudah diketahui secara jelas, jika tari Jaipong sendiri berasal dari daerah Jawa Barat. Jaipong sendiri sudah termasuk di dalam sebuah tari yang berjenis modern dengan telah dilakukan modifikasi.

Untuk jenis seni ini, sudah dikembangkan dari tari tradisional khas dari Sunda Ketuk Tilu. Nah, dengan pengembangan dilakukan tersebut, maka jaipong menjadi semakin terkenal dengan tarian rancak.

Gugum Gumbira sendiri sebagai pencipta juga menceritakan sejarah tarian jaipong secara lebih mendalam. Dikatakan oleh Gugum jika pada lingkungan sekitar wilayah rumahnya terdapat banyak seniman.

Termasuk juga ayah serta ibu beliau merupakan seorang seniman sehingga sudah bukan hal asing lagi. Karena telah terbiasa terhadap seniman tersebut, maka kesenian tradisional sudah menjadi keseharian dilihat olehnya.

Maka dari itu, ketika pada tahun 1965 dari Presiden Soekarno, memberikan sebuah pengumuman. Pengumuman berupa larangan mengikuti kesenian asing, menciptakan sebuah hal baru, melihat keadaan sedang terjadi ini.

Dari sinilah sejarah tarian jaipong dimulai, dengan Gugum menjadi galau karena dirinya sedang berkuliah di Bandung. Dirinya hobi untuk berdansa serta menari, namun dilarang keras oleh pemerintah melakukan hal tersebut.

Dalam menanggapi keadaan tersebut, maka kemudian Gugum serta teman – temannya kembali pada seni tradisional. Menekuni kebudayaan tradisional tersebut bersama dengan teman lainnya, menciptakan sebuah hal positif.

Mulai dari tahun 1967 hingga tahun 1974, sang seniman melakukan survei pada berbagai daerah Jawa Barat. Memahami mengenai kesenian daerah di berbagai wilayah Jawa Barat tersebut, telah membuka minat dari Gugum.

Survei Dilakukan Atas Tarian Jawa Barat

Ketika pertama kali melakukan survei tari melakukannya pada daerah Ciamis dengan mempelajari seni Ronggeng Gunung. Untuk tari ini, dijadikan sebagai ungkapan dilakukan oleh masyarakat terhadap keadaan sedang terjadi.

Menggambarkan sebuah keadaan menggunakan tarian, telah menjadi kekhasan tersendiri diciptakan oleh masyarakat. Kemudian melanjutkan perjalanan sejarah tarian jaipong sendiri Gugum berkunjung ke wilayah Tasikmalaya dalam melanjutkan langkah.

Di sini, dirinya melakukan observasi terhadap kesenian dilakukan pada daerah tersebut. Mulai dari silat, tari hingga tembang, dipelajari dengan baik pada saat pergelaran pentas di setiap malamnya.

Setelah berada pada Tasikmalaya tersebut, selanjutnya berjalan kembali pada wilayah Garut. Di daerah tersebut, sudah terdapat kesenian yang telah dipengaruhi oleh budaya Islam sebagai ciri khas dari wilayah ini.

Survei dilakukan dalam sejarah tarian jaipong sendiri dilanjutkan pada daerah Sumbang, Parahyangan, hingga Sumedang. Kemudian Gugum kembali lagi ke Bandung sebagai wilayah tempat dirinya dilahirkan tersebut.

Setelah melakukan berbagai macam pengamatan di berbagai wilayah tersebut, kemudian dirinya mendapatkan kesimpulan. Jika pada daerah Jawa Barat tersebut, memiliki esensi seni dengan terbagi menjadi 3 macam.

Pertama ada kesenian berupa tari tayub, selanjutnya ada silat, terakhir adalah Ketuk Tilu. Nah, dari hal tersebut kemudian muncullah sejarah tarian jaipong sebagai salah satu budaya di Indonesia yang dilestarikan.

Inspirasi Didapatkan Oleh Sang Seniman Dalam Tari

Berasal dari inspirasi berupa 3 buah jenis tari ada pada Jawa Barat, maka kemudian menghasilkan ide baru. Dari tari Rongggeng Ketuk Tilu, tahun 1979 kemudian berhasil dipentaskan di Hong Kong.

Sebelumnya, tarian ini, merupakan tari pasangan yang kemudian dijadikan sebagai sebuah pertunjukan. Dalam perkembangannya, untuk tari kemudian menceritakan sebuah pergaulan masyarakat terjadi pada masa tersebut.

Dalam sejarah tarian jaipong sendiri tarian Ketuk Tilu kemudian mulai banyak ditampilkan pada berbagai festival. Karena Gugum mengalami kesulitan dalam nama Tari Ronggeng Ketuk Tilu tidak boleh digunakan.

Karena hingga pada masa tersebut, untuk tarian sendiri masih menjadi sebuah kreasi. Maka sang seniman harus menciptakan sebuah nama baru agar digunakan ketika menampilkan kesenian menari dengan lebih leluasa.

Nah, dari sinilah, kemudian dirinya bermula dengan melihat pertunjukan dari Topeng Banjet Dewi Asmara. Kemudian ada juga upacara berupa Jaipong sebagai kata meniru bunyi pukulan gendang sendiri.

Menjadi sebuah inspirasi kemudian digunakan oleh sang seniman tersebut. Dari inspirasi tersebut, menjadi sejarah tarian jaipong dengan lahir nama tari jaipong yang sudah dikenal secara luas hingga saat ini.

Dalam tarian sendiri, juga tidak sembarangan dengan memiliki 3 makna khusus di dalamnya. Terdapat gerakan berupa 3G geol, gitek, juga goyang yang menjadi sebuah ciri khas ketika memainkan kesenian tersebut.

Hal Yang Membuat Masyarakat Menerima Tari

Dari masyarakat sendiri, lebih mengenal untuk tari jaipong sendiri, memiliki sebuah gerakan dinamis serta atraktif. Selain itu, gerakan sensual diiringi dengan irama musik juga menciptakan sebuah keharmonisan dari pertunjukan.

Maka dari itu, tidak heran jika ada banyak orang yang menikmati pertunjukan diberikan dengan menggunakan irama ini. Nada ringan digunakan dalam kesenian juga memberikan dorongan orang – orang ikut bergoyang.

Dari hal tersebut, menciptakan sebuah hal menarik pada sejarah tarian jaipong mulai lahir. Masyarakat dapat menerima tarian tersebut sebagai salah satu hiburan menarik serta telah banyak dikenal secara luas.

Maka dari itu, tidak heran jika pengadaan kesenian tersebut juga telah banyak dilakukan dalam berbagai macam pergelaran kesenian serta festival serta menjadi peramai suasana menjadi lebih hidup dengan tari tersebut.

Untuk tari ini sendiri, juga dikatakan lebih miri dengan tarian bagi para perempuan Sunda. Dari gerakan ditawarkan sendiri, lebih identik dikatakan sebagai pengambaran dari perempuan daerah Sunda masa sekarang.

Gerakan atraktif, dilakukan juga telah menjadi sebuah ciri khas tersendiri membedakan dengan tari lain. Maka dari itu, jika mengenal mengenai sejarah tarian jaipong maka Anda bisa mengetahui berbagai hal menarik.