√37+ Penyebab Terjadinya Inflasi dan Dampaknya bagi Perekonomian

√37+ Penyebab Terjadinya Inflasi dan Dampaknya bagi Perekonomian

Penyebab Terjadinya Inflasi dan Dampaknya bagi Perekonomian
Penyebab Terjadinya Inflasi dan Dampaknya bagi Perekonomian

Pada artikel kali ini, kami akan menjelaskan tentang apa saja penyebab terjadinya inflasi serta dampaknya bagi perekonomian. Inflasi adalah kondisi ekonomi yang ditandai naiknya harga barang maupun jasa.

Di sisi lain, fenomena ekonomi ini juga menunjukkan adanya kemerosotan atau penurunan nilai mata uang. Di waktu lampau, Anda bisa membeli 5 item barang dengan harga 100 ribu. Saat ini, dengan uang 100 ribu Anda hanya bisa membeli 2 item barang yang sama. Inilah contoh dari inflasi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam perekonomian, inflasi menunjukkan stabilitas dan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Ketahui Penyebab Terjadinya Inflasi Berikut

Inflasi adalah hal yang umum terjadi di suatu negara, termasuk Indonesia. Kenaikan harga barang dan jasa menunjukkan bahwa perekonomian suatu negara mengalami pertumbuhan. Adapun penyebab-penyebab inflasi antara lain sebagai berikut.

  1. Meningkatnya Permintaan

Penyebab terjadinya inflasi yang pertama adalah adanya peningkatan terhadap permintaan barang maupun jasa (Demand Pull Inflation). Ada kalanya permintaan suatu barang dan jasa meningkat pada periode tertentu. Sedangkan jumlah stok barang dan jasa yang tersedia tidak bertambah. Ketersediaan stok yang menipis bersamaan dengan terus bertambahnya permintaan membuat harga-harga melonjak naik. Meningkatnya permintaan bukan hanya disebabkan oleh kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi. Akan tetapi juga bisa dikarenakan munculnya hasrat berlebihan dari sekelompok orang untuk mendapatkan barang atau jasa tersebut.

Penyebab terjadinya inflasi akibat tingginya permintaan contohnya terlihat saat mendekati Lebaran. Pada waktu tersebut harga-harga sembako dan kebutuhan lainnya mengalami kenaikan harga karena jumlah permintaan dari masyarakat meningkat.

  1. Jumlah Uang Beredar Semakin Banyak

Jumlah uang beredar yang semakin banyak juga bisa menyebabkan inflasi di suatu negara. Ini disebut juga dengan fenomena Quantity Theory Inflation. Dalam Quantity Theory Inflation, terdapat hubungan keterkaitan antara harga dan jumlah peredaran uang. Penyebab terjadinya inflasi karena Quantity Theory Inflation artinya terjadi peningkatan peredaran jumlah uang di masyarakat.  Sebagai akibatnya, harga barang maupun jasa juga ikut melonjak. Suatu negara yang menerapkan sistem anggaran defisit umumnya akan mencetak uang baru. Kegiatan pencetakan uang baru ini menyebabkan jumlah uang beredar juga semakin banyak.

RECOMMEND :  √37+ Tips Membangun Startup Bidang Fashion di Indonesia

Ini menyebabkan daya beli masyarakat semakin besar sehingga secara otomatis permintaan juga ikut meningkat. Bagaimanapun, meningkatnya daya beli masyarakat tidak diimbangi dengan peningkatan penawaran (stok) sehingga terjadilah kenaikan harga.

  1. Meningkatnya Biaya Produksi

Penyebab terjadinya inflasi lainnya adalah adanya kenaikan terhadap biaya produksi atau biasa disebut Cost Push Inflation. Suatu barang bisa dijual setelah melalui proses produksi. Sedangkan proses produksi sendiri bisa berjalan dengan adanya modal. Namun, apa yang terjadi apabila modal produksi meningkat? Mau tidak mau produsen akan menjual barangnya dengan harga yang lebih tinggi untuk menutup biaya produksi tersebut.

Dengan demikian, Cost Push Inflation terjadi karena adanya lonjakan biaya produksi. Lonjakan biaya produksi sendiri terjadi karena adanya tekanan faktor produksi. Misalnya kenaikan bahan baku hingga kenaikan upah pekerja.

Inflasi yang disebabkan oleh kenaikan biaya produksi ini pada umumnya terjadi di negara-negara berkembang. Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian yang berkembang pesat juga mengalami Cost Push Inflation. Penyebab terjadinya inflasi akibat kenaikan biaya produksi memaksa produsen menaikkan harga barang maupun jasanya. Adapun beberapa faktor yang menyebabkan biaya produksi naik antara lain:

  1. Terjadi depresiasi, yaitu merosotnya nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing (foreign exchange). Depresiasi menyebabkan bahan baku atau barang yang didatangkan dari luar negeri lebih mahal.
  2. Terjadi inflasi di negara lain yang mana negara tersebut adalah partner dagang negara kita.
  3. Jumlah produksi barang tidak seimbang dengan jumlah tenaga kerja. Ketersediaan tenaga kerja lebih kecil dibanding jumlah produksi untuk memenuhi permintaan. Sehingga tawaran upah bagi tenaga kerja meningkat.

 

  1. Ekspektasi Masyarakat

Penyebab terjadinya inflasi berikutnya adalah ekspektasi masyarakat (Expected Inflation). Perilaku masyarakat yang memperkirakan kenaikan harga barang atau jasa di masa mendatang juga bisa memicu terjadinya inflasi. Prediksi kenaikan harga ini berasal dari ekspektasi masyarakat yang berkeyakinan bahwa kondisi ekonomi di masa mendatang akan semakin membaik. Ekspektasi inilah yang menjadi sebab naiknya harga.

RECOMMEND :  √13 Inspirasi Bisnis Modal 5 Jutaan untuk Anak Muda

Dampak Terjadinya Inflasi bagi Perekonomian

Berbagai penyebab terjadinya inflasi tentu menimbulkan beragam dampak bagi kondisi perekonomian di suatu negara. Lantas, apa saja dampak inflation bagi kondisi ekonomi negara yang mengalami?

  1. Dampaknya terhadap Pendapatan Masyarakat

Fenomena inflation bisa memberikan dampak positif dan negatif bagi pendapatan masyarakat. Pada tingkat ringan, kenaikan harga barang dan jasa dapat mendorong meningkatnya pendapatan produsen karena perluasan produksi. Di sisi lain, fenomena kenaikan ini memberikan dampak negatif bagi para pegawai yang berpenghasilan tetap. Karena jumlah penghasilan mereka tidak bertambah sedangkan harga barang ataupun jasa naik.

  1. Turunnya Kemampuan Ekspor

Penyebab terjadinya inflasi juga memberikan dampak bagi aktivitas ekspor. Lonjakan biaya produksi akibat inflation mengakibatkan kemampuan negara dalam mengekspor barang berkurang. Menurunnya ekspor juga diakibatkan biaya ekspor semakin besar. Di samping itu, daya saing antara satu industri dengan industri lainnya juga menurun. Pada akhirnya, penurunan daya saing industri dalam melaksanakan kegiatan ekspor berdampak pada penurunan pendapatan dari devisa.

  1. Daya Beli Masyarakat Menurun

Salah satu dampak inflasi yang paling terasa adalah menurunnya daya beli masyarakat. Ketika biaya untuk membeli barang maupun menggunakan jasa semakin besar, maka kemampuan masyarakat juga menurun. Ini terutama berlaku bagi kelompok masyarakat yang tidak mendapatkan kenaikan upah kerja. Apabila pengeluaran semakin besar namun tidak dibarengi dengan kenaikan pendapatan, maka daya belinya semakin melemah.

  1. Penetapan Harga Pokok Lebih Sulit

Beberapa penyebab terjadinya inflasi membuat prediksi terhadap presentasi kenaikan harga di waktu mendatang sulit dilakukan. Perkiraan kenaikan bisa saja tidak akurat sehingga membuat penetapan harga pokok menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah.

  1. Minat Menabung Berkurang

Sebagian besar orang menyimpan uangnya di rekening tabungan bank. Namun laju inflasi tidak sebanding dengan pendapatan dari bunga tabungan sementara biaya adminstrasi tetap harus dibayar. Ini menyebabkan minat menabung masyarakat menurun.

RECOMMEND :  √37+ 4 Peluang Usaha Era Digital yang Menjanjikan di Masa Depan

Strategi Mengatasi Inflasi dengan Investasi

Penyebab terjadinya inflasi memang tidak bisa dihindari karena gejolak perekonomian terus terjadi. Kebijakan fiskal dan moneter dari pemerintah adalah upaya penekanan terhadap laju inflasi setiap tahunnya. Di sisi lain, masyarakat juga bisa berperan secara aktif untuk mengatasi fenomena kenaikan harga tersebut. Salah satunya adalah menghindari membeli barang secara berlebihan. Membeli barang secara panik (panic buying) juga bisa menyebabkan kelangkaan barang, akibatnya terjadi lonjakan harga hingga dua kali lipat bahkan lebih.

Masyarakat juga bisa mengatasi inflasi dengan cara berinvestasi. Karena keuntungan dari pertumbuhan uang melalui aset atau instrumen-instrumen investasi dapat mengalahkan laju kenaikan. Sehingga Anda tetap memiliki daya beli yang stabil. Ada beragam instrumen investasi yang bisa dipilih, misalnya reksadana, saham, obligasi, forex, atau komoditas. Pastikan Anda memahami masing-masing instrumen sebelum menanamkan modal di instrumen investasi tertentu. Kenaikan harga barang dan jasa adalah fenomena yang umum dalam perekonomian suatu negara. Dengan memahami penyebab terjadinya inflasi dan cara mengatasinya, Anda tidak perlu panik mengatur keuangan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *