Categories
Serba serbi

√49+ Sejarah Tarian Jaipong Sebagai Kesenian Tradisional Jawa Barat

Sejarah Tarian Jaipong Sebagai Kesenian Tradisional Jawa Barat

Sejarah Tarian Jaipong Sebagai Kesenian Tradisional Jawa Barat
Sejarah Tarian Jaipong Sebagai Kesenian Tradisional Jawa Barat

Pada daerah Jawa Barat sendiri memiliki beragam kesenian dengan Anda dapat mempelajari sejarah tarian jaipong salah satunya. Ketika sudah lebih mengenal tarian ini, maka ada berbagai keindahan didapatkan ketika mengenalnya.

Sudah tidak perlu diragukan lagi, menikmati kesenian berupa tarian yang indah memberikan sebuah efek tersendiri. Nantinya, ketika sudah menikmati kesenian tersebut, ada banyak hal menarik bisa didapatkan secara mudah.

Salah satunya, dengan mengenal secara lebih dalam mengenai sejarah tarian jaipong sendiri. Untuk kesenian ini, merupakan kreasi dilakukan oleh Gugum Gumbira, sebagai seniman berasal dari daerah Bandung.

Dikatakan di dalam buku asal usul beserta perkembangan dari tarian Jaipong sendiri. Dijelaskan secara terperinci, jika tarian berasal dari Jawa Barat, serta merupakan sebuah genre yang menarik sejak zaman dahulu.

Sudah tidak perlu diragukan lagi, sejarahnya untuk karya dari Gugum Gumbira Tirasondjaja tersebut. Dikatakan sudah ada sejak tahun 1976 lalu hingga saat ini, setelah berbagai macam perkembangan zaman.

Kebudayaan dari kesenian mempelajari mengenai sejarah tarian jaipong sendiri merupakan hal menyenangkan. Di mana Anda, dapat melihat berbagai perubahan terjadi hingga saat ini dalam seni tari tersebut.

Ciri khas menarik ketika seseorang menarikan jaipong adalah gerak dilakukan. Pergerakan ketika menarikan jaipong adalah lincah juga menggunakan tempo cepat, sehingga terlihat lebih atraktif saat dimainkan.

Hingga saat ini, kebudayaan dari tarian Jawa Barat tersebut terus dilestarikan oleh banyak orang. Tidak menghilangkan kebudayaan serta terus menciptakan hal menarik menjadi sebuah kesenian yang memberikan hal luar biasa.

Belajar Kembali Mengenai Sejarah Tarian Jaipong

Seperti yang sudah diketahui secara jelas, jika tari Jaipong sendiri berasal dari daerah Jawa Barat. Jaipong sendiri sudah termasuk di dalam sebuah tari yang berjenis modern dengan telah dilakukan modifikasi.

Untuk jenis seni ini, sudah dikembangkan dari tari tradisional khas dari Sunda Ketuk Tilu. Nah, dengan pengembangan dilakukan tersebut, maka jaipong menjadi semakin terkenal dengan tarian rancak.

Gugum Gumbira sendiri sebagai pencipta juga menceritakan sejarah tarian jaipong secara lebih mendalam. Dikatakan oleh Gugum jika pada lingkungan sekitar wilayah rumahnya terdapat banyak seniman.

Termasuk juga ayah serta ibu beliau merupakan seorang seniman sehingga sudah bukan hal asing lagi. Karena telah terbiasa terhadap seniman tersebut, maka kesenian tradisional sudah menjadi keseharian dilihat olehnya.

Maka dari itu, ketika pada tahun 1965 dari Presiden Soekarno, memberikan sebuah pengumuman. Pengumuman berupa larangan mengikuti kesenian asing, menciptakan sebuah hal baru, melihat keadaan sedang terjadi ini.

Dari sinilah sejarah tarian jaipong dimulai, dengan Gugum menjadi galau karena dirinya sedang berkuliah di Bandung. Dirinya hobi untuk berdansa serta menari, namun dilarang keras oleh pemerintah melakukan hal tersebut.

Dalam menanggapi keadaan tersebut, maka kemudian Gugum serta teman – temannya kembali pada seni tradisional. Menekuni kebudayaan tradisional tersebut bersama dengan teman lainnya, menciptakan sebuah hal positif.

Mulai dari tahun 1967 hingga tahun 1974, sang seniman melakukan survei pada berbagai daerah Jawa Barat. Memahami mengenai kesenian daerah di berbagai wilayah Jawa Barat tersebut, telah membuka minat dari Gugum.

Survei Dilakukan Atas Tarian Jawa Barat

Ketika pertama kali melakukan survei tari melakukannya pada daerah Ciamis dengan mempelajari seni Ronggeng Gunung. Untuk tari ini, dijadikan sebagai ungkapan dilakukan oleh masyarakat terhadap keadaan sedang terjadi.

Menggambarkan sebuah keadaan menggunakan tarian, telah menjadi kekhasan tersendiri diciptakan oleh masyarakat. Kemudian melanjutkan perjalanan sejarah tarian jaipong sendiri Gugum berkunjung ke wilayah Tasikmalaya dalam melanjutkan langkah.

Di sini, dirinya melakukan observasi terhadap kesenian dilakukan pada daerah tersebut. Mulai dari silat, tari hingga tembang, dipelajari dengan baik pada saat pergelaran pentas di setiap malamnya.

Setelah berada pada Tasikmalaya tersebut, selanjutnya berjalan kembali pada wilayah Garut. Di daerah tersebut, sudah terdapat kesenian yang telah dipengaruhi oleh budaya Islam sebagai ciri khas dari wilayah ini.

Survei dilakukan dalam sejarah tarian jaipong sendiri dilanjutkan pada daerah Sumbang, Parahyangan, hingga Sumedang. Kemudian Gugum kembali lagi ke Bandung sebagai wilayah tempat dirinya dilahirkan tersebut.

Setelah melakukan berbagai macam pengamatan di berbagai wilayah tersebut, kemudian dirinya mendapatkan kesimpulan. Jika pada daerah Jawa Barat tersebut, memiliki esensi seni dengan terbagi menjadi 3 macam.

Pertama ada kesenian berupa tari tayub, selanjutnya ada silat, terakhir adalah Ketuk Tilu. Nah, dari hal tersebut kemudian muncullah sejarah tarian jaipong sebagai salah satu budaya di Indonesia yang dilestarikan.

Inspirasi Didapatkan Oleh Sang Seniman Dalam Tari

Berasal dari inspirasi berupa 3 buah jenis tari ada pada Jawa Barat, maka kemudian menghasilkan ide baru. Dari tari Rongggeng Ketuk Tilu, tahun 1979 kemudian berhasil dipentaskan di Hong Kong.

Sebelumnya, tarian ini, merupakan tari pasangan yang kemudian dijadikan sebagai sebuah pertunjukan. Dalam perkembangannya, untuk tari kemudian menceritakan sebuah pergaulan masyarakat terjadi pada masa tersebut.

Dalam sejarah tarian jaipong sendiri tarian Ketuk Tilu kemudian mulai banyak ditampilkan pada berbagai festival. Karena Gugum mengalami kesulitan dalam nama Tari Ronggeng Ketuk Tilu tidak boleh digunakan.

Karena hingga pada masa tersebut, untuk tarian sendiri masih menjadi sebuah kreasi. Maka sang seniman harus menciptakan sebuah nama baru agar digunakan ketika menampilkan kesenian menari dengan lebih leluasa.

Nah, dari sinilah, kemudian dirinya bermula dengan melihat pertunjukan dari Topeng Banjet Dewi Asmara. Kemudian ada juga upacara berupa Jaipong sebagai kata meniru bunyi pukulan gendang sendiri.

Menjadi sebuah inspirasi kemudian digunakan oleh sang seniman tersebut. Dari inspirasi tersebut, menjadi sejarah tarian jaipong dengan lahir nama tari jaipong yang sudah dikenal secara luas hingga saat ini.

Dalam tarian sendiri, juga tidak sembarangan dengan memiliki 3 makna khusus di dalamnya. Terdapat gerakan berupa 3G geol, gitek, juga goyang yang menjadi sebuah ciri khas ketika memainkan kesenian tersebut.

Hal Yang Membuat Masyarakat Menerima Tari

Dari masyarakat sendiri, lebih mengenal untuk tari jaipong sendiri, memiliki sebuah gerakan dinamis serta atraktif. Selain itu, gerakan sensual diiringi dengan irama musik juga menciptakan sebuah keharmonisan dari pertunjukan.

Maka dari itu, tidak heran jika ada banyak orang yang menikmati pertunjukan diberikan dengan menggunakan irama ini. Nada ringan digunakan dalam kesenian juga memberikan dorongan orang – orang ikut bergoyang.

Dari hal tersebut, menciptakan sebuah hal menarik pada sejarah tarian jaipong mulai lahir. Masyarakat dapat menerima tarian tersebut sebagai salah satu hiburan menarik serta telah banyak dikenal secara luas.

Maka dari itu, tidak heran jika pengadaan kesenian tersebut juga telah banyak dilakukan dalam berbagai macam pergelaran kesenian serta festival serta menjadi peramai suasana menjadi lebih hidup dengan tari tersebut.

Untuk tari ini sendiri, juga dikatakan lebih miri dengan tarian bagi para perempuan Sunda. Dari gerakan ditawarkan sendiri, lebih identik dikatakan sebagai pengambaran dari perempuan daerah Sunda masa sekarang.

Gerakan atraktif, dilakukan juga telah menjadi sebuah ciri khas tersendiri membedakan dengan tari lain. Maka dari itu, jika mengenal mengenai sejarah tarian jaipong maka Anda bisa mengetahui berbagai hal menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *