Categories
Bahasa Jawa

√15+ Watak Tembang Macapat, Arti dan Penjelasan

Watak Tembang Macapat,

Watak tembang adalah satu dari beberapa hal yang bisa dikulik dari tembang Macapat.

Iya, sebelumnya kita telah belajar banyak hal seperti terjemah, paugeran tembang macapat dan sasmita tembang macapat.

Tiga hal di atas adalah hal yang secara nyata dapat kita temukan dalam tembang atau dengan kata lain hal yang tersurat.

Nah, akhirnya pembahasan kita kali ini menjadi unik karena kita akan mempelajari hal yang tidak nampak dalam tembang, atau tersirat, yaitu tentang watak tembang macapat.

Apa itu watak tembang macapat dan penjelasan watak setiap tembang akan kita bahas dalam sub sub di bawah ini.

Apa itu Watak Tembang Macapat?

Watak Tembang Macapat

Tembang macapat adalah jenis lagu yang berasal dari budaya Jawa lama. Tembang macapat ini mempunyai 11 kelompok lagu yang setiap lagu menceritakan kehidupan manusia mulai dari dalam kandungan hingga meninggal.

Sedangkan, pengertian watak menurut Wikipedia Bahasa Indonesia adalah sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya.

Singkatnya watak adalah sifat batin. Nah jika disandingkan dengan kata tembang Macapat, maka istilah watak tembang macapat berarti sifat batin tembang macapat.

Jadi, watak tembang macapat adalah sifat tembang macapat.

Disini, kita menjadi tahu bahwa tembang macapat seakan akan mempunyai sifat yang berbeda antar satu sama lain.

Sifat ini tidak dituliskan dalam syair tembangnya, melainkan berupa kesimpulan dari karakteristik beberapa judul dalam satu jenis tembang.

Tentu kamu akan paham setelah mempelajari setiap tembang mulai dari Maskumambang sampai Pucung. Jadi, jika kamu pemula, kamu perlu berkenalan dengan 11 tembang macapat berikut ini terlebih dahulu.

  1. Tembang Maskumambang
  2. Tembang Mijil
  3. Tembang Kinanthi
  4. Tembang Sinom
  5. Tembang Asmarandana
  6. Tembang Gambuh
  7. Tembang Dhandanggula
  8. Tembang Durma
  9. Tembang Pangkur
  10. Tembang Megatruh
  11. Tembang Pucung

Link link diatas berisi gambaran umum setiap tembang macapat, paugeran, sasmita, watak, contoh tembang sampai dengan terjemah dalam bahasa Indonesia dan makna yang terkandung di dalamnya.

jadi Pastikan kamu membacanya ya 😉

Watak 11 Tembang Macapat

Watak Tembang Macapat
hipwee

Kembali lagi dalam bahasan utama kita, tentang watak tembang macapat.

Secara singkat watak 11 tembang macapat ditunjukkan dalam list di bawah ini.

Watak tembang Macapat:

  1. Watak tembang Maskumambang yaiku nalangsa, kanggo medharake rasa prihatin.
  2. Watak tembang Mijil yaiku gandrung, prihatin anggone golek ilmu, metuning ras pitutur, medharake bukaning crita, mangayubagya.
  3. Watak tembang Kinanthi yaiku seneng, tresna, asih, grapyak, prayogi kagem suka pitutur raos tresna.
  4. Watak tembang Sinom yaiku grapyak, sumanak, renyah.
  5. Watak tembang Asmaradana yaiku sedhih prihatos , sengsem gandhrung. Mathuk kanggo cariyos sedhih lan asmara.
  6. Watak tembang Gambuh yaiku wani, wanuh, rumaket lan kulina. Prayogi kanggo paring pitutur, utawi sesorah ingkang ngemu raos radi sereng.
  7. Watak tembang Dhandhanggula yaiku kewes, luwes, resep prayoga kanggo apa wae.
  8. Watak tembang Durma yaiku galak nantang, nesu lan muntab
  9. Watak tembang Pangkur yaiku sereng, kejem, nantang, mathuk kanggo pitutur sereng, crita perang.
  10. Watak tembang Magatruh yaiku sedih kanggo medharake rasa memelas, getun, lan prihatin.
  11. Watak tembang Pocung yaiku kendho tanpa greget saur, bisa kanggo medharake sembrana, lsp
  12. Watak tembang Girisa yaiku gagah mawanti – wanti bisa kanggo wulang wuruk, nggambarake kaendahaning alam. (Bonus)
  13. Watak tembang Balabak yaiku sembrana cocog kanggo lelucon. (Bonus)
  14. Watak tembang Wirangrong yaiku duwe prabawa gedhe, bisa kanggo wulang wuruk, nggambarake kaendahaning alam. (Bonus)
  15. Watak tembang Juru Demung yaiku kenes mathuk kanggo peprenesan. (Bonus)

Fungsi Watak Tembang Macapat

Watak Tembang Macapat
Indonesia.go.id

Umumnya digunakan sebagai acuan untuk membuat lirik lagu, meski terkadang hal ini tidak berlaku secara mutlak.

Dikatakan demikian karena biasanya ketika seseorang membuat tembang macapat secara umum orang akan lebih memikirkan tentang paugerannya. Karena jujur saja, membuat tembang dengan paugeran yang pas dan benar meliputi guru lagu, guru gatra dan guru wilangannya saja sudah sulit hehehe.

Namun, bukan berarti mustahil, bisa saja semisal membuat lirik tembang asmarandhana dengan paugeran yang benar dengan suasana sedih sehingga menjadi tembang yang sangat baik.

Watak Tembang Maskumambang

Tembang macapat maskumambang merupakan gambaran manusia ketika masih berada di rahim sang ibu dan belum diketahui jenis kelaminnya.

Watak tembang maskumambang adalah nelangsa dan digunakan untuk menceritakan hal yang memprihatinkan.

Perhatikan petikan syair tembang Maskumambang berikut

Putri cina gelangsaran melas asih
Mala kelaswara
Pedhangen juren wak mami
Aja andedawa lara

Gereng-gereng Gathutkaca sru anangis,
Sambate mlas arsa,
Luhnya marawayan mili,
Gung tinameng astanira.

Watak Tembang Mijil

Tembang Mijil sebagai tembang kedua menggambarkan fase ketika manusia keluar dari rahim ibu dan hadir di dunia. Selanjutnya jika diartikan lebih jauh, mijil bisa juga berarti mulai munculnya keinginan untuk menjadi baik.

Watak tembang Mijil adalah gandrung, prihatin anggone golek ilmu, metuning ras pitutur, medharake bukaning crita, mangayubagya.

Artinya tembang Mijil memiliki watak seperti kecintaan, keinginan mencari ilmu dan nasihat nasihat.

Perhatikan saah satu lirik tembang mijil berikut ini:

Wulang estri kang wus palakrami
Lamun pinitados
Amengkoni mring balewismane
Among putra marusentanabdi
Den angati-ati
Ing sadurungipun

Artinya:
Nasihat untuk wanita yang sudah berumah tangga
Hendaknya dapat dipercaya
Melindungi rumah tangganya
Mengasuh anak, maru keluarga dan abdi
Selalu berhati-hati
Sebelum melakukan sesuatu.

Categories
Bahasa Jawa

√25 Contoh Pariwara (Iklan) Bahasa Jawa

Contoh iklan bahasa Jawa – Salah satu cara menarik pembeli adalah dengan menggunakan iklan atau promosi yang menarik.

Sisi menarik iklan dapat dibuat dengan kreasi konsep, gambar, slogan atau bisa juga bahasanya.

Nah, berkaitan dengan bahasa, khusus untuk menarik pembeli dari suku Jawa beberapa perusahaan memanfaatkan iklan ber-bahasa Jawa agar iklan terasa lebih familiar atau akrab sehingga mudah diterima.

Jadi, bahasa Jawa juga bisa digunakan sebagai bahasa iklan. Iklan dalam bahasa Jawa disebut dengan Pariwara.

Kamu bisa baca materi tentang Pariwara, mulai dari pengertian,ciri-ciri dan jenisnya pada artikel sebelumnya.

Artikel kali ini kita akan berikan beberapa sebagai referensi belajar.

pariwara berikut di kelompok-kelompokkan berdasarkan jenisnya.

Contoh Iklan Bahasa Jawa Krama Alus

Iklan bahasa Jawa menggunakan krama alus kedengarannya unik bukan? Jika kamu ingin menggunakannya, maka kamu termasuk orang yang eksentrik.

Penggunaan krama alus tentu akan membuat iklan kamu lebih menarik lagi, mengingat bahasa Jawa krama alus mulai banyak digunakan, terutama generasi muda.

Iklan bahasa Jawa krama laus dapat digunakan untuk iklan makanan, minuman, jasa, hotel, pariwisata, pakaian dll.

Berikut ini krama alus untuk iklan bahasa Jawa minuman dan iklan catering.

Contoh Iklan Bahasa Jawa Bergambar

Sebenarnya hampir semua iklan itu bergambar ya, dengan menambah gambar atau ilustrasi tentunya akan membuat pengguna semakin tertarik.

Apalagi gambar yang bagus tentu akan membuat nilai iklan bahasa Jawa kamu meningkat.

Nah, untuk iklan, pastikan gambar yang kamu pasang nyambung ya dengan produk atau jasa yang ditawarkan.

Berikut ini beserta gambarnya yang menarik.

Iklan bahasa Jawa bergambar
iklan bahasa Jawa minuman

Contoh Tentang Pendidikan

Pariwara tidak melulu digunakan untuk mempromosikan barang dan jasa. Bidang pendidikan seperti sekolah yayasan atau lainnya juga bisa beriklan. Biasanya dilakukan ketika ada pendaftaran murid baru.

contoh iklan jawa bertema pendidikan :

Contoh Tentang Makanan Tradisional

Contoh Tentang Covid

Contoh tentang Lingkungan

Categories
Bahasa Jawa

√ Teks Pranatacara Manten Bahasa Jawa Singkat

Pranatacara Manten Bahasa Jawa

Pranatacara temanten – Menjadi seorang pembawa acara saja sudah cukup mendebarkan ya, apalagi jika harus membawakan acara menggunakan Bahasa Jawa. 😀

Seperti kita tahu Bahasa Jawa yang digunakan untuk pranatacara atau pembawa acara adalah jenis Jawa alus atau inggil. Wah, jangan sampai salah menggunakan aturan unggah ungguh basa ya, bisa diketawain 😀

Balik lagi ke pranatacara menggunakan bahasa Jawa, jenis teks ini biasa digunakan untuk membawakan acara temanten atau pernikahan dalam adat Jawa.

Hmm, apakah kamu sedang mendapatkan tugas ini?

Jika iya, jangan galau, Padukata mempunyai sedikit contekan teks pranatacara temanten menggunakan bahasa Jawa yang singkat dan mudah. Jadi, ayo simak baik baik ya.

Teks Pranatacara Temanten Singkat Lengkap

Pranatacara Manten Bahasa Jawa
IAIN Tulungagung

Assalamualaikum wr wb

Hadlrotal Mukarrom Pro Alim Ulama’.
Para Kyai ingkang satuhu dahat kinurmatan.
Para sesepuh, pinisepuh, sanak lan kadang ingkang sinubo ing pakurmatan.
Para pilenggah kakung sumawono putri.
Sumrambahipun para duta saraya pangombyong temanten, ingkang tansah suko basuki.
Hadirin hadirat sedaya ingkang minulya.

Agunging raos syukur dumateng ngarso dalem Allah SWT. Ingkang sampun paring lumebering hidayah, saha kenikmatan dumateng kula lan panjenengan sami, mila kula lan panjenengan saged kempal wonten papan ingkang insyaallah dimulyakan menika, lebet kawontenan ingkang saras kagem ngrawuhi acara keluwargi ageng bapak….. ingkang ngramaaken putrinipun ingkang asmanipun …….. kaliyan sadherek ……. saking keluwargi ageng bapak ……..

Sumonggo kito ikroraken raos syukur kita kanti waosan tahmid sesarengan: Alhamdulillahirabbil “alamin.

Shalawat ugi salam mugio tansah kaaturaken dumateng junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW. ingkang saestu kita ajeng ajeng lumunturing syafa’atipun benjang wonten pakewuh ipun dinten qiyamat.

Para rawuh ingkang kinabekten, mboten ateges cumantaka kawula jumeneng wonten ngarsa panjenengan sami anamung piniji minangka pambiwara lampahing adicara pasamuhan walimatul urs-ipun Mbak … kaliyan Mas ….

Salajengipun, kaparenga kula ngaturaken reroncening adicara ingkang sampun rinacik dening para kadang kaluarga, inggih menika:

1. Adicara kaping sepisan inggih menika pambuka.
2. Dene, Adicara kaping kalih inggih menika maos kitab suci Al-Quran.
3. Adicara kaping tiga inggih menika upacara Ijab qabul.
4. Salajengipun, adicara kaping sekawan inggih menika upacara panggih penganten.
5. Adicara kaping gangsal inggih menika tanggap wacana lan atur pambagya.
6. Adicara kaping enem inggih menika manasuka.
7. Jangkep adicara kaping pitu, pungkasan inggih menika panutup.

Bapak/Ibu, tamu undangan ingkang kinurmatan
Mekaten wau urutaning adicara ingkang badhe kalampahan ing wekdal menika. Saderengipun, mangga kula dhereaken maos basmallah. Dhumateng tamu ingkang ngrasuk agami sanes, kula sumanggaaken miturut kapitadosan piyambak-piyambak. Dedonga kawiwitan……dedonga cekap.

Adicara ingkang kaping kalih inggih menika maos kitab suci Al-Quran saking Retnasih. Dhumateng sedherek Retnasih kula sumanggaken.

———————————————————

Menika wau waosan kitab suci Al-Quran saking sedherek Retnasih.
Dene, adicara ingkang kaping tiga inggih menika Upacara Ijab Qabul. Dhumateng Bapak petugas ingkang sampun kajibah, sasana saha swasana kula aturaken.

———————————————————

Para rawuh sedaya, mekaten upacara ijab qabul ingkang sampun kalampahan kanthi gancar.
Salajengipun, adicara kaping sekawan inggih menika upacara panggih penganten. Dhumateng Ibu perias wekdal saha papan kula aturaken.

———————————————————

Mekaten Upacara Panggih penganten sampun kalampahan kanthi gancar.
Dene, adicara kaping gangsal inggih menika tanggap wacana saking Bapak Agus. Dhumateng Bapak Agus, kula sumanggaaken.

———————————————————

Matur nuwun, bapak Agus ingkang sampun ngaturaken tanggap wacana lan atur pambagya.
Adicara kaping enem inggih menika manasuka. Dhumateng grup campursari “Bagas Waras”, kula sumanggaaken.

———————————————————

Mekaten wau canpursari “Bagas Waras” ingkang sampun ngregengaken acara menika.

Dungkap paripurnanipun adicara, monggo dipun tutup acara menika kanthi maos hamdallah sesarengan. Menawi sadangunipun kula ngadeg wonten ing ngarsa panjenengan sami nglantaraken reroncening adicara pawiwahan menika wiwit kanthi panutup. Kathah babagan ingkang kirang ing trap sila saha subasita tumraping laku saha pacelathu, kula nyuwun agunging pangaksami.
Cekap semanten atur kula.

Wassalamualaikum, Wr. Wb

Salam Pambuka

Untuk pembuka kamu dapat menggunakan salam umum seperti ” sugeng enjing-siang-sonten-dalu” atau menggunakan salam keagaaman seperti:

  • Assalamualaikum wr wb
  • Om swastiastu
  • Namo Budhayya
  • Shalom lsp

Salam Kehormatan

Salam pakurmatan maksudnya salam kehormatan. Bagian ini berisi salam untuk hadirin yang datang, mulailah dari yang paling tinggi jabatannya.

Contoh:

Hadlrotal Mukarrom Pro Alim Ulama’.
Para Kyai ingkang satuhu dahat kinurmatan.
Para sesepuh, pinisepuh, sanak lan kadang ingtkang sinubo ing pakurmatan.
Para pilenggah kakung sumawono putri.
Sumrambahipun para duta saraya pangombyong temanten, ingkang tansah suko basuki.
Hadirin hadirat sedaya ingkang minulya.

Pambuka

Pambuka atau pembuka berisi ucapan puji syukur kepada Tuhan dan ucapan terimakasih untuk kehadiran para undangan.

Bagi umat muslim bagian pembuka ditambah dengan shalawat kepada Nabi Muhammad

Contoh:

Agunging raos syukur dumateng ngarso dalem Allah SWT. Ingkang sampun paring lumebering hidayah, saha kenikmatan dumateng kula lan panjenengan sami, mila kula lan panjenengan saged kempal wonten papan ingkang insyaallah dimulyakan menika, lebet kawontenan ingkang saras kagem ngrawuhi acara keluwargi ageng bapak….. ingkang ngramaaken putrinipun ingkang asmanipun …….. kaliyan sadherek ……. saking keluwargi ageng bapak ……..

Sumonggo kito ikroraken raos syukur kita kanti waosan tahmid sesarengan: Alhamdulillahirabbil “alamin.

Shalawat ugi salam mugio tansah kaaturaken dumateng junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW. ingkang saestu kita ajeng ajeng lumunturing syafa’atipun benjang wonten pakewuh ipun dinten qiyamat.

Andharan

Andharan berarti isi, didalamnya berisi pengenalan tentang diri dan tugas.

Contoh teks pranatacara temanten bagian isi sebagai berikut:

Para rawuh ingkang kinabekten, mboten ateges cumantaka kawula jumeneng wonten ngarsa panjenengan sami anamung piniji minangka pambiwara lampahing adicara pasamuhan walimatul urs-ipun Mbak … kaliyan Mas ….

Salajengipun, kaparenga kula ngaturaken reroncening adicara ingkang sampun rinacik dening para kadang kaluarga, inggih menika:

1. Adicara kaping sepisan inggih menika pambuka.
2. Dene, Adicara kaping kalih inggih menika maos kitab suci Al-Quran.
3. Adicara kaping tiga inggih menika upacara Ijab qabul.
4. Salajengipun, adicara kaping sekawan inggih menika upacara panggih penganten.
5. Adicara kaping gangsal inggih menika tanggap wacana lan atur pambagya.
6. Adicara kaping enem inggih menika manasuka.
7. Jangkep adicara kaping pitu, pungkasan inggih menika panutup.

Mengawal Acara

Setelah seluruh runtutan acara dibacakan, selanjutnya Mc mulai mengawal acara dari awal hingga akhir.

Maksudnya MCharus mempersilahkan pengisi acara maju kemudia memberikan sedikit komentar ketika sudah selesei.

Contoh teks pranatacara temanten bagian mengawal acara adalah sebagai berikut:

Bapak/Ibu, tamu undangan ingkang kinurmatan
Mekaten wau urutaning adicara ingkang badhe kalampahan ing wekdal menika. Saderengipun, mangga kula dhereaken maos basmallah. Dhumateng tamu ingkang ngrasuk agami sanes, kula sumanggaaken miturut kapitadosan piyambak-piyambak. Dedonga kawiwitan……dedonga cekap.

Adicara ingkang kaping kalih inggih menika maos kitab suci Al-Quran saking Retnasih. Dhumateng sedherek Retnasih kula sumanggaken.

———————————————————

Menika wau waosan kitab suci Al-Quran saking sedherek Retnasih.
Dene, adicara ingkang kaping tiga inggih menika Upacara Ijab Qabul. Dhumateng Bapak petugas ingkang sampun kajibah, sasana saha swasana kula aturaken.

———————————————————

Para rawuh sedaya, mekaten upacara ijab qabul ingkang sampun kalampahan kanthi gancar.
Salajengipun, adicara kaping sekawan inggih menika upacara panggih penganten. Dhumateng Ibu perias wekdal saha papan kula aturaken.

———————————————————

Mekaten Upacara Panggih penganten sampun kalampahan kanthi gancar.
Dene, adicara kaping gangsal inggih menika tanggap wacana saking Bapak Agus. Dhumateng Bapak Agus, kula sumanggaaken.

———————————————————

Matur nuwun, bapak Agus ingkang sampun ngaturaken tanggap wacana lan atur pambagya.
Adicara kaping enem inggih menika manasuka. Dhumateng grup campursari “Bagas Waras”, kula sumanggaaken.

———————————————————

Mekaten wau canpursari “Bagas Waras” ingkang sampun ngregengaken acara menika.

Panutup

Ketika semua susunan acara telah selesai dilaksanakan, kini saatnya menutup acara temanten jangan lupa meminta maaf atas segala kekurangan.

Sekaligus tutup menggunakan salam yang sama ketika membuka tadi.

Seperti ini contoh teks penutup pranatacara temanten:

Dungkap paripurnanipun adicara, monggo dipun tutup acara menika kanthi maos hamdallah sesarengan. Menawi sadangunipun kula ngadeg wonten ing ngarsa panjenengan sami nglantaraken reroncening adicara pawiwahan menika wiwit kanthi panutup. Kathah babagan ingkang kirang ing trap sila saha subasita tumraping laku saha pacelathu, kula nyuwun agunging pangaksami.
Cekap semanten atur kula.

Wassalamualaikum, Wr. Wb

 

Sumber

https://weddingmarket.com/artikel/contoh-teks-mc-pernikahan

https://www.ndrangsan.com/2016/04/Contoh-Teks-Pranatacara-Adicoro-Pengantin-Bahasa-Jawa.html

https://www.ndrangsan.com/2016/04/Contoh-Teks-Pranatacara-Adicoro-Pengantin-Bahasa-Jawa.html

Tags:

pranatacara manten, pranatacara manten singkat, pranatacara manten bahasa jawa, pranatacara manten jowo, pranatacara manten jawa lengkap, teks pranatacara manten, pranatacara manten singkat, pranatacara manten bahasa jawa, contoh pranatacara manten bahasa jawa