Categories
Serba serbi

√49+ Tradisi Unik Orang Sunda Saat Ramadhan dan Idul Fitri

Tradisi Unik Orang Sunda Saat Ramadhan dan Idul Fitri

"<yoastmark

Jelang Ramadhan dan Idul Fitri, ada banyak sekali tradisi unik orang Sunda yang sangat umum dilakukan di wilayah Jawa Barat. Tradisi ini sudah seperti mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Sunda yang tinggal di berbagai Kabupaten di wilayah Jawa Barat tiu sendiri.

Tanpa perlu diberitahu, mereka secara rutin melakukan tradisi-tradisi tersebut setiap tahunnya. Hal inilah yang membuat tradisi tersebut terasa semakin menarik. Sejauh yang kami tahu, tradisi ini hanya ada di wilayah Jawa Barat saja.

Anda sama sekali tidak akan menemukannya di wilayah lain. Namun memang ada beberapa tradisi yang mirip. Tapi tentu saja tidak sama sepenuhnya. Lantas apa saja tradisi unik tersebut? Langsung saja simak ulasannya di bawah ini.

Tradisi Unik Orang Sunda Jelang Ramadhan dan Idul Fitri

Setelah kami rangkum dari berbagai sumber, ternyata ada banyak sekali tradisi unik masyarakat Sunda yang biasa mereka lakukan ketika Ramadhan menjelang. Sebenarnya tradisi bukan bagian dari Islam. Karena memang tidak ada khusus yang mewajibkan seorang muslim untuk melakukannya.

Namun jika kita melihat pada nilai-nilai yang ada di dalamnya, tentu saja ada beberapa poin positif yang bisa Anda temukan di dalam tradisi unik orang Sunda tersebut. Penasaran apa saja? Mari kita bahas tradisi unik ini satu persatu.

  1. Munggahan

Tradisi unik orang Sunda yang pertama adalah tradisi munggahan. Munggahan sendiri bisa diartikan banyak . Diantaranya adalah berkumpul bersama keluarga, pelesir ke tempat pariwisata dengan orang terdekat, atau bahkan makan bersama di rumah sambil mengundang kerabat lainnya.

Tradisi ini terus dilakukan secara turun-temurun. Tidak ada landasan dasar siapa yang memulai tradisi tersebut Namun nilai-nilai silaturahmi yang ada di dalamnya sama sekali tidak berbenturan dengan agama Islam. Karenanya hal ini menjadi keseruan tersendiri bagi masyarakat Sunda.

  1. Nyekar Sebelum Ramadhan 

Selain munggahan, ternyata orang Sunda juga selalu nyekar sebelum bulan Romadhon tiba. Biasanya tradisi nyekar ini dilakukan beberapa hari sebelum memulai puasa Romadhon itu sendiri. Nyekar atau ziarah kubur ini dilakukan untuk mendoakan leluhur dan orang tua yang sudah tidak ada.

Umumnya orang Sunda sendiri bisa bertemu dengan sanak keluarga mereka menjelang Ramadan ketika datang ke tradisi unik orang Sunda satu ini. Jadi tetap saja ada unsur silaturahmi dan dzikrul maut di dalamnya. Jika Anda berkunjung ke wilayah Jawa Barat, pasti Anda melihat kuburan ramai dikunjungi jelang Ramadhan.

  1. Nganteuran

Tradisi unik orang Sunda lainnya adalah nganteuran. Dalam prosesi satu ini, masing-masing masyarakat Sunda akan memberikan masakan matang kepada orang-orang terdekat mereka. Begitu juga orang lain, mereka akan memberikan makanan terbaiknya kepada tetangga dan kerabat.

Tradisi satu ini biasanya dilakukan sebelum bulan Ramadhan sambil saling bermaaf-maafan jika sebelumnya memiliki kesalahan atau pernah bersengketa. Sayangnya tradisi satu ini sudah sangat jarang dilakukan oleh masyarakat Sunda yang tinggal di perkotaan.

  1. Petasan

Entah siapa yang memulai, tapi anak-anak di kalangan masyarakat Sunda sendiri sangat identik dengan petasan ketika bulan Ramadhan tiba. Umumnya mereka akan membakar petasan sambil bermain baik siang hari maupun malam hari.

Sebenarnya tradisi unik orang Sunda satu ini sangat mengganggu ketentraman. Namun karena tidak ada yang bisa menghentikannya, fenomena petasan ini seolah menjadi fenomena tahunan yang tidak bisa dihentikan. Bahkan seringkali orang tua juga terlibat di dalamnya.

  1. Ngabuburit

Tradisi unik orang Sunda selanjutnya adalah ngabuburit. Ketika tradisi satu ini dilakukan, biasanya orang Sunda akan berkeliling dengan menggunakan kendaraan atau berjalan kaki untuk menunggu waktu berbuka puasa tiba.

Ada banyak hal yang dilakukan ketika ngabuburit ini dari mulai menjalankan hobi, bermain game, nongkrong, bercengkrama dengan sahabat dan lain sebagainya. Tradisi tersebut umumnya dilakukan oleh kalangan anak muda.

  1. Ngabeubeurang

Kebalikan dari ngabuburit, tradisi unik orang Sunda ini dilakukan dari sejak pagi hingga waktu Dhuha tiba. Kegiatannya sama persis dengan ngabuburit, hanya saja dilakukan dari pagi hari setelah melakukan shalat Subuh.

Umumnya anak-anak dan remaja akan berjalan beriringan menuju tempat untuk berkumpul di wilayah masing-masing. Setelah mereka ngabeubeurang, biasanya mereka akan tertidur. Hal ini tentunya menghindarkan anak-anak di wilayah Sunda dari batal puasa. Karena itulah kebanyakan orang tua membiarkan anak mereka mengikuti tradisi tersebut.

  1. Ngadulag

Tradisi unik orang Sunda selanjutnya adalah ngadulag. Ketika Anda berada di wilayah Sunda di bulan Ramadhan, anak anak dan orang tua biasanya akan terus memukuli dulag ata bedug setiap kali selesai melakukan sholat tarawih. Hal ini bahkan dilakukan hingga larut malam.

Bukannya terganggu, orang-orang sekitar justru merasa “haneuteun: atau merasa tenang dengan keramaian tersebut karena dianggap membuat bulan puasa selalu ramai. Umumnya tradisi ngadulag ini dilakukan mulai bada Isya hingga pukul 10 malam.

  1. Likuran

Pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan khususnya malam ganjil, masyarakat Sunda akan lebih sering berkumpul di masjid untuk melakukan acara likuran. Pada acara satu ini mereka akan memperbanyak mengaji, mendengarkan ceramah dan berbagai makanan.

budaya sunda yang unik satu ini hampir bisa Anda temukan di seluruh wilayah Jawa Barat. Tidak hanya pria saja, kalangan wanita juga mendatangi masjid ketika masa masa likuran ini tiba. Tujuannya adalah untuk mendapatkan berkah dari malam Lailatul Qadar.

Sisi Positif Dari Tradisi Unik Orang Sunda Saat Ramadhan dan Idul Fitri

Bagaimanapun juga ada banyak sekali dampak positif yang bisa didapatkan oleh masyarakat Sunda ketika tradisi tersebut tetap terjaga. Salah satu dampak positif yang bisa didapat adalah terjadinya silaturahmi secara konsisten antar semua masyarakat Sunda jelang Ramadhan.

Tidak hanya itu saja, beberapa tradisi tersebut juga mengajarkan masyarakat Sunda untuk senantiasa bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhan. Ini sudah senada dengan ajaran dalam Islam yang mengharuskan semua muslim untuk bergembira menyambut Ramadhan.

Wilayah yang Melakukan Tradisi Unik Orang Sunda

Deretan Tradisi yang sudah kami jelaskan di atas dilakukan oleh hampir semua wilayah masyarakat Sunda yang ada di Jawa Barat. Terlebih lagi jika Anda berkunjung ke kota kecil di Jawa Barat. Tradisi tersebut sangat dinanti oleh masyarakat.

Sayangnya budaya sunda yang unik tersebut sudah jarang terlihat di daerah perkotaan. Mungkin hal ini dikarenakan percampuran budaya yang ada di wilayah perkotaan itu sendiri. jadi di perkotaan, antusiasmenya sudah sangat berbeda dengan di pedesaan.

Namun di wilayah yang menjadi basis para santri, umumnya tradisi tersebut masih sangat dijaga hingga saat ini. Tentunya hal ini juga meningkatkan kualitas kedekatan masyarakat Sunda dengan sesamanya. Hal inilah yang kemudian menghasilkan harmoni bermasyarakat yang sangat damai dan tentram.

Apakah Tradisi Ini Harus Terus Dijaga?

Jika melihat dari dampak yang diberikan, tentu saja budaya sunda yang unik ini harus terus dijaga. Terlebih lagi untuk anak-anak, beberapa tradisi tersebut mengajarkan mereka untuk menyambut bulan puasa dengan gembira.

Namun untuk hal-hal lain yang masih berbenturan dengan syariat Islam, tentu saja hal ini harus sedikit diperbaiki. Atau setidaknya jangan disatukan dengan syariat Islam itu sendiri. Mari kita jaga tradisi unik orang Sunda jelang Ramadhan dan Idul fitri ini bersama-sama agar terjaga hingga masa depan.