Categories
Geografi

√15 Sampah Plastik Di Indonesia Kian Menggunung dan Rusak Alam

Sampah Plastik Di Indonesia Kian Menggunung dan Rusak Alam

Sampah Plastik Di Indonesia Kian Menggunung dan Rusak Alam
Sampah Plastik Di Indonesia Kian Menggunung dan Rusak Alam

Gaya hidup modern on-the-go memperparah sampah plastik di Indonesia sehingga meningkat. Hal ini dikarenakan manusia membutuhkan produk yang mudah dibuang seperti misalnya kaleng soda, makanan, hingga botol air mineral.

Gaya hidup modern seperti ini telah menyebabkan peningkatan jumlah polusi plastik seluruh dunia, tidak hanya Indonesia saja. Plastik terdiri dari polutan beracun yang mampu menyebabkan kerusakan signifikan pada lingkungan.

Kerusakan yang mungkin saja disebabkan oleh penumpukan plastik berupa polusi udara, air, dan tanah. Sederhananya, polusi akan terjadi ketika plastik menggunung pada suatu daerah hingga akhirnya masyarakat merasakan dampak negatifnya.

Bukan hanya bagi lingkungan, sampah plastik di Indonesia juga akan menimbulkan masalah bagi tanaman, satwa, dan lainnya. Seringkali, masalahnya menimbulkan bahaya hingga mengancam kematian bagi hewan yang hidup di sekitar.

Langkah kecil untuk mengatasi permasalahan ini adalah menggunakan tas kertas atau kain. Ini membuat Anda tidak memerlukan kantong plastik lagi, selain itu penggunaan tas kertas dan kain bisa digunakan berulang.

Anda juga bisa berkontribusi dalam perbaikan lingkungan khususnya pengurangan sampah plastik di indonesia. Dari situ, akan ada banyak spesies hewan yang terselamatkan, khususnya biota laut.

Bahaya dari Adanya Polusi Plastik Wilayah Indonesia

Plastik terbuat dari polimer organik sintetik yang banyak diaplikasikan pada botol minum, pakaian, makanan, perlengkapan medis, dan lainnya. Dalam enam dekade terakhir, produk olahan tersebut menjadi sangat diperlukan oleh manusia.

Meskipun, pada awalnya tidak dianggap berbahaya, tapi pembuangannya yang terus menerus telah menyebabkan beragam masalah. Khususnya adalah pencemaran lingkungan oleh limbah plastiknya yang sekarang ini telah menjadi perhatian dunia.

Sampah plastik di indonesia saat ini telah menjadi masalah yang harus segera diselesaikan. Hal ini dikarenakan materialnya sulit untuk bisa terurai. Bahkan memakan waktu hingga puluhan tahun lamanya.

Meski begitu, materialnya menjadi pilihan karena dirasa lebih praktis, ringan, dan mudah dibawa. Selain itu, harganya yang terjangkau juga menjadi pilihan banyak orang untuk menggunakan bahan materialnya tersebut.

Bahan plastik juga sempat menjadi ketakutan sendiri karena memiliki kemungkinan besar untuk merusak dan menjadi polutan laut. Seperti Anda ketahui bahwa sampah yang tidak berhasil terjaring akan terbawa ke laut.

Ini lah yang membuat sampah plastik di indonesia banyak tersebar dan mengotori laut lepas. Tidak hanya sampai situ saja, sampah-sampah tersebut seringkali termakan oleh hewan laut seperti ikan, kura-kura.

Sampah-sampah juga akan berakhir merusak ekosistem, Anda mungkin sudah jarang menemukan hewan-hewan di sungai. Hal ini dikarenakan sungai zaman sekarang dipenuhi oleh limbah industri dan juga rumah tangga.

Terjadinya penumpukan sampah juga terjadi di TPA dengan volume yang sangat banyak hingga membentuk sebuah gunung. Ini merupakan salah satu masalah yang harus segera diselesaikan agar tidak terus menumpuk.

Alasan Mengapa Sampah Plastik di Indonesia Terus Meningkat

Seperti diketahui jika Indonesia menjadi salah satu penyumbang limbah plastik terbesar dunia. Masyarakat Indonesia di kancah internasional mendapat penilaian kurangnya kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggalnya dan negaranya.

Plastik yang menjadi sampah dan menumpuk dilingkungan ketika tidak mendapat pengelolaan tepat. Apalagi, di Indonesia ini tempat pembuangannya menerapkan konsep terbuka serta tidak mengalami pengolahan terlebih dahulu.

Sampah plastik di Indonesia terus meningkat, hal ini terjadi karena hampir seluruh produknya diciptakan oleh manusia. Seperti diketahui bahwa hampir semua wadah atau kantong yang ada berbahan material plastik.

Alasan lainnya kurangnya pengetahuan tentang bagaimana cara mendaur ulang sampah-sampah agar bisa digunakan kembali. Sampah tentu akan terus bertambah selama manusia belum mengetahui bagaimana cara mengurangi dan mengolahnya.

Sampah juga akan semakin meningkat karena manusia belum menyadari pentingnya pelestarian lingkungan hidup. Perlu ditekankan bahwa permasalahan sampah dan juga kesadaran akan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah.

Usaha Pemerintah dan Masyarakat dalam Menekan Limbah Plastik

Pada tahun 2017 Indonesia berkomitmen untuk mengurangi permasalahan plastiknya hingga 70% di 2025 mendatang. Pemerintah mengeluarkan undang-undang terbaru tentang pengelolaan sampah plastik di Indonesia pada 2018 lalu.

Dua tahun kemudian, pemerintah melarang penggunaan plastik ketika berbelanja pada berbagai minimarket. Namun, kebijakan tersebut nampaknya tidak ketat sehingga masih banyak minimarket nakal yang menggunakannya.

Direktur pengelolaan limbah padat di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, Novrizal Tahar menyampaikan pendapatnya. Novrizal mengatakan bahwa sampah plastik di indonesia terutama laut telah berkurang lebih dari 15%.

Masyarakat Indonesia juga sempat melakukan campaign berhenti membeli minuman kemasan. Dengan begitu, masyarakatnya telah berkontribusi dalam mengurangi limbah. Terutama limbah plastiknya yang terus menumpuk di tempat pembuangan akhir.

Meskipun campaignnya hanya berjalan beberapa waktu dan tidak terlalu lama. Tetapi dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat cukup terasa. Akan lebih baik jika campaignnya dilanjutkan hingga sampah benar-benar berkurang.

Usaha lain yang juga dilakukan adalah dengan memilih produk berkemasan kardus agar lebih ramah lingkungan. Seperti diketahui bahwa mendaur ulang kemasan kardus lebih mudah daripada limbah sampah plastik di Indonesia.

Masyarakat juga melakukan campaign penggunaan wadah kaca atau baja sebagai tempat bekal. Cara ini cukup efektif dalam menekan angka limbah dan juga membuat masyarakat hemat dalam pengeluarannya.

Beberapa orang juga membawa termos sendiri ke kedai minuman seperti kopi untuk menekan wadah plastik. Mungkin beberapa orang beranggapan bahwa ada gelas kopi yang bermaterial kertas sehingga tidak perlu membawanya.

Mungkin banyak orang belum mengetahui bahwa gelas kopi kertas di kedai juga dilapisi bahan polietilen. Dengan begitu, penggunaannya dianggap sama seperti menggunakan wadah kopi plastiknya.

Tujuan Dilakukan Daur Ulang Limbah Plastik

Seperti diketahui bahwa mendaur ulang menjadi salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia. Anda perlu mengetahui tujuan dilakukannya pendauran ulang limbah-limbah bermaterial plastiknya tersebut.

1.     Mengurangi Pencemaran

Melakukan daur ulang berarti mengurangi pencemaran limbah yang terjadi di muka bumi. Misalnya saja membuat plastik-plastik kemasan menjadi tikar, atau mendaur ulang kertas agar tidak perlu menebang pohon.

2.     Mencegah Penyakit di Wilayah Timbunan

Seperti diketahui bahwa beberapa daerah terdapat lokasi yang dijadikan sebagai tempat menimbun sampah plastik di Indonesia. Penimbunan ini tentu akan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat di wilayah timbunannya.

3.     Mengasah Kreatifitas dalam Pengolahan Sampahnya

Mendaur ulang ternyata bisa berguna bagi otak terutama untuk mengasah kreatifitas. Hal ini dikarenakan ketika melakukan daur ulang, Anda perlu menyiapkan berbagai ide kreatif untuk mengubah sampah menjadi benda berguna.

4.     Menghemat Biaya Pengeluaran

Melakukan daur ulang plastik-plastik sampah menjadi benda terpakai serta bermanfaat bisa membuat Anda mengurangi biaya pengeluaran. Hal ini dikarenakan Anda bisa membuat benda-benda tidak terpakai menjadi benda bermanfaat.

5.     Menambah Penghasilan Pelaku Daur Ulang

Sampah kemasan yang telah selesai didaur ulang secara kreatif tentu memiliki nilai jual. Meskipun tidak terlalu tinggi, tapi benda tersebut bisa dijual sehingga Anda bisa mendapatkan penghasilan.

Permasalahan pencemaran lingkungan sepertinya akan terus berlanjut hingga waktu yang tidak bisa dipastikan. Hal ini dikarenakan sampah plastik di indonesia terus meningkat serta ketidaktahuan akan pengelolaan yang baik.