Categories
Geografi

√15 Penyebab Polusi di Laut, Apa Dampak, dan Cara Mencegahnya

Penyebab Polusi di Laut, Apa Dampak, dan Cara Mencegahnya

"Penyebab

Setelah munculnya industrialisasi dan pertanian berskala besar, polusi di laut semakin marak terjadi. Permasalahan ini baru dapat diatasi setelah adanya undang – undang yang signifikan di tingkat internasional.

Pencemaran laut tidak bisa dipandang dari segi lingkungan lautan saja, melainkan juga daratan. Hal ini dikarenakan baik laut maupun darat merupakan satu kesatuan ekosistem. Keduanya tidak dapat dipisahkan dan saling mempengaruhi.

Beberapa kegiatan manusia turut menyumbang timbulnya pencemaran air baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, masalah serius ini membutuhkan tanggapan serius agar tidak mengganggu ekosistem air.

Pengertian dari Polusi di Laut

Polusi atau pencemaran laut merupakan sebuah peristiwa di mana partikel kimia, limbah pertanian, perumahan, industri, kebisingan, hingga menyebarnya organisme asing masuk ke dalam laut.

Masuknya komponen – komponen tersebut menimbulkan potensi berbahaya bagi keseimbangan ekosistem lautan. Polusi di laut juga bisa disebabkan karena makhluk hidup, zat energi, atau komponen lain sengaja dimasukkan ke lingkungan laut.

Sebesar 80 persen disebabkan oleh aktivitas manusia di daratan. Kegiatan tersebut akan menurunkan kualitas laut sampai pada tingkat tertentu. Alhasil, lingkungan laut tidak lagi sesuai dengan fungsi maupun baku mutunya.

Selain itu, juga bersumber dari pencemaran udara yang semakin meningkat. Sehingga menghambat keseimbangan ekologi perairan. Misalnya karena ada puing – puing yang tertiup angin, debu, tanah.

Tidak hanya itu, terkadang debu juga pestisida dari kegiatan peternakan terbawa angin hingga sampai ke perairan laut. Limpasan sebagai hasil dari kegiatan daratan seperti pertanian juga turut menyumbang penyebabnya.

Apa Penyebab Polusi di Laut?

Polusi di laut merupakan hasil dari kontaminasi berbagai sumber dan bentuk. Beberapa penyebabnya dikarenakan adanya limbah padat, pembuangan unsur radiokatif, bahan kimia, tumpahan minyak, sedimentasi buatan, atau faktor lainnya.

  1. Eutrofikasi Berlebihan

Eutrofikasi dapat terjadi ketika nutrisi kimia seperti senyawa nitrat atau fosfat dalam air jumlahnya melebihi batas atau kelebihan. Adanya eutrofikasi ini mampu menurunkan kadar oksigen.

Dampaknya akan menurunkan kualitas air juga mempengaruhi proses perkembangbiakan biota laut. Produktivitas primer juga bisa terjadi, ditandai dengan meningkatnya pertumbuhanan tanaman secara berlebihan.

Kemudian tanaman tersebut cenderung lebih cepat membusuk. Polusi di laut karena eutrofikasi ini tentunya dapat mengganggu populasi organisme lain menjadi tidak stabil.

  1. Terjadi Oil Spill atau Tumpahan Minyak

Oil Spill atau tumpahan minyak biasanya berasal dari hasil operasi kapal tanker, terminal bongkar muat di tengah laut, perbaikan kapal, serta adanya tabrakan kapal tanker. Mayoritas disebabkan oleh tabrakan kapal tanker.

Pengaruh tumpahan minyak terhadap polusi di laut begitu luas. Seperti menimbulkan bau lantung pada jenis ikan keramba, organisme mati massal, budidaya ikan terganggu, serta reproduksi dan tingkah laku organisme berubah.

  1. Adanya Pengasaman Lautan

Sebagai reservoir alami, lautan berperan menyerap karbon dioksida yang berasal dari atmosfer bumi. Tetapi dikarenakan karbon dioksidan pada atmosfer meningkat, akhirnya lautan di seluruh dunia bersifat masam.

Akibatnya, terjadilah pengasaman lautan sehingga menyebabkan bubarnya struktur kalsium karbonat. Dengan begitu, polusi di laut akibat pengasaman akan mempengaruhi terhadap proses terbentuknya cangkang kerang maupun karang.

  1. Racun Persisten Tidak Larut

Adanya racun persisten tidak larut bisa menyebabkan pencemaran lautan. Hal tersebut dikarenakan racun persisten ini tidak hancur bersama dengan ekosistem laut secara cepat.

Contoh racun tersebut antara lain limbah radioaktif, fenol, furan, dioksin. Kemudian racun itu terakumulasi dalam sel jaringan biota laut. Akhirnya bioakumulasi menghambat kehidupan bawah air dan menyebabkan mutasi bentuk kehidupan aquatic.

  1. Sampah Plastik Meningkat

Penyebab pencemaran laut selanjutnya disebabkan oleh meningkatnya sampah plastik akibat ketergantungan manusia terhadap plastik. Sebanyak 80 persen lautan ditemukan adanya sampah plastik.

Pembuangan plastik maupun turunan limbah plastik ke laut ini menyebabkan kehidupan biota dalam air menjadi tercekik hingga mati. Sehingga berbahaya bagi perikanan maupun satwa liar lainnya.

  1. Pencemaran Karena Logam Berat

Polusi di laut berikutnya dikarenakan pencemaran logam berat, baik benda padat atau cair dengan berat 5 gram atau lebih setiao sentimeternya. Contohnya adalah merkuri, timbal, seng, nikel, kadmium, kromium, arsenik.

Logam berat tersebut adalah bentuk materi anorganik yang sering menjadi penyumbang munculnya masalah perairan. Awalnya berasal dari masukan air yang terkontaminasi oleh limbah buangan pertambangan atau perindustrian.

Dampak Adanya Polusi di Laut

Dampak pencemaran lautan sangat merugikan keberlangsungan makhluk hidup bawah air. Oleh karena itu, air tercemar tidak mengandung fungsi bermanfaat lagi bagi makhuk hidup serta merusak keseimbangan ekosistem.

  1. Satwa Laut Banyak yang Mati

Polusi di laut mampu menurunkan jumlah oksigen, hal ini berdampak pada matinya satwa – satwa laut. Dikarenakan mereka memanfaatkan oksigen untuk bernapas. Selain oksigen, sampah plastik juga mengurangi umur hewan tersebut.

Misalnya limbah plastik di lautan mampu mengancam bahkan membunuh satu juta burung laut, seratus ribu mamalia laut, serta ikan – ikan dalam jumlah cukup besar setiap tahunnya.

  1. Kehidupan Binatang dan Tumbuhan Air Terganggu

Air tercemar dengan berbagai polutan masuk ke tubuh makhluk hidup daratan jika dikonsumsi untuk minum. Beberapa binatang maupun tumbuhan air juga terganggu habitat ekosistemnya.

Hal tersebut berdampak buruk bagi kesehatan, sehingga menimbulkan berbagai penyakit. Seperti diare, kolera, disentri, keracunan timbal, polio, atau dampak buruk bagi kesehatan lainnya.

  1. Kadar Oksigen Menurun

Polusi di laut akibat penumpukan sampah, tumpahan minyak, atau penyebab lainnya membuat sinar matahari susah masuk ke dalamnya. Alhasil, tumbuhan air sulit melakukan proses fotosintesis, dan oksigen yang dihasilkan hanya sedikit.

  1. Kecepatan Reaksi Kimia Meningkat

Laut tercemar tentunya mengandung bahan – bahan polutan kimia berbahaya. Ketika mengandung bahan kimia melebihi batas, maka secara langsung meningkatkan reaksi kimia di dalamnya.

Misalnya aktivitas pengeboran minyak hingga tumpah mengakibatkan punahnya organisme laut, contohnya ikan karang, alga, coral, hingga memutus rantai makanan di laut.

  1. Kesuburan Tanah Terganggu

Dampak polusi di laut berikutnya adalah mengganggu kesuburan tanah, diakibatkan oleh meresapnya air tercemar ke dalam tanah di sekitarnya. Karena air tersebut mengandung polutan, maka akan berpengaruh juga pada tingkat kesuburannya.

Cara Mencegah Timbulnya Polusi di Laut

Secara administratif, manusia dapat mencegah adanya polusi ini dengan menerapkan Standar Kualitas Air Sungai, Baku Mutu Kualitas Air Limbah Industri, juga pelaporan atau pemantauan lingkungan.

Secara edukasi, pencegahan polusi di laut dapat dilakukan dengan penyuluhan atau sosialisasi baik secara pendidikan formal maupun informal. Penyuluhan tersebut membahas mengenai pentingnya lingkungan hidup serta bahayanya melakukan pencemaran

Secara teknologis, perlu menerapkan strategi pengelolaan lingkungan air dari hulu sampai hilir yang bersifat preventif, proaktif, terpadu secara berkelanjutan. Atau melakukan program IPAL (Penyediaan dan Pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah).

Jadi, sebenarnya pencegahan bisa dilakukan melalui langkah kecil sederhana. Misalnya mengurangi penggunaan sedotan plastik atau menjadi sukarelawan program pembersihan pantai untuk mengurangi polusi di laut dan menciptakan generasi sehat juga aman