Categories
Geografi

√13 Pentingnya Daur Ulang Kertas Bekas untuk Menjaga Lingkungan

Pentingnya Daur Ulang Kertas Bekas untuk Menjaga Lingkungan

Pentingnya Daur Ulang Kertas Bekas untuk Menjaga Lingkungan
Pentingnya Daur Ulang Kertas Bekas untuk Menjaga Lingkungan

Salah satu upaya menjaga lingkungan adalah dengan melakukan daur ulang kertas. Proses daur ulang mengurangi adanya penebangan pohon liar untuk dijadikan lembaran yang diproses dalam pabrik.

Seperti yang kita ketahui bahwa dampak dari penebangan pohon liar sangat berbahaya untuk lingkungan kita. Banyak bencana alam disebabkan oleh kegiatan illegal tersebut seperti terjadinya banjir atau longsor.

Penebangan pohon liar memang penyebabnya tidak hanya untuk dijadikan lembaran baru. Namun upaya mendaur ulang kertas bekas bisa menjadi solusi terbaik mengurangi penebangan pohon untuk dijadikan lembaran.

Terlebih faktanya saat ini penggunaan berkas masih sangat tinggi meski saat ini sudah memasuki dunia digital. Tandanya penggunaannya masih sangat dibutuhkan dan digunakan banyak orang.

Dengan kata lain jumlah sampah juga sangat menumpuk jika tidak dilakukan upaya untuk menguranginya. Jadi ada banyak hal didapatkan dari produksi kertas baru yang berasal dari lembaran bekas ini.

Alasan Mengapa Daur Ulang Kertas Itu Perlu

Tahap daur ulang kertas sangat perlu dilakukan mengingat konsumsinya masih sangat tinggi saat ini. Terutama pada sektor pendidikan, penggunaan berkas masih menjadi kebutuhan harian meski telah memasuki era digital.

Faktanya telah disebutkan oleh GNFI, bahwa konsumsi kertas di Indonesia per kapita mencapai 27kg per orang per tahunnya. Jumlah tersebut sangatlah tinggi jika dihitung secara rinci.

Data tersebut menunjukkan bahwa 11 rim atau 11 batang pohon dalam waktu sehari. Lalu jumlah sampah kertas di Indonesia bisa mencapai 17 ribu ton per harinya.

Dapat digaris bawahi bahwa konsumsinya di Indonesia sangatlah tinggi dan perlu adanya daur ulang kertas sebagai penyeimbang. Tidak hanya itu bahkan dari sebelum menjadi kertas saja tahap pembuatannya membutuhkan banyak air dan energi.

Perhitungannya sebagai berikut: untuk bisa memproduksi 1 kilogram kertas membutuhkan air sebanyak 324 liter. Tahapan ini juga menghasilkan limbah padat dan cair yang jumlahnya sangat banyak.

Demi mengurangi pembuatan kertas baru, yang bisa menyebabkan kerugian pada lingkungan maka perlu adanya pembuatan ulang bahan bekas menjadi bahan baru. Selain menjaga lingkungan juga upaya mengurangi sampah menumpuk.

Hubungan Daur Ulang Kertas dengan Menjaga Lingkungan

Proses daur ulang kertas sangat erat kaitannya dengan upaya menjaga lingkungan tetap lestari. Membuat lembaran baru dari bahan bekas lebih hemat pohon dan juga hemat air dan energi yang digunakan untuk produksi.

Tidak hanya itu tahapan daur ulang ini juga mengurangi sampah kertas yang menumpuk tinggi. Tentu demi menjaga lingkungan di Indonesia terhindar dari limbah, lebih baik dimanfaatkan kembali.

Terlebih proses membuat kertas baru dari bahan bekas tidak hanya dapat dilakukan sekali produksi saja. Tahapannya dapat dilakukan berkali-kali hingga serat dari kertas bekas sudah pendek.

Namun sebagai gantinya bahan yang sudah memiliki serat pendek dapat digunakan sebagai bahan pembuatan kompos. Lagi-lagi masih bisa digunakan sebaik mungkin demi mengurangi sampah menumpuk.

Tidak seperti memproduksi kertas baru, Tahap daur ulang kertas membutuhkan energi yang lebih sedikit. Saat memproduksi 1 ton kertas daur ulang menjadi baru dapat menghemat 17 pohon.

Hal tersebut dikatakan dalam penelitian tahun 1996 yaitu Purdue Research Foundation and US Enviromental Protection Agency.

Selain itu proses ini dapat menghemat 7000 galon air, 380 galon minyak, 3,3 yard kubik atau 2,52 kilometer kubik ruang untuk pembuatan akhir, serta 4,000 KwH energi (Onondaga Resource Recovery Center).

Hal ini menunjukkan bahwa proses produksi lembaran dari bahan kertas bekas jauh lebih menguntungkan lingkungan. Tidak hanya itu namun juga bernilai ekonomi tinggi baik dari segi tahap-tahap pembuatan hingga ke hasilnya.

Proses Daur Ulang Kertas

Seiring dengan berkembangnya zaman sudah banyak yang menyadari bahwa proses daur ulang kertas bisa bernilai ekonomi tinggi. Inilah mengapa kita perlu mengetahui bagaimana proses daur ulangnya untuk menjadi produk baru.

  1. Proses Pengumpulan

Proses pertama adalah pengumpulan kertas-kertas, proses ini membutuhkan kerja sama dengan pengepul. Pembuat kertas harus membelinya dari pengepul untuk mendapatkan jumlah yang banyak.

Umumnya saat ini bahannya menggunakan bekas Koran dan majalah untuk didaur ulang. Namun bahan dengan kualitas terbaik berasal dari sumber industry dan komersial karena lebih bersih dan paling ekonomis untuk didapat.

Sistem pengumpulan ini harus beroperasi dengan pedoman hemat biaya. Pengumpulannya harus dilakukan secara efisien dengan tujuan volume serta kualitas kertas yang akan di daur ulang dapat terjaga.

  1. Proses Pemilihan Kertas

Proses daur ulang kertas kedua adalah proses pemilihan bahan dengan cara mengukur dan menilai kualitasnya. Lalu dilakukan pengelompokan bahan yang memiliki kualitas sama. Selain itu kebersihan dan jenisnya juga akan diukur.

Semua kertas dengan kualitas yang sama akan diproduksi secara bersamaan karena jumlah seratnya sama. Kualitas yang sama dapat diekstraksi dari pulp (larutan bubur).

Setelah itu bahan masih akan disorting kembali berdasarkan permukaan dan strukturnya. Kertas yang tipis seperti Koran akan dipisahkan dengan tekstur tebal seperti map karton dan lain sebagainya.

Tahapan memilih dan menyorting bahan ini sangat penting dilakukan dalam proses produksi selanjutnya. Tepatnya karena nilai bahan akan diproduksi berdasarkan bahan yang diproduksi kembali.

  1. Proses Bubur

Proses daur ulang kertas berikutnya adalah proses bubur yang bertujuan untuk memecah bahan menjadi potongan-potongan kecil. Caranya bahan di parut hingga halus dan tercampur semua.

Setelah itu air ditambahkan dalam hasil parutan bahan dn ditambah juga dengan bahan kimia seperti hydrogen peroksida, natrium silikat serta natrium hidroksida. Tujuannya adalah memecah dan memisahkan serat kertas.

Larutan bubur atau pulp inilah yang nantinya akan menjadi bahan mentah proses pembuatan kertas baru. Proses selanjutnya adalah melakukan screening pulp untuk memisahkan kepadatan dengan menggunakan screen dari suspensi pulp.

Partikel-partikel dengan ukuran besa akan tertahan di dalam screen. Kemudian sisanya partikel-partikel kecil akan melewati lubang kecil dari basket screen.

  1. Proses Penghilangan Tinta

Tahap daur ulang kertas selanjutnya adalah menghilangkan tinta dari bahan. Caranya menambahkan pulp ke dalam tangki apung, disana sudah terdapat  bahan kimia dan gelembung udara berfungsi untuk menghilangkan tinta dan pewarna.

Pada proses pembuatan kertas baru membutuhkan penambahan pewarna kedalam pulp. Terkadang membutuhkan penambahan Hidrogen Peroksida atau bahan pemutih, bahkan sering juga penambahan warna biru dan hitam guna menghasilkan warna putih cerah.

  1. Proses Pengeringan

Terakhir adalah proses pengeringan, pulp akan melewati rol besar untuk mengeluarkan kelebihan air. Proses daur ulang terkadang juga membutuhkan penambahan serat kayu murni untuk menghasilkan tekstur lembaran lebih halus.

Selanjutnya lembaran akan keluar melewati rol yang dipanaskan dengan uap bersuhu 54 derajat celcius. Proses ini nantinya akan menghasilkan lembaran gulungan panjang dengan lembaran pipih.

Satu gulungan memiliki lebar 9 meter dan berat mencapai 27 ton. Gulungan ini nantinya akan dibagi menjadi ukuran lebih kecil dan akan dikirim ke berbagai produsen kertas seperti produsen Koran, kertas kado, kertas cetak dan lain sebagainya.

Hasil akhir proses daur ulang kertas ini sudah jelas memiliki nilai ekonomi dan bermanfaat untuk menjaga lingkungan lebih sehat dan lebih bersih dari sampah.