Categories
Serba serbi

√49+ Mengenal Tradisi Gigi Runcing Suku Mentawai

Mengenal Tradisi Gigi Runcing Suku Mentawai

Mengenal Tradisi Gigi Runcing Suku Mentawai
Mengenal Tradisi Gigi Runcing Suku Mentawai

Salah satu tradisi unik dari suku Mentawai itu adalah tradisi gigi runcing. Mentawai diangkat menjadi salah satu suku tertua di dunia yang menetap di wilayah Sumatera Barat.

Indonesia merupakan sebuah negara yang kaya akan sekali adat, suku, dan budaya. Adat dan budaya Indonesia membuat negara Indonesia semakin indah. Keberagaman adat dan budaya juga membuat masyarakat Indonesia semakin erat menjaga persatuan.

Suku Mentawai telah ada sejak 500 SM. Ini merupakan suku yang sangat menjaga kearifan lokal. Di mana suku Mentawai menganggap bahwa hutan adalah jantung kehidupan.

Oleh karena itu, jangan heran jika suku Mentawai sangat menjaga kelestarian alam. Sebagian besar masyarakat suku Mentawai juga hidup dari hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Sebagai salah satu suku yang menjaga kearifan lokal membuat suku Mentawai memiliki banyak sekali tradisi yang unik. Salah satu tradisi yang begitu menarik perhatian yaitu adalah tradisi gigi runcing yang diperuntukkan bagi para wanita yang menginjak usia dewasa.

Selain tradisi meruncingkan gigi suku ini juga memiliki banyak sekali hal unik yang tidak ditemukan pada suku-suku lain di Indonesia.

Berbagai Hal Unik Mengenai Suku Mentawai

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya jika suku ini memiliki berbagai macam kekayaan adat dan budaya. Berikut beberapa hal unik yang akan Anda temui pada suku Mentawai.

1. Tato

Ketika Anda melihat suku Mentawai mungkin akan melihat tato yang berada di tubuhnya. Melakukan tato pada tubuh merupakan salah satu tradisi yang ada pada suku Mentawai.

Tato pada suku Mentawai sering disebut sebagai titi.  Untuk bisa mendapatkan tato ternyata suku Mentawai tidak bisa sembarangan. Karena ada upacara adat yang harus dilakukan terlebih dahulu.

Selain itu, ada beberapa peraturan atau pantangan yang harus dilakukan ketika ingin menggunakan tato. Tato pada suku Mentawai biasanya ditemukan pada laki-laki atau perempuan yang sudah memiliki umur dewasa.

2. Rumah adat suku Mentawai

Rumah adat suku Mentawai biasa disebut sebagai Uma. Uma Terbuat dari bahan utama kayu. Salah satu yang sangat unik dari rumah adat Uma yaitu adalah tidak ada paku yang digunakan untuk membangun rumah adat satu ini.

Rumah adat Uma biasanya terbagi menjadi dua ruangan. Pada bagian depan ruangan biasanya dibuat tanpa dinding yang digunakan untuk berkumpul. Ruangan lainnya dibuat berdinding untuk tidur dan dapur.

Sebagai pengetahuan tambahan rumah adat rumah juga dibagi menjadi dua wilayah.  Pada wilayah kanan rumah adat Uma digunakan untuk kepala suku dan juga para lelaki, sedangkan bagian kiri untuk tamu dan juga para wanita.

3. Tradisi gigi runcing

Tradisi ini digunakan sebagai simbol kecantikan para wanita suku Mentawai. Jadi wanita suku Mentawai dianggap semakin cantik ketika memiliki gigi yang runcing.

Menurut sumber yang kami rangkum, tradisi ini semakin ditinggalkan oleh wanita suku Mentawai.  Walaupun saat ini, masih cukup banyak wanita Mentawai yang mempertahankan tradisi ini.

4. Tradisi seikerei

Orang yang dianggap memiliki kekuatan spiritual dan memiliki kedekatan dengan para leluhur disebut sebagai seikerei di suku Mentawai.

Salah satu kemampuan dimiliki oleh seorang seikerei yaitu adalah dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Salah satu simbol yang terdapat pada seikerei yaitu adalah tato bermotif si balu balu.

Cara yang dilakukan oleh seikerei untuk menyembuhkan penyakit orang lain yaitu adalah dengan memberikan ramuan dan juga tarian khusus.  Tarian khusus tersebut berfungsi untuk memanggil leluhur agar ramuan manjur untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Pengertian Tradisi Gigi Runcing

Meruncingkan gigi dengan cara dikeringkan tentunya akan memberikan rasa sakit dan ngilu. Mungkin bagi Anda orang di era modern ini terdengar aneh dan juga mungkin sama sekali tidak tertarik untuk melakukannya.

Akan tetapi, meruncingkan gigi untuk wanita Mentawai adalah salah cara untuk menunjukkan kecantikan. Jadi semakin runcing gigi wanita Mentawai maka akan dianggap semakin cantik.

sehingga tidak mengherankan jika ada banyak wanita Mentawai yang rela menahan rasa sakit Walaupun mungkin di era modern seperti saat ini beberapa wanita sudah meninggalkan tradisi meruncingkan gigi.

Tradisi gigi runcing adalah salah satu tradisi dari sekian banyak tradisi yang dimiliki oleh suku Mentawai. Untuk mengerik gigi biasanya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit. Total, terdapat sebanyak 20 gigi yang harus dikerik oleh wanita suku Mentawai.

Tradisi menghargai wanita Mentawai dilakukan setelah memasuki usia dewasa. Hal ini dikarenakan proses ini mungkin akan sangat menyakitkan. Akan tetapi demi melestarikan tradisi dan tampil cantik banyak wanita mentawai yang melakukannya.

Sejarah Tradisi Gigi Runcing

Tradisi meruncingkan gigi yang dilakukan oleh wanita suku Mentawai sudah ada sejak zaman dahulu. Bisa dibayangkan bagaimana rasa sakit yang harus ditahan oleh wanita suku Mentawai ketika menjalankan tradisi ini.

Selain sebagai simbol kecantikan, meruncingkan gigi juga sebagai salah satu tanda bahwa wanita pertama sudah memasuki usia dewasa.  Walaupun harus menahan rasa sakit, sepertinya tidak menjadi masalah untuk wanita suku Mentawai demi tampil cantik.

Akan tetapi, tradisi gigi runcing saat ini sudah tidak menjadi kewajiban untuk wanita suku Mentawai. Biasanya tradisi ini sekarang hanya dilakukan oleh istri-istri dari kalangan yang dihormati di suku Mentawai.

Biasanya proses meruncingkan gigi dilakukan oleh para wanita menjelang pernikahannya. Sebenarnya pada tradisi ini terdapat makna yang lebih dalam dari pada simbol kecantikan.

Tradisi gigi runcing dianggap sebagai salah satu kepercayaan masyarakat Mentawai untuk menjaga keseimbangan tubuh dan jiwa. Menurut kepercayaan suku Mentawai manusia memiliki dua wujud yang tidak akan pernah musnah.

Salah satu kepercayaan yang cukup unik yaitu adalah jika seseorang tidak menyukai penampilan fisiknya maka akan mendapatkan penyakit.  Untuk itu para wanita Mentawai Rela bersakit-sakit menjalankan tradisi gigi runcing demi terhindar dari penyakit dan juga memiliki umur yang panjang.

Proses  Meruncingkan Gigi Suku Mentawai

Tradisi meruncingkan gigi ternyata tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang. Orang yang berhak melakukan prosesi adat ini yaitu adalah ketua adat dari suku Mentawai.

Alat yang digunakan untuk melakukan proses peruncingan gigi terbuat dari  biasanya terbuat dari kayu atau besi yang telah diasah.  Proses biasanya akan berjalan selama 30 menit tanpa istirahat.

Cara yang dilakukan oleh wanita suku Mentawai untuk menahan rasa sakit ketika prosesi tradisi gigi runcing sangat sederhana. Para wanita suku Mentawai biasanya menahan rasa sakit dengan cara menggigit pisang mentah yang masih keras.

Ketika ketua suku sudah menyelesaikan pengerjaan satu gigi nantinya wanita Mentawai akan diberikan waktu istirahat yang singkat. Proses akan terus dilanjutkan sampai seluruh gigi dikerik.

Tidak bisa dipungkiri jika ada berbagai macam suku di Indonesia yang memiliki tradisi sangat unik. Tradisi gigi runcing adalah salah satu tradisi yang sangat unik dan kita sebagai warga negara Indonesia harus menghargai dan menghormati tradisi tersebut.