Categories
Geografi

√15 Jenis Limbah Berdasarkan Bentuknya yang Mencemari Alam

Jenis Limbah Berdasarkan Bentuknya yang Mencemari Alam

Jenis Limbah Berdasarkan Bentuknya yang Mencemari Alam
Jenis Limbah Berdasarkan Bentuknya yang Mencemari Alam

Berbagai jenis limbah berdasarkan bentuknya yang tidak diolah dengan baik berpotensi mencemari alam. Namun sudahkah Anda mengenali macam-macam limbah yang diolah agar tidak mencemari lingkungan?

Pencemaran alam menjadi salah satu permasalahan klasik yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Terlebih ada banyak hal yang mencemari lingkungan salah satunya limbah dari pabrik, rumah hingga pasar-pasar tradisional.

Limbah merupakan barang sisa hasil proses produksi yang berubah bentuk dan fungsi. Limbah berasal dari produksi di pabrik, rumah tangga hingga kegiatan manusia lainnya yang dibuang.

Secara umum limbah tidak memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga dibuang. Namun limbah dapat menjadi barang bernilai ekonomis tinggi jika diolah dan didaur ulang secara tepat.

Ada berbagai macam limbah yang berpotensi mencemari lingkungan. Berikut adalah jajaran sampah produksi pabrik hingga rumah tangga yang dapat merusak lingkungan jika tidak diolah secara tepat.

Jenis Limbah Berdasarkan Bentuknya yang Cair

Limbah ini merupakan salah satu jenis sampah sisa produksi hasil usaha yang memiliki wujud cair. Limbah berwujud cair bisa berupa bahan buangan pabrik yang sudah tercampur bahan lain atau tersuspensi.

Limbah berbentuk cair tersebut terbagi ke dalam empat jenis. Keempat klasifikasi limbah berbahaya dapat mencemari alam jika tidak ditangani secara tepat seperti di bawah ini.

1. Limbah Cair Perumahan atau Domestic Wastewater

Sesuai namanya limbah yang satu merupakan sisa-sisa atau sampah cair dari rumah tangga. Selain itu sisa limbahnya berasal dari perkatoran, pasar hingga bangunan seperti air tinja, air sabun dan lainnya.

2. Limbah Cair dari Kawasan Industrial

Jenis limbah berdasarkan bentuknya kedua yaitu industrial wastewater. Limbah cair yang berasal dari kawasan industrial ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena mengandung senyawa kimia berbahaya.

Contoh sisa buangan kawasan industri yang masuk ke dalam kategori industrial wastewater bermacam-macam. Diantaranya air sisa pewarnaan industri tekstil, pengolahan makanan hingga limbah cucian daging.

3. Limbah Cair Infiltration and Inflow

Infiltration and inflow merupakan sisa air yang asalnya dari berbagai macam industri dan rumahan serta pertanian. Namun air tersebut telah melewati saluran pembuangan dengan cara merembes dan meluap.

Jenis limbah berdasarkan bentuknya yang cair ini dapat meluap apabila pipa pembuangan bocor. Limbah cair kategori ketiga tersebut contohnya air talang rumah, industri dan limbah sampah pertanian.

4. Limbah Cair Storm Water atau Air Hujan

Keempat yaitu limbah cair yang biasa disebut dengan storm water atau air hujan. Berdasarkan namanya limbah tersebut berasal dari air hujan yang mengalir di atas permukaan tanah.

Jenis Limbah Buangan yang Berbentuk Padat

Jenis limbah berdasarkan bentuknya yang padat bisa ditemukan di berbagai tempat. Bahkan limbah ini memiliki potensi besar yang dapat merusak alam dan ekosistem di sekitar.

Sisa buangan produksi industri berbentuk padat tersebut seringkali dibuang karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomis. Sampah seperti plastik bekas, kertas, hingga kain termasuk ke dalam limbah berbentuk padat.

Sampah organik yang mudah busuk juga dikategorikan sebagai limbah berbentuk padat. Misalnya saja seperti sampah sisa makanan dapur hingga kulit buah-buahan yang mudah terurai mikroorganisme.

Meski dapat terurai oleh mikroorganisme namun sampah padat tersebut tetap mencemari lingkungan. Hal ini dikarenakan jenis limbah berdasarkan bentuknya yang padat tersebut mudah mengeluarkan bau busuk.

Bau busuk dari pembusukan sayuran dan sisa makanan akan mengundang lalat dan hewan lainnya. Sehingga sampah dapur tersebut tidak hanya mencemari lingkungan melainkan berbahaya bagi kesehatan.

Selain itu masih ada sampah rubbish atau limbah organik maupun anorganik namun tetap tidak membusuk. Limbah berbentuk padat ini misalnya saja kaca, logam dan selulosa yang berpotensi mencemari lingkungan.

Selanjutnya masih ada limbah padat yang berjuluk ashes atau sampah abu. Sampah yang satu ini merupakan sisa hasil pembakaran yang tidak mudah membusuk namun terbawa angin karena ringan.

Jenis limbah berdasarkan bentuknya yang ikut mencemari lingkungan sekitar salah satunya dead animal atau bangkai binatang. Limbahnya berupa bangkai binatang seperti ikan dan tikus yang berbau menyengat.

Terakhir masih ada limbah industri dan street sweeping yang sama-sama mencemari lingkungan. Limbah street sweeping dan industrial waste berupa plastik sulit terurai sehingga membutuhkan pengolahan ulang.

Jenis Limbah Berdasarkan Bentuknya Berupa Gas

Selain berbentuk cair dan padat masih ada limbah gas yang juga berpotensi mencemari udara. Umumnya gas limbah yang jumlah berlebihan melebihi kadar O2, CO2 dan H2 akan mengurangi kualitas udara.

Pencemaran udara terjadi lantaran kapasitas partikel dan gas limbah yang berlebihan. Itulah sebabnya partikal dan gas limbah seringkali disebut sebagai zat pencemar udara sehat.

Partikel limbah berupa debu, uap air industri, kabut hingga fume yang masih dapat dilihat menggunakan mata telanjang. Sementara jenis limbah berdasarkan bentuknya berupa gas hanya bisa dirasakan lewat penciuman.

Limbah gas yang sengaja dibuang ke udara mengandung partikel maupun cairan berukuran kecil. Ukurannya yang kecil dan ringan membuat limbah gas tersebut tersuspensi di udara.

Di sisi lain materi partikulat berupa bahan padatan dan cairan yang berasal dari industri pabrik susah dikontrol. Apabila jumlahnya banyak dan terbawa angin akan membuat pencemaran lingkungan lebih luas.

Untuk menangkap limbah berbentuk gas yang berbahaya tersebut dibutuhkan alat khusus. Sehingga partikel berupa debu dan asap dapat ditangkap dan tidak mencemari lingkungan sekitar kawasan industri.

Selain limbah gas masih ada yang berbentuk suara. Namun limbah suara tersebut merambat melalui gelombang bunyi dan dihasilkan dari mesin pabrik hingga peralatan elektronik berukuran besar.

Pengolahan Limbah Agar Tidak Mencemari Lingkungan

Berbagai jenis limbah berdasarkan bentuknya tersebut ada yang dapat diolah kembali. Pengolahan berbagai macam limbah dimaksudkan agar sampah berbahaya tidak mencemari alam dan ekosistem tertentu.

Misalnya limbah plastik yang harus didaur ulang agar tidak mencemari ekosistem laut. Sampah plastik yang menumpuk di sungai dan lautan dapat menganggu ekosistem biota di dalamnya.

Terlebih sampah plastik merupakan limbah yang susah diuraikan oleh mikroorganisme. Plastik bekas yang tidak terpakai masih dapat diolah kembali menjadi barang bernilai jual tinggi di pasaran.

Sementara itu pengolahan limbah organik seperti daun dan sisa makanan dapur biasanya berupa pupuk. Namun tentunya pengolahan sampah organik memerlukan tingkat kecermatan dan wawasan yang tinggi.

Hal ini dikarenakan sampah organik yang sudah membusuk akan mengeluarkan senyawa kimia berbahaya. Karena itu sebelum mengolah sampah makanan diperlukan wawasan yang luas agar proses olahan dapat bermanfaat.

Selain itu masih ada pengolahan sampah cair yang berpotensi membahayakan ekosistem alam. Limbah cair yang berasal dari industri masih mengandung senyawa kimia sehingga tidak dapat langsung dialirkan ke luar pabrik.

Limbah tersebut harus diolah secara berulang-ulang agar menjadi air bersih. Setelah limbah cair menjadi aman maka air sisa industri bisa dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari namun tetap tidak dapat dikonsumsi.

Pada dasarnya limbah berbahaya dan mencemari alam apabila tidak diolah kembali. Sehingga jenis limbah berdasarkan bentuknya tersebut harus dicermati ulang agar bisa bermanfaat dan tidak mencemari lingkungan.