Categories
Geografi

√15 Faktor Penyebab Pencemaran Air yang Membuat Biota Terancam

Faktor Penyebab Pencemaran Air yang Membuat Biota Terancam

Faktor Penyebab Pencemaran Air yang Membuat Biota Terancam
Faktor Penyebab Pencemaran Air yang Membuat Biota Terancam

Tahukah Anda ada berbagai faktor penyebab pencemaran air yang membuat biota terancam? Penyebabnya perlu dicermati dan dikaji ulang agar lingkungan biota air dapat terselamatkan dari ancaman kepunahan.

Pencemaran lingkungan selalu memberikan dampak buruk bagi keberlangsungan makhluk hidup. Mulai dari kehidupan manusia, biodata laut serta makhluk hidup lainnya yang bergantung pada kelestarian alam.

Kendati demikian hanya sedikit orang yang memperhatikan langkah-langkah pencegahannya. Oleh sebab itu penurunan kualitas air di area perairan seperti danau, laut dan sungai semakin meningkat.

Memahami Pengertian Pencemaran Air yang Merusak Biota

Pencemaran tidak dapat dipisahkan dari makhluk hidup karena memiliki keterkaitan. Manusia misalnya melakukan berbagai aktivitas yang tanpa disadari mengakibatkan berkurangnya kualitas air di laut, sungai dan danau.

Lantas apa saja penyebab pencemaran air yang menjadi ancaman bagi biota laut dan lainnya terancam? Sebelum mengetahui faktor penyebabnya tidak ada salahnya memahami pengertian pencemaran lingkungan.

Pencemaran selalu dikaitkan dengan polutan yang jumlahnya berlebihan. Polutan sendiri adalah zat atau bahan pencemar lingkungan yang dihasilkan dari aktivitas manusia seperti limbah pabrik dan bahan-bahan kimia.

Lingkungan air akan tercemar jika dalam waktu tertentu dipenuhi dengan polutan dalam jumlah yang besar. Sehingga hal tersebut mengancam keberlangsungan makhluk hidup di dalamnya seperti ikan.

Sementara itu pencemaran merupakan dampak dari masuknya makhluk hidup, komponen berbahaya, hingga zat energi pada suatu lingkungan. Zat pencemar seperti limbah menjadi faktor penyebab pencemaran air sungai laut.

Sementara air danau juga dapat tercemar oleh sampah plastik yang terus menumpuk. Bahkan biota di dalam danau dapat terancam oleh zat berbahaya yang digunakan manusia.

Macam-Macam Faktor Penyebab Pencemaran Air

Pencemaran di alam biota biasanya terjadi di kawasan sungai, lautan hingga danau atau telaga. Ada beberapa hal yang biasanya dijadikan sebagai tanda bahwa air mengalami pencemaran.

Diantaranya air berbau, warna berubah dan mempunyai rasa tertentu. Berikut adalah deretan faktor penyebab pencemaran air di danau, telaga, lautan dan sungai yang mengancam kehidupan biota.

  1. Limbah dari Aktivitas Pabrik

Pabrik memang menguntungkan bagi manusia karena dapat menjadi sumber penghasilan. Lebih dari itu banyak orang memanfaatkan lapangan pekerjaan di dalam pabrik karena seleksi masuk yang mudah.

Namun dibalik keuntungannya rupanya aktivitas di dalam pabrik juga merugikan lingkungan. Seperti misalnya buangan limbah pabrik yang tidak dikelola dengan baik justru mencemari lingkungan air.

  1. Buangan Sampah dari Aktivitas Rumah Tangga

Penyebab pencemaran air selanjutnya berasal dari buangan sampah rumah tangga. Sampah dari aktivitas rumah tangga yang dibuang sembarangan tidak hanya mencermari air sungai melainkan biota laut.

Sampah tersebut awalnya menumpuk di hulu sungai kemudian terbawa arus air hingga ke lautan. Jika sudah seperti ini keberadaan sampah berupa plastik dan bahan kimia akan mematikan biota air.

  1. Bahan Peledak yang Digunakan Menangkap Ikan

Bahan peledak yang biasanya digunakan para penangkap ikan menjadi penyebab pencemaran air selanjutnya. Bahan peledak memang umumnya dirancang dengan menggunakan bahan kimia yang membuat ikan-ikan mati.

Sayangnya penggunaan bahan peledak saat menangkap ikan juga berdampak pada kualitas air. Kontaminasi air dan bahan kimia pada akhirnya membuat ekosistem air menjadi semakin rusak.

Dampak Buruk Terjadinya Pencemaran Air

Pencemaran di lingkungan air yang semakin parah berakibat fatal pada biota laut dan menyebabkan punahnya ekosistem. Hal ini lantaran air menjadi tempat tinggal biota laut untuk tumbuh dan berkembang biak.

Jika suatu lingkungan terkontaminasi tentunya makhluk hidup di dalamnya akan mencari tempat tinggal baru. Peralihan tempat tinggal tersebut juga dapat mengancam keberadaan biota lain yang lebih dulu menetap.

Sementara itu penyebab pencemaran air seperti zat beracun dapat mengakibatkan hilangnya ekosistem di perairan. Makhluk hidup di dalam air seperti ikan dan terumbu karang secara perlahan mengalami kepunahan.

Apabila dampak buruk tersebut terjadi terus menerus bisa jadi ekosistem di dalam air menghilang. Inilah yang pada akhirnya menyebabkan ketidakseimbangan rantai makanan di kawasan perairan.

Pencemaran yang terjadi di perairan juga mengganggu kenyamanan manusia. Hal ini dikarenakan manusia membutuhkan air bersih dan aman digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti mandi dan mencuci.

Air yang terkontaminasi dengan bakteri, zat beracun, dan limbah tentu tidak aman untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Oleh sebab itu penyebab pencermaran air perlu dideteksi secara dini dan ditanggulangi.

Langkah Pencegahan Terjadinya Pencemaran Air

Berbagai langkah perlu dilakukan secara sistematis dan cepat untuk mencegah terjadinya pencemaran air yang tidak terkontrol. Misalnya seperti membiasakan diri membuang sampah di tempat yang telah disediakan.

Sehingga sampah rumah tangga tersebut dapat dipilah dan diolah kembali. Memilah-milah sampah juga dapat mengurangi dampak pencemaran di lingkungan air laut, telaga, danau hingga sungai.

Langkah terbaik adalah menghentikan penyebab pencemaran air demi keberlangsungan makhluk hidup. Seperti menggunakan cara-cara yang aman dan bijaksana saat menangkap ikan di laut maupun kawasan perairan.

Tidak hanya itu langkah pencegahan juga dapat dilakukan melalui pengolahan limbah pabrik. Pemilik pabrik perlu menyediakan tempat khusus sebagai area pengolahan limbah pabrik agar tidak mencermari lingkungan air.

Limbah pabrik sendiri terdiri dari berbagai macam bentuk diantaranya padat, cair dan gas. Limbah cair yang berpotensi mencemari lingkungan air sebaiknya dinetralisir terlebih dahulu sebelum dialirkan ke area khusus.

Cara tersebut bertujuan untuk mengamankan biota sungai atau laut dari ancaman bahan kimia yang mematikan. Selain itu limbah yang masih mengandung bahan kimia berbahaya sebaiknya tidak dialirkan di dekat sungai.

Meski tidak dialirkan ke sungai namun air limbah berbahaya tersebut tetap dapat mencemari lingkungan. Terlebih jika resapan air digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti mencuci, mandi dan masak.

Klasifikasi Biota yang Terancam Karena Pencemaran Air

Istilah biota diartikan sebagai makhluk hidup diantaranya tumbuhan dan hewan yang tinggal di kawasan tertentu. Pengklasifikasian biota biasanya didasarkan pada tempat hidup tumbuhan dan hewan tersebut.

Lantas apa yang dimaksud dengan istilah biota laut dan klasifikasinya? Seluruh makhluk hidup yang tinggal dan berkembang biak di dalamnya dapat disebut sebagai biota laut.

Penyebab pencemaran air yang diminimalisir dengan baik akan membantu menyelamatkan biota laut. Seperti ikan, kuda laut, kepiting, udang dan tumbuhan yang tumbuh di kawasan perairan.

Secara garis besar klasifikasi biota laut terbagi ke dalam tiga kelompok. Diantaraya kelompok plankton, nekton, dan benthos yang akan terancam jika lingkungannya terusik oleh aktivitas manusia.

Plankton terdiri dari tumbuhan dan hewan yang hidup terapung dan berpindah-pindah. Biota laut tersebut contohnya zooplankton dan fipoplakton yang berpindah dari satu teritori ke tempat lainnya.

Sementara itu berbagai jenis ikan hingga cumi-cumi dikategorikan sebagai kelompok nekton. Makhluk hidup tersebut tinggal di laut namun bergerak aktif setiap saat sehingga menjadi buruan manusia.

Terakhir Benthos adalah makhluk hidup yang hidup di laut dengan cara merayap dan menempel. Biasanya kelompok biota laut Benthos berada di dasar laut misalnya karang, bintang laut hingga rumput laut.

Pada akhirnya berbagai macam ekosistem di laut tersebut dapat terancam keberadaannya. Oleh sebab itu mengendalikan faktor penyebab pencemaran air penting dilakukan demi keseimbangan lingkungan alam sekitar.