Categories
Serba serbi

√49+ Mengenal Alat Musik Tradisional Angklung Dan Serba-Serbinya

Mengenal Alat Musik Tradisional Angklung Dan Serba-Serbinya

Mengenal Alat Musik Tradisional Angklung Dan Serba-Serbinya
Mengenal Alat Musik Tradisional Angklung Dan Serba-Serbinya

Alat musik tradisional angklung adalah perangkat seni yang berasal dari daerah Sunda. Angklung sendiri berasal dari bahasa Sunda yakni kata angkleung-angkleungan. Kata ini mewakili suara dari angklung itu sendiri. Angklung adalah instrumen musik yang terbuat dari bambu.

Instrumen satu ini memunculkan suara klung setiap kali digoyangkan. Bagi Anda yang mencintai seni dan budaya dalam negeri, tentu penting sekali untuk mengenal alat musik tradisional satu ini secara lebih mendalam. Tidak hanya orang Sunda saja, alat musik satu ini juga banyak dipelajari oleh pakar musik dunia.

Kalau mereka yang berada jauh dari negeri ini saja bisa tertarik, kenapa kita tidak bisa? Padahal ada banyak sekali nilai positif yang bisa didapat dari memainkannya. Mari kita bahas bagaimana cara memainkan perkembangan serta sejarah dari instrumen tersebut.

Asal-Usul Alat Musik Tradisional Angklung

Bagi Anda yang tinggal di daerah Jawa Barat, pasti tidak asing lagi dengan alat musik satu ini. Penting untuk diketahui kalau angklung muncul dari tradisi masyarakat Sunda sebagai sarana untuk penghormatan dan persembahan kepada Nyai Sri Pohaci atau lebih dikenal dengan nama Dewi Sri.

Alat musik tradisional angklung ini dimainkan oleh masyarakat Sunda di zaman dulu sebagai bentuk permohonan kepada Dewi Sri Agar tanaman yang mereka tanam terhindar dari gagal panen. Dewi Sri sendiri diyakini merupakan simbol kesuburan dan kesuksesan dalam menanam padi.

Ketika pertama kali dibuat, angklung ini sama sekali tidak memiliki nada atau Irama. Jadi bunyinya sembarang. Namun masyarakat Sunda pada masa lalu menggoyangkannya secara serentak sehingga menghasilkan harmoni yang unik yang selaras dengan alam.

Seiring dengan berjalannya waktu, kemudian angklung ini dimodifikasi sehingga memiliki nada khusus yang menghasilkan instrumen lebih cantik. Permainannya juga bisa dilakukan oleh satu orang saja. Tapi fungsi angklung itu sendiri sudah berubah dari alat untuk ritual menjadi alat musik yang bisa mengiringi berbagai jenis instrumental modern.

Angklung Memiliki Nada Diatonis Meski Sebelumnya Buat Nada Pentatonis 

Di masa lalu, angklung ini memiliki nada pentatonik. Jadi hanya ada 5 nada saja pada alat musik tersebut. Dengan keberadaan lima nada tersebut, alat musik tradisional angklung ini sangat kompatibel dengan identitas musik Sunda.

Namun Seiring dengan berjalannya waktu, terjadi modifikasi terhadap proses tersebut. Hal ini dilakukan oleh seorang pria bernama Daeng Soetigna. Beliau adalah seorang pengajar angklung dan benar-benar ahli di bidang tersebut. Daeng Soetigna kemudian menciptakan angklung dengan nada diatonik sehingga memiliki tujuh tangga nada yakni do re mi fa so la si do. Hal inilah yang memungkinkan Anda untuk menggunakan angklung saat mengiringi lagu apapun.

Alat musik 1 pertama kali dikembangkan oleh Daeng di Kuningan pada tahun 1938 lalu. Karena jasa-jasanya tersebut, Daeng Soetigna kemudian menerima penghargaan Satyalancana Kebudayaan dari Presiden Soeharto pada tahun 1968.

Tidak berhenti sampai disitu, Daeng Soetigna juga mendapatkan anugerah Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden SBY pada tahun 2007. Karena itulah angklung modern lebih dikenal dengan nama angklung Padaeng.

Angklung Ditetapkan Sebagai The Intangible Cultural Heritage Oleh UNESCO

Jika Anda mengecek secara langsung di website resmi UNESCO, bisa ditemukan kalau alat musik tradisional angklung ini masuk ke dalam The Incredible Country Heritage atau warisan budaya non benda yang berasal dari Indonesia.

Deklarasi dari UNESCO tersebut dirilis pada tanggal 16 November 2010 lalu. Ini merupakan bukti nyata kalau alat musik tradisional tersebut menjadi identitas budaya yang harus dijaga dengan sangat ketat. Tidak sedikit negara lain yang mengklaim angklung sebagai alat musik tradisional mereka.

Yang memprakarsai pengakuan angklung oleh UNESCO adalah Saung Angklung Udjo. Saung satu ini merupakan sentra produksi alat tradisional khas Sunda serta sanggar seni di Bandung. Merekalah yang melakukan registrasi angklung ke UNESCO. hingga saat ini 16 November diperingati sebagai hari alat musik tradisional angklung sedunia.

Namun ada tanggung jawab besar di balik dibalik pengakuan angklung oleh UNESCO tersebut. Jadi masyarakat harus benar-benar menjaga angklung dan melestarikannya dengan baik. Jika tidak, maka pengakuan UNESCO tersebut akan dihapus. Mari kita kenalkan alat musik satu ini kepada generasi selanjutnya.

Tempat Berlatih Dan Pertunjukan Angklung 

Di wilayah Jawa Barat sendiri tidak sulit untuk menemukan tempat berlatih dan pertunjukan alat musik tradisional angklung. Bagi Anda yang ingin mengenalkan si kecil dengan alat musik tersebut dan kebudayaan Sunda lainnya, Anda bisa mengajak mereka ke Saung Angklung Udjo di Bandung.

Tempat satu ini merupakan salah satu pusat pelestarian dan pertunjukan angklung terbesar di Jawa Barat. Selain itu Anda juga bisa mengajak orang-orang melihat workshop atau bengkel pembuatan angklung secara masif di dalamnya.

Saung Angklung Udjo sendiri didirikan oleh seorang pria bernama Udjo Ngalagena atau lebih dikenal dengan nama Mang Udjo. Pria satu ini mendirikan Saung Angklung tersebut pada tahun 1966 lalu. Dari masa ke masa, pengelolaan saung angklung kemudian dilanjutkan pengelolaannya oleh anak-anak Beliau.

Ada banyak sekali pertunjukan yang bisa Anda nikmati di Saung Angklung tersebut. Diantaranya adalah permainan angklung bersama, orkestra musik dan kebudayaan Sunda lainnya, helaran angklung besar, demonstrasi wayang golek, serta berbagai jenis tarian tradisional khas Sunda.

Tentu saja ada banyak sekali manfaat yang bisa Anda dapatkan ketika mengajak si kecil berkunjung ke tempat satu ini. Tidak hanya itu saja, ada banyak juga bentuk peradaban Sunda yang bisa Anda temukan ketika berada di dalamnya. Kami jamin Anda akan betah berlama-lama di dalamnya.

Cara Memainkan Alat Musik Angklung

Cara memainkan alat musik tradisional angklung ini sendiri sama sekali tidak sulit. Bahkan pembelajarannya jauh lebih mudah dibandingkan mempelajari biola, gitar, piano dan alat musik modern lainnya.

Alat musik angklung ini bisa dimainkan oleh siapa saja. Bahkan oleh anak-anak sekalipun. Ketika satu tangan memegang rangka alat musik tersebut, maka tangan yang lain menggoyangkan bubu bambu agar bunyi dihasilkan.

Saat Anda mempelajari cara memainkan angklung, ada tiga teknik dasar yang bisa digunakan. Pertama adalah teknik getar. Ini merupakan teknik yang paling umum digunakan karena tangan Anda hanya perlu menggetarkan setiap balok alat musik tradisional angklung sesuai dengan tempo masing-masing.

Teknik lainnya adalah teknik sentak dimana tabung dasar angklung ditarik dengan cepat oleh jari ke arah telapak tangan kanan. Dengan teknik ini, angklung hanya akan berbunyi sekali saja atau dalam Islam musiknya adalah staccato.

Cara yang terakhir adalah cara tengkep. Cara tengkep ini adalah memainkan angklung dengan menutup dan menahan tabung kecil sehingga tidak ikut berbunyi. Teknik ini bertujuan untuk menghasilkan suara angklung yang lebih halus.

Menjaga kelestarian budaya merupakan tanggung jawab kita semua. Kalau bukan kita sendiri yang menjaganya, siapa lagi yang akan melakukannya? Salah satu budaya Sunda yang sangat diakui dunia adalah alat musik tradisional angklung ini, mari kita lestarikan mulai hari ini juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *