tembang sinom,paugeran tembang sinom,latar Belakang Tembang Sinom,Watak Tembang Sinom,Fungsi Tembang Sinom,Paugeran (Aturan) Tembang Sinom,Paugeran Guru Gatra Tembang Sinom,Paugeran Guru Wilangan Tembang Sinom,Paugeran Guru Lagu Tembang Sinom,Contoh Tembang Sinom Beserta Terjemahannya,Contoh Tembang Sinom Tentang Zaman 1,Contoh Tembang Sinom Tentang Zaman 2,Contoh Tembang Sinom Tentang Kondisi Negara,Contoh Tembang Sinom Tentang Patah Hati,Contoh Tembang Sinom Tentang Nasehat Menjadi Pemimpin,Contoh Tembang Sinom Tentang Kebenaran Berita,Contoh Tembang Sinom Tentang Perilaku Murid yang Benar,Contoh Tembang Sinom Tentang Rajin Belajar,Contoh Tembang Sinom Tentang Keluarga,Contoh Tembang Sinom Tentang Kerukunan,Contoh Tembang Sinom Tentang Keteladanan Orang Terdahulu,Contoh Tembang Sinom 1,Contoh Tembang Sinom 2,Contoh Tembang Sinom 3,Contoh Tembang Sinom 4,Makna Tembang Sinom

√ 15+ Contoh Tembang Sinom Beserta Arti, Watak dan Paugerannya

Tembang sinom – Setelah sebelumnya kita belajar tentang paugeran tembang macapat, sekarang mari kita pelajari salah satu macam tembang macapat yang berjudul Sinom.

Secara garis besar tembang sinom merupakan urutan ketiga dari seluruh tembang macapat. Tembang sinom berisi cerita dan nasehat untuk para kamu muda.

Tembang sinom juga memiliki paugeran pakem yang membedakannya dengan tembang macapat lain. Agar lebih jelas, yuk simak pengertian, paugeran dan contoh tembang Sinom beserta penjelasannya.

Latar Belakang Tembang Sinom

Tembang Sinom seperti kita tahu merupakan salah satu dari 11 tembang macapat.

‘Sinom’ dalam Bahasa Jawa berarti pucuk daun yang baru tumbuh atau bersemi. Pucuk ini diibaratkan sebagai manusia yang baru memasuki usia muda. Dalam masa ini hendaklah kita selalu rajin dalam menuntun ilmu dan mencari pengalaman sebanyak mungkin.

Usia muda juga identik dengan masa pubertas. Pada masa pubertas akan terjadi perubahan fisik, psikis dan pematangan fungsi-fungsi seksual. Salah satu tanda masa pubertas adalah mulai adanya ketertarikan terhadap lawan jenis.

tembang sinom,paugeran tembang sinom,latar Belakang Tembang Sinom,Watak Tembang Sinom,Fungsi Tembang Sinom,Paugeran (Aturan) Tembang Sinom,Paugeran Guru Gatra Tembang Sinom,Paugeran Guru Wilangan Tembang Sinom,Paugeran Guru Lagu Tembang Sinom,Contoh Tembang Sinom Beserta Terjemahannya,Contoh Tembang Sinom Tentang Zaman 1,Contoh Tembang Sinom Tentang Zaman 2,Contoh Tembang Sinom Tentang Kondisi Negara,Contoh Tembang Sinom Tentang Patah Hati,Contoh Tembang Sinom Tentang Nasehat Menjadi Pemimpin,Contoh Tembang Sinom Tentang Kebenaran Berita,Contoh Tembang Sinom Tentang Perilaku Murid yang Benar,Contoh Tembang Sinom Tentang Rajin Belajar,Contoh Tembang Sinom Tentang Keluarga,Contoh Tembang Sinom Tentang Kerukunan,Contoh Tembang Sinom Tentang Keteladanan Orang Terdahulu,Contoh Tembang Sinom 1,Contoh Tembang Sinom 2,Contoh Tembang Sinom 3,Contoh Tembang Sinom 4,Makna Tembang Sinom
Idntimes

Masa muda juga merupakan masa yang sangat rawan karena pada masa masa inilah seorang akan memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar terhadap banyak hal baik itu hal positif maupun negatif. Di sinilah mulai berlaku norma-norma yang yang baik dari keluarga, masyarakat, sekolah dan negara.

Dapat juga dikatakan,masa muda merupakan masa yang rawan karena anak anak muda akan mencari jati dirinya sehingga jika mereka bergaul dengan komunitas yang salah, efeknya akan sangat besar. Apalagi dari segi psikologis anak muda cenderung suka memberontak terhadap kondisi yang menurutnya kurang ‘asik’.

Dari sinilah tembang sinom lalu diciptakan sebagai salah satu upaya preventif agar remaja dapat melalui proses pubertas dengan sukses.

Tembang sinom secara garis besar mengandung dua hal, ajaran (piwulang) dan mengajari (wewarah). Isi ajaran atau nasehatnya bisa tentang pergaulan, keilmuan, cobaan, percintaan dan patah hati serta keteladanan orang orang zaman dulu.

Watak Tembang Sinom

tembang sinom,paugeran tembang sinom,latar Belakang Tembang Sinom,Watak Tembang Sinom,Fungsi Tembang Sinom,Paugeran (Aturan) Tembang Sinom,Paugeran Guru Gatra Tembang Sinom,Paugeran Guru Wilangan Tembang Sinom,Paugeran Guru Lagu Tembang Sinom,Contoh Tembang Sinom Beserta Terjemahannya,Contoh Tembang Sinom Tentang Zaman 1,Contoh Tembang Sinom Tentang Zaman 2,Contoh Tembang Sinom Tentang Kondisi Negara,Contoh Tembang Sinom Tentang Patah Hati,Contoh Tembang Sinom Tentang Nasehat Menjadi Pemimpin,Contoh Tembang Sinom Tentang Kebenaran Berita,Contoh Tembang Sinom Tentang Perilaku Murid yang Benar,Contoh Tembang Sinom Tentang Rajin Belajar,Contoh Tembang Sinom Tentang Keluarga,Contoh Tembang Sinom Tentang Kerukunan,Contoh Tembang Sinom Tentang Keteladanan Orang Terdahulu,Contoh Tembang Sinom 1,Contoh Tembang Sinom 2,Contoh Tembang Sinom 3,Contoh Tembang Sinom 4,Makna Tembang Sinom
Idntimes

Watak tembang diartikan sebagai sifat dari lirik-lirik pada tembang. Watak tembang bisa berupa kesedihan, kegembiraan, amarah, larangan dst.

Watak pada tembang Sinom sendiri adalah memuat tentang kesabaran, ketulusan dan keramahtamahan. Watak tembang yang seperti ini jelas agar nasehat nasehat dalam tembang dapat tersampaikan dengan baik kepada para pemuda.

Pemuda juga tidak akan merasa dihakimi dan dipaksa mengikuti nasehat, sebaliknya mereka akan secara alami mengikutinya karena disampaikan dengan lirik-lirik yang halus.

Fungsi Tembang Sinom

Tembang sinom dalam prakteknya dapat digunakan sebagai iringan ataupun hiburan dalam acara acara yang melibatkan anak muda seperti acara pentas kesenian, perpisahan sekolah, pameran, acara karang taruna dan acara acara kepemudaan lainnya.

Paugeran (Aturan) Tembang Sinom

Paugeran tembang sinom tersusun atas : 9 guru gatra, dengan guru wilangan dan guru lagu 8a, 8i, 8a, 8i, 7i, 8u, 7a, 8i, 12a

Paugeran Guru Gatra Tembang Sinom

Guru gatra berarti jumlah baris lirik dalam satu bait lagu. Dalam tembang sinom terdapat 9 baris dalam setiap baitnya. Jadi, semua orang pasti akan mengikuti aturan ini.

Paugeran Guru Wilangan Tembang Sinom

Mudahnya, guru wilangan diartikan sebagai banyaknya suku kata di setiap baris atau gatra tembang.

Guru wilangan tembang sinom adalah 8, 8, 8, 8, 7, 8, 7, 8, 12.

Cara membacanya adalah, baris pertama terdiri atas 8 suku kata, baris kedua 8 suku kata dst.

Paugeran Guru Lagu Tembang Sinom

Paugeran tembang sinom yang terakhir adalah guru lagu. Guru lagu adalah bunyi vokla terakhir pada setiap baris atau gatra tembang.

Guru lagu pada tembang sinom adalah a, i, a, i, i, u, a, i, a.

Contoh Tembang Sinom Beserta Terjemahannya

tembang sinom,paugeran tembang sinom,latar Belakang Tembang Sinom,Watak Tembang Sinom,Fungsi Tembang Sinom,Paugeran (Aturan) Tembang Sinom,Paugeran Guru Gatra Tembang Sinom,Paugeran Guru Wilangan Tembang Sinom,Paugeran Guru Lagu Tembang Sinom,Contoh Tembang Sinom Beserta Terjemahannya,Contoh Tembang Sinom Tentang Zaman 1,Contoh Tembang Sinom Tentang Zaman 2,Contoh Tembang Sinom Tentang Kondisi Negara,Contoh Tembang Sinom Tentang Patah Hati,Contoh Tembang Sinom Tentang Nasehat Menjadi Pemimpin,Contoh Tembang Sinom Tentang Kebenaran Berita,Contoh Tembang Sinom Tentang Perilaku Murid yang Benar,Contoh Tembang Sinom Tentang Rajin Belajar,Contoh Tembang Sinom Tentang Keluarga,Contoh Tembang Sinom Tentang Kerukunan,Contoh Tembang Sinom Tentang Keteladanan Orang Terdahulu,Contoh Tembang Sinom 1,Contoh Tembang Sinom 2,Contoh Tembang Sinom 3,Contoh Tembang Sinom 4,Makna Tembang Sinom
Youtube

Selanjutnya dari paugeran (aturan) dasar tembang sinom di atas, seniman lalu menciptakan tembang-tembang sinom untuk berbagai kesempatan. Meskipun isinya berbeda-beda, namun jika diperhatikan seluruh contoh tembang sinom di bawah ini tetap mengikuti paugeran tembang sinom.

Contoh Tembang Sinom Tentang Zaman 1

Amenangi jaman edan
Ewuh aya ing pambudi
Melu edan nora tahan
Yen tan melu anglakoni
Boya keduman melik
Kaliren wekasannipun
Dilalah kersa Allah
Begja-begjane kang lali
Luwih begja kang eling lawan waspada


** Tembang Sinom karya Ranggawarsita dalam Serat Kalatidha

Artinya:
Mengalami zaman gila
Sulit dalam pikiran
lkut gila tidak tahan
Kalau tidak ikut melakoni
Tidak dapat bagian apa-apa
Kelaparan akhirnya
Untungnya kehendak Allah
Sebaik-baiknya orang lupa
Lebih beruntung yang senantiasa ingat dan waspada

Contoh Tembang Sinom Tentang Zaman 2

Mangkya darajating praja
Kawuryan wus sunyaruri
Rurah pangrehing ukara
Karana tanpa palupi
Atilar silastuti
Sujana sarjana kelu
Kalulun kala tidha
Tidhem tandhaning dumasi
Ardayengrat dene karoban rubeda

** Tembang Sinom karya Ranggawarsita dalam Serat Kalatidha.

Artinya:
Keadaan negara waktu sekarang
Sudah semakin merosot
Situasi telah menjadi rusak
Karena sudah tidak ada yang diikuti lagi
Banyak orang yang meninggalkan aturan-aturan lama
Orang cerdik terbawa arus kala tida (zaman yang penuh keraguan)
Suasana menandakan situasi yang mencekam
Karena dunia penuh dengan gangguan

Contoh Tembang Sinom Tentang Kondisi Negara

Ratune ratu utama
Patihe patih linuwih
Pra nayaka tyas raharja
Panekare becik-becik
Parandene tan dadi
Paliyasing kala bendhu
Mandar mangkin andadra
Rubeda angribedi
Beda-beda ardaning wong sanegara.

Artinya:
Rajanya termasuk raja yang utama
Patihnya patih yang mempunyai kelebihan
Semua anak buahnya berhati baik
Pemuka-pemuka masyarakat baik
Namun semuanya itu tidak menjadi
Oleh karena daya zaman kala bendu
Bahkan semakin menjadi-jadi
Gangguan merepotkan
Berbeda-beda pikiran dan kehendak orang dalam satu negara.

Contoh Tembang Sinom Tentang Patah Hati

Katetangi tangis sira
Sira sang paramengkawi
Kawileting tyas duhkita
Kataman ing reh wirangi
Dening upaya sandi
Sumaruna anerawung
Mangimur manuhara
Met pamrih melik pakoleh
Temah suka ing karsa tanpa wiweka.

Artinya:
Saat itulah hatinya menangis
Dia dalang sang pujangga
Diliputi hati yang sedih
Mendapat hinaan dan malu
Akibat perbuatan seseorang
Semula orang tersebut memberi harapan
Menghiu hatinya
Mempunyai keinginan untuk memperoleh sesuatu
Sehingga sang pujangga karena terlalu gembira tidak waspada.

Contoh Tembang Sinom Tentang Nasehat Menjadi Pemimpin

Dasar karoban pawarta
Bebaratan udan lamis
Pinudya dadya pangarsa
Wekasan malah kawuri
Yen pinikir sayekti
Mundhak apa aneng ngayun
Andhedher kaluputan
Siniraman banyu lali
Lamun tuwuh dadi kekembanging beka.

Artinya:
Dasar hanya mendengar berita
Ibaratnya hanya kabar dimulut
Akan ditempatkan sebagai pejabat
Akhirnya malah ketipu
Kalau dipikir dengan benar
Apa gunanya menjadi pemimpin
Hanya membuat kesalahan
Disiram hati yang lupa diri
Hanya akan menjadi buah bibir belaka.

Contoh Tembang Sinom Tentang Kebenaran Berita

Ujaring panitisastra
Awewarah asung peling
Ing jaman keneng musibat
Wong ambeg jatmiko kontit
Mengkono yen niteni
Pedah apa amituhu
Pawarta lolawara
Mundhak angreranta ati
Angurbaya angiket caritaning kuna.

Artinya:
Menurut buku panitisastra
Memberi ajaran yang mengingatkan
Di zaman yang penuh gangguan dan kejahatan
Orang yang berbudi tidak terpakai
Demikian itu kalau kita teliti dengan saksama
Apa gunanya mempercayai
Kabar yang tidak jelas
Hanya akan menyusahkan hati
Lebih baik menulis cerita zaman kuna.

Contoh Tembang Sinom Tentang Perilaku Murid yang Benar

Lakune bocah sekolah
Sinau rino lan wengi
Kudune bocah sekolah
Mesti pinter lan setiti
Nanging jaman saiki
Sinanune ora luhur
Karo seneng dolanan
Ora bisa migunani
Mung bisa njaluk lan nyusahke wong tuwa

Artinya:

Sudah seharusnya menjadi perilaku anak sekolah
Belajar rajin siang dan malam
Anak sekolah juga seharusnya
Harus pintar dan teliti
Namun di zaman sekarang
Belajarnya tidak baik
Apalagi suka bermain-main
Tidak dapat memberi manfaat
Sebaliknya, hanya bisa meminta-minta dan menyusahkan orang tua

Contoh Tembang Sinom Tentang Rajin Belajar

Langit iki katon padang
Kaya padange ning ati
Ngilangake rasa malas
Sing tansah ngrogoti ati
Aku tansah taberi
Menyang ing papan sinau
Golek ilmu manfaat
Kanggo sanguning urip
Dadi wong sing migunani marang bangsa

Artinya:

Langit ini terlihat terang
Seperti terangnya hati
Menghilangkan rasa malas
Yang selalu menggerogoti hati
Aku selalu rajin
Pergi ke tempat belajar
Mencari ilmu bermanfaat
Untuk bekal hidup
Menjadi orang yang berguna bagi bangsa

Contoh Tembang Sinom Tentang Keluarga

Sedulur pada elinga
Temenana nggonmu urip
Bekti biyung bekti bapa
Duwe pakerti kang becik
Tumindhak kang pratitis
Kakang adhi tansah rukun
Tuladha kang utama
Lung tinulung nora lali
Kabeh mau kanggo kluarga kang mulya

Artinya:

Kerabat selalu ingatlah
Bersungguh-sungguhlah dalam hidup
Berbakti pada ibu dan bapak
Mempunyai pekerti yang baik
Berlaku praktis
Kakak adik selalu rukun
Teladan adalah yang utama
Jangan lupa tolong menolong
Itu semua untuk keluarga yang mulia

Contoh Tembang Sinom Tentang Kerukunan

Kanca ingkang katresnanan
Kanca kang jaler lan estri
Kanca kang apik lan ala
Saka mbiyen nganti iki
Aja padha ngerahi
Supaya uripe rukun
Aja padha kerahan
Lan gawe laraning ati
Iku kabeh gawe rukun marang kanca

Artinya:

Teman yang saling mengasihi
Teman yang laki laki dan perempuan
Teman yang baik dan buruk
Dari dulu sampai sekarang
Jangan saling bermusuhan
Agar hidupnya rukun
jangan saling berantem
Dan saling menyakiti hati
Itu semua akan menciptakan kerukunan terhadap teman

Contoh Tembang Sinom Tentang Keteladanan Orang Terdahulu

Nulada laku utama
Tumrape wong tanah jawi
Wong agung ing Ngeksiganda
Penambahan Senopat
Kepati Amarsudi
Sudane hawa lan napsu
Pinepsu tapa brata
Tanapi ing siyang ratri
Amamangun karyenak tyasing sesame

Artinya:

Menirulah perilaku yang paling utama.
Bagi orang di tanah jawa.
Orang besar di Ngeksiganda/Mataram.
Panembahan Senopati.
Sangat tekun dan berusaha
Untuk mengendalikan hawa nafsu
Dengan berlaku prihatin/bertapa
Yang dilakukan pada siang dan malam
Membangun ketentraman hati sesama

** Tembang Sinom ini adalah karya KGPAA Mangkunegoro ke IV (1811-1882 M) dan terdapat dalam Serat Wedhatama, Pupuh Sinom, podo 15. Tembang Sinom tersebut dikenal dengan nama Sinom Gadhung Melati.

Lihat video lengkap via YouTube.

Contoh Tembang Sinom 1

Guwa Clangap ing Tulakan.
Sudimara Guwa Kambil.
Papringan ing Ngadireja.
Somopura tambah malih.
Giri Tundha anenggih.
Sisih elor Guwo Penthung.
Kang manggen ing Tulakan.
Jumbuh lan ingkang den rawi.
Kang kasusra Pacitan ing Sewu Guwa.

Contoh Tembang Sinom 2

Mangaler pariwisata.
Prapteng tlatah Arjosari.
Ing sendhang Tirta Husada.
Toya anget handayani.
Usadaning sesakit.
Seger sumyah raosipun.
Ing dhusun Karangreja.
Siram eca kang sinambi.
Anjangsana ngiras ngupaya usada.

Contoh Tembang Sinom 3

Pangéran kang sipat murah
Njurungi kajating dasih
Ingkang temen tinemenan
Pan iku ujaring dalil
Nyatané ana ugi
Iya Kiyageng ing Tarub
Wiwitané nenedha
Tan pedhot tumekèng siwi
Wayah buyut canggah warèngé kang tampa

Contoh Tembang Sinom 4

Sun iki dhutaning nata
Prabu kenya majapahit
Kekasih damar sasangka
Atma mantune ke patih
Magang anyar awak mami
Lahta bisma praptaningsun
Ingutus sang narpendah
Kinen mocok murdatanji
Marmaningsun ingutus ywa mindho karya

Makna Tembang Sinom

tembang sinom,paugeran tembang sinom,latar Belakang Tembang Sinom,Watak Tembang Sinom,Fungsi Tembang Sinom,Paugeran (Aturan) Tembang Sinom,Paugeran Guru Gatra Tembang Sinom,Paugeran Guru Wilangan Tembang Sinom,Paugeran Guru Lagu Tembang Sinom,Contoh Tembang Sinom Beserta Terjemahannya,Contoh Tembang Sinom Tentang Zaman 1,Contoh Tembang Sinom Tentang Zaman 2,Contoh Tembang Sinom Tentang Kondisi Negara,Contoh Tembang Sinom Tentang Patah Hati,Contoh Tembang Sinom Tentang Nasehat Menjadi Pemimpin,Contoh Tembang Sinom Tentang Kebenaran Berita,Contoh Tembang Sinom Tentang Perilaku Murid yang Benar,Contoh Tembang Sinom Tentang Rajin Belajar,Contoh Tembang Sinom Tentang Keluarga,Contoh Tembang Sinom Tentang Kerukunan,Contoh Tembang Sinom Tentang Keteladanan Orang Terdahulu,Contoh Tembang Sinom 1,Contoh Tembang Sinom 2,Contoh Tembang Sinom 3,Contoh Tembang Sinom 4,Makna Tembang Sinom

Dari beberapa contoh tembang di atas dapat diambil gambaran makna tembang sinom secara umum.

Pertama adalah bahwasanya kawula muda diibaratkan sebagai pucuk tanaman yang baru tumbuh. Karena baru tumbuh tentunya pucuk ini membutuhkan nutrisi yang baik dan banyak. Nutrisi bagi pucuk disamakan dengan ilmu dan pengalaman yang banyak.

Pucuk tanaman juga sudah seharusnya tumbuh ke atas mengikuti datangnya sinar matahari agar tumbuh tegak. Ini sama dengan kewajiban mencari panutan yang baik bagi kawula muda.

Kedua, masa-masa muda adalah momen ketika manusia dikuasai hawa nafsu. Hawa nafsu bisa beragam bentuknya, mulai nafsu terhadap lawan jenis, nafsu terhadap harta, terhadap tahta dst.

Meskipun hawa nafsu juga merupakan anugerah dari Tuhan, kita sudah semestinya harus selalu belajar mengendalikannya agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Ketiga, sebagai anak muda yang masih labil, mereka sangat perlu yang namanya panutan. Tentu panutan disini adalah panutan yang baik. Banyak orang dapat dijadikan panutan mulai dari guru, orang tua atau tokoh.

Keempat, sebagai anak muda yang mulai bisa membedakan hal baik dan buruk seyogyanya kita selalu menjaga sikap dan adab serta mematuhi norma-norma yang berlaku baik di lingkup keluarga, masyarakat maupun bangsa negara.

Intinya, sebagai anak muda kita harus membuat diri kita layak untuk dihargai. Agar dapat dihargai caranya seperti dijelaskan yaitu dengan belajar, menjaga diri dari pergaulan, patuh pada aturan dan sikap positif lainnya.

Demikian pembahasan mengenai tembang sinom beserta contoh contohnya dan penjelasan paugeran tembang-nya. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan pembaca sekalian.

Jika suka dengan artikel ini, silahkan share di media sosial kalian, jangan lupa juga tinggalkan jejak komentar di bawah. Terimakasih:)

Leave a Comment

%d bloggers like this: