sasmita tembang macapat

√ Daftar Sasmitane 11 Tembang Macapat

Sasmitane tembang macapat – Untuk artikel kali ini langsung saja, kita akan membahas tentang sasmita pada tembang macapat. Biasanya materi dan soal tentang sasmita diajarkan di kelas tiga SMP semester ganjil. Nah, jika kamu sedang mendapat tugas tentang sasmita, jangan khawatir, berikut ini ulasannya.

Sasmita Yaiku

Pertama tentu, untuk memahami apa itu sasmita kita harus tahu terlebih dulu apa arti dari sasmita.

Sasmita dalam Bahasa Jawa berarti pratandha kang ana ing tembang. Pratandha artinya tanda atau isyarat. Jadi, sasmitane tembang adalah isyarat yang ada pada tembang.

Antara satu tembang dengan tembang lain mempunyai sasmita yang berbeda, sekaligus menjadi ciri-ciri tembang tersebut selain ciri-ciri dari paugeran tembang.

Sasmita berbentuk kata-kata. Jadi seperti misalnya, kata ‘permen’ dapat dicirikan dengan kata ‘manis, warna warni, lengket’. Jadi misal ada kata manis, pikiran kita akan tertuju pada permen.

Sedangkan dalam tembang misalnya tembang Dhandanggula memiliki sasmita ‘sarkara, manis, madu, hartati, dhandhang, gula drawa‘. Masih sama, ketika ada tembang yang mengandung kata tersebut, berarti tembang tersebut termasuk dalam tembang Dhandanggula.

Istilah sasmita muncul karena adanya beberapa tembang yang digubah dalam pembukaan sebuah kitab. Beberapa pengarang menggunakan kata yang samar dan tidak menyebut tembang tersebut masuk dalam jenis tembang apa. Itulah mengapa istilah sasmita muncul sebagai sebuah tanda.

Contoh tembang yang digubah dan mempunyai sasmita terdapat pada tembang Pangkur dari Serat Wedhatama karangan Mangkunegara IV.

Sasmita Tembang Macapat 11

Seperti telah dijelaskan diatas, setiap tembang macapat masing masing memiliki sasmita yang berbeda, berikut ini daftarnya:

NoTembang MacapatSasmitane
1PucungPucung, kaluwak, wanda ‘cung’
2Maskumambangmaskumambang,kampul, mas kentir, kambang, kentir
3Megatruhdudukwuluh,
truh, megatruh, pegat, duduk, wuluh, luh

4GambuhGambuh,
buh, jumbuh, tambuh
5Mijilmijil,
pamjil, wijil, wiyos, raras, medal, sulastri
6KinanthiKinanthi,
kanthi, gandheng, kanthil
7AsmaradanaAsmaradana
8Durmadurma,
dur, undur,sirna, galak
9PangkurPangkur, wuntat, pungkur, ungkur, yudakenaka, ungkur
10SinomSinom,taruna, anom, weni, nom,srinata, pamase, logondhan, rema, pangrawit, mudha
11DhandhanggulaSarkara, hartati,,dhandhang, madu, manis, sari, bremana, guladrawa, gagak, kaga, tresna

Penempatan Sasmita Tembang

Seperti kita tahu, dalam tembang Macapat terdapat istilah pada dan pupuh.

Pada merupakan istilah lain dari bait, sedangkan pupuh berarti sekumpulan pada. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebuah pupuh terbentuk dari beberapa pada. Misalnya pada pupuh pucung, berarti terdiri dari sekelompok pada Pucung.

Pupuh ada yang teratur ada pula yang sebaliknya.

  • Contoh pupuh yang teratur:

Durma – Pangkur – Durma – Pangkur dan seterusnya.

  • Contoh pupuh yang tidak teratur yaitu:

Durma – Pangkur — Sinom – Durma – Pangkur – Sinom dan seterusnya.

>> Selanjutnya, sasmita dalam tembang macapat ini dapat diletakkan di dua tempat yaitu.

  • Di depan sebuah pupuh.

Contohnya terdapat dalam tembang Pangkur dari serat Wedhatama yang berbunyi:

Mingkar mingkuring ukara,

Akarana karenan mardi siwi.

  • Pada akhir suatu pupuh menjelang bergantinya pupuh.

Contohnya pada nayaka lelana yang dikarang oleh Mr. Susanto Tirtoprojo.

Datan nglawan sumingkir ngungkurkan mengsah …. dan sesudah itu berganti pupuh baru, yaitu Pangkur.

Demikian pembahasan tentang Sasmitane tembang Macapat, semoga dapat bermanfaat.

Leave a Comment