√4 Punakawan: Silsilah, Kisah, Watak dan Hikmah

Jika kamu menyimak cerita wayang, sekali dua kali kamu pasti pernah melihat dan mendengar yang namanya Punakawan. Tokoh ini secara singkatnya adalah pembantunya para raja atau kesatria.

Wayang Punakawan akan muncul setelah adegan goro-goro dan berfungsi untuk menghentikan cerita sejenak yang kemudian diisi dengan nyanyian dan hiburan lain.

Ada empat Punakawan yang umum dikenal orang dan berpihak pada Pandawa yaitu, Semar dan ketiga anaknya Bagong, Gareng dan Petruk. Dari keempat Punakawan ini masing-masing memiliki kisah yang unik dalam dunia pewayangan. Seperti apa? Yuk simak uraiannya secara lengkap di bawah ini!

Penjelasan Kemunculan Punakawan

Seperti telah disinggung dalam pembukaan bahwa Punakawan sejatinya merupakan abdi dari kesatriya. Ada banyak sekali tokoh punakawan dalam cerita wayang, namun fokus kita kali ini adalah Punakawan yang mengabdi pada Pandawa.

Punakawan yang mengabdi pada Pandawa ada empat yaitu Semar, Gareng Petruk dan Bagong.

Diketahui Punakawan sebenarnya bukan sekedar abdi karena jika ditelisik dari asal katanya pana dan kawan (pana berarti paham dan kawan yang berarti teman) menunjukkan bahwa punakawan adalah teman yang memahami persoalan yang menimpa majikan mereka. Dalam beberapa adegan bahkan Punakawan juga dapat bertindak sebagai penasehat bagi majikannya.

Punakawan memang tidak ada dalam cerita wayang Mahabarata dan Ramayana versi India karena tokoh ini adalah kreasi dari Sunan Kalijaga.

Tokoh Punakawan baru muncul pada sebuah karya sastra berjudul Ghatotkacasraya Karangan Empu Panuluh pada zaman Kerajaan Kadiri. Punakawan yang muncul pertama kali ini juga bukan empat Punakawan yang telah disebutkan sebelumnya.

Punakawan Semar baru muncul pada kisah dalam karya sastra berjudul Sudamala dari zaman Kerajaan Majapahit.

Punakawan diciptakan sebagai sarana dakwah, kemunculannya banyak memberikan pelajaran hidup untuk pemirsanya disamping hiburan yang dinantikan dalam sesi goro-goro.

Gambar dan Penjelasan Fisik Para Punakawan

Empat wayang Punakawan masing masing memiliki fisik yang berbeda dan mempunyai makna tersendiri. Masing masing akan dijelaskan dibawah ini.

Semar

Tokoh wayang semar sangat terkenal. Wayang Semar dalam spiritual Jawa dianggap sebagai simbol ke-Esaan.

Secara fisik, kepala dan pandangan wayang Semar dibuat mendongak ke atas sebagai pengingat agar manusia selalu ingat pada Tuhan. Wayang semar juga menggunakan aksesoris khusus bernama kain Semar Parangkusumorojo. Kain ini adalah simbol penegakan kebenaran dan keadilan di muka bumi.

Perhatikan jarinya pula, jari wayang Semar terlihat menuding ke bawah. Hal ini mengingatkan kita agar memiliki keinginan (karsa) yang kuat jika ingin menciptakan sesuatu. Kita juga harus teliti dan serius tergambar dari mata semar yang dibuat sipit.

Gareng

Gareng merupakan putra tertua dari Semar. Gareng diketahui merupakan putra angkat dan aslinya adalah anak jin bernama Gandarwa. Gareng mempunyai nama lengkap Nala Gareng.

Wayang Gareng merupakan wayang yang digambarkan sebagai sosok yang mempunyai fisik tidak lengkap.

Kaki wayang Gareng pincang dan menggambarkan ia sangat berhati-hati dalam berbuat sesuatu. Tangannya juga patah, ini berarti gareng tidak suka mengambil hak milik orang lain. Tidak berhenti sampai di situ, Gareng juga mengalamai cacat mata. Cacat mata menunjukkan bahwa sebagai manusia kita harus melihat dan memahami realitas kehidupan.

Petruk

Nama lengkap wayang Petruk adalah Petruk Kanthong Bolong. Disebut kanthong bolong karena petruk adalah sosok yang sangat sabar. Kanthong bolong ini digambarkan pada bagian perutnya.

Bagian tubuh petruk digambarkan serba panjang. Ini artinya sosok petruk dalah orang yang suka berpikir pnjang dalam menyeleseikan masalah.

Petruk adalah sosok yang suka bercanda namun terbilang mampu mengasuh, menjaga rahasia, pendengar yang baik hingga membawa manfaat untuk orang lain.

Bagong

Punakawan yang terakhir dan paling muda adalah Bagong. Sosok Bagong digambarkan berbadan pendek, gemuk dengan mata dan mulut yang lebar. Bagong memiliki sifat yang lancang, jujur dan sakti.

Kemunculan Bagong sangat unik, karena ia muncul dari bayang bayang Gareng dan Petruk ketika mereka meminta teman kepada bapaknya, Semar.

Hikmah dari Punakawan

Jika diperhatikan, tokoh-tokoh pewayangan ini merupakan gambaran dari beragamnya sifat manusia. Tidak semuanya baik. Itylah mengapa kita harus bisa memahami watak orang lain sehingga dapat bermasyarakat dengan baik.

Leave a Comment