daerah penghasil kerajinan perak

7 Daerah Penghasil Kerajinan Perak di Indonesia (Data Terbaru)

Padukata.com – Indonesia merupakan negara yang kaya akan hasil kerajinan, salah satunya kerajinan perak. Kerajinan perak Indonesia tidak hanya diminati di dalam negeri namun juga telah diekspor sampai luar negeri.

Saat ini, ada beberapa daerah yang terkenal sebagai daerah penghasil kerajinan perak di Indonesia. Daerah daerah ini menyebar tidak hanya di pulau Jawa saja.

Daerah penghasil perak juga ditemukan di Pulau Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Sumatra.

Daerah penghasil yang berbeda akan memberikan warna corak yang khas sesuai tradisi budaya daerah masing masing, hal ini tentu akan menambah ragam keunikan kerajinan perak di Indonesia.

Baca Juga: Daerah Daerah Sentra Kerajinan Kriya di Indonesia.

Diantara daerah penghasil perak di Indonesia menurut data terbaru adalah:

  1. Kota Gede, Yogyakarta
  2. Celuk, Bali
  3. Koto Gadang, Sumatera Barat
  4. Kendari, Sulawesi Tenggara
  5. Martapura, Kalimantan Selatan

Penghasil Kerajinan Pajangan Perak: Kotagede, Yogyakarta

Kotagede merupakan sebuah kecamatan di sisi tenggara Yogyakarta. Wilayah yang berbatasan dengan Kecamatan Umbulharjo dan Kabupaten Bantul ini sudah lama terkenal menjadi surga untuk para pecinta kerajinan dari perak.

Hasil kerajinan perak dari Kotagede lebih banyak berupa barang seni untuk dipajang misalnya seperti miniatur kapal, patung Buddha, Candi Borobudur, kapal, andong, cangkir, mangkok, piring, panci, teko, dan lain-lain.

Ukuran serta harganya juga bermacam macam, mulai dari sepuluh ribu rupiah, sampai jutaan rupiah.

Nah, selain membeli barang yang sudah tersedia di etalase, di Kotagede kamu juga dapat memesan desain sendiri secara khusus atau custom.

Sebagai info, salah satu toko kerajinan perak yang terkenal di Kotagede adalah HS Silver yang berada di Jalan Mondorokan. Toko ini didirikan oleh Harto Soehardjo dan membuat sendiri kerajinan kerajinan yang dijual ditokonya.

Uniknya, di Kotagede ketika berbelanja kerajinan kamu juga bisa sambil melihat proses pembuatannya.

497 Pengerajin Perak: Celuk, Bali

Bali telah menyumbang devisa sebesar 32,145 juta dolar AS dari kerajinan perak selama tahun 2017.

Nilai sebesar ini sebagian besar dihasilkan oleh industri kecil dan pengerajin rumahan di Desa Celuk, Kabupaten Gianyar, Bali.

Di desa Celuk sedikitnya ada 497 pengerajin perak yang melakukan aktivitas produksi setiap hari.

Sebagian besar hasil kerajinan perak dari Celuk berupa perhiasan dan dibandrol dengan harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Kamu tidak harus ke Bali untuk mendapatkan perhiasan perhiasan cantik ini, karena mereka telah tersedia di marketplace seperti Shopee dan Tokopedia.

Kerajinan Perak Halus: Koto Gadang, Sumatera Barat

Daerah penghasil perak yang ketiga adalah Koto Gadang. Koto Gadang merupakan daerah administrasi setingkat desa di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Hasil kerajinan perak dari Koto Gadang diminati pasar luar negeri dari zaman penjajahan Belanda. Alasannya karena hasil kerajinan perak dari desa ini sangatlah halus dan warnanya tidak terlau berkilau sehingga tidak menyolok mata.

Hasil kerajinan-nya juga beragam seperti kalung, gelang dan cincin.

Selain ke negara negara Eropa, perak dari desa Koto Gadang juga sudah merambah di pasar Asia seperti Malaysia, Singapura dan beberapa negara tetangga lainnya.

Legenda Daerah Penghasil Perak: Kendari, Sulawesi Tenggara

Nama Kendari Werk telah menjadi jaminan karya bermutu tinggi untuk kerajinan perak dengan teknik filigree.

Teknik filigree merupakan teknik merangkai benang perak halus ke dalam kerangka atau bingkai yang juga berbahan perak. Benang ini dibentuk sesuai motif yang diinginkan sehingga menghasilkan kerawang yang halus, detail dan rumit.

Dari teknik ini terciptalah berbagai hasil kerajinan perak yang indah seperti bros, cincin, kalung, gelang, anting, giwang, miniatur perahu, rumah adat, hewan, dan barang fungsional seperti nampan kue.

Hasil kerajinan perak dari Kendari telah lama digemari di masa penjajahan Belanda, namun lambat laun mulai redup karena sulitnya pemasaran, rumitnya teknik serta kurangnya minat penduduk untuk meneruskan usaha ini.

Saat ini di Kendari hanya tersisa tiga pengrajin yang memproduksi kerajinan perak.

Perak Tradisional: Martapura, Kalimantan Selatan

Daerah penghasil kerajinan perak yang terakhir adalah di Martapura Kaimantan Selatan.

Di sini ada sebuah kampung kerajinan perak yang terkenal bernama Kampung Alfi Jewelry. Di sini pula, perak akan di olah menggunakan cara tradisional.

Pemasaran untuk produknya juga telah modern yaitu secara online. Sedangkan untuk produk unggulannya adalah cincin perak berlian.

Itulah beberapa daerah yang menjadi daerah penghasil kerajinan perak di Indonesia. Sebenarnya masih ada beberapa daerah yang juga menghasilkan kerajinan perak, namun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: