Ada 7 Budaya Indonesia yang Hilang, Anda Sudah Tahu?

√75+ Ada 7 Budaya Indonesia yang Hilang, Anda Sudah Tahu?

Baca cepat

Ada 7 Budaya Indonesia yang Hilang, Anda Sudah Tahu?

"Ada

Banyak masyarakat di tanah air tidak menyadari beragam jenis budaya Indonesia yang hilang di era sekarang. Perkembangan teknologi menjadi salah satu dampak besar yang membuat kebudayaan lokal mulai terkikis.

Indonesia memiliki banyak daerah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dengan kesenian dan kebudayaan berbeda-beda. Keragaman budaya di Indonesia membuat kebanyakan masyarakat masih berpegang pada prinsip tradisional.

Warisan budaya diberikan dari nenek moyang terhadap penerus bangsa Indonesia seharusnya dirawat sebaik mungkin. Walaupun upaya melestarikan setiap budaya tertentu tidak berjalan dengan mudah, alhasil perlu kekompakan di lingkungan masyarakat.

Sampai sekarang budaya Indonesia yang hilang ada 7, nanti akan kami bahas secara lengkap. Apabila Anda mengaku sebagai masyarakat Indonesia, pasti sudah mengenal berbagai budaya yang ada saat ini.

Walaupun terdapat banyak kesenian dan kebudayaan di setiap daerah Indonesia, tidak sedikit orang masih awam terhadap warisan tertentu. Hal tersebut dipengaruhi oleh era digital yang terus berkembang membuat perubahan budaya.

Perubahan akibat era digital terlihat jelas bahwa seseorang lebih memiliki sikap individu dibandingkan zaman dulu. Perkembangan teknologi menjadi faktor utama yang menghilangkan kebudayaan tradisional dari zaman dulu.

Agar Anda tidak penasaran lagi dengan berbagai budaya asal Indonesia yang telah hilang, pastikan menyimak pembahasan ini sekarang. Inilah 7 kebudayaan Indonesia yang luntur bahkan tidak ada di kehidupan masyarakat.

Budaya Indonesia yang Hilang: Gotong Royong

Mungkin sebagian besar dari Anda masih mengalami warisan dari pendahulu kita berupa aktivitas gotong royong. Seiring berjalannya waktu gotong royong cenderung tidak ditemukan lagi di tanah air kita.

Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan zaman membuat seseorang memiliki sikap lebih individual. Biasanya di suatu daerah masih sering melakukan gotong royong dalam menjalani kegiatan tertentu, supaya lebih akrab saat bersilaturahmi.

Budaya Indonesia yang hilang seperti gotong royong tidak ditemukan lagi di pemukiman perkotaan. Tetapi gotong royong masih terlihat ketika menjelang perayaan 17 Agustus sebagai HUT RI dengan berkumpulnya warga kampung.

Dalam menyambut HUT RI 17 Agustus setiap tahun umumnya masyarakat membersihkan selokan dan jalan sekitar kampung bersama-sama. Sayangnya kekompakan dalam bergotong royong mulai sulit dilihat kembali di zaman maju ini.

Baca Artikel Lainnya :  √49+ Tradisi Kelahiran Bayi Sunda yang Masih Dijaga Hingga Sekarang

Kebudayaan ke-2 asal dari Indonesia yang mulai hilang adalah Upacara Tabuik. Tabuik merupakan adat istiadat asli Sumatera Barat dilakukan sebagai pengingat Asyura 10 Muharram yang mana Imam Husain wafat.

Dengan Upacara Tabuik, budaya Indonesia yang hilang saat ini biasanya dilakukan secara serentak di daerah Sumatera Barat. Setiap daerah akan memperingati dengan menyajikan aksi seperti pertempuran Karbala.

Namun seiring berjalannya waktu, justru keberadaan adat Tabuik mulai dilupakan masyarakat sekitarnya. Kemungkinan anak cucu kita tidak akan melihat lagi adat ini yang dulu pernah menjadi salah satu kebudayaan populer.

Budaya Indonesia yang Hilang: Tidak Memakai Pengobatan Herbal

Di urutan ke-3, terdapat budaya yang mulai luntur di Indonesia yaitu masyarakat jarang menggunakan pengobatan herbal lagi. Zaman dulu, apabila ada keluarga atau saudara terluka pasti disarankan pakai obat herbal.

Pengobatan herbal saat ini mulai dilupakan oleh masyarakat luas yang lebih memilih obat berbahan kimia. Keberadaan orang membutuhkan pengobatan alami seperti beras kencur guna sembuhkan luka memar telah hilang.

Bukan hanya itu, pengobatan alami sebagai budaya Indonesia yang hilang seperti penggunaan bawang putih atau minyak. Kedua bahan alami tersebut dulu dipercaya bisa meredakan sakit masuk angin serta flu.

Obat-obatan alami yang lain seperti jamu sekarang jarang dijual oleh masyarakat umum. Padahal penggunaan jamu biasa untuk memelihara daya tahan tubuh agar tetap kuat dan tidak mudah terkena penyakit.

Jika Anda melihat sekarang di setiap daerah Indonesia pasti jarang ada orang menjual jamu herbal. Khasiat luar biasa dari jamu tidak berhasil membuat seseorang kembali mengonsumsi minuman alami tersebut.

adat istiadat Indonesia yang hilang dalam pengobatan alami menjadi hal paling disayangkan. Karena sebagian besar pengobatan alami memang terbukti ampuh menangani setiap penyakit diderita seseorang, sayangnya warisan nenek moyang tidak dilestarikan.

Bukan hanya sampai di sini, masih ada kebudayaan lain telah sirna ditelan teknologi canggih masa kini. Keberadaan teknologi semakin maju berdampak pada kearifan lokal yang hampir dilupakan semua masyarakat Indonesia.

Budaya Indonesia yang Hilang: Penggunaan Bahasa Daerah

Bahasa daerah dulu selalu dipakai oleh nenek moyang dalam berkomunikasi antar sesama penduduk setempat. Lihatlah sekarang, pasti jarang sekali ada orang yang menggunakan bahasa daerahnya masing-masing untuk berkomunikasi dengan sesama.

Hal ini dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, sehingga masyarakat lebih memilih pakai bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Tanpa disadari, sebagai generasi lama pasti Anda akan diajarkan bahasa daerah.

Baca Artikel Lainnya :  √49+ Budaya Minum Jamu di Indonesia Bermanfaat Bagi Kesehatan

Nenek moyang selalu mengajarkan adat istiadat Indonesia yang hilang saat ini seperti berbahasa daerah. Penggunaan bahasa lokal dinilai lebih sopan dan enak untuk berkomunikasi, tetapi sudah mulai luntur.

Sekarang banyak orang tua yang tidak mengajarkan bahasa daerah kepada anak masing-masing. Sebenarnya dengan keragaman bahasa di Indonesia dapat dijadikan sebagai bukti bahwa tanah air kaya budaya dan kesenian.

Budaya Indonesia yang hilang ke-5 adalah lunturnya permainan tradisional dan kuno di setiap daerah. Ada banyak permainan tradisional mulai dilupakan oleh anak-anak karena derasnya arus globalisasi yang membuat semakin modern.

Dulu ada beragam jenis permainan tradisional yang seru untuk dimainkan bersama teman-teman. Contohnya kalau di daerah Jawa seperti gobak sodor, delikan, engklek, dan masih banyak lagi yang seru.

Sekarang anak-anak cenderung sibuk menggunakan HP pemberian orang tua dan tidak pernah keluar bermain. Adanya permainan canggih di HP membuat dampak tersebut semakin terlihat nyata bahwa mainan tradisional mulai dilupakan.

Budaya Indonesia yang Hilang: Kopi Tumbuk

DI urutan ke-6 terdapat kebudayaan lokal dari tanah air mulai dilupakan para masyarakat luas, yaitu kopi tumbuk. Dulu sebelum ada mesin canggih seperti sekarang, biji kopi dibuat dengan cara ditumbuk.

Tumbukan kopi menggunakan tenaga manusia merupakan budaya Indonesia yang hilang seiring berjalannya waktu. Mengingat tenaga manusia kini digantikan oleh mesin kopi lebih canggih dan efisien dalam menghaluskan biji kopi.

Seperti contohnya kopi tutuk lesung yang ditumbuk sebelum diminum menggunakan tenaga manusia. Dulunya saat kopi ini diminum masih ada bubuk atau serpihan biji yang belum halus di sekitar gelas.

Terakhir kebudayaan leuit mulai luntur, sebagai masyarakat Indonesia pasti Anda masih asing dengan istilah tersebut. Leuit berasal dari bahasa Sunda, yaitu memiliki arti sebagai lumbung padi dengan bentuk segitiga.

Budaya Indonesia yang hilang lumbung padi zaman dulu digunakan petani untuk menyetorkan hasil panen. Sehingga petani bisa menyimpan padi hasil panen sampai musim paceklik tidak habis membusuk atau rusak.

Sekarang keberadaan lumbung padi mulai jarang dipakai oleh masyarakat luas karena pengaruh kemajuan teknologi. Penyimpanan padi sekarang menggunakan mesin modern yang bisa membuat petani lebih efisien dalam melakukan panen.

Mengenal 7 kebudayaan dengan kearifan lokal asal Indonesia tersebut mulai hilang. Sebagai masyarakat lokal, Anda harus mengingat dan melestarikan budaya Indonesia yang hilang agar kembali dikenal warga setiap daerah tertentu. 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: