√5 Sandhangan Wyanjana Aksara Jawa (Pengertian, Gambar & Contoh)

Sandhangan Wyanjana Aksara Jawa – Kosakata dalam bahasa Jawa memang sangat unik. Ada banyak kombinasi suku kata maupun huruf yang membentuk kata. Keberagaman kosakata ini juga berpengaruh dalam penulisannya.

Kita mengenal ada aksara hanacaraka yang di dalamnya banyak sub sub tambahan seperti angka, pasangan, huruf besar (murda) dan sandhangan.

Beberapa telah kita bahas pada artikel sebelumnya. Kali ini kita akan melanjutkannya. Pembahasan selanjutnya adalah seputar sandhangan wyanjana.

Sebagai informasi pembuka, sandhangan wyanjana merupakan salah satu jenis sandhangan dalam tata penulisan aksara jawa. Dua yang lain adalah sandhangan swara dan sandhangan panyigeg.

Pengertian Sandhangan Wyanjana

Sandhangan dalam pengertian jawa berarti aksara ingkang dipasangake kangge ngewenehi munine vokal ingkang saged diwenehake ing tengah utawa mburine.

Sedangkan, sandhangan wyanjana (ꦱꦤ꧀ꦝꦁꦔꦤ꧀ꦮꦾꦚ꧀ꦗꦤ) adalah sandhangan yang berfungsi untuk menuliskan gugus konsonan dengan semivokal dalam satu suku kata. (Wikipedia)

Sandhangan wyanjana yaiku sandhangan kang menehi gugus konsonan (mati) kelawan gugus semivokal sajroning sak wanda.

Sebenarnya ada lima sandhangan wyanjana yang ada yaitu:

  1. sandhangan cakra
  2. sandhangan keret
  3. sandhangan pengkal
  4. sandhangan panjingan la
  5. sandhangan gembung

Namun yang populer ada tiga yaitu: cakra, keret dan pengkal.

Fungsi Sandhangan Wyanjana

Sandhangan wyanjana memiliki fungsi untuk menyelipkan huruf konsonan pada gugus semi vokal.

Huruf konsonan yang sering diselipkan adalah r, re, y, l dan w. Secara berurutan, kelimanya diberi nama cakra, cakra keret, pengkal, panjingan la dan gembung.

Cara Membaca Sandhangan Wyanjana

Sandhangan wyanjana dipunpocapaken sarengan kaliyan aksara ingkang dipunwuwuhi sandhangan kasebat.

Artinya, cara membaca sandhangan ini sangat mudah yaitu dengan membacanya secara bersamaan dengan huruf yang ditempelinya.

Jadi, misal ada suku ‘ka’ diberi sandangan wyanjana dia akan berubah menjadi:

  • kra jika diberi sandhangan cakra,
  • kre jika diberi sandhangan keret,
  • kya jika diberi sandhangan pengkal,
  • kla jika diberi sandhangan panjingan la,
  • kwa jika diberi sandhangan gembung.
RECOMMEND :  √4 Unggah Ungguh Basa Jawa: Pangerten lan Tuladhane

Macam Macam Sandhangan Wyanjana

Seperti telah disebut sebelumnya, ada lima sandhangan wayanjana menurut wikipedia, namun yang populer ada tiga.

Sandhangan wyanjana iku ana telu yaiku cakra, cakra keret dan pengkal.

Selanjutnya kita akan bahas satu per satu beserta contoh penulisannya.

Cakra (Ra)

Cakra iku sandhangan wyanjana sesulihe ‘ra’.

Cakra adalah sandhangan yang berfungsi memberi efek suara ra. jadi huruf apapun yang diberi cakra akan mengandung konsonan r.

Sandhangan cakra berbentuk seperti mangkuk yang menggantung pada ekor huruf.

Selanjutnya, meskipun telah diberi sandhangan cakra, huruf tersebut masih bisa diberi sandhangan swara. Jadi misal ingin menulis ‘krikil, maka cukup diberi sandhangan wulu.

Perhatikan contoh berikut.

Cakra Keret

Sandhangan wyanjana yang kedua adalah cakra keret. Sebenarnya kamu juga bisa menyebutnya ‘keret’ saja, namun karena cakra ini hampir sama dengan cakra maka orang orang senang menyebutnya cakra keret. Bentuknya juga sama, seperti mangkok, yang ujungnya dikaitkan dan digantung.

Cakra keret mempunyai sesulih re. Lalu apa bedanya dengan cakra yang diberi taling?

Ya, cakra keret adalah bunyi re yang seperti ketika kalian mengucapkan kata ‘rengginang’, dan bukan seperti ketika mengucapkan kata ‘kece’.

Singkatnya, cakra keret adalah wujud sandhangan dari ra yang di pepet.

Supaya tidak bingung perhatikan contoh berikut. 😀

Pengkal

Bentuk aksara pengkal mirip dengan pangkon, hanya saja ekornya lebih panjang. Ekor ini nantinya akan disambung dengan ekor aksara. Jadi, seperti sambung menyambung ekor >-<

Sandhangan pengkal yaiku sandhangan kang gunane kanggo menehi panjingan ya.

Sandhangan pengkal dalam aksara jawa memberi efek suara ‘ya’. Sama dengan sandhangan cakra, sandhangan pengkal juga fleksibel untuk diberi sandangan swara dan panyigeg.

RECOMMEND :  √ Tembang Dolanan Jawa: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis dan Contoh

Contohnya seperti tabel pengkal suku layar berikut ini.

Contoh, jika ditulis dalam sebuah kata akan menjadi seperti ini.

Panjingan La

Sesuai namanya, panjingan la memberikan sesulih konsonan la.

Bentuk panjingan la seperti aksara ga yang memiliki ekor. Sandhangan ini selanjutnya diletakkan dibawah aksara.

Jika dituliskan dalam kata, panjingan ala akan menjadi seperti ini.

Dari tabel di atas juga dapat dilihat bahwa sandhangan panjingan la juga bersifat fleksibel dapat diberi tambahan sandhangan yang lain.

Gembung

Sandhangan wyanjana yang terakhir dan sekaligus menutup artikel kali ini adalah sandhangan gembung. Sandhangan ini juga biasa disebut panjingan wa atau gembung wa.

Sandhangan gembung memberi konsonan huruf ‘w’.

Bentuknya sesuai namanya, gembung dibagian ekor dan menggantung.

Contoh penulisannya, coba lihat tabel berikut.

Nah, bagaimana? lebih tercerahkan atau lebih pusing hehehe.

Sudah dulu ya artikel tentang sandhangan wyanjana, semoga dapat membantu proses belajar teman teman sekalian. Terimakasih.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *