Categories
Geografi

√15 Sistem Pengolahan Limbah Rumahan yang Perlu Dipelajari

Sistem Pengolahan Limbah Rumahan yang Perlu Dipelajari

Sistem Pengolahan Limbah Rumahan yang Perlu Dipelajari
Sistem Pengolahan Limbah Rumahan yang Perlu Dipelajari

Untuk menjaga ekosistem kita perlu mengetahui bagaimana sistem pengolahan limbah rumahan bagi para pemula. Karena dengan adanya sistem seperti itu maka setiap orang akan mudah dalam mengimplementasikannya.

Tujuan utama dari adanya pengolahan limbah pribadi adalah agar produksi residential waste tidak terlalu tinggi. Tentu saja dampaknya akan langsung bisa dilihat dari lingkungan sekitar tempat tinggal.

Dengan melakukan pengolahan maka kita tidak perlu mencemari lingkungan dengan polusi rumah tangga. Dalam jangka panjang tentu kebiasaan seperti ini akan memberikan dampak positif pada lingkungan.

Apalagi sekarang jumlah sampah yang diproduksi oleh masyarakat Indonesia sangat tinggi. Tidak jarang tempat penimbunan limbah menjadi overpopulated karena banyaknya pasokan setiap hari.

Apabila hal tersebut terus dijalankan setiap hari tentu saja kondisi alam akan terjadi degradasi. Belum lagi ketika kita melihat dampak laten dari penimbunan limbah baik rumah tangga maupun industri.

Tentu dampak tersebut sangat tidak pengolahan limbah rumahan bagus untuk kelestarian lingkungan dan berpotensi meracuni. Masyarakat yang hidup di daerah sekitar tentu kesehatannya akan berdampak secara langsung.

Berbagai macam penyakit bisa mengkontaminasi tubuh dan membuat banyak kerugian. Oleh karena itu gaya hidup perlu diubah paling awal dalam pengolahan sampah yang kita hasilkan setiap hari.

Jika hal tersebut dapat dijalankan secara konsisten maka banyak keuntungan yang akan diperoleh. Bagi manusia bukankah menjaga ekosistem juga akan berdampak bagus bagi generasi berikutnya.

Pengolahan Limbah Rumahan dengan Melakukan Penyortiran

Ini adalah langkah awal dan paling sederhana yang bisa dilakukan oleh setiap orang. Kami akan memberikan langkah paling mudah sehingga Anda mampu mengimplementasikannya dengan segera.

  1. Sampah organik

Perlu memisahkan sampah organik dan anorganik setiap hari agar tidak tercampur. Alasannya adalah pengolahan limbah rumahan terdapat treatment berbeda antara organik dan anorganik.

Pada sampah organik penghancuran dapat dilakukan secara alami dan prosesnya relatif cepat. Dampaknya pada lingkungan juga positif karena bisa menyuburkan kondisi tanah.

Oleh karena itu sampah organik perlu dikumpulkan agar nantinya dapat diolah menjadi sesuatu yang berguna. Jika tidak diolah bisa saja langsung kita musnahkan dengan cara dikubur.

  1. Sampah anorganik

Ini adalah jenis sampah yang terbuat dari bahan kimia buatan dan tidak dapat diurai dalam tanah secara alami. Proses penguraiannya butuh waktu sangat lama bahkan lebih dari masa hidup manusia.

Oleh karena itu kita perlu pisahkan pengolahan limbah rumahan karena perlakuannya sangat berbeda dan tidak bisa dijadikan pupuk untuk lingkungan. Agar lingkungan tetap terjaga maka perlu awas terhadap jenis satu ini.

Ketika memperlakukan sampah anorganik secara sembarangan akan banyak potensi kontaminasi terjadi. Oleh karena itu perlu adanya pengetahuan tertentu terhadap waste disposal.

Dengan memahami dua aspek tersebut kita sudah bisa mengetahui bagaimana langkah perlakuan bagi keduanya. Sampah organik sendiri masih dibedakan menjadi cair dan padatan dengan perlakuan berbeda.

Pengolahan Sederhana Limbah Cair Rumahan

Limbah cair rumah tangga dapat terbentuk dari hal sederhana seperti sabun cuci, bekas air mandi, dan human excretion. Jika memperlakukannya secara sembarangan tentu akan membuat kontaminasi terhadap tanah.

Oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan limbah rumahan sederhana secara pribadi agar nantinya tidak mencemari tanah. Kita bisa membuat sendiri tabung filtrasi untuk limbah cair agar nantinya tidak mencemari tanah berikut alat dan bahannya.

Alat dan bahan :

  1. Drum
  2. Koral
  3. Kayu
  4. Sekam
  5. Ijuk
  6. Arang
  7. Peralatan pertukangan

Cara membuat :

  1. Kita perlu mempersiapkan galian sedalam tinggi drum yang digunakan. Apabila menggunakan drum bekas minyak biasanya tingginya sekitar 1.5 meter.
  2. Drum akan dilubangi secukupnya pada bagian atas agar paralon bisa masuk. Untuk bagian bawah bisa kita lubangi kecil-kecil dengan diameter sekitar satu sampai dua sentimeter.
  3. Paralon akan dijadikan saluran pembuangan limbah cair rumah tangga. Jadi polusi akan masuk melalui paralon dan menuju drum untuk kemudian dilakukan penyaringan.
  4. Langkah penyaringan akan dilakukan oleh serangkaian tumpukan bahan tertentu. Oleh karena itu pada bagian drum susun arang, sekam, kayu, koral, batu kerikil sebagai filtrasi.
  5. Setelah filtrasi selesai dibuat maka bisa menjadikannya sebagai alat pengolahan sederhana limbah cair.

Konsep dasar dari peralatan tersebut sebenarnya pengolahan limbah rumahan mirip dengan filter air minum biasa. Kita perlu memisahkan antara kandungan organik dan anorganik sehingga tidak langsung mencemari tanah.

Dengan adanya serangkaian filter pada drum tadi maka kandungan zat berbahaya akan tertampung. Jadi dalam jangka waktu tertentu tidak mencemari tanah secara langsung dan berdampak buruk.

Memang alat tersebut memiliki konsep sederhana dan mudah dibuat oleh setiap orang. Namun dampak nyatanya cukup besar dan perlu dijadikan sebagi salah satu acuan untuk menjaga kondisi lingkungan.

Metode Mengolah Limbah Padat Skala Rumahan

Untuk limbah padat seperti pengolahan limbah rumahan daun pisang pembungkus, remah roti, sisa nasi dan sebagainya bisa kita buat menjadi kompos. Cara pembuatannya sebenarnya cukup sederhana dilakukan seperti berikut ini.

Alat dan bahan :

  1. Drum bekas
  2. Balok kayu
  3. Bibit kompos (bisa beli atau membuat sendiri)
  4. Karung bekas

Cara membuat :

  1. Untuk membuat kompos dari sampah padat kita hanya perlu meletakkannya dalam tong bekas. Baik remah roti, sisa nasi, atau daun bisa letakkan disitu sebagai proses awal.
  2. Jika sudah dimasukkan maka kita perlu menambahkan bibit kompos agar nanti bisa terfermentasi secara bagus.
  3. Setelah satu minggu atau ketika penuh bisa mengambil sekitar ⅔ bagian untuk diletakkan dalam karung.
  4. Biarkan dalam karung selama satu minggu sebelum nantinya digunakan untuk menyuburkan tanah.
  5. Kondisi kompos buatan sendiri yang bagus akan menyerupai seperti tanah.

Konsep pembuatan dari pupuk kompos sederhana ini tentu saja sangat mudah diimplementasikan siapa saja. Perlu diingat bahwa kita tidak boleh meletakkan sampah hewani seperti daging dan tulang.

Mengapa tidak boleh karena bahan tersebut bisa menimbulkan bau menyengat dan mengundang hewan liar sampai serangga. Jadi jika tidak ingin mengganggu maka kami sarankan perlakukan sendiri atau langsung dikubur.

Kemudian untuk membuat bibit pengolahan limbah rumahan kompos sendiri juga dapat dilakukan dengan fermentasi sekam dan kulit beras. Kita hanya perlu menambahkan ragi agar proses fermentasi tersebut dapat berjalan.

Ini adalah langkah sederhana untuk menyuburkan tanah dari limbah sehari-hari sehingga tidak mencemari lingkungan. Memang proses pembuatannya cukup lama sehingga kami sarankan menggunakan drum besar.

Semakin besar kapasitas drum tentu saja jumlah sampah yang dapat diolah dan kecepatannya juga bertambah. Ketika pengolahan sampah seperti ini diterapkan sederhana tentu banyak orang bisa mengimplementasikannya.

Perlakuan Khusus pada Sampah Anorganik

Untuk limbah anorganik sayangnya tidak ada solusi pengolahan limbah rumahan laten yang bisa diimplementasikan disini. Kita hanya bisa mengumpulkannya dan menggunakan sebagai bahan daur ulang produk tertentu.

Namun paling bijak kami sarankan untuk mengumpulkan untuk kemudian dijual pada pengepul. Karena di Indonesia sampah anorganik seperti plastik, kertas, botol masih dapat dijual atau ditukarkan.

Sehingga setelah kita berbelanja pengolahan limbah rumahan di supermarket tas kresek dapat dikumpulkan untuk kebutuhan lainnya. Kemudian plastik rusak bisa kumpulkan untuk kemudian dijual pada para pengepul.

Biasanya ada beberapa jenis sampah yang mahal dijual seperti kertas, kardus, plastik, dan botol air kemasan. Ini perlu diingat agar nantinya tidak membuang sembarangan hasil produk tersebut.

Ketika sudah pisahkan dari awal tentu saja akan semakin mudah ketika nanti proses menjual. Memang perlakuan limbah anorganik masih belum memiliki solusi terbaik untuk diimplementasikan.

Sehingga masih cukup terbatas pada proses daur ulang saja terhadap produk tersebut. Memang beberapa sudah menggunakan konsep biodegradable sehingga dapat kita kubur agar cepat terurai.

Namun pada kebanyakan kasus biodegradable produk masih kurang mendapatkan sorotan. Dengan memiliki sistem pengolahan limbah rumahan kita bisa menjaga lingkungan lebih bersih dan sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.