Categories
Bahasa Indonesia

√59+ Macam Macam Majas Beserta Kelompok dan Pengertiannya

Macam macam majas – Majas merupakan salah satu jenis kalimat yang sering digunakan dalam Bahasa Indonesia, utamanya dalam sastra tulis. Penggunaan majas ini bertujuan agar pembaca dapat merasakan berbagai efek emosional dalam cerita maupun prosa.

Tapi aku penyair, dan delapan pijak majas sudah kudapatkan demi mengubahmu jadi sajak.

Muhammad Daffa, penulis.

Dengan menggunakan majas, cerita juga akan lebih menarik sehingga pembaca tidak bosan. Singkat kata, majas bisa diibaratkan nyawa dalam karya tulis.

Ada banyak sekali macam atau jenis majas yang digunakan. sehingga untuk memudahkan majas majas ini kemudian dibagi menjadi empat kelompok besar, yaitu:

  • majas perbandingan,
  • majas pertentangan,
  • majas sindiran,
  • dan majas penegasan.

Selanjutnya kita akan mempelajarinya satu per satu dalam ulasan dibawah ini.

Pengertian Majas

Sebelum membahas macam macam majas, ada baiknya terlebih dulu kita pahami definisi atau pengertian dari majas itu sendiri. Dengan begitu, kita akan lebih mudah paham dan fokus di pembahasan selanjutnya.

Berikut ini pengertian majas secara umum, menurut KBBI, Wikipedia dan beberapa ahli.

  • Pengertian Majas Secara Umum

Secara umum, majas dapat diartikan sebagai gaya bahasa yang digunakan oleh penulis untuk menyampaikan pesan secara kias atau imajinatif kepada pembaca. Diharapkan dengan menggunakan majas, perasaan penulis dapat terwakili yang pada akhirnya akan menciptakan efek tertentu berupa kesan imajinatif.

Majas berguna untuk mewakili perasaan penulis.

  • Pengertian Majas Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut KBBI, majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain atau sebuah kiasan.

  • Menurut Wikipedia

Wikipedia merupakan sebuah situs yang memperbolehkan penggunanya menambah atau menyunting isi situsnya. Di dalamnya terdapat banyak sekali informasi yang bisa kita dapatkan, salah satunya adalah penjelasan berbagai istilah bahasa seperti majas.

Majas menurut Wikipedia berarti Majas dapat diartikan sebagai pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.

  • Pengertian Majas Menurut Para Ahli

Berikut juga ada beberapa ahli yang telah mendeskripsikan pengertian majas supaya mudah dipahami, diantaranya ada Prof. Dr. H. G. Tarigan, Aminuddin, Goris Keraf dan Luxemburg dkk.

  1. Penjelasan majas menurut Prof. Dr. H. G. Tarigan adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa serta kepribadian penulis.
  2. Aminuddin mendeskripsikan majas sebagai sebuah gaya bahasa dan cara yang digunakan oleh pengarang dalam memaparkan gagasannya sesuai dengan tujuan dan efek yang ingin dicapai.
  3. Goris Keraf mempunyai pandangan tersendiri tentang majs, beliau mengatakan bahwa suatu majas dikatakan baik bila mengandung tiga dasar, yaitu kejujuran, sopan-santun dan menarik.
  4. Terakhir adalah definisi majas berdasarkan kajian Luxemburg dkk, majas diartikan sebagai sesuatu yang memberikan ciri khas pada sebuah teks.

Itulah beberapa pengertian majas menurut berbagai sumber. Dari pengertian ini kita semakin memahami jika majas memang lah unsur yang penting dalam sebuah karya sastra dan kebahasaan sehingga penting untuk dipelajari.

Macam Macam Majas dan Contohnya

Masih menurut Wikipedia, macam macam majas setidaknya ada 59 jenis, berikut daftarnya:

  1. Majas Alegori
  2. Majas Alusio
  3. Majas Simile
  4. Majas Metafora
  5. Majas Antropomorfisme
  6. Majas Sinestesia
  7. Majas Antoomasia
  8. Majas Aptronim
  9. Majas Metonimia
  10. Majas Hipokorisme
  11. Majas Litotes
  12. Majas Hiperbola
  13. Majas Personifikasi
  14. Majas Depersonifikasi
  15. Majas Pars pro toto
  16. Majas Totem pro parte
  17. Majas Eufimisme
  18. Majas Disfemisme
  19. Majas fabel
  20. Majas parabel
  21. Majas Perifrasa
  22. Majas Eponim
  23. Majas Simbolik
  24. Majas Asosiasi
  25. Majas Ironi
  26. Majas Sarkasme
  27. Majas Sinisme
  28. Majas Satire
  29. Majas Innuendo
  30. Majas Apofasis
  31. Majas Pleonasme
  32. Majas Repetisi
  33. Majas Pararima
  34. Majas Aliterasi
  35. Majas Paralelisme
  36. Majas Tautologi
  37. Majas Sigmatisme
  38. Majas Antanaklasis
  39. Majas Klimaks
  40. Majas Antiklimaks
  41. Majas Inversi
  42. Majas Retoris
  43. Majas Elipsis
  44. Majas Koreksio
  45. Majas Polisindenton
  46. Majas Asindeton
  47. Majas Interupsi
  48. Majas Eksklamasio
  49. Majas Enumerasio
  50. Majas Preterito
  51. Majas Alonim
  52. Majas Kolokasi
  53. Majas Silepsis
  54. Majas Zeugma
  55. Majas Paradoks
  56. Majas Oksimoron
  57. Majas Antitetis
  58. Majas Kontradiksi interminus
  59. Majas Anakronisme

Sebagi catatan, seperti telah disinggung sebelumnya, 59 majas ini kemudian dibagi menjadi 4 kategori besar yaitu majas perbandingan, sindiran, penegasan dan pertentangan.

Berikut ini pembagiannya:

  • Majas perbandingan adalah majas nomor 1 sampai 24.
  • Majas sindiran adalah majas nomor 25 sampai 29.
  • Majas Penegasan mulai nomor 30 sampai 54.
  • Terakhir majs pertentangan dimulai majas nomor 55 sampai 59.

Nah, selanjutnya kita akan bahas 59 macam majas ini satu persatu beserta contohnya dalam artikel yang akan datang.

Baca Juga: Jenis Jenis Paragraf Beserta Pengertian dan Contohnya.

Contoh Kalimat Menggunakan Majas

Suaramu sangat merdu, hingga sakit telingaku.

Aku mulai meraba suara itu diantara dua telingaku.

Dia itu otak udang, mana mungkin bisa menang lawan Si Mail?

Kupu itu menyapa setiap bunga yang ia temui dengan ceria.

Berita duka menghantam kami sekeluarga pagi itu.

dst

Demikian artikel singkat tentang pengertian majas, macam macam majas dan contoh kalimatnya. Kunjungi artikel selanjutnya untuk materi yang lebih lengkap.

Categories
Bahasa Jawa

√75 Tembung Wilangan Saperangan dan Contoh Ukara

Tembung Wilangan Saperangan – Selain menggunakan angka, orang Jawa juga terbiasa menyebut jumlah dengan kata yang dinamakan “tembung wilangan saperangan“.

Tembung artinya kata, wilangan artinya angka dan saperangan artinya pasangan. Jadi, wilangan saperangan artinya kata-kata yang sudah lumrah berpasangan dalam menyebut jumlah.

Wilangan saperangan tegese yaiku aran saperangane wilangan basa Jawa kanggo saperaning wit-witan, barang lan kewan kanthi duwe teges mung siji.

Mudahnya dalam Bahasa Indonesia, kita tahu frasa seikat bunga, seiris daging, setetes air, setandan pisang dan sebagainya. Itulah yang disebut wilangan saperangan.

Orang orang secara umum sudah dapat membayangkan jumlah objek yang disebut meskipun jumlah aslinya tidak rinci.

Berikut beberapa daftar tembung wilangan saperangan dalam Bahasa Jawa yang perlu kamu ketahui.

  • Banyu satetes
  • Bawang sasiyung
  • Beras saelas
  • Bolah saukel
  • Bongko sawungkas
  • Cangkir sagagrag
  • Daging sairis
  • Dra sajodho
  • Duk sakakap
  • Gambir sakerek
  • Gamelan sarancag
  • Gedhang sauler, 
  • Gedhang salirang
  • Godhong sapapah
  • Gula satangkep
  • Iwak sakepis
  • Jae sarempang
  • Jagung saontong
  • Jaran sarakit
  • Jarit salembar
  • Jeruk seajar
  • kangkung saiket
  • Kembang segagang
  • Kencur sagrigih
  • Kertas salembar
  • Klengkeng saombyok
  • Krambil sajanjang
  • Kayu sebongkok
  • Lawe sagemuh
  • Lenga sagendul
  • Omah sawuwung
  • Panah salakon
  • Pete sabengkak, 
  • Pete samata
  • Pring saeros
  • Ping saklonjor
  • Rokok saeler
  • Sabungkus
  • Sandhal sapasang
  • Sandhangan sapengadeg
  • Sate sasunduk
  • Sawah sakedhak
  • Sawah sepathok
  • Sega sapulukan
  • Sego sakpiring
  • Semangka salining
  • Suruh sacandhik
  • Suweng sasele
  • Tebu salonjor
  • Tebu sauyun
  • Tela satenggok
  • Tembako satampang
  • Tembako sajamang
  • Uyah sawuku
  • Wedang sagelas

diatas digunakan dalam kehidupan sehari hari masyarakat Jawa. Seperti contohnya dalam ukara atau kalimat di bawah ini:

  • Mulih saka tegal mas Budi ora tau lali gawa tebu salonjor.
  • ” Pri, sawah sepathok iki rumaten supaya bisa nguripi kowe lan keuargamu!”
  • ” Lha Dina iki piye ta nduk, tamune ana telu kok mung gawa wedang sagelas?”
  • Tohirin gawa semangka salining banjur diwehno bojone.
  • Merga gula setangkep durung mesti ana sekilo, dadi kudu ditimbang.
  • ” Gedhang salirang sing iki jenis apa ya pak, aku kok pengen gawe nagasari.”

Demikian uraian singkat tembung wilangan saperangan, semoga dapat membantu.

Categories
Bahasa Jawa

√ Paribasan Bahasa Jawa: Teges, Fungsi dan Contoh

Paribasan Bahasa Jawa – Indonesia merupakan negeri yang kaya akan nilai dan budaya. Segala macam karya seni dan tradisi lisan berupa pantun, pepatah, peribahasa, dan sastra dari setiap aspek berlimpah ruah di negeri sendiri.

Tidak perlu mencari peribahasa atau kata-kata bijak yang tidak sepenuhnya kita mengerti yang berasal dari luar negeri.

Bahkan jika kamu seorang dari suku Jawa, kamu sudah pasti tahu ada satu jenis kata bijak yang disebut paribasan.

Bagi masyarakat Jawa, paribasan mempunyai nilai yang sangat penting dalam kehidupan dan bahkan mencerminkan watak, sifat dan perilaku sehingga sangat dianjurkan untuk dipelajari.

Itulah mengapa tema artikel kita hari ini adalah tentang paribasan bahasa Jawa. Kita akan ikut melestarikan warisan paribasan ini. Untuk itu, mari simak dengan baik.

Pengertian Paribasan (ꦥꦫꦶꦧꦱꦤ꧀)

Mari kita mulai dengan pengertian atau teges paribasan.

Peribasan merupakan tradisi lisan, yang berarti sudah ada sebelum masyarakat Jawa mengenal tulisan. Paribasan termasuk dalam Aporisma. Aporisma dimaknai dengan kata-kata bijak orang Jawa yang padat akan makna dan nilai luhur.

Berikut beberapa pendapat tentang pengertian paribasan.

  • Dalam sebuah buku berjudul “Peribahasa Jawa sebagai Cermin Watak, Sifat, dan Perilaku Manusia Jawa” yang disusun oleh Prihatmi dkk. dijelaskan bahwa, Peribahasa Jawa adalah perumpamaan, ungkapan atau semacam pepatah, tetapi tidak menggunakan arti sesungguhnya (S. Prawiroatmojo, 1980: 51-52).
  • Pengertian paribasan menurut Wikipedia: Paribasan adalah suatu ungkapan dalam bahasa Jawa yang memiliki arti kiasan, bersifat tetap, namun tidak terdapat ungkapan pengandaian.
  • Paribasan yaiku unen-unen kang ajeg panganggone, mawa teges entar (kiasan) lan ora ngemu surasa pepindhan. (Brainly)
  • Paribasan tegese yaiku unen-unen kang gumathok lan ajeg panganggone sarta nduweni teges wantah. (Prihantoro)

Dari beberapa teges atau pengertian paribasan Jawa diatas, didapat tiga ciri ciri yang menentukan kata tersebut termasuk paribasan atau bukan yaitu:

  • memiliki arti kiasan
  • bersifat tetap
  • tidak memiliki ungkapan pengandaian (ngemu teges wantah)

Selain paribasan masih ada kata bijak lain seperti bebasan, pepindhan, saloka, sanepa, dan isbat, yang akan dijelaskan perbedaannya.

Perbedaan Paribasan Bebasan dan Saloka

Baik paribasan, bebasan, dan saloka sebenarnya masih saling berkaitan karena ketiganya termasuk dalam kelompok peribahasa dalam bahasa Jawa.

Ketiganya memiliki makna kiasan, sehingga tidak dapat dimaknai secara apa adanya.

Perbedaan yang paling mendasar antara paribasan dengan bebasan dan saloka adalah bahwa paribasan menggunakan tembung wantah (kosakata murni) dan tidak memiliki ungkapan pengandaian. (Wikipedia)

Sing mbedakake antarane paribasan kalawan bebasan lan saloka yaiku paribasan nggunaake tembung wantah utawa kosakata murni.

Fungsi Paribasan dalam Masyarakat Jawa

Secara singkat paribasan memiliki tiga fungsi yaitu:

  • Untuk menasihati

Paribasan berisi tentang nilai-nilai kehidupan yang bijak untuk menasihati seseorang sehingga orang yang mengikuti nasihat tersebut akan mendapatkan dampak positif.

  • Untuk menegur

Paribasan bahasa jawa juga digunakan untuk memperingatkan orang-orang agar tidak melakukan sesuatu yang buruk seperti gambaran yang ada dalam peribahasa tersebut. Apabila peringatan ini tidak dihiraukan maka dapat terjadi hal yang tidak diinginkan.

  • Untuk menyindir

Dapat dikatakan fungsi ini hampir sama dengan menegur, akan tetapi secara tidak langsung. Ini berkaitan dengan tradisi orang Jawa yang selalu ewuh pakewuh atau sungkan.

Harapannya orang yang disindir akan mengerti arti teguran tidak langsung tersebut dan hubungan tetap baik.

Contoh Paribasan lan Tegese A-Z*

Berikut ini beberapa contoh Paribasan bahasa Jawa beserta penulisannya dalam aksara Jawa dan teges (arti) dalam Bahasa Indonesia.

  1. Adigang adigung adiguna” (ꦲꦢꦶꦒꦁꦲꦢꦶꦒꦸꦁꦲꦢꦶꦒꦸꦤ), (artinya: mengandalkan (menyombongkan) kekuatannya, kekuasaannya, dan kepandaian yang dimilikinya).
  2. Ana catur mungkur” (ꦲꦤꦕꦠꦸꦂꦩꦸꦁꦏꦸꦂ), (artinya: tidak mau mendengarkan keluh kesah/gunjingan orang lain yang tidak baik).
  3. Angon mangsa” (ꦲꦔꦺꦴꦤ꧀ꦩꦺꦴꦁꦱ), (artinya: menunggu waktu yang tepat atau mencari waktu yang baik).
  4. Anak polah bapa kapradhah” (ꦲꦤꦏ꧀ꦥꦺꦴꦭꦃ꧈ꦧꦥꦏ꧀ꦏꦼꦥꦿꦝꦃ), (artinya: orang tua juga ikut menanggung akibat dari perbuatan anaknya yang tidak baik).
  5. Angon ulat ngumbar tangan” (ꦲꦔꦺꦴꦤ꧀ꦲꦸꦭꦠ꧀​ꦔꦸꦩ꧀ꦧꦂꦠꦔꦤ꧀), (artinya: memperhatikan kelengahan orang, dengan tujuan mengambil/ mencuri barang yang diinginkan).
  6. Becik ketitik ala ketara” (ꦧꦼꦕꦶꦏ꧀ꦏꦼꦠꦶꦠꦶꦏ꧀ꦲꦭꦏꦼꦠꦫ), (artinya: perbuatan baik dan buruk pasti akan terlihat nantinya).
  7. Busuk ketekuk pinter keblinger” (ꦧꦸꦱꦸꦏ꧀ꦏꦼꦠꦼꦏꦸꦏ꧀​ꦥꦶꦤ꧀ꦠꦼꦂꦏꦼꦧ꧀ꦭꦶꦔꦂ), (artinya: orang bodoh maupun orang pintar suatu saat akan menemui kesulitan).
  8. Cincing-cincing meksa klebus” (ꦕꦶꦚ꧀ꦕꦶꦁꦕꦶꦚ꧀ꦕꦶꦁꦩꦼꦏ꧀ꦱꦏ꧀ꦊꦧꦸꦱ꧀), (artinya: maksud hati ingin berhemat/ irit tetapi malah boros).
  9. Ciri wanci lelai ginawa mati” (ꦕꦶꦫꦶꦮꦚ꧀ꦕꦶꦭꦺꦭꦲꦶꦒꦶꦤꦮꦩꦠꦶ), (artinya: kebiasaan/ watak buruk seseorang tidak akan hilang sampai mati).
  10. Criwis cawis“, (artinya: banyak omongnya tetapi juga mampu menyelesaikan pekerjaan dengan benar).
  11. Dahwèn ati opèn” (ꦢꦃꦮꦺꦤ꧀ꦲꦺꦴꦥꦺꦤ꧀), (artinya: orang yang mencela/ merendahkan karena memiliki niat/ keinginan untuk memiliki sesuatu yang dicela tersebut).
  12. Désa mawa cara negara mawa tata” (ꦢꦺꦱꦩꦮꦕꦫꦤꦼꦒꦫꦩꦮꦠꦠ), (artinya: setiap tempat atau daerah mempunyai adat dan aturan sendiri-sendiri).
  13. Dudu sanak dudu kadang yèn mati melu kélangan” (ꦢꦸꦢꦸꦱꦤꦏ꧀ꦢꦸꦢꦸꦏꦢꦁ꧈ꦪꦺꦤ꧀ꦩꦠꦶꦩꦺꦭꦸꦏꦺꦭꦁꦁ​ꦔꦤ꧀), (artinya: meskipun bukan saudara atau orang lain jikalau terkena musibah juga ikut merasakan kesedihan dan penyesalan).
  14. Durung pecus keselak besus” (ꦢꦸꦫꦸꦁꦥꦼꦕꦸꦱ꧀​ꦏꦼꦱꦼꦭꦏ꧀ꦧꦼꦱꦸꦱ꧀), (artinya: belum pandai dalam bekerja, tetapi sudah berkeinginan macam-macam).
  15. Entèk amèk kurang golèk” (ꦲꦼꦤ꧀ꦠꦺꦏ꦳ꦲꦩꦺꦏ꧀ꦏꦸꦫꦁꦒꦺꦴꦭꦺꦏ꧀), (artinya: memarahi atau mencerca seseorang habis-habisan).
  16. Garang-garing” (ꦒꦫꦁꦒꦫꦶꦁ), (artinya: kelihatannya kaya raya, tetapi sebenarnya hidupnya menderita atau kekurangan).
  17. Gliyak-gliyak tumindak sarèh pakolèh” (ꦒ꧀ꦭꦶꦪꦏ꧀​ꦒ꧀ꦭꦶꦪꦏ꧀ꦠꦸꦩꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀​ꦱꦫꦺꦃꦥꦏꦺꦴꦭꦺꦃ), (artinya: meskipun bertindak semaunya sendiri tetapi dapat terlaksana dengan baik dan lancar).
  18. Njajah désa milang kori” (ꦲꦚ꧀ꦗꦗꦃꦢꦺꦱꦩꦶꦭꦁꦏꦺꦴꦫꦶ), (artinya: bepergian jauh menjelajahi pelosok negeri semua sudah didatangi).
  19. Jalukan ora wèwèhan” (ꦗꦭꦸꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦲꦺꦴꦫꦮꦺꦮꦺꦃꦲꦤ꧀), (artinya: orang yang suka meminta, tetapi tidak mau berbagi atau memberi).
  20. Jer basuki mawa béya” (ꦗꦼꦂꦧꦱꦸꦏꦶꦩꦮꦧꦺꦪ), (artinya: setiap keinginan atau cita-cita pasti membutuhkan biaya).
  21. Njunjung ngentebake” (ꦲꦚ꧀ꦗꦸꦚ꧀ꦗꦸꦁꦁꦲꦼꦤ꧀ꦠꦼꦧ꧀ꦧꦏꦺ), (artinya: orang yang suka memuji, tetapi sebenarnya dia merendahkan).
  22. Kalah cacak menang cacak” (ꦏꦭꦃꦕꦕꦏ꧀​ꦩꦼꦤꦁꦕꦕꦏ꧀), (artinya: pekerjaan apapun perlu dicoba dulu bisa dan tidaknya).
  23. Kebat kliwat gancang pincang” (ꦏꦼꦧꦠ꧀​ꦏ꧀ꦭꦶꦮꦠ꧀​ꦒꦚ꧀ꦕꦁꦥꦶꦚ꧀ꦕꦁ), (artinya: pekerjaan yang dilakukan tergesa-gesa hasilnya tidak akan tepat/ tidak baik).
  24. Keplok ora tombok” (ꦏꦼꦥ꧀ꦭꦺꦴꦏ꧀ꦲꦺꦴꦫꦠꦺꦴꦩ꧀ꦧꦺꦴꦏ꧀), (artinya: ikut merasakan kebahagiaan/ kesenangan tetapi tidak mengeluarkan uang).
  25. Ketula-tula ketali” (ꦏꦼꦠꦸꦭꦠꦸꦭꦏꦼꦠꦭꦶ), (artinya: orang yang hidupnya menderita atau terlunta-lunta hidupnya).
  26. Kumenthus ora pecus” (ꦏꦸꦩꦼꦤ꧀ꦛꦸꦱ꧀ꦲꦺꦴꦫꦥꦼꦕꦸꦱ꧀), (artinya: orang yang berlagak pintar tetapi sebenarnya tidak paham/ tidak bisa apa-apa).
  27. Ladak kecangklak” (ꦭꦢꦏ꧀ꦏꦼꦕꦁꦏ꧀ꦭꦏ꧀), (artinya: orang yang suka menyakiti/mengganggu orang lain pada akhirnya akan terkena akibatnya sendiri).
  28. Maju tatu mundur ajur” (ꦩꦗꦸꦠꦠꦸꦩꦸꦤ꧀ꦢꦸꦂꦲꦗꦸꦂ), (artinya: maju atau mundur semua serba berbahaya).
  29. Mbuwang tilas” (ꦲꦩ꧀ꦧꦸꦮꦁꦠꦶꦭꦱ꧀), (artinya: pura-pura tidak tahu perbuatan buruk yang dilakukannya).
  30. Mikul dhuwur mendhem jero” (ꦩꦶꦏꦸꦭ꧀ꦝꦸꦮꦸꦂꦩꦼꦤ꧀ꦝꦼꦩ꧀ꦗꦼꦫꦺꦴ), (artinya: anak yang bisa menjunjung tinggi derajat orang tuanya).
  31. Nabok nyilih tangan” (ꦤꦧꦺꦴꦏ꧀ꦚꦶꦭꦶꦃꦠꦔꦤ꧀), (artinya: berbuat buruk/ mencelakai orang dengan menyuruh orang lain).

*Sebagai catatan, kita terkadang sulit membedakan antara bebasan, saloka dan paribasan, sehingga terbolak balik antara ketiganya. Untuk itu, jika peribahasa yang kamu cari tidak ada dalam daftar paribasan Jawa diatas, kemungkinan besar mereka adalah peribahasa dari jenis bebasan, saloka ataupun pepindhan. Kamu bisa cek semua dalam tiga link berikut ini.

  1. √325 Bebasan Jawa Lengkap (Teges, Contoh dan Kalimat)
  2. 51 Saloka Lengkap Bahasa Jawa 2020
  3. √ Kamus Tembung Pepindhan Paling Lengkap 2020

Sumber: http://fitria-damayanti-nur-fib18.web.unair.ac.id/artikel_detail-240742-Peribahasa-Tradisi%20Lisan%20Jawa:%20Peribahasa.html

Artikel ini berkaitan dengan:

  • paribasan jawa
  • paribasan yaiku
  • paribasan bahasa jawa
  • paribasan lan tegese
  • tuladha paribasan
  • paribasan jawa lan tegese
  • paribasan jowo
  • paribasan aksara jawa dan artinya
Categories
Bahasa Jawa

√9 Jenis Basa Rinengga ( Pengertian, Fungsi dan Contoh)

Jenis Basa Rinengga – Jika kalian perhatikan, saat acara pernikahan adat Jawa, pembawa acara akan membacakan susunan acara menggunakan bahasa Jawa yang sedikit asing. Bahasa Jawa yang indah susunannya sehingga menarik banyak orang untuk menyimak.

Bahasa seperti ini disebut basa rinengga.

Basa rinengga adalah kekayaan bahasa yang harus dijaga dengan cara dipelajari dan dipraktekkan sehingga tidak hilang.

Berkaitan dengan itu, berikut ini ulasan tentang basa rinengga yang sangat menarik untuk disimak.

Pengertian Basa Rinengga

Basa rinengga berasal dari dua kata yaitu basa dan rinengga. Basa artinya bahasa sedangkan rinengga artinya yang dihias.

Basa rinengga yaiku karangan kang kalebu susastra rinacik mawa basa kang endah.

Maksudnya adalah basa rinengga merupakan sastra bahasa yang dirangkai dengan cara menggabungkan kata-kata yang berbeda sehingga menjadi bahasa atau kalimat yang indah.

Basa Rinengga didukung beberapa hal yaitu bagus penyusunnya, penataan kata dan kalimat, runtut, pemilihan kata, serta sesuai situasi dan tempat.

Fungsi Basa Rinengga

Basa rinengga dalam kebudayaan orang Jawa digunakan untuk berbagai keperluan, utamanya dalam sebuah pertunjukan. Penggunaan basa rinengga bertujuan untuk menarik perhatian dan memperindah perkataan sehingga membuat hati orang yang menyimak menjadi senang.

Fungsi utama basa rinengga adalah untuk menambah keindahan kalimat.

Basa rinengga dapat kamu temukan dalam acara pedhalangan, pranata cara (sambutan temanten, tedak sinten, pengetan taun anyar), tembang, dan karya tulis sastra seperti cerkak dan geguritan.

Contoh penggunaan basa rinengga dalam sebuah sambutan ditunjukkan dalam petikan naskah berikut:

Para rawuh ingkang minulya, para pinisepuh pepundhen ingkan pantes sunurdarsana, para pangembat pangembating praja satriyaning Nagari ingkang tuhu luhure budi, para manggalaning ngayuda ingkang hambeg mahambara, tuwih sagung para tamu kakung miwah putri, keparenga kawula sowan ing ngrasa panjenengan sami, minangka talanging atur panjenenganipun bapak ……………. anggenipun kagungan kersa…………………”

Jenis Jenis Basa Rinengga

Jenis basa rinengga ada 9 yaitu:

  1. Tembung saroja
  2. Tembung entar
  3. Wangsalan
  4. Paribasan
  5. Bebasan
  6. Saloka
  7. Purwakanthi
  8. Parikan
  9. Pepindhan

Dari sembilan jenis basa rinengga di atas hampir semuanya telah kita bahas secara mendetail dalam artikel artikel sebelumnya. Untuk itu, kali ini kita hanya mengulas poin poin pentingnya saja.

Tembung Saroja

“Tembung saroja yaiku tembung loro kang padha tegese utawa meh padha tegese banjur digawe bebarengan dadi siji.“

Tembung saroja berfungsi untuk menguatkan atau menegaskan. Sederhananya untuk memberi kesan ‘sangat’.

Contoh tembung Saroja dalam Bahasa Jawa :

  • Ajur mumur : ajur banget artinya sangat hancur.
  • Ayem tentrem : ayem banget artinya sangat tentram.
  • Abang branang : abang banget artinya sangat merah.

Tuladha atau contoh ukara menggunakan basa rinengga dari jenis tembung saroja:

  • Negeri Padhangklana iku, rakyate ayem tentem, alame ijo royo royo tur rajane adil lan mangerteni.
  • Bapak menika paring sambutan namun cekak aos amargi kesesa tindak dhateng Jakarta.
  • Enjing menika alun alun prasasat kebak, jalu estri sami rawuh damel peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Tembung Entar

Tembung entar yaiku tembung silihan kang ora kena ditegesi mung sawantahe bae. Tembung entar iki iso kedadean saka loro tembung utawa luwih kang digabung.

Maksudnya adalah, tembung entar merupakan kata pinjaman yang dalam hal ini tidak bisa diartikan secara apa adanya.

Dalam Bahasa Indonesia tembung entar disebut sebagai ungkapan. Dalam hal ini, banyak pula ‘ungkapan’ dalam bahasa Jawa yang mirip dengan ungkapan dalam bahasa Indonesia.

Tuladha (contoh) tembung entar:

  • Abang kupinge: nesu artinya marah.
  • Meres pikir: temenan anggone mikirake artinya sungguh sungguh memikirkan.
  • Nandhang sungkawalagi susah artinya sedang dalam kesusahan.

Tuladha ukara yang menggunakan tembung entar misalnya:

  • Merga apik budine, Marwan gampang banget oleh ati ing lingkungan Kampung Rambutan.
  • Weteng karet aja sok diet, mundak lara ing awak, wes ta disyukuri wae apa apa leh maringi Gusti.
  • Dadi kyai kui ora gampang, kudu bening atine, jembar krawuhe lan istiqomah.

Baca Selengkapnya Tembung Entar: Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri, Jenis dan Contoh.

Wangsalan

Jenis basa rinengga yang ketiga adalah dari jenis Wangsalan.

Wangsalan yaiku unen-unen utawa tetembungan kang saemper cangkriman, nanging batangane (wangsulane) wis sinandi ing wanda-wandaning tembung-tembung.

Wangsalan adalah kalimat yang hampir mirip dengan cangkriman, yang berarti berupa permainan teka-teki. Namun, yang membedakan adalah dalam sebuah wangsalan jawaban dari teka teki tersebut sudah disebut dalam bentuk suku suku kata yang mirip.

Contoh wangsalan:

  • Njenang gulo lho, aja lali. ( Jenang gula: glali)
  • Balung klapaethok-etok ora ngerti. ( Balung klapa: bathok)
  • Balung janursida lunga apa ora? (Balung janur: sada)

Baca Selengkapnya Wangsalan: Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri, Jenis dan Contoh.

Paribasan

Paribasan yaiku unen-unen kang ajeg panganggone, mawa teges entar (kiasan) lan ora ngemu surasa pepindhan.

Paribasan menggunakan bahasa yang lugas, jelas dan tanpa pengandaian, perbandingan, atau perumpamaan.

Contoh paribasan:

  • Angon mangsa: golek wektu kang prayoga, artinya menunggu waktu yang tepat.
  • Becik ketitik ala ketara: tumindak becik lan tumindak ala bakal ketara tembe mburine, artinya perbuatan baik dan buruk pasti akan terlihat nantinya.
  • Garang-garing: ketoke katon sugih, ananging sajatine rekasa uripe utawa kacingkrangan panguripane, artinya kelihatannya kaya raya, tetapi sebenarnya hidupnya menderita atau kekurangan.

Bebasan

Tembung Bebasan, yaiku unen-unen kang ajeg panganggone, mawa teges entar, lan ngemu surasa pepindhan. Pepindhan marang kahanan, sifat, lan watak manungsa.

Basa rinenga dalam bebasan berbeda dengan paribasan karena bebasan lebih condong ke perumpaan sifat manusia.

Contoh bebasan:

-Sepi ing pamrih, rame ing gawe :
nindakake panggaweyan kanthi ora melik/pamrih apa-apa
Melakukan pekerjaan tanpa pamrih.
-Sing sapa salah bakal seleh :
sing sapa salah bakal konangan
Orang yang berbuat salah pada akhirnya pasti akan ketahuan.
-Sluman slumun slamet :
senajan kurang ati-ati isih diparingi slamet
Biarpun kurang hati-hati tapi masih diberi keselamatan.

Baca Selengkapnya Bebasan: Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri, Jenis dan Contoh.

Saloka

Saloka (ꦱꦭꦺꦴꦏ) yaiku unen-unen ajeg panganggone ngemu surasa pepindhan kang dipindahake wonge.

Jenis basa rinengga yang selanjutnya berasal dari saloka.

Sebagai informasi, antara paribasan, bebasan dan saloka memang mirip. Nah, untuk memudahkan, ciri saloka adalah yang dikiaskan orangnya, jadi dalam mengartikan sebuah saloka, hampir selalu didahului tembung ‘wong’, berikut contohnya:

  • Baladewa ilang gapitetegese wong kang ilang kekuwatane. (artinya; orang yang kehilangan kekuatannya).
  • Bathok bolu isi madutegese wong asor nanging sugih kapinteran. (artinya; orang rendahan tetapi kaya pengetahuan).
  • Bebek mungsuh mliwistegese wong pinter memungsuhan karo wong pinter, nanging sijine kalah ulet lan trampil. (artinya; orang pandai bermusuhan dengan orang pandai tetapi yang satu kalah tekun dan terampil).

Baca Selengkapnya Saloka: Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri, Jenis dan Contoh.

Purwakanthi

Purwakanthi yaiku gandhenge swara sing mburi karo swara sing wis kasebut ing ngarepe.

Purwakanthi adalah sastra yang mengulang huruf mati atau suku kata yang telah disebut di awal.

Contoh basa rinengga purwakanthi:

  1. Adigang, adigung, adiguna.
  2. Ana awan, ana pangan
  3. Ana bungah, ana susah iku wis lumrah

Baca Selengkapnya Purwakanthi: Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri, Jenis dan Contoh.

Parikan

Parikan adalah pantun dalam Bahasa Jawa. Parikan merupakan jenis basa rinengga karena memang terdengar indah jika diucapkan.

Ada beberapa parikan yang populer di suku jawa.

  1. Bisa ngendang ora bisa nyuling
    Bisa nyawang ora bisa nyanding
  2. Ana brambang sasen lima
    Berjuang labuh negara
  3. Jemek-jemek gula jawa
    Aja ngenyek padha konco

Pepindhan

Jenis basa rinengga yang terakhir adalah pepindhan.

Tembung pepindhan tegese tembung kang digawe kanggo unen-unen sajeroning basa jawa kang ora ngemu surasa kang sejatine.

Sederhananya pepindhan artinya kalimat pengandaian. Pengandaian dalam bahasa Jawa menggunakan kata ‘kaya, lir, pindha, kadya’ dst.

Contoh basa rinengga dalam pepindhan:

  • Cahyane bingar – kaya lintang johar
  • Cahyane nglentríh – kaya rembulan karainan
  • Cep klakep – kaya orong-orong kepidak
  • Cethile – kaya cina craki

Baca Selengkapnya Tembung Pepindhan: Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri, Jenis dan Contoh.

Categories
Serba serbi

√257+ Gambar Buket Bunga Cantik dan Elegan

Gambar Buket Bunga Cantik,Saat ini buket merupakan hal yang tak asing lagi bagi masyarakat. Di setiap momen bahagia, seakan kurang tanpa kehadiran buket.

Buket yang paling po[puler adalah buket bunga. Buket ini lalu mengalami perkembangan sehingga mendapat tambahan ataupun modifikasi.

Untuk kamu, yang kali ini sedang berburu referensi gambar buket bunga yang bagus, berikut ini ulasannya.

Gambar Buket Bunga Mawar

Bunga mawar memang bunga yang cantik dan karismatik sehingga kerap dipilih untuk berbagai keperluan yang membutuhkan keindahan.

Buket dengan dominasi bunga mawar merah atau pun putih akan sangat berkesan ketika diberikan kepada sahabat, pacar atau orang terkasih lainnya.

Nah, untuk kamu yang sedang mencari referensi contoh gambar buket bunga mawar asli, merah atau putih, berikut ini beberapa diantaranya.

Processed with VSCO with s2 preset
Processed with VSCO with c6 preset

Gambar Buket Bunga Flanel

Pilihan buket bunga yang selanjutnya adalah buket bunga dari kain flanel. Kain flanel dalam beberapa waktu terakhir memang sedang naik daun. Kain ini mudah dikreasikan menjadi banyak kerajinan, salah satunya untuk bunga imitasi atau palsu.

Kelebihan membuat bunga dari flanel adalah tentu karena dia awet. Pastinya, kamu ingin buket pemberianmu dapat disimpan dan bertahan lama sebagai kenang-kenangan bukan?.

Selain itu, buket bunga flanel akan sangat dihargai karena merupakan kerajinan tangan manual, apalagi jika kamu membuatnya sendiri. Ini pasti menjadi nilai plus kamu di mata orang yang kamu sayang.

Kelebihan ketiga adalah, mempunyai banyak variasi. Ya, karena kain flanel memiliki banyak sekali varian warna, mulai dari warna terang hingga gelap. Warna warna ini insyaallah, sudah mewakili warna-warna bunga yang ada, jadi kamu tinggal berkreasi untuk membuat bentuknya semirip mungin.

Melihat beberapa poin yang menjadi nilai plus kain flanel untuk buket bunga, kamu tentu berfikir untuk membelinya atau membuatnya.

Tidak masalah untuk membeli jika memang kamu bukan tipe orang yang suka utak utik :D. Akan tetapi jika kamu memang berniat untuk membuat, berikut ini alat dan bahan yang kamu perlukan, dan juga referensi gambar buket bunga flanel yang sangat cantik untuk referensi model karyamu.

Alat dan Bahan Untuk Membuat Buket Bunga Flanel:

  • Kain flanel secukupnya untuk membuat bunga dan daun bunga.
  • Kain spunbon atau kertas buket sebagai pembungkus.
  • Pita sebagai tali ikat
  • Gunting
  • Lem tembak
  • Jarum dan Benang
  • Kawat atau tusuk sate untuk batang

Referensi Contoh Gambar Buket Bunga Flanel:

Gambar Buket Bunga dan Boneka

Untuk menambah kesan imut pada buket kamu, kamu dapat menambahkan item lain berupa boneka.

Biasanya boneka yang dipakai adalah boneka beruang, meski begitu kamu juga dapat menggunakan jenis boneka lain seperti boneka barbie, kelinci atau boneka kartun.

Buket dengan tambahan boneka disebut buket boneka. Buket boneka dapat berisi boneka saja atau boneka dan bunga. Seperti ini contoh gambar buket boneka.

Gambar Buket Bunga Uang

Salah satu jenis buket yang sedang viral adalah buket bunga uang. Buket ini populer diberikan saat momen wisuda ataupun saat seseorang ulang tahun.

Tanpa harus dijelaskan kelebihan buket bunga uang ini, kita tentu sudah tahu :D.

Ya, dobel kesenangan. Dapat buket senang, dapat uang tambah senang hehehe. Jujur saja, penulis juga paling suka dengan buket uang ^^

Nah, jika kamu berniat memberikan orang terkasih buket bunga uang, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan.

Pertama, jika kamu memilih membeli. Pastikan seller kamu adalah seller terpercaya. Apabila kamu beli online, coba lihat ulasan-ulasan pembeli sebelumnya. Buket bunga uang yang dijual bervariasi, mulai dari ratusan sampai jutaan. Tentu kamu tidak hanya ‘membeli isi uangnya’, namun juga beli pembungkusnya.

Selain itu, karena rawan, disarankan beli yang dekat rumah, dan transaksi secara COD.

Kedua, jika kamu memilih untuk membuatnya. Perhatikan hal hal berikut:

  1. Apakah yang kamu gunakan asli atau palsu.
  2. Jika uang asli, tentu uang yang kamu gunakan haruslah uang yang masih bersih dan licin, kamu mungkin harus menukar uang di Bank.
  3. Ketiga, apakah kamu membentuk uangnya menjadi bunga atau hanya menatanya.
  4. Keempat, apakah uang yang kamu gunakan satu nominal (misal, hanya seratus ribuan atau hanya lima puluh ribuan), atau banyak macam. Kamu juga bisa mengejutkan dia dengan jumlah nominalnya, sesuai tanggal ulang tahun misalnya.
  5. Warna pembungkus bisa disamakan dengan warna uang atau sebaliknya.
  6. Aksesoris tambahan mungkin diperlukan seperti bunga atau pita, namun jangan sampai menutup obyek utama (uang).

Terakhir, untuk kamu yang sedang mencari referensi contoh gambar buket uang berikut ini ada beberapa pilihan.

Gambar Buket Bunga Besar

Sebagai bonus, berikut ini dilampirkan pula beberapa gambar buket bunga besar terdiri atas banyak varian bunga.

Tidak tanggung-tanggung sebuah buket besar dapat mencapai panjang satu meter lebih dengan harga mencapai jutaan rupiah. Berikut ini beberapa contoh gambar buket besar yang sangat mewah dan diinginkan kebanyakan wanita 🙂

Gambar Buket Bunga Kartun

Selain buket bunga asli, kita terkadang juga membutuhkan gambar buket bunga kartun untuk keperluan mengedit sesuatu.

Berikut beberapa contoh gambar buket bunga kartun yang cantik untuk keperluan editing.

Gambar Buket Bunga Cantik
Gambar Buket Bunga Cantik
Gambar Buket Bunga Cantik
Gambar Buket Bunga Cantik
Gambar Buket Bunga Cantik

Akhirnya, terimakasih telah mampir dalam kumpulan contoh gambar buket bunga, semoga bermanfaat.

Categories
Bahasa Jawa

√20 Pasangan Aksara Jawa Lengkap: Fungsi, Simbol dan Contoh

Pasangan aksara Jawa – Saat ini pemerintah sedang gencar untuk memberikan pendidikan yang fokus pada jiwa patriotisme dan sikap cinta akan budaya. Berbagai upaya dilakukan, salah satunya dengan memasukkan mata pelajaran yang mempelajari aksara daerah.

Berkaitan dengan itu, untuk regional Jawa maka pelajaran yang akan diajarkan adalah mempelajari aksara Jawa.

Secara lengkap dalam beberapa artikel terakhir kita telah membahas bagian per bagian dalam kaidah penulisan aksara Jawa.

Kalian bisa membacanya secara lengkap dan terstruktur pada halaman berikut:

  1. Sejarah aksara Jawa dalam Legenda Aji Saka
  2. Aksara Hanacaraka
  3. Aksara Murda
  4. Aksara Rekan
  5. Aksara Swara
  6. Sandhangan Panyigeg
  7. Sandhangan Wyanjana
  8. Sandhangan Swara
  9. Tanda Baca dalam Aksara Jawa
  10. Aksara Wilangan

Sebagai penutup (meskipun, seharusnya sebagai pembuka ^^) kali ini kita akan bahas salah satu bagian aksara Jawa yang paling dianggap sulit, yaitu pasangan aksara Jawa (ꦥꦱꦔꦤ꧀).

Mula-mula kita akan bahas pengertian, fungsi, gambar dan letak penulisan lalu diakhiri aturan penulisan serta contohnya.

Pengertian Pasangan Aksara Jawa

Yang dimaksud dengan ‘pasangan’ dalam aksara Jawa adalah sebuah simbol yang digunakan untuk mematikan atau menghilangkan huruf vokal dari aksara carakan atau dasar. Selanjutnya, karena pada dasarnya aksara carakan atau nglegena mempunyai vokal inheren /a/ atau /ɔ/ maka ketika diberi pasangan aksara carakan akan menjadi huruf mati.

Berkaitan dengan hal tersebut, jika aksara carakan jumlahnya 20, maka jumlah pasangannya juga ada 20, mengikuti setiap hurufnya.

Fungsi Pasangan Aksara Jawa

Fungsi dari aksara pasangan adalah untuk menggantikan aksara Carakan apabila aksara carakan tersebut berada dibelakang aksara yang bersifat sigeg (konsonan/mati), yang proses perubahan
konsonannya tidak dikarenakan mendapat sandhangan sigeg pangkon.

Pasangan aksara jawa gunane kanggo nulis aksara kang mapane ana ing sakmburine aksara sigeg.

Perbedaan Penggunaan Pasangan dan Pangkon

Penggunaan pasangan berbeda dengan sandhangan pangkon.

Vokal inheren dari tiap aksara dasar atau carakan sebenarnya dapat dimatikan dengan penggunaan diakitrik pangkon. Akan tetapi, pangkon normalnya tidak digunakan di tengah kata atau kalimat. Sehingga untuk menuliskan suku kata tertutup di tengah kata dan kalimat, digunakanlah bentuk pasangan (ꦥꦱꦔꦤ꧀).

Bahkan, berbeda dengan pangkonpasangan tidak hanya mematikan konsonan yang diiringinya tetapi juga menunjukkan konsonan selanjutnya. Sebagai contoh, aksara ma (ꦩ) yang diiringi bentuk pasangan dari pa ( ꧀ꦥ) menjadi mpa (ꦩ꧀ꦥ). (Wikipedia)

Contoh kedua, seperti dalam kata ‘mangan nanas’. Huruf N pada kata mangan tidak boleh dimatikan dengan pangkon, karena masih berada dalam satu kalimat. Itulah mengapa huruf N dimatikan dengan memberi pasangan ‘Na’. Ketika sudah seperti ini, maka otomatis huruf N mati, dan suku kata Na dalam kata nanas sudah ditulis.

Agar lebih paham, perhatikan gambar berikut.

Gambar dan Letak Penulisan Pasangan

Setiap aksara carakan mempunyai simbol pasangan yang berbeda. Jika ada 20 carakan, maka juga ada 20 aksara pasangan.

Aksara aksara tersebut dituliskan sebagai berikut:

Dari gambar penulisan pasangan aksara Jawa diatas, diketahui:

  • Pasangan yang ditulis disamping aksara utama adalah pasangan Ha, Sa, Pa, Nya.

Pasangan aksara jawa sing manggon ing sisihe yaiku Ha, Sa, Pa, Nya

  • Pasangan yang ditulis di bagian bawah adalah Ca, Ra, Ka, Da, Ta, La, Dha, Ja, Ya, Ma, Ga, Ba, Tha, Nga.
  • Sedangkan untuk pasangan Na dan Wa, ditulis menggantung dengan aksara.
  • Pasangan yang bentuknya sama dengan aksara carakannya adalah Ra, Ya, Ga, Nga.

Pasangan aksara jawa sing wujude padha karo aksarane yaiku Ra, Ya, Ga, Nga.

Penulisan simbol pasangan haruslah tepat dan benar, baik dalam segi simbol, letak (atas, bawah atau menggantung) serta posisi dimana pasangan diletakkan dalam huruf. Hal ini karena, apabila salah penempatan bisa terjadi kesalahan membaca serta mengartikannya.

Aturan Penulisan Pasangan Aksara Jawa

Ada beberapa aturan yang harus dipenuhi dalam penulisan pasangan aksara Jawa, seperti akan dijelaskan dalam ulasan berikut ini.

  • Pasangan ditulis dari kiri ke kanan.
  • Pasangan bisa mendapat sandhangan swara (wulu, suku, pepet, taling dan taling tarung).
  • Pasangan juga bisa mendapat sandhangan panyigeg wignyan, layar dan cecak.
  • Pasangan digunakan untuk mematikan huruf di dalam kata atau kalimat.
  • Sedangkan untuk mematikan huruf pada akhir kalimat, digunakan sandhangan panyigeg pangkon.

Contoh Contoh Penulisan Pasangan

Berikut contoh contoh penulisan pasangan aksara Jawa dalam kalimat.

  • Katon apik
  • Mangan nanas
  • Katon cetha
  • Mangan roti
  • Anak kadhal
  • Aksara
  • Kanthi
  • Pangeran Puger
  • Gusti Gandakusuma
  • Kraton Jogjakarta, Usamah bin Laden, Kitab Negarakertagama, Universitas Brawijaya, Ubet Kurniawan.
deuniv.blogspot.com

Cara Menulis Aksara Pasangan di Komputer/ Laptop

Untuk menuliskan aksara pasangan di komputer atau laptop, kamu dapat mengunjungi situs bennylin.github.io. Disini, kamu dapat menulis aksara Jawa dengan sangat mudah dan menyalin atau meng-copy nya ke MS Word.

Seperti ini tampilan antar muka bennylin.github.io.

Demikian akhirnya, pembahasan tentang pasangan aksara Jawa, semoga dapat membantu teman-teman dalam belajar aksara Jawa. Jika ada salah kata, bisa langsung koreksi di komentar, terimakasih.