Categories
Bahasa Jawa

√20+ Aksara Jawa Hanacaraka (Carakan) Lengkap

Aksara Jawa Hanacaraka Carakan

Aksara Jawa Hanacaraka Carakan merupakan jenis tulisan yang berasal dari Jawa. Selain digunakan untuk menulis bahasa Jawa, dengan berjalannya waktu, aksara ini juga digunakan untuk menulis bahasa daerah lainnya seperti bahasa Melayu, Sunda, Madura dan Sasak.

Aksara Jawa Hanacaraka mengalami banyak perkembangan.

Saat ini, aksara Jawa masih diajarkan di sekolah-sekolah di Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam bentuk muatan lokal yang terdiri dari banyak bab atau bagian.

Bab paling awal yang diajarkan adalah tentang aksara dasar Legena atau aksara carakan, baru kemudian ditambah dengan atribut-atribut lainnya. Oleh karena itu, pembahasan kali ini kita akan membahas dasar dasar aksara Jawa terlebih dahulu.

Latar Belakang Aksara Jawa

Aksara Jawa Hanacaraka Carakan

Aksara jawa juga dikenal sebagai aksara Hanacaraka, aksara Carakan, aksara Dentawyanjana atau huruf Pallawa.

Nama Hanacaraka diambil dari deret pertama aksara yaitu Ha, Na, Ca, Ra dan Ka.

Aksara hanacaraka iku jenenge dijupuk saka limang aksara wiwitane yaiku Ha, Na, Ca, Ra lan Ka.

Jika diturut, aksara Jawa diketahui merupakan turunan aksara Brahmi di India melalui perantara aksara Kawi dan berkerabat dekat dengan aksara Bali.

Masyarakat Jawa telah menggunakan aksara jawa Hanacaraka sejak pertengahan abad ke 15 sampai abad 20, sebelum keberadaannya secara perlahan digantikan oleh huruf Latin.

Kita dapat melihat bukti tersebut dalam banyak media seperti dalam katalog, sampul majalah, dokumen penting, halaman pembuka buku, koran, majalah, iklan dan uang kertas.

Media yang digunakan juga bervariasi mulai dari batu yang paling kuno, sampai daun lontar dan kertas.

Sejarah Aksara Jawa

Aksara Jawa Hanacaraka Carakan

Sejarah aksara Jawa dapat ditelusuri secara runut karena banyaknya peninggalan yang beraksara Jawa.

Nenek moyang aksara Jawa adalah aksara Brahmi dari India, yang kemudian berkembang menjadi aksara Pallawa di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Selanjutnya aksara Pallawa ini berkembang lagi menjadi aksara kawi yang digunakan selama periode Hindu Budha.

Waktu berlalu, dan pada akhirnya aksara Kawi yang digunakan di Nusantara ini kemudian diadopsi masyarakat Jawa menjadi aksara Jawa.

Sejarah aksara Jawa dapat dilihat dalam periodik tahun berikut ini.

  • Abad 6-8 Masehi: aksara Brahmi di India yang berkembang menjadi aksara Pallawa di Asia Selatan dan Tenggara.
  • Abad 8-15: Aksara Pallawa kemudian berkembang menjadi aksara Kawi yang digunakan sepanjang periode Hindu-Buddha Indonesia.
  • Abad ke-14 hingga 15: Terjadi pengaruh Islam, dan aksara jawa mulai muncul dari aksara Kawi.
  • Antara abad ke-15 hingga awal abad ke-20: Aksara Jawa telah digunakan secara umum dalam kehidupan sehari hari.

Itulah sejarah aksara Jawa yang panjang. Jika dilihat dari ini maka tak heran jika aksara ini terlihat mirip dengan beberapa aksara yang lain seperti misalnya aksara Thailand.

Sejarah aksara Jawa diatas adalah sejarah yang nyata. Dikatakan begitu karena biasanya beberapa soal menanyakan sejarah aksara jawa, namun yang dimaksud adalah sejarah dari cerita legenda Aji Saka.

Sebagai informasi, Aji Saka adalah seorang Raja yang diceritakan membawa peradaban ke Pulau Jawa. Dalam ceritanya, beliau pula-lah yang mengenalkan aksara Jawa.

Sejarah aksara Jawa versi legenda Aji Saka ini sedikit panjang, jadi akan diceritakan dalam artikel yang selanjutnya. 🙂

Penulisan Aksara Jawa Carakan

Huruf paling dasar dalam kaidah penulisan aksara Jawa dinamakan sebagai huruf carakan.

Untuk diperhatikan, belajar aksara Jawa mungkin akan sangat berbeda dengan belajar aksara latin ABC. Jadi sedikit banyak harus membiasakan diri 🙂

Aksara Jawa carakan jumlahnya ada 20. Penulisannya dimulai dari kiri ke kanan. Setiap konsonan melambangkan satu suku kata dengan vokal inheren /a/ atau /ɔ/ yang dapat diubah dengan pemberian sandhangan tertentu.

Secara tradisional, penulisan aksara Jawa tidak menggunakan spasi. Namun, umum untuk menambah tanda baca yang bersifat dekoratif .

Jumlah aksara Carakan yang 20, dituliskan sebagai berikut:

Dengan menggunakan aksara dasar atau carakan ini sebenarnya kita telah dapat menuliskan beberapa kata sederhana dengan vokal a.

Contohnya dapat dilihat pada sub selanjutnya.

Contoh Penulisan Aksara Jawa Carakan

Huruf carakan tanpa tambahan, sudah dapat digunakan untuk menuliskan beberapa kata sederhana, berikut ini contohnya.

  • ꦲꦧ​ꦲꦧ ==> aba-aba
  • ꦲꦭ ==> hala
  • ꦲꦤ ==> hana
  • ꦤꦮꦭ ==> nawala
  • ꦢꦮꦠ ==> dawata
  • ꦢꦪ​ꦢꦪ ==> daya-daya
  • ꦠꦲ ==> taha
  • ꦠꦭꦒ ==> talaga
  • ꦠꦩ ==> tama
  • ꦠꦫ ==> tara
  • ꦠꦠꦕꦫ ==> tata cara
  • ꦠꦠꦧꦱ ==> tata basa
  • ꦱꦢ ==> sada
  • ꦱꦢꦤ ==> sadana
  • ꦱꦢꦫ ==> sadara
  • ꦱꦢꦪ ==> sadaya
  • ꦱꦝ ==> sadha
  • ꦱꦝꦤ ==> sadhana
  • ꦱꦏꦏꦭ ==> sakakala
  • ꦱꦏꦛ ==> sakatha
  • ꦮꦗ ==> waja
  • ꦮꦭꦏ ==> walaka
  • dst

Atribut Pelengkap Aksara Carakan

Aksara carakan pada perkembangannya belum bisa memenuhi kebutuhan penulisan ukara dalam aksara Jawa yang sangat beragam. Untuk itu, maka dibuat atribut atribut yang melengkapi aksara ini.

Atribut ini terdiri dari banyak bagian yang saling melengkapi, yaitu:

Aksara Wilangan

Aksara wilangan merupakan aksara yang digunakan untuk menuliskan angka. Jadi, aksara wilangan sama dengan angka.

Jumlah aksara wilangan ada 10 macam, dimulai dari 0 sampai 9.

Baca Selengkapnya: √ Aksara Angka Jawa 0-9 Beserta Aturan Penulisan & Contoh

Aksara Murda

Aksara murda merupakan bentuk kapital aksara Jawa, digunakan untuk memberikan penghormatan. Seperti dalam Bahasa Indonesia, huruf kapital ini digunakan untuk menuliskan awal nama orang, kota, jabatan, nama jabatan dst.

Tidak semua aksara hanacaraka memiliki versi murda hanya ada 8 aksara yang semuanya memiliki pasangan.

Baca Selengkapnya: √8 Aksara Murda Jawa {Pengertian, Fungsi, Gambar dan Contoh

Aksara Rekan

Aksara rekan digunakan untuk menuliskan kata serapan dari bahasa asing, utamanya bahasa Arab.

Seperti aksara murda, aksara rekan juga mempunyai pasangan.

Baca Selengkapnya: √5 Aksara Rekan Jawa: Pasangan, Simbol, Fungsi dan Contoh

Aksara Swara

Aksara swara berfungsi untuk menuliskan swara vokal dalam bahasa serapan menggantikan aksara ha ꦲ yang pelafalannya perlu diperjelas.

Baca Selengkapnya: √5 Aksara Swara Lengkap Pengertian, Fungsi, Gambar dan Contoh

Berbagai Bentuk Sandhangan

Sandhangan digunakan untuk memberi berbagai efek suara. Sandhangan ada tiga macam:

Sandhangan swara: Untuk memberi suara vokal a, i, u, e dan o.

Sandhangan wyanjana: Untuk memberikan suara konsonan dalam suku semi vokal.

Sandhangan panyigeg: Untuk menutup suku kata dengan konsonan.

Pasangan

Fungsi pasangan dalam aksara Jawa adalah untuk mematikan konsonan dan juga menunjukkan konsonan selanjutnya. Setiap aksara jawa carakan mempunyai pasangan.

Tanda Baca Aksara Jawa

Ada beberapa bentuk tanda baca dalam aksara jawa. Beberapa mempunyai persamaan fungsi dengan huruf latin, beberapa tidak, dan hanya digunakan untuk dekorasi pada naskah.

Aksara Jawa Hanacaraka Font

Seperti diketahui, font bawaan dari Handphone dan komputer kita adalah berupa huruf Latin. Namun seiring perkembangan teknologi, kita tetap bisa mengetik aksara Jawa untuk berbagai keperluan dengan mudah.

Untuk kebutuhan pengetikan aksara Jawa di komputer, kamu dapat langsung membuka situs Sastra.org.

Situs ini telah menyediakan media pengetikan aksara Jawa secara langsung tanpa harus mengunduh terlebih dahulu. Kunjungi situs tersebut disini

.

Sedangkan untuk menulis aksara Jawa di android, kamu bisa coba aplikasi Nulis Aksara Jawa.

Nulis Aksara Jawa adalah sebuah aplikasi belajar untuk mengubah tulisan dari aksara jawa ke tulisan latin atau sebaliknya. Dengan aplikasi ini, kamu dapat lebih mudah belajar sendiri menulis aksara Jawa di rumah .

Beberapa fitur yang ditawarkan selain mengubah tulisan aksara jawa, ia juga dapat menyimpan tulisan sebagai gambar dan otomatis menyalinnya. Jadi akan lebih mudah untuk membaginya ke teman. Kamu dapat mengunduh aplikasi ini disini.

Demikian bahasan singkat seputar aksara jawa Hanacaraka. Artikel ini juga sebagai pembuka beberapa artikel berikutnya, yang insyallah dibahas secara lebih rinci.

Terimakasih sudah mampir, semoga dapat membantu dalam belajar Bahasa Jawa.

Tags:

aksara jawa lengkap, aksara carakan, hanacaraka lengkap, honocoroko lengkap, jumlah aksara carakan yaiku, tulisan hanacaraka, jumlah aksara carakan, huruf hanacaraka, jumlah aksara carakan yaitu, aksara carakan yaiku

Categories
Bahasa Jawa

√15+ Tanda Baca Aksara Jawa: Simbol, Fungsi dan Contoh

Tanda baca aksara Jawa – Wah, seminggu penuh kita telah belajar tentang aksara, mulai dari aksara murda, rekan dan juga wilangan. Kita juga telah mengenal berbagai sandhangan (swara, panyigeg dan wyanjana). Untuk melengkapi materi tentang aksara Jawa ini, kali ini kita akan belajar tentang tanda baca dalam huruf Jawa.

Pengertian Tanda Baca

Seperti halnya dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa juga mempunyai sistem tanda baca. Hanya saja bentuknya berbeda meskipun fungsinya hampir sama.

Kita telah bertahun tahun bergelut dengan tanda baca, namun apa sebenarnya tanda baca itu?

Menurut wikipedia, tanda baca dimaknai sebagai simbol yang tidak berhubungan dengan fonem atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan.

Nah, aturan tanda baca ini berbeda antar bahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembang. Itulah mengapa tanda baca dalam tulisan latin dan aksara Jawa tidak sama.

Fungsi Tanda Baca

Pertanyaan selanjutnya adalah, mengapa harus ada tanda baca?

Jadi begini, bayangkan saja jika ada tulisan yang tidak ada titik dan komanya, tentu kita akan bingung kapan harus berhenti, kapan harus terus. Kita juga tidak tahu kapan intonasi baca harus rendah, datar atau tinggi.

Itulah gambaran berapa repotnya jika tidak ada tanda baca.

Secara lebih rinci, berikut ini fungsi tanda baca:

  • Untuk mengatur jeda ketika membaca kalimat.
  • Untuk mengatur intonasi dalam pembacaan suatu kalimat.
  • Untuk memberi penegasan kalimat (seperti kalimat tanya, kalimat perintah dan lain sebagainya)
  • Untuk menggambarkan struktur kata atau kalimat yang ada dalam sebuah tulisan.
  • Untuk menunjukkan tata kata yang ada di dalam suatu tulisan.

Tanda baca diletakkan di dalam karya tulis yang berupa tembang, layang, geguritan dan seterusnya.

Tanda Baca dalam Aksara Jawa

Ada lima belas tanda baca dalam aksara Jawa yaitu:

  1. pada lingsa
  2. pada lungsi
  3. adeg
  4. adeg-adeg
  5. piseleh
  6. rerenggan
  7. pangkat
  8. rangkap
  9. andhap
  10. madya
  11. luhur
  12. guru
  13. pancak
  14. tirta tumetes
  15. isen isen.

Beberapa tanda baca yang paling sering digunakan lingsa, lungsi, adeg, adeg-adeg, piseleh, rangkap dan pada pangkat.

Berikutnya akan dijelaskan dalam sub sub tersendiri berikut ini.

Lingsa

Lingsa atau bisa disebut pada lingsa (ꦥꦢ ꦭꦶꦁꦱ) adalah ganti tanda koma dalam penulisan aksara Jawa. Tanda baca pada lingsa berlawanan dengan Pada lungsi (titik).

Wujud tanda pada lingsa berupa tanda centang yang menghadap ke atas, sedikit condong kiri.

Pada lingsa yaiku tegese kanggo gantine tandha koma, dadi gunane kanggo mandheg sedhela.

Selain sebagai tanda koma, pada lungsi juga mempunyai beberapa fungsi lain yaitu:

  • untuk mengapit angka Jawa, karena banyaknya angka yang mirip huruf.
  • dipakai untuk mengeja aksara latin.
  • juga dipakai untuk penyingkatan kata, seperti Raden Mas menjadi R.M, maka R.M ditulis dengan pemisah pada lingsa.

Ada dua paugeran atau aturan dalam penulisan pada lingsa untuk kalimat biasa.

  • Pertama, pada lungsi tidak ditulis setelah kata yang berujung sandhangan pangkon.
  • Pada lungsi akan menjadi titik apabila tetap ditulis setelah pangkon.

Contoh penulisan tanda baca pada lingsa dapat dilihat dari soal purwakanthi berikut ini.

Kode untuk tanda baca pada lingsa adalah : U+A9CB.

Lungsi

Lungsi merupakan tanda baca titik dalam aksara Jawa. Gunanya sebagai penanda akhir kalimat.

Pada lungsi artine yaiku tandha kanggo mungkasi ukara. Pada lungsi padha karo tanda titik ing basa Indonesia. Pada lungsi ing panulisan aksara Jawa digunakake kanggo mungkasi layang, tembang, cerkak lan liya liyane.

Penulisan pada lungsi sama dengan pada lingsa, hanya saja dirangkap dua.

Pada lungsi diletakkan diakhir kalimat setelah sandhangan pangkon. Contoh penggunaan pada lungsi pada kalimat (ukara) ditunjukkan dalam gambar berikut.

Kode untuk tanda baca pada lungsi adalah : U+A9C9.

Adeg

Yang dimaksud tanda baca adeg adalah tanda petik, yaitu tanda baca yang berfungsi untuk secara berpasangan untuk menandai ucapan, kutipan, frasa, atau kata.

Pada adeg gunane yaiku kanggo nggapit pachelathon utawa ukara kang penting.

Simbol pada deg dituliskan sebagai garis yang berekor di bagian atas dan bawah.

Kode untuk tanda baca pada adeg adalah : U+A9CA.

Adeg- Adeg

Jika adeg untuk tanda petik, maka adeg adeg adalah tanda yang digunakan untuk mengawali sebuah paragraf baru.

Pada adeg adeg nalika nulis aksara Jawa gunane kanggo miwiti ukara paragraf.

Sesuai namanya penulisan adeg adeg disimbolkan dengan tanda adeg yang diulang dua kali.

Sebagaimana tanda sebuah alenia, pada adeg adeg diletakkan di depan paragraf.

Contoh Cerita Dengan Menggunakan Aksara Jawa - Bagussas

Kode untuk tanda baca adeg adeg adalah : U+A9CB.

Piseleh

Tanda baca dalam aksara Jawa yang selanjutnya adalah piseleh.

Tanda piseleh digunakan secara berpasangan seperti tanda kurung untuk memberikan penekanan pada teks.

Berkas:Pada piseleh kiri kanan.png

Rangkap

Rangkap digunakan sebagai tanda pengulangan kata yang dalam bahasa Indonesia informal setara dengan penggunaan angka 2 untuk kata berulang (misal kata-kata ꦏꦠꦏꦠ → kata2 ꦏꦠꧏ). (Wikipedia)

Simbolnya sama seperti angka dua dalam tulisan arab.

Berkas:Pada rangkep.png

Pada Pangkat

Pada pangkat pada aksara Jawa berguna sebagaimana titik dua. Pada pangkat dapat digunakan dalam dialog sebuah drama.

Tanda baca aksara Jawa sisanya (rerenggan dst) kebanyakan tidak memiliki persamaan dengan tanda baca pada Bahasa Indonesia. Lebih lanjut, tanda baca seperti ini hanya digunakan sebagai seni dekoratif dalam sebuah naskah. Itulah mengapa terdapat banyak variasi dalam penulisannya.

Rerenggan (Dekoratif)

Tanda baca dekoratif dalam aksara Jawa yang pertama adalah rerenggan.

Rerenggan dapat digunakan sebagai pengapit judul, sehingga tampak lebih menarik dan menonjol.

Tanda Baca Dalam Surat Menyurat Jawa

Beberapa tanda baca yang terkait dengan surat menyurat ada empat yaitu:

  • Pada Andhap,
  • Pada Madya,
  • Pada Luhur
  • Pada Guru
  • Pancak
Berkas:Pada surat andhap.png

Seperangkat tanda baca tersebut digunakan di awal surat sebagai tanda pembuka. Terkadang seperangkat tanda baca ini digunakan pula sebagai penanda status sosial dari sang pengirim surat; dari pada andhap yang rendah, pada madya yang menengah, hingga pada luhur yang tinggi.

Sedangkan jika kegiatan surat menyurat tidak memandang konotasi status sosial (netral) maka tanda baca yang digunakan adalah pada guru. (Wikipedia)

Berkas:Pada guru1.png
pada guru

Terakhir, secara umum untuk mengakhiri sebuah surat akan digunakan tanda baca pancak. Namun lagi lagi, ini adalah hal yang digeneralisasi (umum, mayoritas) yang dilakukan, setiap penulis (yang juga berasal dari banyak daerah) memiliki opsi tersendiri untuk menandai permulaan dan akhir dari surat mereka sekaligus sebagai tambahan seni dekoratif.

Berkas:Pada pancak1.png
pancak

Tirta Tumetes dan Isen Isen (Koreksi)

Tirta Tumetes dan Isen Isen sebagai tanda koreksi.

Jika kalian jeli, mungkin kalian pernah berpikir, bagaimana orang Jawa mengoreksi tulisan mereka yang salah? bukankah dulu tidak ada tip-x? hehehe bercanda.

Kalian memang tidak menemukan tulisan yang dicoret atau disilang ketika salah, karena orang Jawa menggunakan tanda koreksi berupa tirta tumetes dan isen isen sebagai tanda jika aksara tersebut salah.

Contohnya seperti pada penjelasan Wikipedia berikut:

Semisal seorang juru tulis ingin menulis pada luhur ꦥꦢꦭꦸꦲꦸꦂ namun terlanjur menulis pada hu ꦥꦢꦲꦸ sebelum ia sadar kesalahannya, maka kata ini dapat dikoreksi menjadi pada hu···luhur ꦥꦢꦲꦸ꧞꧞꧞ꦭꦸꦲꦸꦂ atau ꦥꦢꦲꦸ꧟꧟꧟ꦭꦸꦲꦸꦂ.

Akhirnya, selesai pembahasan tanda baca dalam aksara Jawa kali ini. Semoga menambah pengetahuan kalian seputar pada lingsa, lungi, adeg-adeg, pancak, rerenggan dst. Terimaksih.

Categories
Bahasa Jawa

√5 Aksara Swara Lengkap: Pengertian, Fungsi, Gambar dan Contoh

Aksara Swara Lengkap – Aksara hanacaraka tidak dapat berdiri sendiri. Di bawahnya terdapat banyak macam turunan aksara dan sandhangan yang menjadi pelengkap penulisannya. Salah satu pelengkap aksara hanacaraka ini adalah aksara swara.

Aksara swara bisa dibilang aksara yang unik, karena tidak memiliki pasangan. Bahkan aksara swara juga tidak bisa diberi sandhangan swara, karena ia sendiri adalah aksara dalam bentuk huruf vokal. Jadi, aksara swara adalah sandhangan swara dalam bentuk aksara >-<

Nah, jika kamu mulai bingung 😀 adalah tepat untuk menyimak artikel ringan seputar aksara swara berikut ini.

Pengertian Aksara Swara

Aksara swara yaiku aksara kang digawe nulis unine swara vokal a, i, u, e dan o.

Aksara Swara (ꦲꦏ꧀ꦱꦫꦱ꧀ꦮꦫ) merupakan jenis aksara yang digunakan untuk menuliskan jenis huruf vokal yang berasal dari bentuk kata serapan dari bahasa asing.

Lebih jauh, aksara yang digunakan untuk menulis suku kata yang tidak memiliki konsonan di awal, atau dalam kata lain suku kata yang hanya terdiri vokal. Suara vokal yang dimaksud tentu vokal A, I, U, E dan O.

Aksara ini seperti aksara hanacaraka namun tidak terdiri dari dua huruf.

Sejarah Aksara Swara

Pada awalnya, aksara Jawa hanacaraka memiliki 14 aksara vokal (swara) yang diwarisi dari tradisi tulis menulis Sanskerta. Lalu, sebagaimana aksara wyanjana, bahasa Jawa modern tidak lagi menggunakan keseluruhan aksara swara dalam deret Sanskerta-Kawi.

Saat kini hanya ada aksara untuk vokal pendek yang umumnya diajarkan.

Fungsi Aksara Swara

Dalam penulisan aksara Jawa modern, aksara swara digunakan untuk menggantikan aksara wyanjana ha ꦲ pada nama atau istilah asing yang pelafalannya perlu diperjelas. Karena, seperti kita tahu, aksara ha pelafalannya bisa jadi ambigu karena berperan ganda sebagai fonem /ha/ dan /a/.

Aksara swara dinggo kanggo nulis tembung manca kang dicethakake (Padmosoekotjo, 1939: 40).

Dengan aksara swara, kata Eropa dapat ditulis dengan jelas sebagai Eropa dan bukan Heropa.

Peraturan dan Contoh Penulisan Aksara Swara

Ada beberapa aturan atau paugeran penulisan aksara swara. Berikut ini poin poin dan contohnya.

Aksara Swara Tidak Bisa Menjadi Pasangan

Karena tidak bisa menjadi pasangan, maka aksara yang ada di depan aksara swara harus di buat mati dengan sandhangan panyigeg pangkon.

Contoh aplikasi aturan pertama ini sebagai berikut.

  • Kitab Al Quran
  • Bangsa Eropa
  • Agama Islam
  • Melu Urbanisasi
  • Wulan Oktober

Aksara Swara Dapat Diberi Sandhangan Panyigeg

Sandhangan panyigeg yang dimaksud adalah layar, cecak dan wignyan. Sandhangan panyigeg pangkon tidak termasuk.

Aturan penulisannya sama seperti pada aksara hanacaraka biasa.

Aksara SwaraTidak Dapat Diberi Sandhangan Swara

Peraturan ini jelas, mengingat aksara swara bunyinya sudah cukup tanpa sandhangan swara. Misalnya seperti pada contoh berikut.

  • Kata India seharusnya ditulis

Bukannya, aksara swara A yang diberi sandhangan wulu dan menjadi,

  • Kata Organisasi seharusnya ditulis,

dan bukan aksara swara A yang diberi sandhangan taling tarung, menjadi

Intinya, jika sudah ada aksara swara lengkap lima vokal, maka gunakan. Jangan mempersulit diri dengan menambah nambah sandhangan swara hehehe 😀

Aksara Swara Tidak Digunakan Untuk Memberi penghormatan

Berbeda dengan aksara murda, aksara swara tidak digunakan untuk penghormatan.

Jadi, kalau kita menulis kata April dengan aksara swara di awal, misalnya, maka itu bukan karena kita menghormati bulan April. Ini semata mata karena kata April merupakan kata serapan bahasa asing.

Jumlah Aksara Swara

Aksara swara ing tulisan jawa iku cacahe ana lima yaiku aksara kang mujudake swara A, I, U, E dan O.

Jumlah Aksara Swara ada lima yaitu aksara yang mewakili huruf vokal A, I, U, E dan O. Penulisan kelima hurufnya disimbolkan sebagai berikut.

Contoh Soal Penulisan

Agar lebih paham, perhatikan contoh soal penulisan aksara swara di bawah ini.

  • Kitab Al Quran, Wus Ikhtiyar dan Wulan Oktober.
  • Arab, Iran, Umar, Erna dan Opera.

Aksara Murda dan Aksara Swara

Berikut ini persamaan dan perbedaan aksara murda dan aksara swara.

  • Aksara Murda dan Swara adalah huruf khusus dalam karakter Jawa, untuk karakter Murda hanya ada 8 karakter, yaitu Na, Ka, Ta, Sa, Pa, Nya, Ga dan Ba. Sedangkan untuk Aksara Swara ada lima karakter diantaranya A, I, U, E dan O.
  • Aksara murda hanya digunakan untuk penulisan nama karakter / tokoh penting atau tempat / wilayah yang terkenal /besar.
  • Aksara swara untuk serapan asing.
  • Penulisan Aksara Swara dan Murda hanya dibagian depan, atau juga bisa untuk keseluruhan kata.

Demikian pembahasan singkat tentang aksara swara A, I, U, E dan O. Semoga dapat memberikan manfaat. Apabila ada salah salah tulis dsb, silahkan koreksi di kolom komentar. Terimakasih. Aksara Swara Lengkap

Categories
Bahasa Jawa

√5 Aksara Rekan Jawa: Pasangan, Simbol, Fungsi dan Contoh

Aksara Rekan Jawa – Sebagaimana yang kita tahu bahwa Nusantara memiliki sejarah yang panjang. Berbagai bangsa datang dan pergi dari waktu ke waktu. Tidak sedikit dari mereka akhirnya menciptakan sebuah asimilasi budaya baru. Budaya baru ini tertuang dalam berbagai aspek, baik itu ke dalam bidang agama, politik dan budaya.

Dalam budaya dikenal istilah istilah baru. Jika ada istilah baru maka tentu akan muncul juga jenis aksara baru. Hal ini karena, aksara yang ada (hanacaraka) tidak dapat memenuhi keperluan penulisan istilah baru tersebut.

Aksara baru tersebut pada akhirnya dikenal dengan aksara rekan.

Pengertian Aksara Rekan

Aksara Rekan singkatnya adalah jenis aksara yang dipakai untuk penulisan huruf serapan, yang kebanyakan asalnya adalah dari bahasa Arab. Yang dimaksud huruf serapan misalnya saja huruf f, kh, dz dan lainnya. Huruf huruf tersebut sangat dipengaruhi oleh huruf hijaiyah Arab.

Aksara rekan yaiku aksara kanggo nulis tembung kang asale saka basa manca, khususe basa Arab.

Sebagai contoh ada beberapa kata seperti:

  1. Ghaib
  2. Zakat
  3. Fajar
  4. Khotib
  5. Madzab

yang tidak dapat ditulis dengan aksara biasa, atau kalaupun bisa, pasti akan terdengar magak atau kaku. Untuk itulah aksara rekan dimunculkan.

Fungsi Aksara Rekan

Kemunculan aksara rekan tidak lain adalah agar penulisan kalimat sesuai dengan yang penulis maksud, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.

Selain itu, dengan adanya aksara rekan, akan menjaga makna daripada kata kata yang dimaksud dengan bentuk asalnya.

Terakhir, di Indonesia yang mayoritas muslim, untuk nama juga pasti banyak yang mendapat pengaruh arab seperti misalnya Fatimah, Zakiya, Faturrahman, Ghulam dst. Orang orang tentu akan sangat senang jika nama mereka ditulis dengan benar bukan?

Aturan Penulisan Aksara Rekan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan aksara rekan yaitu:

  1. Tidak semua aksara hanacara mempunyai versi rekan. Tepatnya hanya ada lima huruf yang ada yaitu: kha, dza, fa/va, za dan gha.
  2. Seperti biasa, aksara rekan juga masih bisa disandingkan dengan sandhangan swara, sandhangan wyanjana dan panyigeg.
  3. Jika aksara murda mendapat tambahan sandhangan pepet, maka simbol tiga koma diatas aksara dimasukkan dalam pepet.
  4. Sedangkan jika mendapat sandhangan layar, wulu dan cecak, maka titik tiga berada diatas sebelah kiri dan sandhangan berada disamping kanannya.

Cacah (Jumlah Aksara Rekan)

Aksara rekan cacahe ana lima, wujude yaiku kha, dza, fa/va, za dan gha.

Aksara rekan jumlahnya ada lima yaitu:

  1. kha,
  2. dza,
  3. fa/va,
  4. za
  5. gha

Berikut simbol penulisannya.

Jika diperhatikan, sangat jelas bahwa sebenarnya aksara aksara tersebut hanyalah aksara hanacaraka biasa yang kemudian diberi tiga koma (cecak) di atasnya. Jika mengetahui fakta ini, seharusnya tidaklah sulit menghafal lima aksara rekan ini. 🙂

Selanjutnya mari mengetahui pasangan aksara rekan.

Pasangan Aksara Rekan

Aksara rekan mempunyai pasangan yang sama dengan aksara hanacaraka biasa, kecuali huruf fa.

Aksara rekan kang nduweni pasangan yaiku aksara fa.

Coba perhatikan tabel aksara murda lan pasangan berikut ini, dan bandingkan dengan pasangan hanacaraka biasa.

Jadi dari sini dapat disimpulkan, hanya aksara rekan fa yang mempunyai pasangan berbeda, lainnya sama dengan pasangan aksara biasa.

Contoh Penulisan Aksara Rekan

Untuk contoh penulisannya dalam kalimat, perhatikan contoh berikut ini. Contoh contoh ini kami kumpulkan dari berbagi sumber untuk belajar.

  • Zakat fitrah
  • ghaib, zakat, fajar, khotib, madzab
  • Contoh nama nama yang menggunakan aksara rekan.
brainly
  • Akhmad, Khatib, Adzan, Dzalim, Idul Fitri, Afdhol, Tirta Zam zam, mukjizat, maghfiroh, maghrib.
aviral.xyz

Demikian bahasan singkat tentang aksara rekan lan pasangan, semoga dapat bermanfaat untuk referensi belajar kita semua. Terimakasih. Aksara Rekan Jawa

Categories
Bahasa Jawa

√4 Sandhangan Panyigeg Wanda (Simbol, Fungsi & Contoh)

Sandhangan Panyigeg Wanda, Setelah sebelumnya kita membahas sandhangan swara dan sandhangan wyanjana, kali ini untuk melengkapinya, kita akan masuk dalam pembahasan sandhangan panyigeg.

Secara garis besar sandhangan panyigeg ada 4 jenis yaitu:

  1. Wignyan untuk konsonan h.
  2. Layar untuk konsonan r.
  3. Cecak untuk konsonan ng.
  4. Pangkon untuk konsonan selain tiga di atas.

Selanjutnya akan diulas secara lengkap di bawah ini.

Pengertian dan Fungsi Sandhangan Panyigeg

Kata panyigeg artinya peringkas, sedangkan wanda artinya suku kata. Jadi sandhangan panyigeg artinya sandhangan yang berfungsi untuk meringkas suku kata. Dalam hal ini dapat pula diartikan sandhangan panyigeg juga berfungsi untuk menutup wanda.

Sandhangan Panyigeg Wanda yaiku sandhangan kangge nutupaken wanda.

Sandhanagn panyigeg wanda yaiku sandhangan kang digunaake kanggo nyigeg wanda (suku kata)

Sebagai contoh jika ada aksara ‘ga’ diberi sandhangan panyigeg akan berbunyi:

  1. gah jika diberi wignyan
  2. gar jika diberi layar
  3. gang jika diberi cecak
  4. g mati jika diberi pangkon

Jenis Sandhangan Panyigeg Wanda

Jenisnya ada 4 yaitu:

  • Wignyan
  • Layar
  • Cecak
  • Pangkon

Ke empatnya memiliki fungsi tersendiri. Berikut ulasannya.

Wignyan

Sandhangan panyigeg yang pertama adalah sandhangan wignyan.

Wignyan (ꦮꦶꦒ꧀ꦚꦤ꧀) atau bisa disebut juga wisargah merupakan salah satu sandhangan dalam aksara jawa yang mewakili konsonan ‘h’.

Wignyan yaiku sandhangan sigeg gantine aksara sigeg h.

Bentuk aksaranya seperti angka dua yang mempunyai ekor sedikit panjang dan menjuntai.

Sandhangan wignyan diletakkan setelah aksara dan aksara tersebut akan bertambah huruf h di akhir.

Untuk contoh penulisan aksara wignyan, perhatikan tabel ini.

Dalam tata baku unicode versi 5.2 sandhangan wignyan mempunyai kode A983.

Layar

Sandhangan panyigeg kedua adalah layar.

Layar merupakan sandhangan untuk meringkas konsonan R. Jadi, aksara yang diberi sandhangan layar pada akhirnya akan berakhiran huruf R.

Aksara layar yaiku sandhangan ingkang kangge nglambangaken konsonan r panutupin wanda.

 

Membayangkan tulisan aksara jawa layar akan sama dengan layar pada kapal. Wujudnya berupa garis miring diletakkan diatas aksara serta agak melengkung ke arah kanan.

Contoh penulisannya sebagai berikut.

Sandhangan layar dapat dikombinasikan dengan sandhangan lainnya. Misal jika disambung dengan suku akan menjadi:

Kode layar dalam Unicode versi 5.2 adalah A982.

Cecak

Aksara cecak atau Cecek merupakan tanda baca menyerupai “koma terlentang”.

Aksara jawa cecak yaiku salah suwijining sandhangan panyigeg kangge nggantos sigegan ng.

Aksara sandhangan cecak ditulis di atas aksara carakan, sama dengan sandhangan layar.

Selanjutnya, layar dipakai untuk memberikan tambahkan huruf ng di akhir suku kata. Contohnya seperti pada kata “pingpong” dan “bolong“di bawah ini.

Pangkon

Sandhangan panyigeg yang terakhir adalah aksara pangkon.

Pangkon adalah tanda baca menyerupai “pengkal”, ditulis di belakang aksara carakan, serta berfungsi untuk mematikan huruf hidup di akhir kata. Jadi, huruf apapun dapat dimatikan dengan diberi pangkon, jika huruf tersebut berada di akhir kata.

Berbeda dengan pengkal, pangkon ditulis tidak bersambung dengan aksara terakhir.

Sebagai contoh, seperti pada contoh kata “bapak“, “macul“, “angon” dan “dolan” di bawah ini.

Contoh Kalimat

Di bawah ini ada beberapa contoh penulisan kalimat menggunakan sandhangan panyigeg:

  • Kurang akeh
  • Bayar murah
  • Menyang pasar
  • Manah Kaleh
  • Layar kuning
  • Tukang ngarit

Pertanyaan Seputar Sandhangan Panyigeg WandaManah

Ada beberapa pertanyaan atau soal yang sering keluar di dalam ulangan atau ujian berkaitan. Berikut ini list pertanyaan tersebut beserta jawabannya:

  • sandhangan panyigeg wanda yaiku? Sandhanagn panyigeg wanda yaiku sandhangan kang digunaake kanggo nyigeg wanda (suku kata).
  • sandangan panyigeg cecek fungsine kanggo? sandhangan panyigeg cecek fungsine kanggo menehi akhiran “ng”.
  • pasangan panyigeg wanda gunane kanggo? panyigeg wanda gunane kanggo nyigeg konsonan ing akhir wanda (suku kata)
  • wignyan yaiku jinising sandhangan panyigeg wanda sing gunane kanggo menehi konsonan “h: ing akhir wanda.
  • sing kalebu sandhangan panyigeg wanda yaiku? layar, wignyan, cecak lan pangkon.
  • wujude sandhangan panyigeg wanda yaiku? wignyan. layar, cecak, pangkon.
  • sandhangan panyigeg wanda cacahe ana? cacahe ana papat yaiku layar, wignyan, cecek lan pangkon.

Kesimpulan

Berikut ini beberapa kesimpulan artikel sandhangan panyigeg diatas. Kesimpulan ini merupakan yang soal paling sering ditanyakan dalam ujian.

  • Sandhangan panyigeg cacahe ana? papat.
  • Sing kalebu sandhangan panyigeg wanda yaiku? wignyan, layar, cecak dan pangkon.
  • Wignyan iku sandhangan sigeg gantine aksara sigeg? aksara sigeg H.
  • Penggunaan pangkon aksara jawa yaitu? untuk mematikan huruf terakhir.

Demikian pembahasan tentang sandhangan panyigeg yang didalamnya juga termasuk sandhangan wignyan, layar, cecak dan pangkon. Baca juga artikel terkait lainnya seperti aksara murda dan angka jawa.

Terimakasih sudah mampir, sahre ke temanmu jika artikel ini bermanfaat. Jangan lupa juga tinggalkan jejak komentar.

Categories
Bahasa Jawa

√5 Sandhangan Wyanjana Aksara Jawa (Pengertian, Gambar & Contoh)

Sandhangan Wyanjana Aksara Jawa – Kosakata dalam bahasa Jawa memang sangat unik. Ada banyak kombinasi suku kata maupun huruf yang membentuk kata. Keberagaman kosakata ini juga berpengaruh dalam penulisannya.

Kita mengenal ada aksara hanacaraka yang di dalamnya banyak sub sub tambahan seperti angka, pasangan, huruf besar (murda) dan sandhangan.

Beberapa telah kita bahas pada artikel sebelumnya. Kali ini kita akan melanjutkannya. Pembahasan selanjutnya adalah seputar sandhangan wyanjana.

Sebagai informasi pembuka, sandhangan wyanjana merupakan salah satu jenis sandhangan dalam tata penulisan aksara jawa. Dua yang lain adalah sandhangan swara dan sandhangan panyigeg.

Pengertian Sandhangan Wyanjana

Sandhangan dalam pengertian jawa berarti aksara ingkang dipasangake kangge ngewenehi munine vokal ingkang saged diwenehake ing tengah utawa mburine.

Sedangkan, sandhangan wyanjana (ꦱꦤ꧀ꦝꦁꦔꦤ꧀ꦮꦾꦚ꧀ꦗꦤ) adalah sandhangan yang berfungsi untuk menuliskan gugus konsonan dengan semivokal dalam satu suku kata. (Wikipedia)

Sandhangan wyanjana yaiku sandhangan kang menehi gugus konsonan (mati) kelawan gugus semivokal sajroning sak wanda.

Sebenarnya ada lima sandhangan wyanjana yang ada yaitu:

  1. sandhangan cakra
  2. sandhangan keret
  3. sandhangan pengkal
  4. sandhangan panjingan la
  5. sandhangan gembung

Namun yang populer ada tiga yaitu: cakra, keret dan pengkal.

Fungsi Sandhangan Wyanjana

Sandhangan wyanjana memiliki fungsi untuk menyelipkan huruf konsonan pada gugus semi vokal.

Huruf konsonan yang sering diselipkan adalah r, re, y, l dan w. Secara berurutan, kelimanya diberi nama cakra, cakra keret, pengkal, panjingan la dan gembung.

Cara Membaca Sandhangan Wyanjana

Sandhangan wyanjana dipunpocapaken sarengan kaliyan aksara ingkang dipunwuwuhi sandhangan kasebat.

Artinya, cara membaca sandhangan ini sangat mudah yaitu dengan membacanya secara bersamaan dengan huruf yang ditempelinya.

Jadi, misal ada suku ‘ka’ diberi sandangan wyanjana dia akan berubah menjadi:

  • kra jika diberi sandhangan cakra,
  • kre jika diberi sandhangan keret,
  • kya jika diberi sandhangan pengkal,
  • kla jika diberi sandhangan panjingan la,
  • kwa jika diberi sandhangan gembung.

Macam Macam Sandhangan Wyanjana

Seperti telah disebut sebelumnya, ada lima sandhangan wayanjana menurut wikipedia, namun yang populer ada tiga.

Sandhangan wyanjana iku ana telu yaiku cakra, cakra keret dan pengkal.

Selanjutnya kita akan bahas satu per satu beserta contoh penulisannya.

Cakra (Ra)

Cakra iku sandhangan wyanjana sesulihe ‘ra’.

Cakra adalah sandhangan yang berfungsi memberi efek suara ra. jadi huruf apapun yang diberi cakra akan mengandung konsonan r.

Sandhangan cakra berbentuk seperti mangkuk yang menggantung pada ekor huruf.

Selanjutnya, meskipun telah diberi sandhangan cakra, huruf tersebut masih bisa diberi sandhangan swara. Jadi misal ingin menulis ‘krikil, maka cukup diberi sandhangan wulu.

Perhatikan contoh berikut.

Cakra Keret

Sandhangan wyanjana yang kedua adalah cakra keret. Sebenarnya kamu juga bisa menyebutnya ‘keret’ saja, namun karena cakra ini hampir sama dengan cakra maka orang orang senang menyebutnya cakra keret. Bentuknya juga sama, seperti mangkok, yang ujungnya dikaitkan dan digantung.

Cakra keret mempunyai sesulih re. Lalu apa bedanya dengan cakra yang diberi taling?

Ya, cakra keret adalah bunyi re yang seperti ketika kalian mengucapkan kata ‘rengginang’, dan bukan seperti ketika mengucapkan kata ‘kece’.

Singkatnya, cakra keret adalah wujud sandhangan dari ra yang di pepet.

Supaya tidak bingung perhatikan contoh berikut. 😀

Pengkal

Bentuk aksara pengkal mirip dengan pangkon, hanya saja ekornya lebih panjang. Ekor ini nantinya akan disambung dengan ekor aksara. Jadi, seperti sambung menyambung ekor >-<

Sandhangan pengkal yaiku sandhangan kang gunane kanggo menehi panjingan ya.

Sandhangan pengkal dalam aksara jawa memberi efek suara ‘ya’. Sama dengan sandhangan cakra, sandhangan pengkal juga fleksibel untuk diberi sandangan swara dan panyigeg.

Contohnya seperti tabel pengkal suku layar berikut ini.

Contoh, jika ditulis dalam sebuah kata akan menjadi seperti ini.

Panjingan La

Sesuai namanya, panjingan la memberikan sesulih konsonan la.

Bentuk panjingan la seperti aksara ga yang memiliki ekor. Sandhangan ini selanjutnya diletakkan dibawah aksara.

Jika dituliskan dalam kata, panjingan ala akan menjadi seperti ini.

Dari tabel di atas juga dapat dilihat bahwa sandhangan panjingan la juga bersifat fleksibel dapat diberi tambahan sandhangan yang lain.

Gembung

Sandhangan wyanjana yang terakhir dan sekaligus menutup artikel kali ini adalah sandhangan gembung. Sandhangan ini juga biasa disebut panjingan wa atau gembung wa.

Sandhangan gembung memberi konsonan huruf ‘w’.

Bentuknya sesuai namanya, gembung dibagian ekor dan menggantung.

Contoh penulisannya, coba lihat tabel berikut.

Nah, bagaimana? lebih tercerahkan atau lebih pusing hehehe.

Sudah dulu ya artikel tentang sandhangan wyanjana, semoga dapat membantu proses belajar teman teman sekalian. Terimakasih.

Categories
Bahasa Jawa

√5 Sandhangan Swara Aksara Jawa (Penulisan dan Contoh)

Sandhangan Swara Aksara Jawa – Hai sobat paduka, bagaimana kabarnya hari ini? semoga selalu dalam kebaikan ya.

Kemarin kita telah banyak membahas tentang aksara murda dan angka jawa. Kali ini, materi kita juga masih satu bahasan, yaitu seputar sandhangan swara.

Sandhangan swara sesuai namanya berfungsi untuk memberi efek bunyi vokal. Karena seperti kita tahu semua aksara carakan pada dasarnya hanya berbunyi ‘a’.

Sandhangan swara jumlahnya ada lima (sandhangan swara cacahe ana lima yaiku) :

  1. wulu = ( i )
  2. suku = ( u )
  3. pepet = ( ê )
  4. taling = ( e ) 
  5. taling tarung = ( o )

Sandhangan ini sama persis dengan huruf vokal dalam Bahasa Indonesia i, u, e, dan o.

Sandangan swara tidak dapat mematikan huruf. Mereka ada yang ditambahkan di atas, di bawah, sebelum atau sesudah aksara jawa.

Agar lebih paham, berikut ini sandangan beserta contohnya.

Sandhangan Swara Wulu

Sandhangan swara wulu yaiku sandhangan kang menehi swara vokal i.

Bentuk sandhangan wulu berupa bulatan kecil dan diletakkan di atas aksara.

Contoh penulisannya seperti ini.

Sandhangan Swara Suku

Sandhangan Swara Aksara Jawa, Sandhangan yang memberikan efek suara u disebut sandhangan suku.

Bentuknya menggantung dan dilekatkan pada ekor huruf.

Contoh penulisannya sebagai berikut.

Sandhangan Swara Pepet

Sandhangan selanjutnya adalah pepet. Pepet mewakili sandhangan yang merubah vokal a menjadi e. Vokal e yang dimaksud adalah seperti ketika kita mengucapkan kata ‘teri’.

Sandhangan pepet disimbolkan dengan sebuah bulatan lebih besar dari wulu dan diletakkan di atas aksara.

Sebagai contoh, perhatikan dua kata berikut ini.

Sandhangan Swara Taling

Taling berbeda dengan pepet. Suara e pada taling dibunyikan seperti saat kita mengatakan kata kece.

Sandhangan taling diletakkan sebelum aksara.

Sandhangan Swara Aksara Jawa

Penulisannya sangat mudah, seperti ini.

Sandhangan Swara Aksara Jawa

Sandhangan Sawara Taling Tarung

Jika sandhangan taling membuat suara menjadi e, maka taling tarung mengubah vokal a menjadi o.

Bentuk sandhangan ini berupa taling dan ditambah tarung. Tarung bentuknya seperti angka 2.

Cara penulisannya adalah: taling ditulis didepan dan tarung ditulis di belakang aksara carakan.

Sandhangan Swara Aksara Jawa

Perhatikan contoh penulisan berikut ini.

Sandhangan Swara Aksara Jawa

Demikian artikel singkat tentang sandhangan swara, semoga dapat bermanfaat. Terimakasih.

Categories
Bahasa Jawa

√ Aksara Angka Jawa 0-9 Beserta Aturan Penulisan & Contoh

Aksara Angka Jawa pada dasarnya adalah angka angka yang menggunakan sistem Hindu-arab. Angka-angka ini digunakan secara bersamaan dengan aksara Jawa. Meskipun, fakta mengatakan hampir sepenuhnya aksara ini telah digantikan oleh angka arab. (Wikipedia)

Angka Jawa disebut juga aksara wilangan.

Fungsi penulisan angka Jawa pada dasarnya mirip dengan angka dalam tulisan latin, sehingga mempelajarinya tidaklah serumit mempelajari aksara Jawa lain seperti aksara murda atau aksara hanacaraka. Untuk itu, pembahasan angka Jawa berikut singkat saja.

Tulisan Angka Jawa

Angka jawa 1 sampai 9 dituliskan dengan persamaan sebagai berikut.

Brainly

Untuk memudahkan menghafal, perhatikan petunjuk berikut:

  • Angka 1 adalah aksara ‘ga’ yang dilelet.
  • Angka 2 adalah aksara ‘nga’ yang dilelet.
  • Angka 3 adalah aksara ‘nga’ yang dipengkal.
  • Angka 4 adalah aksara ‘ma’ miring.
  • Angka 5 adalah aksara ‘ma’ kurung.
  • Angka 6 adalah aksara ‘e’ kara.
  • Angka 7 adalah aksara ‘la’.
  • Angka 8 adalah aksara ‘pa’ murda.
  • Angka 9 adalah aksara ‘ya’.
  • Angka 0 adalah angka nol dalam bahasa Indonesia.

Fungsi Angka Jawa

Fungsi angka jawa sudah pasti sama dengan angka biasa yang kita kenal. Mereka dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti:

  1. menulis tahun
  2. menulis harga
  3. menulis jumlah
  4. menulis alamat
  5. menulis tanggal dst.

Meskipun angka dapat ditulis dengan hanacaraka biasa seperti misalnya angka empat “papat” yang dapat ditulis ꦥꦥꦠ꧀, namun dengan adanya angka Jawa, tentu penulisan menjadi lebih ringkas.

Aturan Penulisan Angka Jawa

Jika kamu memperhatikan angka angka jawa pada tabel di atas, maka kamu akan menemukan jika beberapa angka sama persis dengan aksara hanacaraka.

Ya, angka yang mirip adalah angka 1, 7 dan 9, mirip huruf apa?

Nah, karena kemiripan ini, maka dibuat aturan penulisan aksara jawa agar tidak salah baca.

Aturannya adalah setiap penulisan angka jawa haruslah didahului dan diakhiri sandangan pada pangkat atau disimbolkan dengan ‘ ꧇ ‘. Namun, jika angka jawa setelah angka jawa ada tanda koma atau titik maka, sandhangan pada pangkat cukup ditulis sekali sebagai pemisah.

Sebagai contoh bilangan kawan dasa gangsal (45) jika ditulis angka akan menjadi ꧇꧔꧕꧇.

Contoh Soal Angka Jawa

Berikut beberapa contoh soal dan jawaban penulisan angka jawa.

  • Taun 2020
  • Nomer 17
  • Dhuwitku ana 78.350.
  • Bukune ana 12, anyar kabeh.
  • Aku duwe pitik 8.
  • Regane 525.000 rupiyah.
Belajar Aksara Jawa 8 Oleh Philipus Dellian Agus Raharjo.
  • Tuku buku rega 1.500 rupiyah
  • Saiki tahun 2012.
  • Ndue 6 pitik, 7 sapi.
  • Cacahe siswa 168.

Demikian artikel singkat seputar angka Jawa, semoga dapat bermanfaat untuk pembaca semua. Terimakasih.

Categories
Bahasa Jawa

√999 Kamus Krama Inggil Lengkap (Ngoko + Madya)

Kamus Krama Inggil Lengkap, Sebagai salah satu penduduk suku Jawa tentunya kalian tidak asing dengan istilah krama inggil. Ya, krama inggil adalah tingkatan bahasa tertinggi dalam masyarakat Jawa. Krama inggil secara khusus digunakan untuk orang yang lebih tua atau orang yang dihormati.

Kamus Krama Inggil Lengkap Namun, hari ini penggunaan bahasa kara inggil sudah sangat mengkhawatirkan. Kawula muda Jawa mulai meninggalkan bahasa Jawa karena dianggap rumit. Akibatnya, bahasa jawa krama inggil kurang populer dan jarang di dengar lagi.

Kamus Krama Inggil Lengkap Itulah mengapa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memasukkan materi krama inggil dalam kurikulum sekolah. Nah, jika kamu mendapat tugas tentang krama inggil, mohon jangan berat hati untuk mengerjakannya. Saat ini banyak aplikasi translator dari Bahasa Indonesia ke Jawa. Selain itu jika kamu ingin lebih intens, bisa coba terjemahkan kata per kata menggunakan kamus krama inggil terlengkap 2020 berikut ini.

Krama Inggil Awalan A

Kamus Krama Inggil Lengkap Bagian pertama adalah daftar kata kata krama inggil yang diawali dengan huruf A. Sebagai informasi dalam daftar berikut juga dicantumkan basa ngoko, krama madya atau tengah dan bahasa Indonesia-nya sekaligus untuk memudahkan.

Kamus Krama Inggil Lengkap Kata yang termasuk dalam daftar termasuk krama inggile anak, angka, amarga, apa, alis dan anyar.

Kamus Krama Inggil Lengkap Kotak yang kosong berarti krama madya atau krama inggilnya mengikuti.

Kamus Krama Inggil Lengkap Dalam daftar kamus krama inggil di bawah juga disebut clue, atau petunjuk kata mana yang paling sering keluar dalam ujian dan ulangan. Jadi beri perhatian lebih pada kata kata tersebut. 🙂

No Basa Ngoko Basa Krama Krama Inggil Bahasa Indonesia
1 Aba   Dhawuh Perintah
2 Abah-abah   Kambil Pelana
3 Abang Abrit  Abrit Merah
4 Abot Awrat  Awrat Berat
5 Adang Bêthak  Bethak Menanak nasi
6 Adêg  Ngadeg Jumênêng Berdiri
7 Adhêm Asrêp   Dingin
8 Adhêp Ajêng   Hadap
9 Adhi   Rayi Adik
10 Adoh Têbih  Tebih Jauh
11 Adol Sade  Sade Jual
12 Adon Abên   Sabung
13 Adu Abên  Aben Menyabung
14 Adus  Adus Siram Mandi
15 Agama Agami  Agami Agama
16 Age Enggal  Enggal Cepat
17 Agek Sawêg   Baru saja
18 Aja ampun  Sampun Jangan
19 Ajang Ajang Ambêng Tempat nasi
20 Aji Aos  Aos Nilai, Harga, Martabat
21 Aju Ajêng   Maju
22 Akeh Kathah   Banyak
23 Akon Akên Dhawuh Suruh
24 Aksama Aksami Aksami  Ampun, Maaf
25 Aku Kula Kawula, Dalêm Saya
26 Aku, Ngaku Aken   Mengaku
27 Ala Awon  Awon Buruk, Jelek
28 Alangan Pambêngan  Pambengan Halangan
29 Alas Wana Wana  Hutan
30 Ali-ali Sêsupe  Sesupe Cincin
31 Alih Pindhah   Pindah
32 Alis  Allis Imba Alis
33 Amarga Amargi  Amargi Karena
34 Amba Wiyar  Wiyar Lebar
35 Ambu Ambêt Ganda Bau
36 Ambung   Aras Cium
37 Amek Mêndhêt   Ambil
38 Amêrga Amêrgi   Karena
39 Amit   Nuwun sewu Minta maaf
40 Ampir   Pinarak Singgah
41 Ana Wonten   Ada
42 Anak Anak, Lare Putra Anak
43 Andêl Pitados   Percaya
44 Angel Awrat   Sulit
45 Anggêr Saugêr   Asalkan
46 Angkat Bidhal Tindhak, Jêngkar Pergi
47 Anggo Anggê Agêm Pakai
48 Angon Angen   Menggembala
49 Ani-ani Pugut   Ani-ani (Alat penuai padi)
50 Anom Ênem   Muda
51 Antara Antawis   Antara
52 Anut Tumut Dherek Ikut
53 Anyar Enggal   Baru
54 Apa Punapa   Apa
55 Apik Sae   Baik, Bagus
56 Apura Apuntên   Maaf
57 Arah Angkah   Maksud, Tujuan
58 Aran Nama Asma Nama
59 Arang Awis   Jrang
60 Arep Ajêng Kêrsa Mau
61 Arti Artos   Makna
62 Asor Awon Andhap Rendah
63 Asu Sêgawon   Anjing
64 Ati Manah Penggalih Hati
65 Atop   Sêgu Tersendawa
66 Atur   Unjuk Beri
67 Awak Badan Salira Badan, Tubuh
68 Awan Siyang Siyang Siang
69 Aweh Nyukani Maringi Beri
70 Ayake Mbok mênawi   Barangkali
71 Ayo Mangga  Sumangga Marilah
         

Krama Inggil Awalan B

Kamus Krama Inggil Lengkap, Clue untuk krama inggil dengan awalan huruf B: beras, bapak, budhal, bathuk, bengi, banyu, dan buku.

No Basa Ngoko Krama madya Krama Inggil Bahasa Indonesia
72 Bacut Lajêng   Kemudian, Lantas
73 Bae Kemawon   Hanya
74 Bakal Badhe   Akan
75 Baki   Panadhahan Nampan
76 Bako Sata   Tembakau
77 Baku Bakên   Pokok
78 Bali Wangsul Kondur Kembali
79 Balung   Tosan Tulang
80 Banda   Dipunbêsta Dibelenggu
81 Bangêt Sangêt   Sangat
82 Bangga Banggi   Tidak Menurut
83 Bangkekan   Wangkingan Pinggang
84 Banjir Bêna   Banjir
85 Banjur Lajêng   Lalu, Setelah itu
86 Bantal   Kajang Bantal
87 Banyu Toya   Air
88 Bapa, Bapak Rama   Bapak
89 Barêng Sarêng   Bersama
90 Barêp Pambajêng Pambayun Sulung
91 Bata Banon   Batu bata
92 Bathik Sêrat   Batik
93 Bathuk   Palarapan Dahi
94 Batin Batos   Batin
95 Batur Rencang Abdi Hamba, Pembantu
96 Bebek Kambangan   Itik
97 Beda Bêntên   Beda
98 Ben, Karêben Kajêngipun Kêrsanipun Biarlah
99 Besuk Benjing   Besuk
100 Bêbêd   Nyamping Jarik (untuk pria)
101 Bêbuwang Bêbucal Bobotan Buang air besar
102 Bêcik Sae   Baik
103 Bêdhil Sênjata   Senjata
104 Bêdudan   Watangan Pipa rokok
105 Bênêr Lêrês Kasinggihan Benar, Betul
106 Bêngi Dalu   Malam
107 Bêras Wos   Beras
108 Bisa Sagêd   Dapat, Bisa
109 Biyen Riyin Rumiyin Dulu
110 Biyung   Ibu Ibu
111 Bobot Wawratipun   Beratnya
112 Bocah Lare   Anak
113 Bojo Semah Garwa Suami/Istri
114 Bokong   Pocong Bokong
115 Bolah Bênang   Benang
116 Boreh   Konyoh Bedak
117 Brengos   Rawis Kumis
118 Bubar Bibar   Selesai
119 Bubrah Bibrah   Rusak
120 Budi Manah Pênggalih Budi, Pikiran, Akal
121 Budhal Bidhal   Berangkat
122 Bukak Bikak   Buka
123 Bungah Bingah Rêna Gembira
124 Buri Wingking   Belakang
125 Buru Bujêng   Buru
126 Buruh Bêrah   Buruh, Pekerja
127 Buta Danawa   Raksasa
128 Butuh Bêtah   Butuh
129 Buwang Bucal   Buang
130 Buyar Rampung Rampung Selesai

Krama Inggil Awalan C

Kamus Krama Inggil Lengkap Clue untuk krama inggil dengan awalan huruf C antara lain: krama inggil cangkem, cedhak, celuk, cepat dst.

131 Calathu Wicantên Ngandika Berbicara
132 Cangkêm Lesan Tutuk Mulut
133 Cangkir   Tuwung Cangkir
134 Carita Cariyos   Cerita
135 Caturan Wicantên Ngendikan Omongan
136 Cawis Cawisaken Caosaken Disiapkan
137 Celeng Andhapan   Babi hutan
138 Cewok   Cawik Bercebok
139 Cêdhak Cêlak   Dekat
140 Cêkêl Cêpêng Dipunasta Dipegang
141 Cêndhek Andhap   Pendek, Rendah
142 Cêngêl   Griwa Tengkuk
143 Cêpêt Enggal   Cepat
144 Cilik Alit   Kecil
145 Coba Cobi   Coba
146 Crita Criyos   Cerita
147 Cucul   Lukar Lepas baju
148 Cukup Cêkap   Cukup
149 Cukur Pangkas Paras Bercukur
150 Cumbana   Saresmi Setubuh
151 Cundhuk   Sangsangan Sunting

Krama Inggil Awalan D

Clue untuk krama inggil dengan awalan huruf B adalah krama inggil dikongkon, digowo, diceluk, diwenehi, driji dan durung.

152 Dadah   Ginda Pijit
153 Dadi Dados   Jadi
154 Dagang Gramen   Dagang
155 Dalan Radinan Margi Jalan
156 Dandan Dandos Busana Berhias
157 Darma Darmi   Pelaksanaan tugas
158 Dawa Panjang   Panjang
159 Deleh Suka Paring Taruh
160 Desa Dhusun   Desa
161 Dêlêng Tingal Priksa Lihat
162 Dêrma Drêma   Amal
163 Dhadha   Jaja dada
164 Dhayoh Tamu   Tamu
165 Dhêk Kala   Pada waktu
166 Dhêmên Rêmên   Senang
167 Dhêngkul   Jêngku Lutut
168 Dhêngêr Sumêrêp Priksa Tahu, Mengerti
169 Dhewe Piyambak   Sendiri
170 Dhek Kala Nalika Ketika
171 Dhisik Rumiyin   Dahulu
172 Dhun Mandhap   Turun
173 Dhuwit Yatra Arta Uang
174 Dhuwur Inggil Luhur Tinggi
175 Dina Dintên   Hari
176 Diyan Dilah   Lampu
177 Dlamakan   Samparan  
178 Dluwang Dlancang   Kertas
179 Dodod   Kampuh Dodot
180 Dokok Dekek Paring Taruh
181 Dol Sade   Jual
182 Dolan   Amêng-amêng Main-main
183 Dom Jarum   Jarum
184 Doyan Purun Kêrsa Mau
185 Driji   Racikan Jari
186 Du, Ngedu Ngaben   Mengadu
187 Dudu Sanes   Bukan
188 Duga Dugi   Duga
189 Dulang Ndulang Ndahari Menyuapi
190 Dulur Dherek Santana Saudara
191 Durung Dereng   Belum
192 Duwe Gadhah Kagungan Punya

Krama Inggil Awalan E

Kamus Krama Inggil Lengkap

193 Edan Ewah Gêrah ewah Gila
194 Elek Awon   Jelek
195 Eling Emut   Ingat
196 Elmu Elmi   Ilmu
197 Elu Tumut Ndherek Ikut
198 Enak Eca   Enak
199 Epek-epek   Tapak asta  
200 Etung Etang   Hitung
201 Esuk Enjing Enjing Pagi
202 Ewuh Êwêd   Repot
203 Êdoh Nêbih   Menjauh
204 Êlih Mindah   Memindah
205 Êluh   Waspa Airmata
206 Êmas Jene   Emas
207 Êmbah Simbah Êyang Kakek
208 Êmbuh Kilap Duka Tidak Tahu
209 Êmbun-êmbun Sundhulan   Ubun-ubun
210 Êmbok   Ibu Ibu
211 Êmoh Botên purun Boten Kêrsa Tidak mau
212 Êmot Ngêwrat   Memuat
213 Êndêm   Wuru Mabuk
214 Êndhas Sirah Mustaka Kepala
215 Êndhêg Kendêl   Henti
216 Êndhog Tigan   Telur
217 Êndi Pundi   Mana
218 Enêng Mendêl   Diam
219 Êner Lêrês   Arah
220 Ênggo Êngge Agêm Pakai
221 Ênggon Ênggen   Tempat
222 Ênom Ênem   Muda
223 Êntas Nêmbe   Baru saja
224 Êntek Telas   Habis
225 Ênteni Entosi Rantosi Tunggu
226 Êntut   Sarib Kentut
227 Ênyang Awis   Tawar
228 Êpêk Pêndhêt Pundhut Ambil

Krama Inggil Awalan G

Kamus Krama Inggil Lengkap, Selanjutnya adalah, clue untuk krama inggil dengan awalan huruf G. Beberapa kata yang sering keluar adalah krama inggil dari gigi, gula, gulu, gawe, gadhah, golek dan gedhe.

229 Gadhe Nggantos   Menggadaikan
230 Gadhuh   Ngampil Meminjam
231 Gajah Liman   Gajah
232 Galo Mênika lo   Itulah
233 Gaman Dêdamêl   Senjata tajam
234 Gamêlan Gangsa   Gamelan
235 Gampang Gampil   Mudah
236 Ganêp Jangkêp   Lengkap
237 Ganti Gantos   Ganti
238 Gati Gatos   Panting
239 Gawa Bekta Asta Bawa
240 Gawe Damel Ngasta Membuat
241 Geneya Kenging Mênapa   Mengapa
242 Gêbug Gêbag   Pukul
243 Gêdhang Pisang   Pisang
244 Gêdhe Agêng   Besar
245 Gêdhen Agengan   Serba banyak
246 Gêgêr   Pêngkêran Punggung
247 Gêlang   Binggêl Gelang
248 Gêlêm Purun Kêrsa Mau
249 Gêlung   Ukêl Gelung
250 Gêmak Puyuh   Burung puyuh
251 Gêmati Gêmatos   Merawat dengan baik
252 Gêndhuk   Nini Putri
253 Gênêp Jangkêp   Lengkap
254 Gêni Latu   Api
255 Gênti Gêntos   Ganti
256 Gêring Kêra Susut Kurus
257 Gêtih Rah Ludira Darah
258 Githok   Griwa Tengkuk
259 Glugu Glêga   Pohon kelapa
260 Gocek Cêpêng   Memegang
261 Godheg   Gumbala Cambang
262 Godhong Ron   Daun
263 Golek Pados   Cari
264 Guroh Dora   Bohong
265 Gugah Gigah Wungu Bangun
266 Gugat Gigat   Gugat
267 Gugu Gêga Ngestokaken Menurut
268 Gula Gêndhis   Gula
269 Gulu   Jangga Leher
270 Gumati Gumatos   Merawat dengan baik
271 Guna Gina   Guna
272 Gunêm Ginêm Ngêndika Berbicara
273 Gunung Rêdi   Gunung
274 Gusi   Wingkisan Gusi
275 Guyu Gujeng   Tawa

Krama Inggil Awalan I

Kamus Krama Inggil Lengkap, Sedangkan untuk kata dalam krama inggil awalan huruf i yang sering ditanyakan adalah krama inggil ing, ibu, isuk, irung, dan ilat.

276 Icip Dipunincip Dipunkêdhapi Dicicip
277 Idêp   Ibing Bulu mata
278 Idêr   Pêpara Berkeliling
279 Idu   Kêcoh Ludah
280 Iga   Unusan Tulang rusuk
281 Ijo Ijêm   Hijau
282 Ijol Lintu   Tukar
283 Ika Mênika   Itu
284 Ikêt   Dhêstar Ikat kepala
285 Iki Niki Punika Ini
286 Iku Mênika   Itu
287 Ilmu Elmu   Ilmu
288 Ilang Ical   Hilang
289 Ilat   Lidah Lidah
290 Ilo   Paningalan Cermin
291 Ilu Tumut Ndherek Ikut
292 Imbuh Imbet, Ngimbet   Peram, Memeram
293 Imbon Imbêtan   peraman
294 Imbuh Imbêt Tanduk Tambah
295 Impi Supêna   Impi
296 Inêp Sipêng   Inap
297 Inggat   Lolos Pergi tanpa pamit
298 Ingu Ingah   Piara, Pelihara
299 Intên Sela   Intan
300 Irêng Cêmêng   Hitam
301 Iring   Dherekaken Diiringkan
302 Irung   Grana Hidung
303 Isa Saged   Bisa
304 Isin Lingsem   Malu
305 Isih Taksih   Masih
306 Ising Bêbucal Kêbêlêt, Bobotan Buang air besar
307 Isor Andhap   Bawah
308 Iwak Ulam   Ikan

Krama Inggil Awalan J

Cluenya adalah krama inggil jamu dan jatuh.

309 Jaba Jawi   Luar
310 Jaga Jagi Reksa Jaga
311 Jago Sawung   Jago, Calon
312 Jala Jambêt   Jala, Jaring
313 Jalu Jalu, Panja   Taji
314 Jaluk Nedi Nyuwun Minta
315 Jam Jam, Pukul   Jam
316 Jambe Wohan   Pinang
317 Jambu Jambêt   Jambu
318 Jamu Jampi Loloh, Usada Jamu
319 Janggut   Kêthêkan Dagu
320 Jaran Kapal Titihan, Turangga Kuda
321 Jare Cariyosipun Ngêndikanipun Katanya
322 Jarit Sinjang Nyamping Kain batik
323 Jarwa Jarwi   Artinya
324 Jati Jatos   Jati, Nyata, Betul
325 Jawa Jawi   Suku Jawa
326 Jêmbar Wiyar   Luas
327 Jênat   Suwargi Orang yang sudah mati
328 Jênêng Nama Asma Nama
329 Jênggot   Gumbala Janggut
330 Jero Lêbêt   Dalam
331 Jêruk Jêram   Jeruk
332 Jisim   Layon Mayat
333 Joged   Beksa Tari
334 Jungkat Serat Pethat Sisir
335 Jupuk Pendhet Pundhut Ambil

Krama Inggil Awalan K

Kamus Krama Inggil Lengkap, Kata yang sering keluar adalah krama inggil dari klambi, kamar, karo, kuping.

336 Kabêcikan Kêsaenan   Kebaikan
337 Kabeh Sedaya Sedanten Semua
338 Kacamata Kacamripat Kacatingal Kacamata
339 Kacek Kaot   Beda, Selisih
340 Kacu   Usap asta Sapu tangan
341 Kadhêmên Kasrêpên   Kedinginan
342 Kadohan Kêtêbihên   Terlalu jauh
343 Kae Punika   Itu
344 Kaget   Kejot Terkejut
345 Kagetan Kêjotan   Mudah terkejut
346 Kajaba Kêjawi   Kecuali
347 Kajawan Kajawen   Wilayahnya orang jawa
348 Kaji Ngaos   Mengaji
349 Kakang   Kangmas, Raka Kakak laki-laki
350 Kakehan Kêkathahên   Kebanyakan
351 Kaku Kaken   Kaku
352 Kalah Kawon Kasoran Kalah
353 Kali Lepen   Sungai
354 Kalumrahan Kalimrahan   Kebiasaan
355 Kalung   Sangsangan Kalung
356 Kalungguhan   Kalênggahan Pangkat, Kedudukan
357 Kaluputan Kalêpatan   Kesalahan
358 Kambil Klapa   Kelapa
359 Kambu Kambet   Tercium baunya
360 Kamitua Kamisepuh   Pimpinan desa
361 Kamot Kawrat   Muat
362 Kana Ngrika   Sana
363 Kanca Rencang   Teman
364 Kandha Sanjang Matur Berkata
365 Kangên   Kapang, Oneng Rindu
366 Kangêrten Kangêrtosan   Diketahui
367 Kanggo Kangge Kagem Buat
368 Kanti Kantos   Hingga, Sampai
369 Kantên Kantosan   Penyabar
370 Kapan Mbenjing menapa   Kapan
371 Kapiran Kapinten   Tidak terawat
372 Kara-kara Kawis-kawis   Halangan
373 Karangên Kawisên   Terlalu jarang
374 Karêben Kajengipun   Biar saja, Supaya
375 Karêp Kajêng Kersa Niat, Maksud
376 Karêpe Kajêngipun Kêrsanipun Maksudnya
377 Kari Kantun   Tertinggal
378 Karo Kalih   Kedua
379 Karo Kaliyan   Dengan
380 Kartu Kêrtos   Kartu
381 Karuhan Kantênan   Tentu, Jelas
382 Kasoran Kawonan Kandhapan Kalah
383 Kathok Sruwal Lancingan Celana
384 Kathokan Sruwalan Lancingan Bercelana
385 Katon Katingal   Dapat dilihat
386 Kaya Kados   Seperti
387 Kayu Kajêng   Batang pohon
388 Kawanên Kêsiangan   Kesiangan
389 Kawêngên Kêdalon   Kêmalaman
390 Kawigaten Kawigatosan   Perhatian
391 Kawruh Sêsêrêpan   Pengetahuan
392 Kelangan Kecalan   Kehilangan
393 Kelingan Kemutan   Teringat
394 Kempol   Wengkelan Betis
395 Kene Riki   Sini
396 Keren Kantunan   Sisa
397 Keri Kantun   Tertinggal
398 Kesuk Sakenjing   Sepanjang pagi
399 Ketok asring   Kelihatan
400 Kewuhan Kewêdan   Sangat segan
401 Kaping   Kebatinan
402 Kêbacut Kelajeng   Terlanjur
403 Kêbangêtên Kêsangêtên   Keterlaluan
404 Kêbanyon Kêtoyan   Terairi (sawah)
405 Kêbatinan Kêbatosan   Kebati
406 Kêbênêr Kêlêrês   Kebetulan
407 Kêbiren Kêbincihan   Hewan yang dikebiri
408 Kêbiri Dipunkêbiri   Dimandulkan
409 Kêbo Maesa   Kerbau
410 Kêbocahên Kêlaren   Kekanak-kanakan
411 Kêbutuhan Kabêtahan   Kebutuhan
412 Kêcilikên Kalitên   Terlalu kecil
413 Kêdadeyan Kêdadosan   Kejadian
414 Kêdhep   Kejep Kejap
415 Kêjaba Kêjawi   Kecuali
416 Kêkarêpane Kêkajênganipun   Kehendak
417 Kêkêmbangan Sêsêkaran   Bunga-bungaan
418 Kêkêmon   Kêkêmbêngan Berkumur
419 Kêlairan Wêdalan Wiyosan Kelahiran
420 Kêlakon Kêlampahan   Terlaksana
421 Kêlalen Kêsupen   Terlupa
422 Kêlar, Kuwat Kuwawi   Kuat
423 Kêlaran Kêsakitan   Kesakitan
424 Kêlalen Kêsupen Kalimêngan Terlupa
425 Kêluron   Têrag Keguguran
426 Kêmalingan Kêpandungan   Kecurian
427 Kêmbang Sêkar   Bunga
428 Kêmênyan Sela   Kemenyan
429 Kêmu   Kembeng Kumur
430 Kêmul   Singêb Selimut
431 Kêna Kenging   Boleh
432 Kêndêl Purun   Berani
433 Kêndhekên Kandhapan   Sangat pendek
434 Kêntekan Kêtêlasan   Kehabisan
435 Kêpaten Kêpêjahan Kêsedan Kematian
436 Kêpêntut   Kêsarib Kentut
437 Kêpriye Kados pundi   Bagaimana
438 Kêpung Kêpang   Dikelilingi
439 Kêrêp Asring   Sering
440 Kêris Dhuwung Wangkkingan Keris
441 Kêsêl Sayah   lelah
442 Kêsusu Kêsêsa   Tergesa-gesa
443 Kêsuwen Kvdangon   Terlalu lama
444 Kêtara Kêtawis   Kentara
445 Kêtêkan Kêdhatêngan Krawuhan Didatangi
446 Kêtêmu Kêpanggih   Bertemu
447 Kêthek   Rewanda Kera
448 Kêwêngen Kêdalon   Kemalaman
449 Kijing   Sêkaran Nisan
450 Kinacek Kinaot   Istimewa
451 Kinang Ganten   Kingang
452 Kira Kintên   Kira
453 Kirim Kintun   Kirim
454 Kiyi Mênika   Ini
455 Klambi Rasukan Agêman rasukan Baju
456 Klasa Gêlaran   Tikar
457 Kleru Klintu   Keliru
458 Klêbu Klêbêt   Termasuk
459 Klbon Klêbêtan   Kemasukan
460 Klêngêr   Kantu Pingsan
461 Klumpuk Klêmpak   Kumpul
462 Kobong Kabêsmi   Kebakar
463 Kok Sampeyan Panjênêngan Kau
464 Kodanan Kêjawahan   Kejawahan
465 Kongkon Kengken Ngutus Menyuruh
466 Kono Riku   Situ
467 Kowe Sampeyan Panjenengan Kamu
468 Kramas   Jamas  
469 Krasa Kraos   Terasa
470 Krasan Kraosan   Betah
471 Kringêt   Riwe Mandi jamas
472 Kubur Petak Sarean Kubur
473 Kuburan   Pasareyan Makan
474 Kudu Kêdah   Harus
475 Kuku   Kênaka Kuku
476 Kukuh Kêkah   Kokoh
477 Kulak Kilak   Membeli untuk dijual
478 Kulon Kilen   Barat
479 Kuluk   Makutha Mahkota
480 Kumat Kimat   Kambuh
481 Kumbah Girah   Cuci
482 Kumpul Kêmpal   Kumpul
483 Kuna Kina   Kuna
484 Kuning Jêne   Kuning
485 Kuping   Talingan Telinga
486 Kurang Kirang   Kurang
487 Kuru Kêra   Kurus
488 Kurung Sêngkêr   Kurung
489 Kutha Kitha   Kota
490 Kuwasa Kuwaos   Kuasa
491 Kuwat/Kêlar Kiyat/Kuwawi   Kuat
492 Kuwatir Kuwatos   Khawatir
493 Kuwi Niku Punika Itu
494 Kumawani Kumawantun   Terlalu bera

Krama Inggil Awalan L

Kamus Krama Inggil Lengkap, Clue untuk krama inggil dengan awalan huruf L : krama inggil lunga, lan, lagi, lungguh, dan lara.

495 Labuh Labêt   Berjasa untuk
496 Ladi Lados   Layan
497 Lagi Saweg Nembe Baru Saja
498 Lair   Miyos Lahir
499 Laki Semah Garwa, Sarêsmi Suami
500 Laku Lampah Tindak Jalan
501 Lali Supe   Lupa
502 Lama Lami, Dangu   Lama
503 Lambe   Lathi Bibir
504 Lan Kaliyan   Dan
505 Lanang Jalêr   Laki-laki
506 Landa Landi   Belanda
507 Landheyan   Jêjêran Tangkai tombak
508 Lara Sakit Gerah Sakit
509 Larang Awis   Mahal
510 Lawang Kontên, Kori   Pintu
511 Lawas Lami, Dangu   Lama
512 Lawe Sêlangkung   Dua puluh lima
513 Lek   Wungu Terjaga
514 Leren Kendêl   Istirahat
515 Lêbu Lêbêt   Dalam
516 Lêlara Sêsakit   Penyakit
517 Lêmah Siti   Tanah
518 Lêmu Lêma   Lêmbut, Halus
519 Lênga Lisah   Minyak
520 Lêngên   Pamênthangan Lengan
521 Lêstari Lêstantun   Lestari, Abadi
522 Lima Gangsal   Lima
523 Linggih Lênggah Pinarak Duduk
524 Linuwih Linangkung   Lebih, Luar biasa
525 Liru Lintu   Tukar, Ganti
526 Liwat Langkung Miyos Lewat
527 Liwêt Mbênthak   Menanak nasi
528 Lor Ler   Utara
529 Loro Kalih   Dua
530 Lorodan Lorodan   Bekas
531 Lucu   Cucud Lucu
532 Luh   Waspa Air mata
533 Luku Lujêng   Bajak
534 Lulang Cucal   Kulit
535 Lumrah Limrah   Biasa
536 Lunga Kesah Tindak Pergi
537 Lungguh   Lênggah Duduk
538 Luput Lepat   Salah, Keliru
539 Luwih Langkung   Lebih

Krama Inggil Awalan M

Kamus Krama Inggil Lengkap, Clue untuk awalan M lumayan banyak, meliputi basa krama dari menyang, mlaku, mangan, mulang, mulih, mata, mau.

540 Maca Maos   Dilisankan
541 Macan   Sima Macan
542 Madu Mabên   Bertengkar
543 Maju Majeng   Maju
544 Malam Lilin   Lilin
545 Maling Padung   Pencuri
546 Mamah   Nggilut Mengunyah
547 Mana Mantên   Sekian
548 Mandhêg Kendêl   Berhenti
549 Maneh Malih   Lagi
550 Mangan Nedha Dhahar Makan
551 Mangkana Makatên   Demikian
552 Manuk Pêksi   Burung
553 Mara Dhatêng   Datang
554 Mari Mantun Dhangan Sembuh
555 Mata Mripat Paningal, Soca Mata
556 Mati Pejah Seda Meninggal
557 Mau Wau   Tadi
558 Mawa Mawi   Bara api
559 Mayit Jisim Layon Jenazah
560 Melu Tumut Dherek Ikut
561 Menehi Ngaturi, Nyukani Nyaosi, Maringi Memberi
562 Mêlek   Wungu Terjaga
563 Mênang Mimpang   Menang
564 Mênawa Mênawi   Jika kalau
565 Mêngko Mangke   Nanti
566 Mênjangan Sangsam   Sejenis rusa
567 Mêntas Nêmbe   Baru saja
568 Mênyang Dhatêng   Ke
569 Mêrga Margi   Karena
570 Mêruhi Nyêmêrêpi   Mengetahui
571 Mêtu Mêdal Miyos Keluar
572 Mêtêng Wawrat, Mbobot Nggarbini Hamil
573 Milang Mical   Menghitung
574 Minggat Kesah Lolos Melarikan diri
575 Mlaku Mlampah Tindak Berjalan
576 Mono Mantên   Demikian
577 Mor Kêmpal   Kumpul
578 Mori Montên   Kafan
579 Mot Wrat   Muat
580 Mudhun Mandhap   Turun
581 Muga-muga Mugi-mugi   Mudah-mudahan
582 Mula Mila   Memang
583 Mulang Mucal   Mengajar
584 Mulih Mantuk Kondur Pulang
585 Mumêt   Puyêng Pusing
586 Mundhak Mindhak   Tambah
587 Mung Namung, Naming   Hanya
588 Munggah Inggah   Naik
589 Mungguh Mênggah   Mengenai
590 Mungsuh Mêngsah   Musuh, Lawan
591 Muni Mungel   Bersuara
592 Murah Mirah   Murah
593 Muring   Duka Marah
594 Mutah   Luntak Muntah
595 Mutawatir Mutawantos   Bahaya
596 Muwah Miwah   Dan juga

Krama Inggil Awalan N

Biasanya kata yang keluar adalah kata kerja seperti nulis, ngomong, numpak, ngedol, nonton, nesu.

597 Nagara Nagari   Negara
598 Ndandani Ndandosi   Membetulkan
599 Ndelehake Nyukakake Maringake Meletakkan
600 Ndêdawa Memanjang   Memperpanjang
601 Ndêleng Ningali Mriksani Melihat
602 Ndokokake Ndekekakên Maringakên Meletakkan
603 Nduweni Nggadahi   Memiliki
604 Ngadêk   Jumênêng Berdiri
605 Ngadhêp Sowan Marak Menghadap
606 Ngajeni Ngaosi   Menghargai
607 Ngaji Ngaos   Mengaji
608 Ngajokakên Ngajêngakên   Memajukan
609 Ngakoni Ngakêni   Mengakui
610 Ngaku Ngakên   Mengaku
611 Ngalangi Mambêngi   Menghalangi
612 Ngalor Ngaler   Ke utara
613 Ngambakake Miyarakên   Meluaskan
614 Ngambu Ngambêt   Membau
615 Ngambung   Ngaras Mencium
616 Nganakake Ngawontênakên   Mêngadakan
617 Nganti Ngantos   Sampai
618 Nganyang Ngawis   Menawar
619 Ngapura Ngapuntên   Memaafkan
620 Ngarani Mastani   Menyebut
621 Ngarêp Ngajêng   Di depan
622 Ngasor Ngawon   Mengalah
623 Ngawaki   Nyêlirani Melakukan sendiri
624 Ngelingi Ngemuti   Mengingat
625 Ngêndhêgake Ngêndêlake   Menghentikan
626 Ngendhog Nigan   Bertelur
627 Ngenger   Ngabdi Mengabdi
628 Nêmpuh Nêmpah   Nempuh
629 Nêsu Srêngên Duka Marah
630 Ngêboti Ngawrati   Lebih
631 Ngêlak   Salit Haus
632 Ngêlu   Puyêng Pusing
633 Ngêpekake Mêndhêtake Mundhutake Mengambilkan
634 Ngêrti Ngêrtos Priksa Tahu
635 Nggadhuhi   Ngampili Meminjami
636 Ngganti Nggantos   Mengganti
637 Nggawa Bêkta   Membawa
638 Nggênêpi Njangkêpi   Melengkapi
639 Nggoleki Madosi   Mencari
640 Nggugah Nggigah Mungu Membangunkan
641 Nggugat Nggigat   Menggugat
642 Nggunakake Ngginakakên   Menggunakan
643 Nggêmuyu Nggêgujêng   Menertawakan
644 Ngilang Ngical   Hilang
645 Nginang Ngganten   Menginang
646 Nginêp Nyipêng Nyare Menginap
647 Ngingu Ngingah   Memelihara
648 Nglairake Nglairakên Mbabarakên Melahirkan
649 Nglarani Nyakiti   Menyakiti
650 Ngliwêt Mbêthak   Menanak nasi
651 Ngudarasa Ngudaraos   Membatin
652 Njaba Njawi   Di luar
653 Njaga Njagi Ngrêksa Menjaga
654 Njagokake Nyawungakên   Mencalonkan
655 Njaluk Nyuwun   Minta
656 Nom Nem Timur Muda
657 Nuli Nuntên, Lajêng   Lalu, Cepat
658 Nyambut gawe Nyambut damêl Ngasta damêl Bekerja
659 Nyêkêl Nyêpêng Ngasta Memegang
660 Nyilih Nyambut Ngampil Pinjam
661 Nyrêngêni   Ndukani Memarahi
662 Nyritani Nyriyosi   Menceritakan
663 Nyundhuki   Nyangsangi Menyunting

Krama Inggil Awalan O

664 Obah Ebah   Bergerak
665 Obat Jampi Usada Obat
666 Obong Bêsmi   Bakar
667 Oleh Angsal   Mendapatkan
668 Omah Griya Dalêm Rumah
669 Ombe   Unjuk Minum
670 Ombo Wiyar   Luas
671 Omong Ginêm Andika Bicara
672 Ompong   Dhaut Ompong
673 Opah Epah   Upah
674 Ora Botên   Tidak
675 Owah Ewah   Berubah

Krama Inggil Awalan P

Clue untuk krama inggil dengan awalan huruf P yaitu: krama inggil pasar, podo, perut, pulang dan pawon.

No Basa Ngoko Krama Madya Krama Inggil Indonesia
676 Padha Sami   Sama
677 Padhang Pajar   Terang
678 Padu Pabên   Bertengkar
679 Paido Paibên   Tidak percaya
680 Pajêng Paos   Pajak
681 Pakarangan Pêkawisan   Halaman
682 Panah   Jêmparing Panah
683 Panas Bênter   Panas
684 Pangan Têdha Dhaharan Makanan
685 Panggonan Panggenan   Tempat
686 Pangilon   Paningalan Cermin
687 Pangudakara Pangudakawis   Perkiraan
688 Pangudarasa Pangudaraos   Perasaan hati
689 Panguripan Pagesangan   Kehidupan
690 Papat Sêkawan   Empat
691 Paran Purug   Rantau
692 Pari Pantun   Padi
693 Pasa Siyam   Puasa
694 Pasar Pêkên   Pasar
695 Pati Pêjah Seda, Surud Kematian
696 Payu Pajêng   Laku
697 Payung   Songsong Payung
698 Pek Pêndhêt Pundhut Ambil
699 Petan   Ulik Mencari kutu rambut
700 Pêndhapa Pêndhapi   Pendapa
701 Pêdhang   Sabêt Pedang
702 Pêndhok Kandhêlan   Lapisan emas pada keris
703 Pênêr Lêrês   Tepat
704 Pênthil   Mundri Putting susu
705 Piandel Kapitadosan   Kepercayaan
706 Pijêt   Pêtêk Pijit
707 Pikir Manah Pênggalih Pikiran
708 Pikul Dipunrêmbat   Dipikul
709 Pilara Dipunpisakiti   Disakiti
710 Pilis   Larik, Sigit Pilis
711 Ping Ping, Kaping   Dikalikan
712 Pipi   Pêngarasan Pipi
713 Pira Pintên   Berapa
714 Piranti Pirantos   Alat
715 Piring Lancaran Ambêngan Piring
716 Pisan Pindhah   Sekali
717 Pitakon Pitakên Padangon Apa yang ditanyakan
718 Pitaya Pitados   Percaya
719 Pitik Ayam   Ayam
720 Pituduh Pitêdah   Nasihat, Petunjuk
721 Pracaya Pitados   Percaya
722 Prada Praos   Cat emas
723 Prakara Prêkawis   Perkara
724 Prayoga Prayogi   Patut, Layak
725 Prau Baita   Perahu
726 Prihatin Prihatos   Prihatin, Berprihatin
727 Pring Dêling, Bambu   Bambu
728 Priyayi Priyantun   Bangsawan
729 Puluh Dasa   Puluh
730 Pundhak   Pamidangan Pundak, Bahu
731 Pungkur Pêngkêr   Bagian / sisi belakang
732 Pupak   Dhaut Ganti gigi, Ompong
733 Pupu   Wêntis Paha
734 Pupur   Tasik Bedak
735 Puput   Dhautan Putus tali pusar
736 Pusêr Pusêr   Pusar
737 Putih Pêthak   Putih
738 Putu   Wayah Cucu

Krama Inggil Awalan R

Clue untuk krama inggil dengan awalan huruf R yaitu krama inggil rambut, rumah, resik, rupane, repot dan rasane.

No Basa Ngoko Krama Madya Krama Inggil Bahasa Indonesia
739 Rabi   Krama, Pikrama Nikah, Kawin
740 Rada Radi   Agak
741 Rahayu Rahajêng   Selamat
742 Rai   Pasuryan Muka, wajah
743 Rambut   Rikma Rambut
744 Rana Mrika, Mriku   Ke sana
745 Rasa Raos   Rasa, Perasaan
746 Rata Radin   Rata, Merata
747 Raup   Suryan Cici muka
748 Rene Mriki   Ke sini
749 Rewang Rencang Abdi Pembantu
750 Rêbut Rêbat   Rebut, Rampas
751 Rêdatin Rêdatos   Sedih, Susah
752 Rêga Rêgi   Harga
753 Rêkasa Rêkaos   Sulit, Parah
754 Rêmbug Rêmbag   Runding
755 Rêmbulan   Candra Bulan
756 Ribut Ribêt   Repot
757 Rina Rintên   Siang
758 Riyak   Jagra Lendir, Dahak
759 Riyaya Riyadi   Hari raya
760 Robah Rêbah   Ubah, Berubah
761 Rokok Sês   Rokok
762 Rombak Rêbah, Rombak   Rombak
763 Rubêd Ribêd   Repot
764 Rubuh Rêbah   Roboh
765 Rumat Rimat   Simpan, Pelihara
766 Rungu Pirêng Pidangêt Dengar
767 Runtuh Rêntah   Runtuh
768 Rupa Rupi   Rupa
769 Rupak Ripak   Sempit pandangannya
770 Rusak Risak   Rusak
771 Rusuh Rêsah   Rusuh

Krama Inggil Awalan S

Clue untuk krama inggil dengan awalan huruf S yaitu: krama inggil saka, sirah, sinau, sregep, sing, seneng.

No Ngoko Krama Madya Krama Inggil Bahasa Indonesia
772 Sabuk   Paningsêt Sabuk
773 Saguh Sagah   Sanggup
774 Saiki Sakmênika   Sekarang
775 Sajen   Caosan Sajian
776 Saji   Dipunsaosaken Diberikan saja
777 Saka Saking   Asalnya
778 Salah Lêpat   Salah
779 Salin Santun, Gantos   Ganti pakaian
780 Sambung Sambêt   Sambung
781 Samubarang Samukawis   Segala sesuatu
782 Sangga Sanggi   Ditopang, Ditanggung
783 Sapa Sintên   Siapa
784 Sapi Lêmbu   Lembu
785 Sapih   Dipunpêgêng Disapih, Disarak
786 Sarwa Sarwi   Serba
787 Sasi Wulan   Bulan
788 Sawah Sabin   Sawah
789 Seba Sowan   Menghadap
790 Seje Sanes   Berbeda
791 Seleh Sukakakên Paringaken Ditaruh, Diletakkan
792 Sendok   Lantaran Sendok
793 Sesuk Benjing   Besuk
794 Sê- Satunggal   Satu
795 Sêbar Dhawah   Sebar (benih)
796 Sêbut Sêbatan   Nama
797 Sêbut Sêbat   Mengatakan, Sebut
798 Sêdhela Sakedhap   Sebentar
799 Sêdhêng Cêkap   Cukup
800 Sêdhêngan Cêkapan   Kecukupan
801 Sêga Sêkul   Nasi
802 Sêgara Sêgantên   Laut
803 Sêka Saking   Dari
804 Sêlawe Sêlangkung   Dua puluh lima
805 Sêmana Sêmantên   Sekian itu
806 Sêmaya Sêmagos   Menangguhkan
807 Sêmbêlih Pragat   Menyembelih
808 Sêmono Sêmantên   Sebesar itu
809 Sênêng Rêmen   Senang, Suka
810 Sêparo Sêpalih   Separo
811 Sêpi Sêpên   Sunyi, Sepi
812 Sêprana Sêprika   Sejak dulu
813 Sêprene Sêpriki   Sampai sekarang
814 Sêpuluh Sêdasa   Sepuluh
815 Sêru Sora   Keras (suara)
816 Sêtali Sêtangsul   Dua puluh sen
817 Sêthithik Sêkêdhik   Sedikit
818 Si Pun   Si
819 Sida Siyos Estu Jadi
820 Siji Sêtunggal   Satu
821 Sikil Suku Sampeyan Kaki
822 Sikut   Siku Siku
823 Silih Sambut Pundhut, Ampil Pinjam
824 Silihan Sambutan Ampilan Pinjaman
825 Sing Ingkang   Yang
826 Sisi   Sêmprit Membuang ingus
827 Slamet Wilujeng Sugeng Selamat
828 Slametan Wilujengan Sugengan Selamatan
829 Sok Asring   Sering
830 Sore Sontên   Sore
831 Sranta Srantos   Sabar menanti
832 Srêngenge Surya   Matahari
833 Srêngên   Dipunsrêngêni Dimarahi
834 Suguh Dipunsêgah Dipunsugata Disuguh
835 Sukêr   Tarab Bulanan
836 Sukêt Rumput   Rumput
837 Sumurup Sumêrêp Priksa, Uninga Mengerti, Melihat
838 Sunat   Têtês Khitan
839 Sungu Singat   Tandut
840 Supaya Supados   Supaya
841 Surasa Suraos   Arti, Maksud
842 Suruh Dipunsêdhahi   Diundang
843 Surup Sêrap   Petang
844 Susah Sisah Sêngkêl Susah
845 Suson Sêsêpan   Masih menyusu
846 Susu   Pêmbayun Susu, Payudara
847 Susur Susur   Sugi, Susur
848 Suwara Suwanten   Suara
849 Suwarga Suwargi   Surga, Almarhum
850 Suwe Dangu   Lama
851 Suwêng Sêngkang   Sunbang
852 Suwung Suwêng   (rumah) Kosong

Krama Inggil Awalan T

Clue untuk krama inggil dengan awalan huruf T: krama inggil tuku, takon, turu, telat, teka, tangan dan tangi.

No Ngoko Krama Madya Krama Inggil Indonesia
853 Tai Tinja   Tahi, Tinja
854 Tak- Kula- Dalem-, Kawula- Saya
855 Takon Taken Mundhut priksa Bertanya
856 Tali Tangsul   Tali
857 Tamba Jampi Usada Obat
858 Tampa Tampi   Memperoleh
859 Tanda Tangan   Tapak Asta Tanda tangan
860 Tandur Tanêm   Tanam
861 Tangan   Asta Tangan
862 Tangga Tanggi   Tetangga
863 Tanggon Tanggên   Tangguh
864 Tanggung Tangêl   Tanggung-tanggung
865 Tangi   Wungu Bangun
866 Tangis   Pamuwun Tangis
867 Tapêl   Rakêtan Bedak perut
868 Tapih Sinjang Nyamping Kain batik (perempuan)
869 Tari, Ditari Dipuntantun   Ditanya mau atau tidak
870 Tatu   Labêt Luka
871 Tau Nate   Pernah
872 Tawa Tawi   Menawari dagangan
873 Têbu Rosan   Tebu
874 Têgal Têgil   Ladang
875 Têka Dhatêng Rawuh Datang
876 Têkan Dumugi   Tiba, Sampai
877 Têkên   Lantaran Tongkat
878 Têlu Tiga   Tiga
879 Têmbaga Têmbagi   Tembaga
880 Têmbang Sêkar   Lagu, Nyanyian
881 Têmên Estu, Yêktos   Sungguh, Benar
882 Têmon Pêpanggihan   Pertemuan
883 Têmu Panggih   Temu
884 Tênan Estu, Yêktos   Senyatanya
885 Têpung Têpang   Kenal, Bertemu
886 Têrus Lajêng   Terus
887 Têtak Supit   Khitan
888 Têtêpungan Têtêpangan   Berkenalan
889 Têtuwa Sêsêpuh   Sesepuh, Tetua
890 Tilik Dhawah   Jatuh
891 Tilik Tuwi Tinjo, Sowan Berkunjung, Menjenguk
892 Tinggal Tilar   Meninggalkan
893 Tlaten Tlatos   Tekun
894 Tonton Tingal Priksa Lihat
895 Tontonan Têtingalan   Pertunjukan
896 Trasi Traos   Terasi
897 Tuduh Têdah Paring priksa Memberitahukan
898 Tuku Tumbas Mundhut Beli
899 Tulis Sêrat   Tulis
900 Tulisan Sêratan   Tulisan
901 Tuma   Itik Kutu
902 Tumbak Waos Watangan Tombak
903 Tuna Tuni   Rugi, Tidak sampai
904 Tunggal Tungil   Satu, Tunggal
905 Tunggang Tumpak Nitih Naik (kendaraan)
906 Tunggangan Tumpakan Titihan Kendaraan
907 Tunggu Têngga   Tunggu
908 Turah Tirah   Lebih
909 Turon Tilêman Sareyan Tiduran
910 Turu Tilem Sare Tidur
911 Turun Têdhak   Keturunan
912 Turunan Têdhakan   Asal usul keturunan
913 Tutu Dipungêntang   Ditumbuk
914 Tutur Sanjang, Criyos Paring priksa Berkata
915 Tuwa Sêpuh Yuswa Tua
916 Tuwuh Tewah   Tumbuh

Krama Inggil Awalan U

Clue untuk krama inggil dengan awalan huruf u: krama inggil untu, umur, untuk, uang, uyah, urip, dan ulang tahun.

No Ngoko Krama Inggil   Bahasa Inggil
917 Udakara Udakawis   Kira-kira
918 Udan Jawah   Hujan
919 Udhar   Lukar Lepas kain batik
920 Udhun Mandhap   Turun
921 Uga Ugi   Juga
922 Ugêl-ugêl   Pagêlangan Pergelangan tangan
923 Ujar   Punagi Janji, Sumpah
924 Ula Sawêr   Ular
925 Ulat   Pasuryan Raut muka
926 Ulêm   Atur Undangan
927 Ulih Mantuk Kondur Pulang
928 Umbêl   Gadhing Ingus
929 Umur   Yuswa Umur
930 Undang Timbal Atur Panggil
931 Undhak Mindhak   Meningkat
932 Unggah Inggah   Naik
933 Ungkur Pêngkêr   Belakang
934 Uni Ungêl   Bunyi, Suara
935 Untu Waos Waja Gigi
936 Upakara Upakawis   Pelihara
937 Upama Upami   Upama
938 Urip Gesang Sugeng Hidup
939 Utama Utami   Utama
940 Utang Sambut Ngampil Pinjam
941 Utawa Utawi   Atau
942 Usus   Jaringan Usus
943 Uyah Sarêm   Garam
944 Uyuh Toyan   Kencing

Krama Inggil Awalan W

Pencarian terbanyak untuk krama inggil dengan awalan huruf w adalah krama inggil weteng, wis, wingi, wangsul, wayang, wajah.

No Ngoko Krama Madya Krama Inggil Bahasa Indonesia
945 Waca Waos  Waos Baca
946 Wacan Waosan  Waosan Bacaan
947 Wadi Wados  Wados Rahasia
948 Wadon Êstri Putri, Wanita Putri, Perempuan
949 Wae Kemawon  Kemawon Saja
950 Wahing  Wahing Sigra Bersin
951 Waja Waos  waos Baja
952 Walanda Walandi  Walandi Belanda
953 Wani Wantun  Wantun Berani
954 Wanti-wanti Wantos-wantos   Nasehat keras
955 Warangka Sarungan   Sarung keris
956 Waras Saras Waluya Sembuh
957 Warêg Tuwuk   Kenyang
958 Warisan Tilaran Pusaka Warisan
959 Warna Warni   Warna/Jenis
960 Warung Wande   Kedai, Warung
961 Waspada Wasapaos   Wasapada
962 Watara Watawis   Antara, Kira-kira
963 Watu Sela   Batu
964 Watuk   Cêkoh Batuk
965 Wayah Wanci   Waktu
966 Wayang Ringgit   Wayang
967 Wedang Bênteran Unjukan Minuman
968 Weneh Dipunsukani   Diberi
969 Wêdêl Cêlêp   Cat kain
970 Wêdhus Menda   Kambing
971 Wêktu Wêkdal   Waktu
972 Wêngi Dalu   Malam
973 Wêrta Wêrtos, Wartos   Berita, Kabar
974 Wêruh Sumêrêp Uninga, Priksa Tahu, Melihat
975 Wêsi Tosan   Besi
976 Wêteng Padharan   Perut
977 Wêtu Kêwêdal Kêwiyos Terungkap
978 Wêton Wêdalan   Hari kelahiran
979 Wicara Wicantên Ngêndika Bicara
980 Wigati Wigatos   Perlu sekali, Penting
981 Wilang Wical   Hitung
982 Wilangan Wicalan   Hitungan, Bilangan
983 Wirang Isin Lingsem Malu
984 Wis Sampun   Sudah
985 Wisuh   Wijik Mencuci tangan/kaki
986 Wong Tiyang Priyantun Orang
987 Wuda   Lukar Lepas pakaian
988 Wudêl   Nabi Pusar
989 Wudun   Untar Bisul
990 Wulangan Wucalan   Pelajaran
991 Wuluh Wêlah   Buluh, Bambu
992 Wuragil   Waruju Bungsu
993 Wurung Sande   Tidak jadi
994 Wutuh Wêtah   Utuh
995 Wuwuh Wêtah   Bertambah
996 Wuwuhan Wêwahan   Tambaha

Krama Inggil Awalan Y

Akhirnya kita masuk pada awalan huruf Y :D. Termasuk awalan huruf Y krama inggil: yaiku, yen, yang, yoga.

No Basa Ngoko Krama Inggil   Bahasa Indonesia
997 Ya, Iya Inggih   Ya
998 Yêkti Yêktos   Betul
999 Yen Bilih   Jikalau

Demikian, daftar kamus krama inggil Basa Jawa ini, semoga benar benar dapat bermanfaat untuk pembaca sekalian. Terimakasih.

Categories
Ekonomi dan Bisnis

√ Cara Menabung yang Benar, 100% Worth It!

Cara menabung yang benar – Menabung merupakan satu hal yang masih dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal menabung (dengan pengertian yang benar) merupakan salah satu pondasi penting dalam pengelolaan keuangan.

Definisi cara menabung dulu sangat sederhana, yaitu menyisihkan uang untuk disimpan di celengan. Definisi ini telah membuahkan kebiasaan menabung dan telah diajarkan sejak kecil.

Namun, ternyata definisi menabung yang telah melekat dalam alam bawah sadar kita tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Di sesi selanjutnya nanti kita akan membahas pengertian dan cara menabung yang benar. Karena tentu sangat penting untuk mengetahui definisi dulu lalu kemudian langkah-langkah, supaya sinkron. 😀

Definisi cara Menabung yang Benar

Definisi menabung yang benar ada beberapa. Definisi ini berkaitan secara erat dengan tujuan menabung. Jadi, secara singkatnya, definisi menabung akan sama dengan tujuan menabung.

Tujuan menabung yang benar ada dua:

  1. menjaga daya beli,
  2. menjaga investasi.

Jadi, menabung bukanlah sekedar menyimpan uang secara berkala.

Mengapa Kita Harus Menabung?

Masih berkaitan dengan sub sebelumnya, ambil contoh menjaga daya beli. Menjaga daya beli untuk haji furada. Ongkos untuk naik haji furada tentu lebih banyak dari haji biasa, untuk itu kita perlu menabung.

Tujuan lainnya adalah untuk bikin usaha. Ya tentu kita untuk membuka usaha butuh modal. Karena seperti kita tahu banyak yang buka usaha tidak punya modal, dan akhirnya pelariannya ke peminjaman modal baik itu perseorangan atau badan keuangan.

Dan menurut saya itu kurang baik, karena buka usaha dengan uang hutang, secara kasar adalah tidak benar.

Pendanaan itu digunakan untuk pengembangan. Bukan untuk merintis. Dan disini banyak yang tidak tahu. Namun begitu, hutang untuk pengembangan juga ada syarat yang harus dipenuhi.

Nah menabung adalah bagian dari itu, jadi menabung adalah salah satu solusi dari itu. Untuk modal usaha.

Dengan begitu, jika usaha tersebut gagal dia safe, dia ngga ada hubungan dengan orang lain, benar benar safe, aman. Yah meskipun ngga ada kan pengusaha niat mau bangkrut, namun dalam dunia bisnis semua bisa terjadi.

ekrut.com

Karena usaha itu pasti ada gangguan internal dan eksternal, kita berjaga dari itu lah. Apalagi ini Indonesia, kompetitor tidak ahanya main fisik, tau lahnya, di tanemin apa lah apa..:D

Ini masih untung lah kalau nominal ngga besar, katakan dibawah 50 sampe 100 juta, ini masih bisa diusahain dengan jual aset.

Ini juga ada ilmu hutang, hutang itu boleh jika kita punya aset dengan jumlah setara hutang kita.

Namun, gimana kalo hutangnya besar?

Tentu banyak beban disitu. di sinilah peran tabungan diperlukan.

Oiya, sebelumnya tahu kenapa tingkat kriminalitas di Indonesia tinggi? ya karena hutang. hehehe

Coba deh cari vonis mati di mbah google, ya hasil teratas adalah karena pembunuhan berencana. dan jika ditelisik lebih jauh, pembunuhan karena apa? ya karena hutang. wah wah. 😀

Sebagai catatan, kita bukan bilang hutang ngga boleh atau menggampangkan hutang. Iya, maksudya hutanglah dengan cara yang benar 🙂

Saya juga pernah bilang ” bagaimana cara kamu tahu jika yang kamu tahu itu benar?

Ya dengan praktik, itulah kita harus banyak belajar.

Sudah ya, pokoknya menabung itu wajib hukumnya. Ngga usa tanya tanya lagi kenapa mengapa darimana… :D.

Selanjutnya kita juga harus tahu instrumen apa saja yang bisa digunakan untuk menabung.

Jadi Instrumen Menabung Apa Saja?

Pertimbangan buat menabung atau tujuan menabung, berpengaruh untuk instrumen apa yang kita pilih untuk menabung.

Namun, point pentingnya dan cukup menampar banyak orang. Menabung yang aman adalah dalam bentuk aset, bukan uang.

Menabung uang itu salah.

Apa itu aset? aset adalah sesuatu yang ada harganya.

Contohnya? ada saham, ada tanah, ada deposito, ada emas, perak, obligasi dst.

bisnis.com

Nah, perlu diketahui juga, aset ada dua, aset yang makin bertambah dan aset yang makin nyusut. Jadi cari aset yang sifatnya bertambah, bukan turun, ya kaya contoh contoh tadi emas dan teman-temannya.

Jam tangan merk tertentu, kolektor rare item juga aset. Vespa kuno juga aset.

Dalam dunia digital misalnya akun instagram dengan jutaan pengikut dan aged domain juga termasuk aset.

Kaya ini loh, cerita anak yang disuruh bapaknya jual ikan? ya kaya gitu, kita juga sama, jika kita ketemu orang yang ngerti value kita, kita akan dihargai, ini cuma perkara kita siapa ketemu siapa, gitu doang.

Kalau untuk saat ini, kita bisa coba cari barang barang langka di marketplace, uang kuno deh, lalu pelajari. Sekarang dunia digital, nyari info apapun ada. Jemput bola istilahnya.

Kalau ngga mau ribet, cari aja logam mulia, coba aja dari yang kecil kaya perak, nah kumpulin tuh. Ingat, dikit didkit lama lama jadi bukit.

Petakan saja mana yang paling mudah kita akses, ya karena sikon orang tidak sama.

Selanjutnya, Bagaimana Cara Menabung Aset Tersebut?

Cara menabungnya begini.

Aset yang bisa kita beli dengan harga murah, lalu di kemudian hari aset ini kita puter jadi lebih besar, dari perak ke emas, ke tanah, saham dst. Ini adalah cara menabung yang benar, jad nilainya terus naik.

Sebagai info, emas itu aset yang menarik.

Tahun 2000 satu motor butuh biaya 30 gr emas, satuannya ingat gram, di tahun 2020 untuk satu motor, hanya butuh 19 gram saja. Ya, jadi nilai gramasinya menurun, ini juga sama dengan biaya haji.

Wah, menarik kan, coba deh pelajari emas ini. Jadi ngga usah mikir harga lagi naik atau turun, kita kan beli emas. Karena apa? karena inflasi itu pasti terjadi.

Uang terkena inflasi, namun tidak dengan emas.

Ada juga orang yang menabung di saham, dan dia sangat anti sama emas. Ada juga yang suka tanah dan main di tanah. Ini normal, tidak masalah.

Teori itu semua rangkum, kita telaah, dan jadi teori baru. Nah, yang menarik Meskipun teori teori itu sebenarnya dari mereka, kemungkinan juga teori baru kita ditolak loh, hehehe memang dunia bisnis itu unik.

Selanjutnya tentang saham.

Seorang pakar saham Lo Kheng Hong, secara ringkas ia berkata:

“saham adalah instrumen yang dengan cepat memberikan kenaikan buat orang yang ngerti dan bisa membaca data. Ini adalah pelipat ganda paling canggih yang saya tahu.”

Berbicara tentang saham memang sedikit rumit, menabung dengan saham akan kita bahas pada lain kesempatan 🙂

Berikutnya, untuk pemula akan kita bahas tentang cara menabung simpel dan boleh dicoba.

Cara Menabung yang Boleh Dicoba

infoperbankan

Anggap ini cara menabung paling gampang bagi pemula untuk jenis instrumen emas.

Judulnya, kondisi keuangan kalian bisa dioptimasi dengan cara menabung yang optimal 😀

Misalnya punya bisnis yang udah jalan dan penghasilan stabil diatas 4 juta. Kalau misal kondisinya seperti itu, saran saya bisa coba menabung emas, bisa di BRI, atau Mandiri Syariah.

Yang paling mudah sih di BSM. Kalau di BRI lebih murah, tapi lebih rumit.

Masuk ke sana, bilang mau beli emas yang 50 gram, kalau hari ini sekitar 48 juta 600, hari ini loh ya (18 Agustus 2020), jika penghasilan kalian masih ada di 4 juta, dicicil aja setahun, nah di bulan ke dua belas, harganya bisa jadi sudah naik, jadi ada keuntungan di situ.

Kalau cicilannya segini biasanya kita disuruh bayar 20 %, dari 48 juta, ya sekitar 9,8 juta.

Nah setiap bulan kita cicil 3,2 juta setiap bulan, begitu. Jadi bukan ambil sedikit sedikit, agar supaya kita punya akad jadi lebih tanggung jawab, dan uangnya ngga kemana mana.

Tapi kalau memang belum punya uang banyak, ya ambil saja yang pasti satu gram dua gram.

Kesimpulan

Uang itu pasti kena inflasi tapi emas tetaplah emas.

Oke, cukup ya materi hari ini seputar cara menabung. Menabung pangkal kaya kalau cara menabungnya benar. Dan ingat hal yang banyak berawal dari sedikit.

Kunci belajar adalah apapun yang tidak diajarkan di kelas, maka harus dicoba, ngga papa walau gramasinya kecil. Yang penting ada pengalaman.

Ini juga masuk dalam teori berhutang. Berhutanglah sebelum kalian butuh hutang. Iya hutang dulu ke bank, nyicil emas. Sebelum suatu saat kalian butuh hutang, bangkrut misalnya, eh 😀

Begitu… menarik ya.**

**Artikel ini merupakan catatan kuliah online Sintesa Akademi Angkatan 10 oleh Ibrahim Vatih tanggal 18 Agustus 2020.