Categories
Bahasa Jawa

√225+ Tokoh Tokoh Wayang Dalam Berbagai Versi

Tokoh-tokoh wayang– Wayang merupakan seni dekoratif yang mengekspresikan kebudayaan nasional. Kesenian wayang secara umum populer di daerah Jawa, baik itu Jawa Timur, Jawa Tengah atau pun Jawa Barat.

Kepopuleran wayang tak bisa lepas dari peran para tokohnya dalam berbagai cerita. Tokoh tokoh wayang ini secara apik memerankan cerita yang mewakili kehidupan dan watak manusia yang hidup di dunia nyata.

Ada tokoh wayang yang baik, ada pula yang buruk. Ada yang berlaku sebagai dewa, ada pula yang cocok sebagai hamba.

Dari tokoh tokoh ini kita telah mengenal beberapa wayang yang populer seperti anggota Pandhawa. Namun, tahukah kamu, jika sebenarnya, ada ratusan tokoh wayang?

Ya, benar. Tokoh tokoh wayang saat ini ada banyak sekali dan mereka dibagi-bagi dalam beberapa kategori. Apa saja? untuk menjawabnya, yuk simak ulasan tokoh tokoh wayang dan sifatnya di bawah ini.

Tokoh Tokoh Wayang Mahabharata

Kategori yang pertama adalah tokoh wayang dalam serial cerita Mahabharata yang terkenal itu.

Secara singkat, Mahabharata menceritakan konflik Pandawa lima dengan saudara sepupu mereka Kurawa yang berjumlah seratus orang. Konflik ini bermula dari sengketa hak pemerintahan tanah negara Astina. Puncak kisah Mahabarata adalah terjadinya perang Bharatayuddha di medan Kurusetra. Tidak tanggung-tanggung pertempuran antara Pandawa lima dan Kurawa ini berlangsung sampai delapan belas hari.

Kisah mahabharata berasal dari India dan ditulis oleh Begawan Byasa atau Vyasa.

Sedangkan untuk bukunya sendiri, terdiri atas delapan belas kitab dan dikenal dengan nama Astadasaparwa. Dari sini, kamu pasti sudah bisa membayangkan ada berapa tokoh yang muncul dalam delapan belas kitab ini ^^

Nah, menurut Wikipedia ternyata setidaknya ada delapan puluh tujuh tokoh wayang yang terlibat dalam kisah Mahabarata. Berikut ini daftarnya.

  1. Abimanyu
  2. Resi Abyasa
  3. Amba
  4. Ambalika
  5. Ambika
  6. Antareja
  7. Antasena
  8. Arjuna
  9. Aswatama
  10. Baladewa
  11. Banowati
  12. Basupati
  13. Basudewa
  14. Bima
  15. Bisma
  16. Burisrawa
  17. Bayu
  18. Cakil
  19. Citraksa
  20. Citraksi
  21. Citrayuda
  22. Damayanti
  23. Dewayani
  24. Drona (Dorna)
  25. Drestadyumna
  26. Dretarastra
  27. Dropadi
  28. Durgandini
  29. Durmagati
  30. Dursala (Dursilawati)
  31. Dursasana
  32. Duryodana (Suyodana)
  33. Drupada
  34. Ekalawya
  35. Gatotkaca
  36. Gandabayu
  37. Gandamana
  38. Gandawati
  39. Indra
  40. Janamejaya
  41. Jayadrata
  42. Karna
  43. Kencakarupa
  44. Kertawarma
  45. Krepa
  46. Kresna
  47. Kunti
  48. Madri
  49. Manumanasa
  50. Matswapati
  51. Nakula
  52. Nala
  53. Niwatakawaca
  54. Pandu
  55. Parasara
  56. Parikesit
  57. Puru
  58. Rukma
  59. Rupakenca
  60. Sadewa
  61. Sakri
  62. Sakutrem
  63. Salya
  64. Sangkuni
  65. Samba
  66. Sanjaya
  67. Santanu
  68. Sarmista
  69. Satyabama
  70. Satyajit
  71. Satyaki
  72. Satyawati
  73. Srikandi
  74. Subadra
  75. Sweta
  76. Udawa
  77. Utara
  78. Utari
  79. Wesampayana
  80. Wicitrawirya
  81. Widura
  82. Wirata
  83. Wisanggeni
  84. Wratsangka
  85. Yayati
  86. Yudistira
  87. Yuyutsu

Dari 87 tokoh tokoh wayang Mahabharata di atas, jika diruncingkan ada sepuluh tokoh utama atau tokoh kunci, kesepuluh tokoh tersebut adalah:

  1. Arjuna
  2. Duryodhana
  3. Yudhistira
  4. Bima
  5. Krisna
  6. Drupadi
  7. Sangkuni
  8. Karna
  9. Nakula
  10. Sadewa

Tokoh Tokoh Wayang Ramayana

Kategori yang kedua adalah tokoh tokoh wayang dalam cerita Ramayana. Kisah Ramayana berasal dari India. Kisah Ramayana adalah kisah kepahlawanan dan terbagi menjadi tujuh bagian kitab.

Kata Ramayana sendiri berarti perjalanan Rama. Secara singkat kisah Ramayana menceritakan sosok Rama yang berlaku sebagai pahlawan melawan Rahwana yang telah menculik istrinya Shinta. Shinta sendiri adalah hadiah dari Prabu Janaka karena Rama berhasil memenangkan sebuah sayembara. Dalam perjalanan melawan Rahwana, Rama banyak dibantu oleh tokoh tokoh yang telah ditolongnya seperti Sugriwa dan Hanoman.

Sedangkan untuk versi cerita lengkap setidaknya ada 31 tokoh wayang dalam kisah Ramayana. Berikut ini daftarnya:

  1. Anggada
  2. Anila
  3. Anjani
  4. Bharata
  5. Dasarata
  6. Hanoman
  7. Indrajit (Megananda)
  8. Jatayu
  9. Jembawan
  10. Kosalya
  11. Kumbakarna
  12. Aswanikumba
  13. Laksmana
  14. Parasurama
  15. Prahasta
  16. Rama Wijaya
  17. Rawana
  18. Satrugna
  19. Sita
  20. Subali
  21. Sugriwa
  22. Sumali
  23. Sumitra
  24. Surpanaka (Sarpakenaka)
  25. Trikaya
  26. Trijata
  27. Trinetra
  28. Trisirah
  29. Wibisana
  30. Wilkataksini
  31. Dewi Windradi

Tokoh Dewa Dewi Wayang

Jika diperhatikan, dalam kisah wayang kita akan menjumpai beberapa tokoh lain yang bergelar Batara, Batari atau Sang Hyang. Mereka adalah dewa dewi dalam pewayangan. Penggunaan kata dewa dewi menjadi umum digunakan karena cerita pewayangan sendiri berasal dari tradisi agama Hindu.

Menurut wikipedia Bahasa Indonesia, Bhatara berarti “pelindung”. Lebih jauh, bhatara adalah aktivitas sang hyang widhi sebagai pelindung ciptaannya, karena itu dalam pandangan agama Hindu semua hal di alam semesta ini dilindungi oleh Sang Hyang Widhi dengan gelar bhatara.

Ada begitu banyak nama-nama tokoh bhatara dalam pewayangan sesuai dengan tempat, fungsi dan kedudukannya. Berikut ini beberapa diantaranya:

  1. Sang Hyang Adhama
  2. Sang Hyang Sita
  3. Sang Hyang Nurcahya
  4. Sang Hyang Nurrasa
  5. Sang Hyang Wenang
  6. Sang Hyang Widhi
  7. Sang Hyang Tunggal
  8. Sang Hyang Rancasan
  9. Sang Hyang Ismaya
  10. Sang Hyang Manikmaya
  11. Batara Bayu
  12. Batara Brahma
  13. Batara Candra
  14. Batara Guru
  15. Batara Indra
  16. Batara Kala
  17. Batara Kresna
  18. Batara Kamajaya
  19. Batara Narada
  20. Batara Surya
  21. Batara Wisnu
  22. Batara Yamadipati
  23. Batari Durga
  24. Batara Kuwera
  25. Batara Cingkarabala
  26. Batara Balaupata
  27. Hyang Patuk
  28. Hyang Temboro
  29. Burshamar Harkrushima

Tokoh Tokoh Wayang Punakawan

Seperti telah disebutkan sebelumnya, selain tokoh yang berlaku menjadi dewa, ada pula tokoh yang berperan sebagai hamba. Hamba ini disebut dengan punakawan.

Punakawan singkatnya adalah para pembantu dan pengasuh setia Pandawa lima. Dalam wayang kulit, punakawan paling sering muncul dalam adegan goro-goro. Goro-goro sendiri diartikan sebagai babak pertujukan yang berisi lelucon maupun wejangan.

Selanjutnya, di beberapa daerah muncul tokoh punakawan yang berbeda-beda. Hal ini tentu akan menambah kekayaan khasanah dalam kesenian wayang.

Nah, berikut tokoh tokoh punakawan dalam pewayangan berbagai daerah.

  • Tokoh Punakawan untuk pewayangan versi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berlaku untuk pagelaran wayang kulit maupun wayang orang.
  1. Semar
  2. Gareng
  3. Petruk
  4. Bagong
  5. Togog
  • Tokoh punakawan untuk wayang versi Banyumas, Jawa Tengah. Berlaku untuk cerita wayang kulit dan wayang orang.
  1. Semar
  2. Gareng
  3. Petruk
  4. Bawor
  • Selanjutnya adalah tokoh punakawan dalam cerita wayang golek versi Jawa Barat. Ada sembilan tokoh punakawan yaitu:
  1. Semar
  2. Cepot atau Astrajingga
  3. Dawala
  4. Gareng
  5. Semar
  6. Cungkring
  7. Gareng
  8. Curis Sekarpandan
  9. Bagong
  10. Bagal Buntung
  11. Dawala
  12. Ceblok
  • Terakhir adalah tokoh punakawan yang terkenal dalam cerita wayang Bali.
  1. Tualen
  2. Merdah
  3. Sangut
  4. Delem

Tokoh Tokoh Wayang Lainnya

Selain sekian tokoh di atas, masih ada lagi empat tokoh yang berperan sebagai penasehat. Empat tokoh tersebut merupakan teman daripada para punakawan. Mereka adalah:

  1. Togog
  2. Bilung
  3. Limbuk
  4. Cangik

Memahami Tokoh Tokoh Wayang dan Sifatnya

Seperti halnya drama, tokoh-tokoh dalam pewayangan juga memiliki sifat atau watak yang beragam. Dalam wayang kulit sifat wayang dapat dilihat dari warna muka, bentuk mulut, hidung, mata serta aksesoris yang dipakai.

Baca juga: Daerah penghasil kerajinan kulit terbaik di Indonesia.

Misalnya wayang Dasamuka akan dipenuhi aksesoris dari ujung rambut sampai kaki, ini melambangkan sifat hedonisme.

Lagi, tokoh raksasa jahat akan digambarkan menjadi postur tubuh gempal tinggi besar, bentuk mata bulat dan besar melotot , hidung mbonggol dan mulutnya menganga dengan dilengkapi barisan gigi dan taringnya.

kompasiana

Hal ini akan berbeda dengan sifat sifat ksatria yang digambarkan dengan bentuk tubuh yang ramping, mata liyepan (kecil), hidung mbangir dan mulutnya mingkem dengan menyunggingkan senyum, melambangkan karakter yang lemah lembut, baik budi pekertinya serta tak mudah marah.

kompasiana

Masih banyak tanda lain yang melambangkan sifat para wayang. Namun, jika tidak telaten, mudahnya lihat saja penataan wayang di simpingan saat pagelaran belum dimulai. Deretan wayang di sisi kiri dalang adalah wayang wayang yang berwatak jahat, sedangkan yang kanan adalah sebaliknya.

kompasiana

Penutup

Akhirnya, itulah dia nama tokoh tokoh wayang dalam berbagai kategori cerita dan versi daerah. Semoga artikel ini dapat menjadi referensi dan terimakasih sudah mampir.

Categories
Tata Boga

Apa Saja Teknik Memasak yang Biasa Dilakukan Chef?

Apa Saja Teknik Memasak, Mengetahui macam-macam teknik memasak merupakan salah satu dasar dalam dunia kuliner. Teknik memasak yang berbeda akan menciptakan hasil masakan yang berbeda.

Setiap teknik memasak akan menghasilkan keunikan rasa dan tampilan yang khas. Seperti misalnya ayam yang digoreng tentunya akan mempunyai rasa yang berbeda dengan ayam yang dipanggang.

Nah, sebenarnya Bunda pasti sudah mengetahui beberapa teknik memasak seperti merebus, menumis, atau mengukus. Ini adalah teknik memasak yang umum diketahui. Namun, pernahkah Bunda mengira-ngira apakah teknik memasak yang digunakan para chef professional sama dengan apa yang kita lakukan di dapur?

Untuk menjawabnya, yuk simak uraian 17 macam teknik memasak dasar ala chef berikut ini dan coba bandingkan perbedaannya ya Bunda 🙂

Apa itu Teknik Memasak?

Sebelum kita mengetahui macam macam teknik memasak, alangkah baiknya kita benar-benar memahami tentang ‘apa sih teknik memasak itu?‘.

Jadi, teknik memasak atau metode memasak adalah cara yang digunakan untuk mentranformasi-kan atau mengubah bahan makanan menjadi sesuatu yang berbeda.

Nah, proses transformasi ini umumnya memerlukan pemanas yang yang diperoleh dengan cara memindahkan energi dari sumber-sumber panas ke makanan, sehingga molekul yang terdapat pada makanan berubah cepat dan bereaksi ke bentuk dan struktur
baru.

Fokus pembahasannya terletak pada kalimat ‘cara memindahkan energi dari sumber panas‘.

Secara global cara memindahkan energi ini ada tiga, yaitu konduksi, konveksi dan radiasi. Berikutnya akan dibahas pada sub di bawah ini.

Cara Pemindahan Panas pada Teknik Memasak

Sederhananya seperti ini, memasak dengan cara merebus, mengukus dan menggoreng menunjukkan ada perbedaan cara pemindahan panas yaitu melalui air, uap air dan minyak goreng.

Lalu, ada tiga istilah dalam cara pemindahan panas dalam memasak yaitu konduksi, konveksi dan radiasi.

  • Konduksi digunakan apabila antara bahan makanan dengan medium penghasil panas terjadi kontak langsung.
  • Konveksi digunakan apabila selama proses pengolahan terjadi pemindahan panas yang disebabkan oleh perubahan dalam cairan yang menjadi sumber panas. Selama konveksi, panas dihantarkan oleh perubahan molekul dalam cairan seperti air, uap udara dan gas.
  • Radiasi digunakan apabila proses pematangan bahan makanan diperoleh dari energi murni yang memancarkan panas dan mikrowave.

Memasak dengan medium air disebut dengan teknik memasak basah, memasak dengan medium minyak disebut dengan teknik memasak kering sedangkan memasak tanpa perantara disebut dengan teknik memasak panas kering.

Ada 17 teknik memasak dalam tiga kategori besar diatas yaitu:

A. Memasak dengan konveksi air (teknik basah)

  1. Teknik Merebus (Boiling)
  2. Teknik Simmering
  3. Teknik Poaching
  4. Teknik Blanching
  5. Teknik Braising
  6. Teknik Stewing
  7. Teknik Pressure cooking
  8. Teknik Steaming

B. Memasak dengan Konduksi dan Konveksi Minyak (teknik kering)

  1. Teknik Menggoreng (frying)
  2. Teknik Sauteing
  3. Teknik Stir Frying
  4. Teknik Shallow frying
  5. Teknik Deep Frying
  6. Teknik Pan Frying

C. Memasak dengan Panas Kering (dry heat)

  1. Teknik Baking
  2. Teknik Grilling
  3. Teknik Roasting

17 Teknik Memasak dan Penjelasannya

Berikut ini penjelasan 17 teknik memasak beserta keuntungan dan kekurangannya.

Teknik Boiling (Merebus)

Teknik yang pertama adalah boiling atau merebus. Ini adalah teknik paling mudah dan telah dikenal secara umum.

Ciri merebus adalah, cairan yang digunakan banyak sehingga akan menutupi bahan makanan secara menyeluruh. Biasanya alat yang digunakan adalah panci (pirex, stainles dan aluminium) sehingga cairan dapat menggenang.

Bahan makanan yang umum direbus misalnya seperti sayuran, umbi dan daging. Bahan makanan ada yang mulai dimasukkan cairan ketika cairan masih dingin (dilakukan untuk bahan makanan yang berasal dari bawah tanah, seperti singkong, kentang, wortel) ada pula yang harus menunggu ketika cairan telah panas pada suhu 100 derajat celsius.

Merebus atau boiling adalah teknik memasak yang tergolong sehat karena bahan makanan yang dihasilkan lebih mudah dicerna dan kandungan gizi pada makanan dapat dipertahankan pada titik maksimum.

Selain itu, dengan merebus bahan makanan, flavor atau rasa khas pada masakan juga akan terjaga. Teknik yang digunakan juga sederhana, aman, murah sehingga sesuai untuk memasak dalam skala besar.

Namun, perlu diperhatikan ketika merebus bahan makanan yang mengandung vitamin B karena akan sangat mudah larut dalam air. Perhatikan pula lama perebusan bahan makanan, karena akan sangat berpengaruh terhadap warna yang dihasilkan.

Teknik Simmering

Shutterstock

Teknik memasak dengan mendidihkan secara perlahan-lahan dinamakan teknik simmering.

Teknik simmering bertujuan untuk mencegah makanan mengalami kerusakan tekstur.

Panas pada teknik simmering akan dijaga pada suhu rata-rata 100°C, itulah mengapa perlu untuk mengecilkan api. Teknik simmering sangat mirip dengan boiling hanya saja api yang digunakan kecil dan mantap serta proses akan memakan waktu lama.

Teknik simmering baik untuk memasak kaldu, soto, rawon, kare, santan, bakso dan sup.

Saat membuat kaldu, buih yang dihasilkan akan mudah diambil jika gelembung tidak terlalu bergejolak, dengan begitu kaldu yang dihasilkan akan jernih.

Begitu pula saat memasak bakso. Bulatan bakso akan matang sempurna (tidak pecah) jika dimasukkan dalam perebus dalam suhu simmering. Hal ini juga berlaku untuk rebusan santan.

Teknik Poaching

eggs.ca

Teknik memasak poaching populer digunakan untuk membuat poach egg.

Kedudukan teknik poaching terletak diantara teknik memasak boiling dan simmering. Artinya teknik dilakukan dengan merebus makanan dengan perlahan.

Gelembung yang dibutuhkan adalah gelembung kecil dengan pematangan bahan berjalan lambat. Suhu yang pas antara70-85°C.

Selain untuk telur, teknik poaching juga diaplikasikan pada ayam, ikan dan buah.

Cairan untuk poaching akan ditambah dengan cuka, wine atau jus lemon.

Berikut ini cara membuat poach egg dengan teknik poaching:

  1. Tuang cuka ke dalam air perebus.
  2. Pecahkan telur dan taruh di dalam mangkok.
  3. Masukkan telur ke dalam air yang sudah panas, hampir mendidih.
  4. Simmer telur sampai matang, sambilrapikan bagian pinggirnya.

Teknik Blanching

idntimes

Teknik memasak yang selanjutnya adalah teknik blanching.

Blanching adalah teknik memasak dengan cara merebus sayuran atau buah ke dalam air yang telah mendidih dalam waktu cepat.

Teknik blanching digunakan untuk mempersiapkan bahan makanan agar siap diolah lebih lanjut menjadi bentuk makanan yang lain.

Blanching dilakukan dengan cara memasukkan bahan makanan ke dalam air mendidih yang telah ditambah dengan satu sendok garam selama satu sampai dua menit tergantung kekerasan bahan. Setelah itu bahan makanan langsung dimasukkan dalam air es untuk menghentikan proses pemasakan.

Air bekas blanching dapat digunakan lagi selama masih terlihat jernih.

Sayuran yang diblanching adalah tipe sayuran yang akan disajikan dalam keadaan dingin seperti brokoli, buncis,
wortel dan asparagus.

Ada beberapa tujuan blanching:

  1. Untuk mempermudah mengupas kulit tomat, kacang-kacangan dan bawang.
  2. Untuk meningkatkan flavor khas dari sayuran dan buah.
  3. Meningkatkan warna makanan sehingga lebih merona dan mengkilap.
  4. Untuk menetralisir bakteri dan enzim selama dalam freezer.
  5. Melembutkan sayuran untuk proses pengalengan.
  6. Mengurangi volume sayur ketika akan dikemas.

Nah, perlu diketahui bahwa istilah blanching juga digunakan pada proses menggoreng untuk melayukan bahan seperti dalam pembuatan potato chip.

Teknik Braising

YouTube

Apa Saja Teknik Memasak, Teknik memasak braising sedikit rumit. Prosesnya melalui dua tahapan. Pertama adalah dengan memanggang bahan makanan sampai menjadi coklat. Jika sudah, bahan akan direbus dalam panci atau dimasukkan oven dalam suhu rendah. Sebelumnya agar bahan tidak lengket, pada dasar panci akan diberi mirepoix.

Cairan untuk merebus dapat ditambah tomat, wine atau kaldu agar lebih kaya rasa.

Dengan melakukan teknik memasak braising, bahan makanan akan lebih kaya rasa dan aroma. Teksturnya juga bagus dan tentunya lebih matang merata.

Teknik Stewing

D;artagnan

Teknik stewing banyak digunakan dalam masakan Cina.

Teknik memasak ini dilakukan dengan cara merebus bahan makanan dalam api kecil dan lama yang kemudian disajikan tanpa dikeringkan.

Cairan yang digunakan adalah wine, kaldu dan beer. Sedangkan bahan makanannya dapat berupa kombinasi bahan nabati dan hewani seperti buncis, brokoli, cabe, tomat, daging ayam, sosis, seafood.

Tujuan utama dari teknik stewing adalah untuk menyatukan flavor semua bahan. Berkaitan dengan ini, bahan makanan untuk distewing akan dipotong lebih besar.

Stewing akan menghasilkan makanan dengan kuah yang kental dan cocok untuk maincourse.

Teknik Steaming

Asian Inspiration

Memasak dengan memanfaatkan uap air disebut dengan mengukus atau steaming.

Dengan teknik memasak steaming, bahan makanan tidak menyentuh air secara langsung sehingga zat gizinya tidak banyak yang hilang. Pengukusan juga akan membuat tekstur bahan makanan lebih bagus daripada ketika direbus.

Teknik mengukus dimanfaatkan untuk membuat kue dan lauk pauk. Kue yang dikukus akan mengembang, tidak mengalami perubahan bentuk, serta tidak bertambah cairan.

Teknik Pressure Cooking

Channel Muslim

Teknik memasak satu ini dikenal dengan nama presto. Caranya dengan memasak bahan makanan pada panci tertutup rapat sehingga udara dan cairan terkunci.

Jika sudah begitu, titik didih akan meningkat secara perlahan sampai lebih dari 100°C dan mematangkan makanan dengan lebih cepat.

Teknologi presto ini dapat menyingkat waktu perebusan dan bahan makanan yang biasanya keras seperti tulang dan duri bisa lunak dengan mudah.

Ada banyak keuntungan menggunakan teknik memasak pressure.

  1. memasak menjadi lebih cepat dari metode lain.
  2. Bahan bakar yang dibutuhkan lebih sedikit.
  3. Alat masak tertutup rapat sehingga lebih hiegienis.
  4. Nutrisi makanan terjaga.
  5. Alat mudah dibersihkan.

Saat memasak menggunakan alat presto pastikan membuka tutup ketika panci telah dingin atau hangat karena tutup akan terlempar saat dibuka dalam keadaan panas dan tekanan tinggi.

Teknik Frying

Teknik frying adalah sebutan umum untuk cara memasak menggunakan minyak atau lemak. Ini adalah teknik memasak kering.

Suhu yang didapat dari pemanasan minyak lebih tinggi daripada air, antara 175°C sampai 190°C.

Dengan teknik frying, makanan matang lebih cepat, berwarna keemasan dan renyah.

Selanjutnya ada beberapa tipe menggoreng tergantung jumlah lemak yang digunakan, lama memasak dan tipe alat penggorengan. Berikut ini ulasannya.

Teknik Sauteing

heart.org

Teknik memasak dengan menggunakan sedikit minyak disebut dengan sauteing. Sederhananya kita menyebut teknik memasak satu ini dengan menumis.

Minyak yang digunakan hanya sedikit dalam wajan atau alat lain seperti wajan dadar (frying pan), wajan, atau sauteuse. Minyaknya bisa berupa minyak zaitun, butter atau margarin.

memasak dengan teknik sauteing paling mudah dengan hot pan atau saute pan khusus yang mempunyai dasar luas dan sisi rendah serta mempunyai tangkai. Tangkai berfungsi untuk melakukan tossing (mengayun-ayun tanpa spatula).

Teknik Stir frying

Stir frying merupakan metode menggoreng cepat pada temperatur yang sangat tinggi. wajan yang digunakan lebih dalam daripada wajan saute.

Istilah stir mengacu pada cara memasak yang harus distir atau digoyang-goyangkan agar makanan matang merata.

Sebelum minyak dimasukkan, wajan harus sangat panas. Bahan makanan kemudian dimasak dengan sangat cepat. Teknik memasak stir frying banyak digunakan untuk memasak masakan Cina.

Teknik Shallow Frying

Teknik shallow frying merupaka teknik menggoreng dengan menggunakan minyak dangkal. Pada metode ini makanan perlu dibola-balik secara terus menerus agar matang merata.

Teknik shallow frying digunakan untuk menggoreng potongan daging (yang biasanya mahal), telur, ikan dan beberapa gorengan lain.

Teknik Deep Frying

thecookingexpert.com

Apa Saja Teknik Memasak, Teknik memasak deep frying adalah metode menggoreng dengan minyak banyak. Deep frying digolongkan dalam teknik memasak kering.

Teknik memasak ini secara luas digunakan dalam industri pangan untuk membuat potato chips, french fries, nuts, mie instant, dsb.

Deep fryer akan dilengkapi keranjang penyaring sehingga minyak bisa keluar. Selain itu, dengan teknik kita kita tidak perlu membolak-balik makanan karena sudah pasti matang secara merata.

Beberapa bahan makanan akan dilapisi tepung atau panir sebelum digoreng agar renyah dibagian luar dan dalamnya tetap matang namun lembut.

Teknik Baking

Britanicca.com

Teknik memasak yang selanjutnya tergolong panas kering. Teknik panas kering yang pertama adalah baking.

Baking merupakan teknik memasak makanan dengan panas kering oleh konveksi (penghantar) uap udara panas di dalam oven. Oven ada tiga jenis oven api (oven kompor), oven listrik dan oven elektromagnetik (microwave).

Panas pada oven untuk baking ada dua macam, dari bawah dan dari atas. Keduanya membuat maknan matang merata.

Penggunaan teknik baking digunakan secara luas untuk membuat roti, cakes, pastries, pie, tarts, dan quiches.

Baking dapat pula digunakan untuk mengawetkan berbagai bahan seperti herbs, dan buah-buahan untuk keripik.

Teknik Grilling

seriouseats.com

Apa Saja Teknik Memasak, Teknik grilling berbeda dengan baking karena bahan makanan akan secara langsung menyentuh sumber panas. Teknik juga hanya mendapat panas dari sisi bawah saja (tanpa broiling).

Bahan makanan akan ditempatka pada kawat dengan sebelumnya harus dipotong kecil-kecil agar matang.

Sumber panas yang dapat digunakan untuk griling ada tiga yaitu arang kayu, listrik dan gas.

Teknik grilling disebut juga teknik barbecuing

Teknik Roasting

Apa Saja Teknik Memasak, Makanan yang dimasak dengan teknik roasting ditempatkan
pada rak, pan atau ditusukkan pada batang stainless steel yang dapat diputar (rotasi). Selama proses roasting, udara panas di oven dialirkan ke seputar daging dari semua sisi (atas, bawah dan samping).

Secara umum metode roasting digunakan untuk memasak ayam utuh, kambing utuh, babi utuh atau kalkun.

Untuk mendapat penampilan dan rasa yang bagus, dapat dioleskan butter/margarine. Ini juga membuat makanan tetap lembab (tidak kering di bagian luar).

Teknik Smoking

onthewateer.com

Teknik memasak yang terakhir adalah teknik smoking. Teknik smoking seperti namanya memanfaatkan asap sebagai media penghantar panas. Teknik smoking juga termasuk teknik memasak dengan pemanasan kering.

Apa Saja Teknik Memasak, Makanan yang biasa diasapi adalah daging dan ikan. Dengan metode pengasapan makanan akan memiliki aroma khas dan memiliki usia simpan yang lebih lama. Secara komersial makanan yang diasapi juga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Itulah dia 17 teknik memasak yang biasa dilakukan para chef. Akhirnya terimakasih sudah mampir, semoga hari Bunda menyenangkan.:)

Categories
Bahasa Jawa

√97 Cangkriman Bahasa Jawa Beserta Batangan dan Jenisnya

Jika kamu tinggal di Jawa Tengah atau Jawa Timur, maka seharusnya istilah ‘cangkriman’ atau ‘capean’ sudah tak asing lagi. Cangkriman bahasa Jawa ini sering dibacakan anak-anak di waktu senggang.

Cangkriman singkatnya adalah permainan teka-teki yang sudah turun temurun dilakukan.

Uniknya, kalimat-kalimat dalam cangkriman bahasa Jawa tidak ada yang mengajarkan namun berkembang dengan sendirinya. karena perkembangan tersebut, hingga saat ini setidaknya ada empat macam cangkriman.

Nah, karena cangkriman juga masuk kurikulum sekolah, maka tidak ada salahnya jika kita ulas kembali beberapa diantaranya. Mengulas bab cangkriman juga baik untuk melatih konsentrasi dan mengobati nostalgia. 🙂

Cangkriman Yaiku

Singkatnya, cangkriman adalah teka-teki atau game (permainan). Sedikit yang membedakan adalah permainan ini berasal dari kebudayaan tradisional Jawa.

Kata cangkriman asalnya dari kata ‘cangkrim’ yang artinya ‘bedhek, badhe, batang, cape’, yaitu kata-kata sejenis teka-teki.

Sebagai sebuah teka teki, maka orang yang diberi pertanyaan harus menebak apa yang dimaksud dalam teka-teki tersebut.

Penjelasan ini selaras dengan pengertian cangkriman dalam Bahasa Jawa, “cangkriman yaiku unen unen kang isine kudu di bathang utawa di bedhek lan dijawab.”

Permainan cangkriman tidak perlu dipikir dengan keras, apalagi harus meramal, memprediksi atau hitung-hitung seperti pas evaluasi.

Cangkriman ini hanyalah candaan dengan hadiah berupa senyuman tulus jika berhasil menebak.

Selanjutnya, di zaman modern ini tidak masalah jika banyak orang mengatakan cangkriman adalah bualan sia-sia belaka atau komunikasi yang tidak efisien. Hal ini karena, terkadang sebuah senyum kecil yang terjadi adalah pematik untuk lahirnya mental yang sehat.

Nah, terakhir perlu diketahui, ada beberapa contoh cangkriman yang pakem dalam pepak Basa Jawa, namun seperti telah dijelaskan tadi jika cangkriman terus berkembang, maka sampai disini cangkriman ada banyak sekali jumlahnya.

Setelah membahas pengertian ini, kita akan mengetahui fungsi lain dari cangkriman dan macam-macamnya.

Fungsi Cangkriman Bahasa Jawa

Fungsi cangkriman adalah untuk mengisi waktu luang dan mengasah otak. Selain itu di dunia pewayangan cangkriman juga digunakan untuk sayembara dalam beberapa lakon cerita.

Cangkriman ini juga dapat digunakan sebagai syair tembang sehingga lebih kaya. Itulah mengapa ada jenis cangkriman tembang, seperti akan dijelaskan di bawah ini.

Macam Macam Cangkriman dan Contohnya

Ada empat macam cangkriman dilihat dari bentuknya:

  1. Cangkriman pepindhan
  2. Cangkriman wancahan
  3. Cangkriman blenderan
  4. Cangkriman tembang

Cangkriman Pepindhan

Cangkriman Pepindhan yaiku Cangkriman kang ngemu teges pepindahan utawa irib iriban. Artinya, cangkriman pepindhan ialah cangkriman yang mempunyai arti seperti pepindahan.

Pepindahan artinya pengandaian. Pepindhan menyamakan dua objek berdasarkan sifatnya. Untuk mengetahui pepindhan lebih jauh, kamu bisa baca bab pepindhan di artikel sebelumnya.

Contoh cangkriman pepindhan seperti:

Cangkriman bocah cilik nggendong omah, batangane bekicot. Maksudnya adalah teka teki anak kecil menggendong rumah, maka jawabannya adalah siput. Cangkang pada siput diibaratkan rumah. Seperti iku kurang lebih.

Contoh cangkriman pepindhan bahasa Jawa lainnya:

  1. Abang-abang dudu kidang, pesegi dudu pipisan, batangane: batu bata.
  2. Ana titah duwe gulu tanpa sirah, suwe silit nanging ora tau bebuwang, batangane: botol.
  3. Ana kuthuk dilebokne kurungan rapet, kira kira wis ora bisa metu, disediyani pakan lan omben cukup, bareng wis satahun kuthuke ilang, menyang endi?, batangane: dadi pitik.
  4. Ana kewan mapane ing alas. Saben wong mesthi wedi. Bareng digendhong dening manungsa, kewan iku ora medeni maneh, lan ora nyakot manungsa. Apa arane kewan iku? Batangane: celeng.
  5. Ana piranti sabane ing pawon. Bareng ketiban cecak bisa mabur. Batangane: kalo.
  6. Ana tulisan arab, macane saka ngendi?, batangane: saka alas.
  7. Ana gajah numpak becak, ketok apane, batangane: ketok ngapusine.
  8. Ana kapal disawat watu bisa kelem, kira kira gedhe apane, batangane: gedhe ngapusine.
  9. Anake gelungan ibune ngrembyang, batangane: wit pakis.
  10. Bapak Demang klambi abang yen disuduk manthuk-manthuk, batangane: onthong.
  11. Bosok malah enak. Batangane: tempe atau tape.
  12. Bocah cilik blusak blusuk nang kebon, batangane: dom.
  13. Bocah cilik nggendong omah, batangane: bekicot.
  14. Dicakot bongkote sing kalong pucuke, batangane: rokok.
  15. Dijupuki malah dadi mundhak gedhe, batangane joglangan/lobang.
  16. Duwe rambut ora duwe endhas, batangane: jagung.
  17. Dikethok malah tambah dhuwur, batangane: clana.
  18. Emboke diidak idak anake dielus-elus, batangane: andha.
  19. Emboke wuda anake tapihan, batangane: wit pring.
  20. Gajah nguntal sangkrah, batangane: pawon.
  21. Ing dhuwur wayangan, ing ngisor jedhoran, batangane: wong unduh klapa.
  22. Ing ngisor kedhung ing ndhuwur payung, batangane: wong adang sega.
  23. Ing sadhuwuring lawang ana cecak. Yen cecak iku lunga, lawang iku dadi kewan kang bisa mabur. Apa arane kewan iku? Batangane: lawa.
  24. Kayu mati ginubed ula mati, batangane: gasing.
  25. Kebo bule dicancang merang, batangane: buntil.
  26. Lampu apa nek dipecah metu uwonge, batangane: lampu toko sing lagi tutup.
  27. Lawa lima, kalong telu dadi pira?, batangane: wolu.
  28. Ngarep ireng, mburi ireng seng tengah methentheng, batangane: wong mikul areng.
  29. Ora mudhun-mudhun yen ora nggawa mrica sak kanthong , batangane: kates.
  30. Pitik walik saba kebu, batangane: nanas
  31. Pitik walik saba meja, batangane: sulak.
  32. Rasane padha karo jenenge, batangane: sepet.
  33. Sawah rong kedhok galengane mung sitok, batangane: godhong gedhang.
  34. Sega sekepel dirubung tinggi, batangane: salak.
  35. Tibane ngisor digoleki ndhuwur, batangane: gentheng bocor.
  36. Urang sapikul matane pira, batangane: ana 6.
  37. Wis gedhe kok ngguyu tawa, batangane: nangis.
  38. Wit Adhikih woh adhakah; Wit adhakah woh adhikih, , batangane: wit gedhang lan wit bringin.
  39. Wujude kaya kebo, ulese kaya kebo, lakune kaya kebo, nanging dudu kebo, batangane: gudel.
  40. Yeng ibune siji anake loro, yen anake siji ibune loro, yen ibune telu ora duwe anak, batangane: salak.
  41. Yen cilik dadi kanca, yen gedhe dadi mungsuh, batangane: geni.
  42. Yen mlaku sikile loro, yen mandheg sikile sepuluh, batangane: wong bakul sate.

Cangkriman bahasa Jawa ini sengaja tidak diberi keterangan berbahasa Indonesia, agar meskipun telah mendapat jawaban atau batangane cangkriman, kamu masih tetap harus berpikir dan mengatakan,

” Lho kok bisa!?”

Cangkriman Wancahan

Wancah artinya singkat, bisa juga diartikan sebagai singkatan atau akronim.

Cangkriman wancahan yaiku cangkriman kang di jupuk saka wanda wandane tembung.

Sebelumnya perlu diperhatikan, wancahan atau singkatan dalam bahasa jawa selalu menggunakan satu atau dua suku kata terakhir saja. Misalnya kata biyung menjadi yung, wedus menjadi dus.

Wancahan ini sudah pernah dibahas dalam artikel tembung camboran, kamu bisa pelajari kembali.

Pedoman ini, juga sebagai petunjuk untuk menjawab cangkriman bahasa Jawa yang berbentuk wancahan.

Nah, biasanya yang disingkat dalam cangkriman wancahan adalah hal sehari-hari dan akrab di telinga.

Beberapa contoh cangkriman wancahan bahasa Jawa antara lain:

  1. Burnas kopen: bubur panas kokopen.
  2. Buta buri: tebu ditata mlebu lori.
  3. Gerbong tulis: pager kobong watune mendhelis.
  4. Gowang pelot: jagone ana lawang cempene mencolot.
  5. Itik pertis ibu perbeng ijah perlong: tai pitik memper petis, tai kebo memper ambeng, tai gajah memper
    golong.
  6. Kablak ketan: nangka tiba ning suketan.
  7. Kicak ketan: kaki macak iket-iketan.
  8. Langdikum ditasbir: lulang dikum dientas njebibir.
  9. Ling cik tu tu ling ling yu: maling mancik watu, watu nggoling maling mlayu.
  10. Manuk biru: pamane punuk bibine kuru.
  11. Nituk lersure: nini ngantuk diseler susure.
  12. Pak boletus: tapak kebo ana lelene satus.
  13. Pak bomba pak lawa pak piut: tapak kebo amba, tapak ula dawa, tapak sapi ciut.
  14. Pak kenthik: tapak teken sithik.
  15. Pindhang kileng: sapi ning kandhang kaki mentheleng.
  16. Pindhang kutut: sapi mblandhang lukune katut.
  17. Pothel kidi: Tompo cemanthel kaki wedi.
  18. Rangsinyu muksitu: Jurang isi banyu gumuk isi watu.
  19. Segara beldhes: Segane pera sambele pedhes.
  20. Suru bregitu: asu turu dibregi watu.
  21. Surles penen: susur teles pepenen.
  22. Surles pedheg wer-weran: susur teles dipepe nang gedheg jewer-jeweran.
  23. Tuwan sinyo: untu kedawan gusi menyonyo.
  24. Tuwok rawan: untune krowok larane ora karuwan.
  25. Teh Nasgithel: teh Panas, Legi, lan Kenthel
  26. Wit tho yung: yen dijiwit athi biyung.
  27. Wiwawite lesbadhonge: uwi dawa wite tales amba godhonge.
  28. Yu mahe rong, lut mahe ndhut: yuyu omahe ngerong, welut omahe lendhut.
  29. Wiwa wite, lesbadhonge, karwapeke: uwi dawa wite, tales amba godhonge, cikal dawa tipake.

Cangkriman Blenderan

Macam cangkriman bahasa Jawa yang selanjutnya adalah cangkriman blenderan.

Cangkriman blenderan yaiku cangkriman kang awujud plesetan pitakonan kanggo ngecoh lawane.

Artinya, cangkriman blenderan adalah cangkriman yang wujudnya berupa pertanyaan plesetan untuk mengecoh lawan bicara.

Contoh cangkriman blenderan antara lain:

  1. Biru bisane dadi wungu dikapakake? Jawab: digebuk, maksudnya biru adalah babi turu, wungu bukan warna ungu tapi wungu dalam artian ‘tangi’.
  2. Enak endi daging kucing karo daging pitik? Jawab: tidak tahu, karena baik memilih daging kucing atau ayam maka sama saja penjawab pernah makan daging kucing.
  3. Gajah ngidak endhog ora pecah, jawab: maksudnya, yang tidak pecah gajahnya.
  4. Gajah numpak becak ketok apane? Jawab: ketok ndobose
  5. Suru supaya bisa mlayu dikapakake? Jawab: Digebuk, suru maksudnya asu turu.
  6. Wong dodol tempe ditaleni. Jawab: maksudnya, yang diikat bukan orangnya tetapi
    tempenya.
  7. Wong dodol klapa dikepruki. Jawab: maksudnya yang dikepruk bukan orangnya tetapi kelapanya.
  8. Wong mati ditunggoni wong mesam-mesem. Jawab:
    maksudnya yang senyum bukan yang meninggal tetapi yang menunggui.
  9. Wong ketiban duren bakal sugeh pari. Jawab: pari maksudnya paringisan karena kesakitan, bukan pari tanaman padi.
  10. Tulisane arab, macane saka ngendi? Jawab: saka alas, macane tidak diartikan membaca, tapi hewan macan.
  11. Saiki ula-ula ora ana sing mandi. Jawab: ula-ula disini berarti tulang punggung, bukan ulo ular.
  12. Sandhal sing dakgawe iki cap ratu. jawab: ratu maksudnya ra tuku, bukan merk ratu.

Cangkriman Tembang

Sesuai namanya cangkriman tembang adalah cangkriman cangkriman yang terdapat dalam syair tembang Bahasa Jawa.

Bukan hanya tembang Pucung saja, tembang lain seperti Asmarandana, Pangkur dan Kinanthi juga memiliki cangkriman. Berikut ini contoh cangkriman bahasa Jawa dalam tembang:

  • Cangkriman dalam tembang Asmarandana

Wonten ta dhapur sawiji
Tanpa sirah tanpa tenggak
Mung gatraning wetengbae
Miwah suku kalihira
Nging tanpa dlamakan
Kanthaning bokong kadulu
Rumaket ing para priya

Batangane: Clana

  • Cangkriman dalam tembang Kinanthi

Wonten putri luwih ayu
Tan ana ingkang tumandhing
Sariranira sang retna
Owah owah saben ari
Yen rina kucem kang cahya
Mung ratri mancur nelahi

Batangane: Rembulan

  • Cangkriman dalam tembang Pucung

Bapak pucung renteng-renteng kaya kalung
Dawa kaya ula
Pencokanmu wesi miring;
Sing disaba si pucung mung turut kutha

Batangane: Sepur

*Ada banyak sekali contoh cangkriman dalam tembang pucung, kamu dapat mengulasnya kembali di artikel tembang Pucung ( Paugeran, contoh dan fungsinya).

Penutup

Memang bukan hal mudah menjelaskan cangkriman bahasa Jawa menggunakan bahasa Indonesia, karena cangkriman merupakan otak atik bahasa, jadi kami mohon maaf jika banyak penjelasan yang kurang gamblang.

Berkaitan dengan ini, jika ada pertanyaan jangan sungkan tinggalkan di kolom komentar, mari berdiskusi bersama.

Nah, akhirnya sampai disini dulu artikel kita kali ini tentang cangkriman beserta pengertian, macam dan contoh-contohnya, semoga dapat menginspirasi dan mengobati nostalgia kita. Terimakasih.

Categories
Bahasa Jawa

√69+ Contoh Purwakanthi Lengkap (Guru Swara, Sastra dan Lumaksita)

Purwakanthi telah menjadi bagian dari kekayaan sastra jawa selama ratusan tahun.

Purwakanthi sejak dulu digunakan masyarakat sebagai jembatan agar ungkapan yang disampaikan menjadi ringkas, dengan susunan padanan kata bersajak yang pas, sehingga terkesan indah dan tentunya mudah diingat.

Ada tiga macam purawakanthi yang digunakan, yaitu:

1 Purwakanthi Guru Swara
2 Purwakanthi Guru Sastra
3 Purwakanthi Guru Basa/Lumaksita

ketiga purwakanthi ini memiliki ciri khas masing-masing. Selanjutnya, untuk mengetahui lebih lengkap, mari simak uraian seputar purwakanthi berikut ini.

Pengertian Purwakanthi

Menurut bahasa, purwakanthi merupakan gabungan dari dua kata yaitu ‘purwa‘ dan ‘kanthi‘. Purwa artinya awalan, sedangkan kanthi berarti menggandeng atau mengulang. Dari sini, secara harfiah purwakanthi dapat diartikan sebagai ‘mengulang yang telah disebut di awal‘.

Pengertian ini selaras dengan pengertian purwakanthi dalam bahasa Jawa yang berbunyi:

Purwakanthi yaiku gandhenge swara sing mburi karo swara sing wis kasebut ing ngarepe.

Sebagai contoh dalam purwakanthi guru swara yang berbunyi “Ana awan, ana pangan” terdapat persamaan bunyi ‘an’ pada kata awan dan pangan. Maksud dari purwakanthi ini adalah “jika masih ada hari , pasti ada rejeki”.

Sebenarnya, selain dalam sastra Jawa, penggunaan rima atau alunan bunyi yang sama pada beberapa kata juga digunakan dalam sastra Sunda. Keduanya sama, digunakan untuk membuat pantun dan paribahasa yang biasanya berisi petuah kehidupan.

Dengan menggunakan rima dalam purwakanthi, proses memberi petuah dan menyindir dapat dilakukan sekaligus. Pendengar akan cepat menangkap maksudnya, karena kalimatnya yang pendek, bahasa yang relatif mudah dimengerti dan disampaikan secara halus sambil bercanda.

Purwakanthi masih digunakan masyarakat Jawa sampai sekarang, jadi jika kamu ingin tahu seperti apa, cobalah bercakap dengan mereka 🙂

Macam Macam Purwakanthi

Setelah mengetahui pengertian purwakanthi, sekarang mari kita belajar tentang macam-macam purwankanthi.

Seperti telah dijelaskan di atas, purwakanthi ini dibagi menjadi tiga yaitu purwakanthi guru swara, guru sastra dan guru basa atau lumaksita.

Pembagian ini dilakukan agar materi purwakanthi lebih mudah dipahami.

Selanjutnya, mari kita bahas satu-persatu tiga nacam purwakanthi ini dengan menyertakan pengertian dan contohnya.

Purwakanthi Guru Swara

Purwakanthi guru swara adalah jenis purwakanthi yang ditandai dengan adanya persamaan bunyi huruf vokalnya.

Pengertian singkat dalam Bahasa Jawa, Purwakanthi guru swara yaiku purwakanthi ingkang runtut ing swarane.

Huruf vokal ini dapat berupa vokal a, i, u, e dan o. Contohnya kata ” kapok lombok” keduanya mempunyai padanan vokal ‘o’.

Contoh ukara yang termasuk purwakanthi guru swara:

  1. Adigang, adigung, adiguna.
  2. Ana awan, ana pangan
  3. Ana bungah, ana susah iku wis lumrah
  4. Ana dina ana sega
  5. Anak polah bapa kepradah
  6. Asu belang kalung wang
  7. Asu gedhe menang kerahe
  8. Becik ketitik, ala ketara
  9. Becik ketitik, ala ketara.
  10. Cecak nguntal cagak
  11. Cecak nguntal empyak
  12. Ciri wanci lelai ginawa mati
  13. Dahwen ati open
  14. Desa mawa cara negara mawa tata
  15. Durung pecus keselak besus
  16. Esuk dhele sore tempe
  17. Gelem obah, mesthi mamah.
  18. Giri lungsi, jalma tan kena ingina
  19. Gliyak-gliyak tumindak, sareh pikoleh
  20. Inggah-inggih ora kepanggih
  21. Jujur agawe Makmur.
  22. Kebat kliwat, gancang pincang
  23. Kegedhen empyak kurang cagak
  24. Kepengen mujur tur malah ajur.
  25. Kumenthus ora pecus
  26. Lambe satumang kari samerang
  27. Maju tatu mundur ajur
  28. Ngalah nanging oleh
  29. Ora ngedan, ora keduman.
  30. Ora obah ora mamah.
  31. Sabar sareh mesti pikoleh
  32. Sabaya pati sabaya mukti
  33. Sing gelem ngalah bakal luhur wekasane
  34. Sing salah kudu seleh
  35. Sing weweh bakal pikoleh
  36. Thengak-thenguk, nemu kuthuk.
  37. Tiwas sayah, ora paedah.
  38. Witing tresna jalaran saka kulina
  39. Yen krasa enak aja njur lali anak, lali bojo, lali tangga, lali kanca
  40. Yen menang, aja njur sewenang wenang

Purwakanthi Guru Sastra

Purwakanthi guru sastra yaiku purwakanthi ingkang runtut ing sastra utawa tulisane.

Purwakanthi guru sastra dapat ditandai dengan penggunaan huruf konsonan yang sama. Contohnya seperti dalam tembung purwakanthi “tata titi titig tatag” mempunyai huruf konsonan yang identik yaitu huruf ‘T’.

Contoh purwakanthi guru sastra antara lain:

  1. Aja dhemen memada, dhateng sapadhaning dumadi.
  2. Babat, bibit, bobot, bebet
  3. Garang nanging garing.
  4. Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani
  5. Kala kula kelas kalih, kula kilak kalo kalih kuli-kuli kula, kalo kula kéli, kali kilén kula, kalo kula kampul-kampul, kula kelap kelip kala-kala keling-keling
  6. Katula-tula ketali.
  7. Laras, lurus, leres, laris.
  8. Makuta, makuti, makuten.
  9. Ruruh, rereh, ririh ing wewarah.
  10. Sing sapa salah bakale seleh
  11. Sing weweh bakal wuwuh.
  12. Sluman, slumun, slamet.
  13. Taberi nastiti lan ngati-ati, mesthi bakal dadi
  14. Tarti tata-tata, ate metu turut ratan, diutus tuku tahu tempe dhuwite kertas telung atus
  15. Tata tertib tartamtu tentrem.
  16. Tata titi tutug tatug, tanggung jawab.
  17. Tata, titi, tentrem.
  18. Tatag, teteg bakal tutug.
  19. Tatune methunthung mentheng-mentheng.
  20. Tindak, tanduk lan tutur kang kalantur, ramtu katula-tula aktali, bakal kacatur, katuruh, kapatuh lan dadi awon.

Purwakanthi Guru basa / Purwakanthi Lumaksita

Lumkasita dalam bahasa Indonesia mempunyai arti berjalan. Dikatakan demikian karena dalam purwakanti ini ada kata yang berpindah (berjalan) atau berulang. Artinya ada kata yang telah disebut di depan, lalu diulang kemali di bagian selanjutnya.

Purwakanthi guru basa/lumkasita yaiku purwakanthi kang adhedhasar runtute tembung sing ana ngarep karo tembung sing ana mburine.

Contoh purwakanthi guru basa/lumkasita:

  1. Kepingin tuku buku, bukune wis entek.
  2. Nemu kembang, kembange wangi, wangine gawe keblinger.
  3. Kejaduk tembok, temboke sing warna biru, birune kaya langit.
  4. Bayem ardha, ardhane ngrasuk busana
  5. Witing klapa, klapa mudha saumpama
  6. Carang wreksa, wreksa wilis tanpa patra
  7. Begja-begjane kang lali, isih begja kang eling lawan waspada
  8. Bung–bung pait bung pait kuwihe maha, maha-maha lintrik cah cilik digondhol kirik, kirik-kirik belang nyang pawon kesiram wedang, wedang–wedang bubuk kemriyuk gulane remuk
  9. Timun lonte, tela landa, ndemok asu, sugih utang, tanggal siji, jimantolo

Contoh Ukara Purwakanthi Guru Swara lan Guru Basa

Berikut ini beberapa contoh penggunaan purwakanthi guru swara dan guru basa dalam pembuatan ukara atau kalimat.

  • Jaman saiki golek jodho ora bisa ngawur, kudu didheleng babat, bibit, bobot, bebete.
  • Anggonmu golek rejeki aja brangasan, sing penting sluman, slumun, slamet.
  • Wong ngalah, durung mesti kalah, sapa ngerti ngalah nanging oleh?
  • Budi iku pancen ndablek ditimbali biyunge inggah-inggih nanging ora kepanggih.
  • Dadi kowe temenan dadi kepala desa? iling yo yen menang, aja njur sewenang wenang.
  • Olehmu merantau ing kutha sing ati-ati, desa mawa cara negara mawa tata.
  • lsp

Akhirnya, terimakasih telah mampir dalam artikel purwakanthi ini, semoga dapat memberi manfaat.

Categories
Bahasa Jawa

√75+ Contoh Wangsalan Beserta Jenis dan Penjelasannya

Contoh Wangsalan Beserta Jenis – Sebagai pembuka, orang Jawa (dulu) seringkali menggunakan perumpamaan atau lambang dalam berbagai segi kehidupan.

Contoh kasus seperti ketika mengadakan upacara, dalam pertunjukan seni (tari, wayang, tembang), dalam pembangunan rumah atau bahkan dalam percakapan sehari-hari.

Salah satu jenis perumpamaan yang seru dan sering digunakan dalam percakapan atau pachelaton adalah wangsalan.

Dikatakan seru, karena wangsalan bentuknya berupa teka teki yang harus dijawab. Sedangkan untuk menjawabnya kamu harus tahu banyak tentang tembung aran seperti arane anak kewan, arane woh lan pentil, isi dan seterusnya.

Bukan hanya itu, kamu juga harus tahu jenis wangsalan yang ditujukan ke kamu, karena cara menebak isi wangsalan akan tergantung jenisnya.

Nah, jika kamu penasaran , se-seru apa wangsalan ini, yuk simak bersama penjelasan di bawah ini. 🙂

Pengertian Wangsalan

Berikut ini pengertian wangsalan menurut Wikipedia bahasa Jawa.

Wangsalan yaiku unen-unen cangkriman nanging iku dibatang (dibedhèk) dhéwé. Ukarané ora persis nanging mèmper waé. Wangsalan ana kang awujud ukara selarik, bisa uga awujud tembang.

(Wangsalan adalah bentuk cangkriman yang ditebak sendiri (oleh pemberi wangsalan). Kalimatnya tidaklah persis, hanya mirip-mirip (suku katanya) saja. Wangsalan ada yang berbentuk sebaris kalimat, ada juga yang berupa tembang (nyanyian).

Sumber lain mengatakan definisi wangsalan, Wangsalan yaiku unen-unen utawa tetembungan kang saemper cangkriman, nanging batangane (wangsulane) wis sinandi ing wanda-wandaning tembung-tembung.

Menebak isi wangsalan (teges wangsalan) adalah hal yang seru dan dapat dilakukan saat waktu luang berkumpul dengan teman.

Nah, berikut ini contoh wangsalan dalam pacelathon (percakapan sehari-hari) yang paling gampang.

  • Njenang gulo lho, aja lali. ( Jenang gula: glali)
  • Balung klapa, ethok-etok ora ngerti. ( Balung klapa: bathok)
  • Balung janur, sida lunga apa ora? (Balung janur: sada)

Pada akhirnya satu wangsalan dapat dibedah menjadi tiga bagian. Contohnya wangsalan “njanur gunung, kadingaren mara rene” akan didapat tiga bagian berupa:

  1. Wangsalan : njanur gunung
  2. Batangan : aren
  3. Tebusan : kadingaren

Nah, selain wangsalan pacelathon seperti contoh di atas, ada juga jenis wangsalan lain yang sedikit rumit, berikut ini penjelasan dan contoh-contohnya.

Jenis Jenis Wangsalan

Wangsalan Lamba

Wangsalan lamba yaiku jenise wangsalan kang amung ndueni isi batangan utowo tebusan siji. Artinya, wangsalan lamba adalah jenis wangsalan yang hanya mempunyai isi teka teki satu objek.

Wangsalan ini terdiri atas satu baris. Bagian pertama adalah teka teki, disusul bagian kedua berupa jawaban dari teka teki tersebut.

Tuladha wangsalan lamba:

  1. Pindang lulang, kacek apa aku karo kowe. (Pindhang lulang = Krecek)
  2. Jenang gula, kowe aja lali. (Jenang gula : Gulali)
  3. Sekar aren, rawuhipun sampun dangu-dangu. (Sekar aren: dangu)
  4. Njanur gunung, kadingaren. (Janur gunung: Aren)
  5. Mbalung klapa, geleme mung ethok-ethokan. (Mbalung Klapa : Batok)
  6. Mbalung janur, paring usada nggonku n andhang wuyung. (Balung janur: Sada)
  7. Reca kayu, goleka kaweruh rahayu. (Reca kayu: Golekan)
  8. Ngembang garut, nggremeng ora karuwan. (Kembang garut: gremeng)
  9. Ngembang kacang, mbesengut ora kalegan.(Kembang kacang: besengut)
  10. Kembang jambu, kemaruk duwe dolanan anyar. ( Kembang jambu: karuk )
  11. Roning mlinjo, sampun sayah nyuwun ngaso. (Roning mlinjo: so).
  12. Klapa mudha, yen kalegan paringa apura. (Klapa mudha: degan)
  13. Kembang gembili, seneng-seneng oleh rejeki. ( Kembang gembili: seneng)
  14. Witing klapa jawata ing ngarcapada, salugune wong mudha gelem rekasa. (Witing klapa : glugu )
  15. Mbok aja nglemah bengkah, nyela-nyela wong tuwo. ( Nglemah bengkah: tela)
  16. Gayung sumur, aja kemba aja mundhu. (Gayung sumur: Timba)
  17. Nggodong garing, esuk-esuk kok wis nglaras. (Godhong garing: Klaras)
  18. Mbalung geni, mbak menawa aku bisa teka. (Balung geni: Mawa)
  19. Balung pakel, aja seneng alok-alok! (Balung pakel: Pelok)
  20. Bayem arda, dhasar anteng kang adi luhung. (Bayem arda: Lanteng)
  21. Kukus gantung, sawangan kang adi luhung. (Kukus gantung: sawang)
  22. Kancing gelung munggweng dadha, titenana! (Kancing gelung: Peniti)
  23. Yen ora nesu, geneyo kowe kok mentil kacang, mrengut terus. (Mentil kacang: sungut)
  24. Nyaron bumbung, nganti cengklungen nggonku nggenteni. (Saron bumbung: angklung)
  25. Ngrokok cendhak, bocah cilik ora kena neges-neges. (Rokok cendhak: tegesan)
  26. Balung jagung, punika sampun dados tanggel jawab kula. (Balung jagung: janggel)
  27. Jangan gori, nganti judheg anggonku mikir. (Jangan gori: gudheg)
  28. Kendhil dawa, enggal ditandangi. (Kendhil dawa: dandang)
  29. Mutra bebek, kawit mau mung wira-wiri wae. (Mutra bebek: meri)
  30. Mrica kecut, yen mung muni pancen gampang. (Mrica kecut: wuni)
  31. Sarung jagung, abot entheng tak lakonane. (Sarung jagung: klobot)
  32. Wohing tanjung, becik njunjung bapa biyung. (Woh tanjung: kecik)
  33. Kapi jarwa, dak pethek mangsa wurunga. (Kapi jarwa: kethek)
  34. Mina galak ing samodra, bacutna gunemmu Kang Gareng. (Mina galak ing samodra: iwak cucut)
  35. Petis manis, ngucapna tembung sing manis. (Petis manis: kecap)
  36. Pring dhempet, kowe teka mrene kok ora kandha-kandha! (Pring dhempet = andha)
  37. Babal bunder manglung kali, lho, patrapmu kok kaya mangkono! (Babal bunder: elo)
  38. Kepiting kang sobeng rawa, nguswaraganta wong ayu. (Kepiting kang saba ana ing rawa: yuyu)
  39. Dom jala, coba aku kandhanana! (dom jala: coba)
  40. Baligo amba godhonge, kudu santoseng kalbu. (Baligo amba godhonge: labu)
  41. Carang wreksa, nora gampang wong mengku nagara. (Carang wreksa: pang)
  42. Cecangkok wohing kalapa, ugemana kang dadi pathoking urip. (Cangkok kalapa = bathok )
  43. Bremara wismeng bantala, kawula badhe caos atur. (bremara wismeng bantala = tawon tutur)
  44. Witing pari, kok amen muleh leh kerjo? (witing pari: damen)
  45. Masjid alit, aja sok nglanggar aturan! (Masjid alit: langgar)

Wangsalan Rangkep (Camboran)

Jenis wangsalan yang kedua adalah wangsalan rangkep (camboran).

Wangsalan rangkep yaiku wangsalan kang isi batangane punjul siji.

Wangsalan rangkep adalah wangsalan yang isi teka-tekinya lebih dari satu.

Bentuk wangsalan ini terdiri atas dua kalimat. Kalimat pertama adalah isi wangsalan dan yang kedua berissi batangane (jawabannya).

Contoh wangsalan rangkep:

  1. Tengareng prang, andheging riris, kudu teteg lan kudu terang ing pikir. (Tengara perang: keteg , andeging riris: terang)
  2. Bayem arda, ardane ngrasuk busana, mari anteng besuse saya katara. (Bayem arda: lateng, ardane ngrasuk busana: besus)
  3. Sri Maha Jawata Katong, andaka wulune rekta, jroning nendra gung kaepi. (Ratune para jawata: Bathara Endra, andaka wulune rekta: sapi)
  4. Bale nata rondon pari, paran margane wak mami. (bale nata = pagelaran, rondon pari = dami)
  5. Carang wreksa kawi wuwus, panggya andika kusuma. (Carang wreksa: pang , wuwus: ngendika)
  6. Jenang sela wader kalen sesonderan, apuranta yen wonten lepat kawula. (Jenang sela: apu, wader kalen: sepat)
  7. Sayeng kaga kaga kresna mangsa sawa, wong susila lagake anuju prana. (sayeng kaga: kala, kaga kresna mangsa sawa: manuk gagak)
  8. Mamet tirta, tirta jawah jro katiga, suka lila lebur luluh labuh praja. (Memet tirta: Ngangsu, tirta jawah jro katiga: labuh)
  9. Tapas aren, aren arab wijilira tindak tanduk, nora ninggal tata krama. (Tapas aren: duk, Aren arab wijilira: Kurma)

Wangsalan Memet

Wangsalan memet adalah jenis wangsalan yang sedikit rumit. wangsalan memet harus diartikan sebanyak dua kali.

Wangsalan memet yaiku wangsalan kang carané nggoleki batangane sarana ngoceki maksuding tetembungane ambal ping pindho.

Contoh kasus seperti dalam tuladha wangsalan di bawah ini.

“Uler kembang, yèn trima alon-alonan”

  • Pembahasan pertama: Uler kembang maksudnya adalah hewan lintah.
  • Pembahasan kedua: Suku kata “li” dalam kata lintah, dihubungkan dengan kata “tali”.
  • “Tali” dianggap mempunyai arti “alon-alonan”.
  • “Alon-alonan” bisa diartikan sebagai “Satitahe”. Kata satitahe artinya melakukan pekerjaan dengan perlahan tanpa ada paksaan.

Wangsalan Padinan

Wangsalan padinan adalah wangsalan rakyat yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Wangsalan padinan biasanya tidak perlu dibedah isi teka-tekinya, karena orang-orang yang mendengarkannya dianggap sudah memahami isinya.

Contoh wangsalan padianan seperti dalam kutipan percakapan berikut ini.

“Wong kae sajatine wis krungu kandhaku, nanging njangan gori. Gori iku mathuke digudhèg.”

Wangsalan Mawa Paungeran Tartamtu

Mawa paungeran 4 wanda + 8 wanda

Wanda artinya suku kata. Wangsalan dengan 4 suku kata ditambah 8 suku kata terdapat dalam wangsalan lamba.

Bagian pertama terdiri dari 4 suku kata sebagai isis wangsalan dan bagian kedua 8 suku kata sebagai batangan atau isis tebakannya.

Contohnya: Reca kayu, golek kawruh rahayu.

Mawa paungeran (4 wanda + 8 wanda) X 2 = 24 wanda

Yang termasuk wangsalan ini dalah wangsalan rangkep.

Contohnya:

Sayuk rukun, wulang wido mangsa rowang = 4 wanda + 8 wanda

Sayektine, wit saking bondho kawula = 4 wanda + 8 wanda

Wangsalan Edi Peni

 Contoh Wangsalan Beserta Jenis, Ciri-ciri dan sekaligus sebagai paugeran wangsalan edipeni adalah sebagai berikut:

  • Terdiri atas dua kalimat dan dua baris.
  • Setiap kalimat terdiri atas 4 suku kata + 8 suku kata.
  • Kalimat pertama adalah isi wangsalan, sedang yang kedua adalah isi teka-tekinya.
  • Menggunakan purwakanthi guru swara di setiap akhir kalimat

Contoh wangsalan edi peni:

Tepi wastra, wastra kang tumrap mustaka. (Kemada, iket) Mumpung mudha, nggegulanga ngiket basa.

Wangsalan kang Sinawung Ing Tembang

 Contoh Wangsalan Beserta Jenis, Jenis wangsalan yang terakhir adalah wangsalan yang ada di dalam tembang. wangsalan ini dimasukkan dalam tembang yang dinyanyikan pesindhen.

Jika wangsalan masuk ke dalam sebuah tembang, jumlah suku kata dan guru swara harus mengikuti tembangnya.

Contoh wangsalan dalam tembang seperti dalam tembang sinom berikut ini.

Edane wong keneng guna,

ambatik sinambi nangis,

malam wuntah balabaran,

geni mati muring-muring,

prembenahan mbrebes mili,

gawangan sinendhal putung,

ya talah ta si kakang,

puluh-puluh awak mami,

petis manis wis kudu dadi pocapan.

Cara Membuat Wangsalan

Selain tuladha wangsalan di atas, kamu juga bisa membuat wangsalan sendiri.

Caranya adalah dengan mengarang isi teka-tekinya terlebih dahulu baru kemudian pertanyaan teka tekinya. Isi teka-teki di taruh di belakang diawali dengan pertanyaannya lebih dulu.

Akhirnya pembahasan tentang contoh wangsalan beserta jenis dan penjelasannya ini selesai. Terimakasih sudah mampir, semoga bermanfaat.

Categories
Bahasa Jawa

√125 Contoh Tembung Entar (Pengertian, Teges dan Contoh Ukara)

Tembung entar – kali ini masih di edisi tembung-tembung dalam Bahasa Jawa. Ini adalah edisi ke tujuh dan akan membahas tembung entar.

Tembung entar telah memberikan kontribusi kekayaan bahasa. Ada banyak sekali tembung entar dalam bahasa Jawa, begitu juga dengan tembung entar yang berunsur nama bagian tubuh manusia. Penggunaan tembung entar memiliki fungsi estetika serta alasan.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut, ayo simak bersama pembahasan tembung entar di bawah ini.

Tembung Entar Yaiku

Tembung entar dalam bahasa Jawa merupakan kata yang memiliki arti bukan sebenarnya. Balam bahasa Indonesia, tembung entar ini seperti halnya ungkapan kiasan.

Tembung entar yaiku tembung silihan kang ora kena ditegesi mung sawantahe bae. Tembung entar iki iso kedadean saka loro tembung utawa luwih kang digabung.

Artinya, tembung entar adalah kata pinjaman yang tidak bisa dimaknai dengan makna seadanya. Tembung entar tercipta dari dua kata atau lebih yang kemudian digabung.

Entar sendiri dari sisi bahasa berarti silih atau ampil, yang berarti meminjam. Meminjam makna maksudnya.

Misalnya seperti ini, kata adus (mandi) yang kita tahu adalah adus banyu (mandi air). Namun dalam tembung entar, kata adus akan dipinjam dan disandingkan dengan kata kringet (keringat). Jika sudah begini, bukan mandi keringat secara harfiah lagi, tapi maknanya adalah kerja keras.

Bukankah jika bekerja keras akan mengeluarkan banyak keringat? 🙂

Bukan adus keringet saja, masih ada ratusan tembung entar dalam bahasa Jawa, seperti yang tertulis dalam pepak Basa Jawa. Ini adalah tugas kita semua untuk mempelajari dan menggunakan tembung entar dan artinya.

Kamu juga bisa membuat tembung entar sendiri, misalnya ganteng sifatnya yang berarti baik hati. hehehe.

Fungsi Tembung Entar

Dalam kemasyarakatan orang Jawa, banyak sekali istilah kata yang diambil dari kata-kata kiasan. Hal seperti ini sesuai dengan karakter masyarakat Jawa yang kita tahu sangat menjujung tinggi adab ewuh pakewuh (sungkan), sehingga dalam berdialog baik dengan yang lebih muda, sepadan atau lebih tua sering menggunakan kata kiasan atau tembung entar ini.

Tembung entar membuat hal tersurat menjadi tersirat.

Dengan memilih kata kiasan, perasaan sungkan dan tidak enak dapat dihindari namun, pesan yang dimaksud tetap tersampaikan dengan baik.

Itulah orang Jawa dan segala sopan santunnya. 🙂

Ciri-Ciri Tembung Entar

Sebenarnya kita tidak membutuhkan ciri-ciri tembung entar. Ini karena jika kita jeli tembung entar yang tersisip dalam bacaan atau perkataan orang sangat mudah dikenali. Seperti ini klu-nya:

  • Biasanya terdiri atas dua kata.
  • Jika dimaknai secara apa adanya akan menimbulkan arti yang aneh atau bahkan tidak masuk akal sama sekali.
  • Mengandung satu kata sifat dan satu objek. Contoh sifatnya seperti abang, amba, ala dst. Objek bisa berupa kupinge, basane, rambute dst.
  • Biasanya tidak digunakan untuk bacaan anak-anak.

Contoh Tembung Entar lan Tegese

A

  1. Abang kupinge tegese nesu banget.
  2. (ng)abangke kuping tegese gawe nesu
  3. abang abang lambe tegese ora temenan, mung lelamisan
  4. abang raine tegese nandhang isin (wirang)
  5. adol ayu tegese ngendelake ayune
  6. adol bagus tegese ngendelake baguse
  7. adol gawe tegese ngatonake penggaweyane
  8. adol kringet tegese nyambut gawe
  9. adol kwanen tegese ngendelake kwanene
  10. adol krungon tegese golek golek warta/kabar
  11. adol sendhe tegese adol barang menyang gadhen
  12. adol umbag/umuk tegese akeh omonge, ning ora ana nyatane
  13. adus getih tegese tatune nemen banget
  14. adus kringet tegese nyambut gawe, abot banget
  15. adus luh tegese nemen anggone nangis
  16. akeh sandhungane tegese akeh alangane
  17. ala jenenge tegese kurang dipercaya
  18. ala kandhutane tegese ala watake
  19. ala tembunge tegese tembunge kasar/saru
  20. alus tembunge tegese kepenak dirungokake
  21. amba jangkahe tegese bisa ikhtiyar mrana-mrana
  22. apus krama tegese dibujuki/diapusi cara alus
  23. asor budine tegese bebudene ala
  24. asor yudane tegese kalah
  25. ati dhondhong tegese atine ala
  26. atine ana wulune tegese atine ala/dengki

B

  1. (m)balang liring tegese nglirik mripat
  2. bau suku tegese abdi/batur
  3. bau tengen tegese wong kang dipercaya
  4. bening atine tegese sumeh
  5. (m)buang sangkal tegese ngilangi/mbuang apes
  6. (m)bukak wadi tegese ngandhakake wewadine
  7. (m)buang tilas tegese nutupi tumindake sing ala

C

  1. cagak lek tegese camilan supaya betah melek
  2. cagak urip tegese kanggo nyukupi kebutuhan uripe
  3. cancut taliwanda tegese tandang gawe
  4. cangkem gatel tegese seneng ngrasani/nggunem
  5. cedhak umure tegese gelis mati
  6. cepak jodhone tegese gelis oleh jodho
  7. cepak rejekine tegese gampang oleh rejeki
  8. cilik atine tegese kuwatir/wedi
  9. cupet atine tegese gampang nesu
  10. cupet budine tegese ora bisa nggayuh kautaman
  11. cupet jangkahe tegese ora bisa golek sarana
  12. cupet nalare tegese ora bisa mikirake werna-werna
  13. cupet pangandele tegese ora percaya

D

  1. dadi gawe tegese ngrepotake
  2. dawa-dawa uja tegese perkara kang ora uwis uwis
  3. dawa tangane tegese seneng nyolong jupuk
  4. (n)dhedher kautaman tegese nandur kebecikan
  5. dhuwur atine tegese gumedhe
  6. dhuwur pangkate tegese dadi wong pangkat/panguwasane

E

  1. empuk rembuge tegese guneme enak dirungokake
  2. entek atine tegese keweden/kuwatir banget
  3. entheng sanggane tegese ora rekasa
  4. entheng tangane tegese seneng tandang gawe

G

  1. (ng)gadho ati tegese gawe susah ati
  2. gantung kepuh tegese sandhangane ora tau ganti
  3. (ng)gantung untu tegese selak kepingin mangan
  4. gedhe atine tegese tatag; ora kuwatir
  5. gedhe endase tegese sombong (kemlungkung)
  6. gedhe omonge tegese umuk ora ana nyatane
  7. gedhe tekade tegese ora gampang pasrah
  8. (ng)gedhekake puluk tegese ora ana prihatine
  9. (ng)gegem tangan tegese kesed nyambut gawe
  10. gilig rembuge tegese rembugane pasti/mesti
  11. gilig tekade tegese tekade ora bakal mundur
  12. (ng)gilud kawruh tegese golek ilmu kanthi mempeng
  13. golek slamet tegese ati-ati supaya ora cilaka
  14. golek urip tegese nyambut gawe nggo nyukupi butuhe

I

  1. idu geni tegese omongan tansah kelakon
  2. ilat mati tegese ora bisa ngrasakake
  3. ilang klilipe tegese ilang mungsuhe

J

  1. jakalara tegese rikala nom-e rekasa
  2. jembar dhadhane tegese sugih pangapura; sabar banget
  3. jembar kawruhe tegese akeh ngilmune
  4. jembar kubure tegese mlebu swarga
  5. jembar polatane tegese sumringah
  6. jembar segarane tegese sugih pangapura; sabar
  7. jero kawruhe tegese akeh ngilmune; pinter

K

  1. kadalu warsa tegese kasep; wis kliwat
  2. kandel kulite tegese digdaya; sekti
  3. kandel kupinge tegese ora nggugu pitutur
  4. kaku atine tegese tansah ora sarujuk/sulaya
  5. kasar tembunge tegese tembung saru
  6. katon dhadhane tegese wani adu arep
  7. kegugah atine tegese sadar/eling
  8. kelepetan ala tegese katut ala
  9. kembang lambe tegese tansah digunem kebecikane
  10. kakehan tangan tegese kakehan sing nyandhak
  11. kembang urip tegese lelakone wong urip werna-werna
  12. kena tinenga-tenga tegese kena disambati
  13. kenceng karepe tegese kekarepane kudu keturutan
  14. kenceng tekade tegese tekade ora bakal mundur
  15. kulak warta tegese golek kabar/warta
  16. kuwat drajat tegese cocok dadi pemimpin/panguwasa
  17. kuwat isin tegese mblebes ora isinan
  18. kuwat mangan tegese mangane akeh

L

  1. lambe tipis tegese criwis/akeh omonge
  2. landhep dhengkul tegese kethul banget
  3. landhep pikirane tegese pinter banget; gampang ngerti
  4. lara ati tegese serik atine
  5. lara ayu tegese lara cacar
  6. lara owah tegese edan; gendheng
  7. larang pangan tegese paceklik
  8. lobok atine tegese sabar
  9. luhur budine tegese kelakuane becik/apik
  10. luhur drajate tegese dadi wong pangkat/panguwasa
  11. lurus lakune tegese jujur
  12. lumah tangan tegese ora gelem cawe-cawe
  13. lunyu ilate tegese guneme mencla-mencle

M

  1. manis eseme tegese esem ngresepakake ati
  2. manis rembuge tegese guneme nyenengake ati
  3. mara tangan tegese seneng gawe lara/milara
  4. masa bodhoa tegese pasrah
  5. mata dhuwitan tegese srakah marang dhuwit
  6. mata loro tegese mangro tingal
  7. mateni pangane tegese gawe ilang panguripane
  8. mateng kawruhe tegese mumpuni; kawruhe wis tutug
  9. mateng rembuge tegese guneme wis disarujuki
  10. mati sandhang pangane tegese ilang dalane golek panguripane
  11. mati raga tegese prihatin; tapa, tirakat
  12. medhot dalan tegese ora diterusake
  13. metani lupute tegese nggoleki salahe
  14. meres kringet tegese nyambut gawe mempeng
  15. meres pikir tegese temenan anggone mikirake
  16. mogel ilate tegese mangan sing sarwa enak
  17. mogol sinaune tegese ora tutug sekolahe
  18. murang tata tegese kurang ajar, ora duwe duga

N

  1. nandhang sungkawa tegese lagi susah
  2. nandur kebecikan tegese gawe kebecikan
  3. ngadu wuleding kulit tegese adu kekuwatan
  4. ngangsu kawruh tegese golek ngelmu/meguru/sekolah
  5. ngatonake siyunge tegese nuduhake kekuwatane/ kuwanene
  6. ngatonake dhadhane tegese umuk, sumbar
  7. ngekep dhengkul tegese nganggur ora nyambut gawe
  8. ngendhaleni hawa napsu tegese nyegah kekarepan ala
  9. ngepuh kringet tegese nyambut gawe mempeng
  10. ngemut driji tegese ora oleh apa-apa
  11. nyolok mata tegese ketara banget

O

  1. oleh ati tegese disenengi
  2. oleh gawe tegese kaleksanan
  3. oleh wirang tegese kisinan
  4. oleh lara tegese kalaran
  5. ora duwe ati tegese kuwatir banget, weedi
  6. ora melek tegese ora ngerti
  7. ora ngundhuh tegese ora oleh apa-apa

P

  1. padhang dalan tegese mlebu swarga
  2. padhang hawa tegese lair ing donya
  3. padhang langite tegese seneng
  4. padhang pikire tegese lega seneng
  5. padhang ulate tegese sumeh
  6. pait getire urip tegese warna-warna lelakone wong urip
  7. pait lelakone tegese urip rekasa
  8. panas atine tegese nesu banget
  9. pecah pamore tegese wis ngancik diwasa
  10. pecah pikir tegese wiwit bisa golek srana
  11. pedhes rembuge tegese guneme gawe serik
  12. perih atine tegese susah banget
  13. peteng atine/pikire tegese susah
  14. pingget atine tegese serik
  15. pulih getihe : pak-puk, ora kalah ora menang
  16. puput yuswa : mati, seda

R

  1. rai gedheg tegese ora duwe isin
  2. (ng)rengga praja tegese njaga negara
  3. (ng)rengga salira tegese dandan/macak
  4. runtuh atine tegese tuwuh welase
  5. rupak atine tegese cugetan/ora gampang ngapura
  6. rupak jagade tegese judheg; ora bisa mrana-mrana

S

  1. sabuk gelang tegese sawahe akeh banget
  2. sepi kawruh tegese bodho/ora duwe ilmu
  3. sepi pamrih tegese ora duwe pamrih
  4. seret rejekine tegese ora gampang golek rejeki
  5. sesak dhadhane tegese mangkel/anyel
  6. sumpeg atine tegese susah/sedih

T

  1. tadhah kalamangsa tegese dipangan
  2. tadhah udan tegese lirangan gedhang sing dhuwur dhewe
  3. tatu atine tegese serik banget
  4. tanpa tilas tegese entek blas
  5. tipis lambene tegese criwis, seneng nggunem wong liya
  6. thukul pikire tegese nduwe akal
  7. thukul turune tegese nduwe anak

U

  1. udan tangis tegese akeh sing padha nangisi
  2. ulat peteng tegese katon nesu
  3. ulat manis tegese sumeh
  4. utang lara tegese tau nggawe laran wong liya
  5. utang nyawa tegese tau nggawe patine wong liya
  6. utang pati tegese tau nggawe patine wong liya
  7. utang wirang tegese tau nggawe wirange wong liya

W

  1. walang ati tegese sumelang/kuwatir
  2. wani mati tegese nekad/kendel banget
  3. wani silit wedi rai tegese ora wani terang-terangan
  4. weteng kadit tegese dremba/ora tampikan
  5. weteng karet tegese panganane akeh
  6. wedi getih tegese jirih/ora wani
  7. wedi kangelan tegese lumuh/kesed

Contoh Kalimat Tembung Entar

Sama dengan tembung garba, soal ujian untuk tembung entar biasanya siswa disuruh untuk mencari arti atau teges tembung entar atau kalau tidak begitu disuruh untuk membuat contoh kalimat yang mengandung tembung entar.

Perintah soalnya juga sama, seperti ini “gaweo ukara kang mawa tembung entar!”. Benar-benar hanya diganti jenis tembungnya hehehe (pengalaman sekolah 12 tahun :v)

Nah, jika kamu mendapat soal seperti ini, cus lihat contoh kalimat tembung entar di bawah ini.

  1. Apa bener yen Dursasana yen abdine salah dadi abang kupinge?
  2. Bocah saiki padha males sekolah amarga mung adol ayu pas nglamar kerjo.
  3. Jagoku kae pancen kendel, tarung sampek adus getih yo ora mundur.
  4. Budi kae masio jenenge Budiman nanging asor budine, ora sumbut.
  5. Ing dongeng kancil, macan pancen seneng buang tilas nanging konangan kancil terus-terusan.
  6. dadi kyai kuwi ora gampang kudu bening atine, jembar krawuhe lan istiqomah.
  7. Ora gumun yen Sriti kae cepak jodhone, pancen ayune sundul langit.
  8. Bandi pancen dawa tangane, wingi radio saiki jago.
  9. Dek, aja sok-sok percaya wong apa maneh modele kaya Bajigur, kuwi ngono lunyu ilate.
  10. Anggone nunggu sedino sewengi ora sia-sia, macan oleh angin banjur mlumpat lan nyakot gegere kebo kang lagi lewat.
  11. Gedhang seng dawane telung meter ing Prambon dadi kembang lambe dina-dina iki.
  12. Ora gampang mlebu universitas iki, mung bocah gedhe tekade sing ditampa.
  13. Wulan riyaya pancen dadi cobaan kanggo wong sing weteng karet, kudu nunggu mangan sedinoan.
  14. Mangsa panas ngenei iki rawan larang pangan, banyu angel sembarang-mbarang angel, mula kudu hemat.
  15. Pembangunan bendungan Loci wis mateng rembuge, sesuk penempatan batu pertama.

Baca juga : Contoh kalimat atau ukara menggunakan tembung garba!

Penutup

Demikian ulasan seputar tembung entar lengkap dengan pengertian, fungsi, ciri-ciri sampai teges dan contoh kalimatnya. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat dan jangan lupa untuk tidak lelah mempelajari sastra bahasa Jawa. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Categories
Bahasa Jawa

√75 Tuladha Tembung Garba (Pengertian, Sandi dan Contoh Ukara)

Tuladha Tembung Garba – Pembahasan tentang suku Jawa memang tak pernah ada habisnya. Ini kita masih mulai pada bab tembung atau tata kata yang mereka gunakan, belum juga masalah pakaian, hiburan, tarian dan masih banyak lagi.

Namun, jangan keburu bosan.

Mengapa? karena artikel kali ini akan membahas jenis tembung yang sangat seru dan masih satu kerabat dengan tembung camboran. Ya, ialah tembung garba.

Hmm, seperti apa serunya tembung garba ini? simak uraiannya di bawah.

Tembung Garba Yaiku

Pertama, seperti biasa kita harus tahu terlebih dulu, definisi dari tembung garba agar mudah memahami bab selanjutnya.

Tembung garba yaiku tembung loro utawa luwih kang digandeng lan diringkes sarana nyuda wandane.

Artinya, bahwa tembung garba adalah sebuah kata yang mulanya terdiri atas dua kata atau lebih yang kemudian digabung dan dikurangi jumlah sukunya sehingga menciptakan sebuah kata yang baru.

Atau lebih mudahnya, tembung garba adalah tembung yang terbentuk dari menyingkat dua kata agar mudah dalam mengucapkan dan agar lebih ringkas.

Selanjutnya apa perbedaan tembung garba dengan tembung camboran di pembahasan sebelumnya?

Bedanya adalah jika dalam tembung camboran, gabungan dua kata ini tidak merubah suara huruf vokal, sebaliknya akan ada perubahan huruf vokal dalam gabungan kata di tembung garba.

Perubahan vokal ini tidak sembarangan dan ada rumus patennya. Rumus ini akan dibahas pada bagian selanjutnya.

Fungsi Tembung Garba

Pengurangan suku kata dalam tembung garba biasanya dibuat untuk memenuhi aturan guru wilangan dalam pembuatan tembang macapat.

Selain itu, tembung garba juga dapat digunakan untuk percakapan sehari hari utamanya yang melibatkan orang yang lebih tua. Hal ini karena ada beberapa kata yang jika ditujukan kepada orang tua akan terkesan kurang sopan.

Fungsi ini sesuai dengan pengertian tembung garba menurut Setiyanto (2007:93) yaitu:

Tembung garba adalah penggabungan dua kata menjadi satu sesuai dengan mood bicara atau kelenturan lidah orang Jawa, sehingga pada jenis tembung ini ada pengubahan vokal

Jenis Tembung Garba

Selain memiliki rumus vokal gabungan, tembung garba juga dibagi menjadi beberapa jenis agar lebih mudah untuk dipelajari.

Berikut ini jenis tembung garba menurut sebuah skripsi berjudul Tembung Garba Wonteng Ing rubrik Macapat Kalawarti Djaka Lodhang yang ditulis oleh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, Wahyu Retnosari:

Tembung Garba Lumrah

Dikatakan lumrah karena jenis tembung garba ini tidak mengalami perubahan suku kata ketika digabungkan.

Contoh tembung garba lumrah:

  • Sitinggil berasal dari kata siti dan inggil. Sitinggil artinya tempat yang tinggi dan dihormati.
  • Wanodyayu berasal dari kata wanodya dan ayu. Wanodyayu artinya perempuan yang cantik.

Tembung Garba Sustrawan

Tembung garba sustrawan adalah jenis tembung garba yang berasal dari perpaduan dua kata lalu mendapat tambahan huruf w.

Contoh tembung garba sustrawan:

  • Tembung nujuwari berasal dari kata nuju dan ari, lalu mendapat sisipan huruf w. Nujuwari artinya ‘pada hari’.
  • Tembung ratwagung berasal dari kata ratu dan agung, yang kemudian mendapat huruf w. Ratwagung berarti ‘ratu yang agung atau berkuasa’.

Tembung Garba Sustra Ye

Jenis tembung ini hampir sama dengan garba sustrawan, hanya saja huruf yang digunakan adalah “y”.

Contoh tembung garba sustra ye:

  • Sedyarsa berasal dari kata sedya ditambah arsa yang ditambah huruf y. Maksud dari kata sedyarsa adalah tujuan atau keinginan.
  • Sugyarta juga sama, berasal dari gabungan kata sugih dan arta. Ini maksudnya orang yang punya banyak uang.

Tembung Garba Warga Ha

Jenis yang terakhir adalah garba warga ha. Ciri-cirinya adalah dalam pembentukan tembung garba akan ada penambahan huruf. Huruf ini bukan w atau y.

Contohnya seperti:

  • Tembung narendra yang terbentuk dari nara dan endra lalu kehilangan huruf a.
  • Begitu juga dengan tembung narpendah yang terbuat dari kata narpa dan endah lalu kehilangan huruf a.

Rumus Sandi Tembung Garba

Bak pelajaran matematika, dalam Bahasa Jawa juga dikenal rumus. Kabar baiknya kamu tidak perlu menghitung, cukup menghafalkan.

Inilah dia rumus sandi yang digunakan untuk membuat tembung garba.

  • a + i = e
    ana + ing = aneng
  • a + u = o
    wira + utama = wirotama
  • a + e = e
    nara + endra = narendra
  • u + a = wa
    ratu + agung = ratwagung
  • u + e = we
    jalu + estri = jalwestri
  • u + i = we/wi
    mungguh + ing = munggwing
  • i + a = ya
    taksih + alit = taksyalit

Contoh atau Tuladha Tembung Garba

Jika sudah memahami rumus sandi tembung garba, cobalah untuk mencocokannya dengan contoh atau tuladha tembung garba di bawah ini.

A

  • aglis = age dan gelis.
  • aneng = ana dan ing.
  • araneki = arane dan iki.

B

  • Bisconcat = bias dan oncat

D

  • dadyawuh = dadi ewuh.
  • dhemenyar =dhemen dan anyar.
  • dupyarsa = dupi dan arsa.
  • Dadyjat = dadi dan ojat
  • Doreng = dora dan ing

J

  • jalwestri = jalu dan estri
  • jayeng yudha = jaya, ing dan yuda

K

  • kadya = kadi dan kaya.
  • kajwareng = kajuwara dan ing.
  • kalokeng = kaloka dan ing.
  • kapyarsa = kapireng dan arsa.
  • kalyan = kalih dan lan.
  • karyenak = kari dan enak

L

  • lagyantuk = lagi dan antuk.
  • lagyaning = lagi dan ning.
  • lebdheng = lebdha dan ing.
  • lumakweng = lumake ing.
  • lumebeng = lumebu dan ing.
  • Lumuheng = lumuh dan ing

M

  • maharja = maha dan raja.
  • maharsi = maha dan arsi.
  • mahmeru = maha dan meru.
  • malebeng = malebu dan ing.
  • mungging = mungguh dan ing.
  • murbeng = murba dan ing.
  • murweng = murwa dan ing.
  • mring = mara dan ing

N

  • narendra = nara dan ing
  • narpati = nara dan dipati.
  • narpendah = narpa dan endah.
  • nateng = nata dan ing.
  • nujwari = nuju dan ari.

P

  • prapteng = prapta dan ing.
  • prawireng = prawiro dan ing.
  • prawirotama = prawiro dan utama.
  • priyagung = priya dan agung.
  • priyangga = priya dan angga.

R

  • ratwagung = ratu dan agung.
  • ratwelok = ratu dan elok.

S

  • sarotama = saru dan utama.
  • sedyarsa = sedya dan arsa.
  • sinom = isih dan enom.
  • sireku = sira dan iku.
  • sitinggil = siti dan inggil.
  • sugyarta = sugih dan arta.
  • sumbangsih = sumbang dan asih.
  • surendra = sura dan indra.
  • sureng = sura dan ing.
  • sutendra = suta dan indra.
  • saking = saka dan ing
  • sukeng = suka dan ing

T

  • taksyalit = taksih dan alit.
  • tankocap = tanpa dan ucap.
  • tumengeng = tumenga dan ing.
  • tumekeng = tumeka dan ing.
  • tumujweng = tumuju dan ing.
  • tahteng = entah dan mateng
  • thukmis = bathuk dan klimis

W

  • wirotama = wiro dan utama.
  • wulu = semu dan telu
  • waspadeng = waspada dan ing

Y

  • yeku = ya dan iku.

Contoh Ukara Tembung Garba

Seringkali di sekolah murid akan diberi tugas untuk membuat ukara atau kalimat menggunakan tembung garba. Begini kira-kira perintahnya” gaweo ukara saka tembung garba!!!!” hehehe.

Jadi, agar tidak bingung, coba lihat beberapa contoh ukara menggunakan tembung garba di bawah ini:

  • Pak Burhan pancen wis kondhang yen sugyarta ing desa iki.
  • Kowe kok thukmis ngono? mlayu diuber asu tha?
  • Bapak ditimbali Pak Lurah mring kantor kelurahan.
  • Jalwestri padha njubel ing masjid mirengake pak Kyai ceramah.
  • Pak Raden menika sampun kathah paring sumbangsih ing desa, salah satunggalipun nggeh gedung kesenian menika.
  • Prabu Brawijaya menika maharja kang dikurmati rakyate.
  • Ora gumun yen penggaweane ndang rampung sedino, pancen karyawane sinom kabeh.

Akhirnya sekian pembahasan tembung garba ini, terimakasih sudah mampir dan semoga bermanfaat.

Categories
Serba serbi

√11 Jenis Jenis Clay Beserta karakteristik dan Contoh Merk

Jenis jenis clay – Rasanya semakin kesini jenis kerajinan semakin beragam saja. Ada kerajinan gelang, kerajinan lilin, kerajinan papercraft dan masih banyak lagi.

Edisi kali ini juga tidak kalah menarik. Temanya adalah kerajinan clay.

Kerajinan clay saat ini sangat populer karena bahannya telah tersedia dalam bentuk instan, jadi kamu tidak perlu mencari tanah liat. Cukup beli atau pesan clay instan dan kamu bisa berkreasi sesukamu. Alat yang kamu butuhkan juga lebih sedikit dan bisa dikerjakan di rumah.

Namun, ada tapinya. Karena kemajuan zaman, jenis jenis clay menjadi sangat beragam dan jika kamu (dan aku) adalah pemula sedikit banyak akan ada kesulitan disini.

Untuk itu, sebelum kita membahas teknik dalam membuat clay (yang insyallah dibuat artikel edisi berikutnya) dalam artikel ini telah dirangkum jenis jenis clay dari berbagai sumber. Silahkan disimak.

Apa Itu Clay?

Oiya sebelumnya untuk kamu yang masih belum familiar dengan clay, disini ada sedikit info yang mungkin membantu.

Jadi, clay sendiri artinya adalah liat atau mudah dibentuk. Dulu penggunaan kata clay identik dengan adonan tanah liat. Saat ini bahan untuk membuat clay telah berkembang menjadi banyak jenis.

Jenis jenis bahan clay yang baru ini tentunya lebih higienis dan bersih. kita tidak perlu lagi berburu tanah liat di tempat yang kotor.

Selain itu warna yang ditawarkan lebih beragam dan menarik.

Clay ini tersedia di toko-toko buku atau toko kerajinan. Nah, jika ingin lebih hemat, kamu juga bisa membuat clay sendiri dari bahan-bahan seperti bubur kertas, tepung, pengawet, lem dll.

Setiap jenis clay baik yang handmade maupun clay toko tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Selain itu mereka juga memiliki teknik pengeringan tersendiri.

Agar lebih jelas, simak bagian selanjutnya tentang jenis jenis clay di bawah.

Jenis Jenis Clay

Semakin kesini jenis-jenis clay semakin beragam. Clay-clay ini dibedakan dari segi bahan, cara pengeringan serta tipe hasil akhirnya.

Nah, Berikut ini jenis jenis clay yang ada di pasaran:

  1. Clay Malam
  2. Clay Tepung (Plastisin Clay)
  3. Clay Roti
  4. Clay Kertas (Paperclay)
  5. Clay Polimer
  6. Jumping Clay
  7. Clay Jepang (Air Dry Cly atau Korean Clay)
  8. Clay Asli (Tanah Liat/Keramik)
  9. Clay Imitasi
  10. Clay Gips
  11. Clay Transparan

Clay Malam

Malam yang sering dimainkan anak-anak juga termasuk dalam keluarga clay karena mempunyai sifat mudah dibentuk.

Clay malam terbuat dari lilin malam yang bersifat lunak dan tidak mengeras baik karena diangin-angin atau di oven sehingga dapat diolah kembali. Sifat ini membuat clay malam sangat bagus untuk latihan membuat bentuk.

Sangat mudah untuk mendapatkan jenis clay ini di toko buku atau toko mainan anak-anak. Harganya juga relatif murah. Salah satu merk malam yang terkenal adalah Play doh.

Clay Tepung (Plastisin Clay)

Josin elwin

Clay tepung adalah jenis clay yang bisa kamu buat sendiri di rumah. Clay ini hampir sama dengan clay malam namun sedikit keras dan bentuk yang dihasilkan akan lebih mantap. Untuk tekstur clay tepung akan kalah lembut dengan clay malam.

Clay tepung dapat keras dengan sendirinya jika di angin-anginkan.

Sangat mudah membuat clay tepung di rumah bahkan jika mengikut sertakan anak-anak. Berikut bahan dan caranya:

Bahan membuat clay tepung:

  • Tepung terigu : tepung tapioka : tepung beras dengan perbandingan 1:1:1.
  • Lem kayu misalnya lem fox (atau sejenisnya).
  • Sedikit pengawet makanan, bisa natrium benzoat atau borak jika ingin hasilnya tahan lama dan tidak berjamur.
  • Cat poster/akrilik/cat air.
  • Pilox bening/cat kuku bening.

Cara membuat clay tepung:

  • Campur semua tepung, masukan lem sedikit demi sedikit hingga kalis.
  • Untuk pewarnaan, bagi menjadi beberapa bagian (sesuai warna-warna yang diinginkan) dan campurkan sedikit demi sedikit cat sampai warnanya menyatu dan halus. Clay tepung sudah siap.
  • Bentuk dan kombinasikan clay sesuai keinginan.
  • Angin-anginkan hingga kering.
  • Dapat disemprotkan Pilox transparant atau dioles cat kuku agar lebih tahan lama.

Clay Roti

Jenis clay buatan selanjutnya adalah clay roti. Sesuai namanya clay ini dibuat dari roti, tepatnya remahan roti tawar.

Bahan dan cara membuatnya sangat sederhana.

Bahan yang dibutuhkan:

  • Roti tawar secukupnya.
  • Lem kayu misalnya lem fox.
  • 1 sdt minyak sayur.
  • Sedikit pengawet makanan (natruim benzoat atau borax).
  • Cat poster/acrilic/cat air.
  • Pilox transparan /cat kuku bening.

Cara membuat:

  • Angin-anginkan dulu agar teksturnya agak kering.
  • Hilangkan pinggiran roti.
  • Hancurkan menjadi remah-remah.
  • Tambahkan lem dan uleni sampai kalis.
  • Tambahkan minyak sayur dan pengawet, uleni kembali.
  • Bentuk dan keringkan.

Clay Kertas (Paperclay)

Art van Go

Jenis jenis clay yang selanjutnya adalah clay kertas. Clay ini kebanyakan dijual dengan warna putih. Beberapa juga ada yang dicampur dengan semacam gips (kapur).

Untuk diketahui, tekstur clay kertas memang agak kasar, namun lebih liat dan keras dibanding clay lainnya. Nah, saat dibentuk clay ini juga akan meninggalkan residu di tangan.

Kekurangan clay kertas adalah agak cepat mengering sehingga kamu akan sering memberi sedikit air saat membuatnya. Karena cepat kering kamu tidak perlu mengovennya.

Saat sudah jadi ia akan keras, berat dan bahkan pecah jika terjatuh atau kamu banting :D.

Clay kertas dapat keras dengan cara diangin angin yang kemudian baru diberi warna. Namun beberapa modeller juga menambahkan warna saat akan dibentuk. Untuk hal ini lebih baik melakukan cara nomor satu.

Clay kertas dapat dibuat sendiri dengan merendam kertas dapat juga dibeli secara online maupun offline. Merk clay kertas yang terkenal adalah DAS, La Doll, Jovi, dll.

Clay kertas biasanya dibuat untuk kotak tisu, keranjang atau boneka.

Clay Polimer

Tokopedia

Jenis jenis clay yang selanjutnya adalah clay polimer.

Clay polimer atau dalam bahasa Inggris disebut polymers clay merupakan jenis clay yang mahal dan langka di Indonesia. Clay ini terbuat dari plastik bernama polyvinyl chloride atau PVC yang dicampur warna dan bahan kimia lainnya.

Warna polimer clay sangat beragam serta cenderung kuat dan terang. Nah, salah satu kendala untuk bermain dengan clay ini adalah ia membutuhkan oven listrik agar bisa menjadi keras.

Clay polimer sangat bagus untuk disclupt.

Hasil akhir clay polimer beragam ada yang seperti kayu, batu alam, metal atau plastik tergantung macamnya.

Contoh merk polimer clay antara lain:

  • sculpey III,
  • premo sculpey,
  • premo soft,
  • fimo,
  • fimo soft,
  • cernit,
  • kato clay
  • dan berbagai macam liquid clay (cair).

Dari merk merk di atas, pastinya setiap merk mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing.

Jumping Clay

Pinterest

Jumping clay adalah jenis clay yang sangat mudah mengeras jika terkena udara. Itulah mengapa kemasannya berupa aluminium foil.

Nah, jika sudah mengeras, clay ini tidak akan bisa diolah kembali. Jadi, kamu harus cermat dan hati-hati menggunakan dan menyimpan clay jumping.

Clay jumping ini dapat kamu gunakan untuk membuat boneka atau manusia kecil (miniatur).

Clay Jepang (Air Dry Cly atau Korean Clay)

Hobby Lobby

Berbeda dengan clay jumping yang jika mengeras akan berubah tekstur menjadi ringan seperti gabus, clay jepang ia akan lebih padat.

Clay jepang juga dijual hanya dengan plastik kedap udarabuka aluminium foil.

Jika kamu suka membuat miniatur buah-buahan, sayuran atau jenis makanan maka sangat cocok menggunakan clay ini.

Clay Asli (Tanah Liat/Keramik)

medan foto

Bisa disebut jenis clay ini adalah leluhurnya clay. Ya, tanah liat memang sumber ide dibuatnya clay buatan.

Nah clay ini telah dikenal manusia sejak dulu kala dan telah dimanfaatkan untuk membuat berbagai tembikar seperti gerabah, keramik dan porselen.

Cara pengeringannya menggunakan dua cara sekaligus yaitu diangin-anginkan atau dijemur baru kemudian dibakar dalam tungku.

Di Indonesia ada daerah tertentu yang menjadi sentra kerajinan gerabah seperti misalnya di Kasongan Jawa Tengah.

Clay Imitasi

Portal berita

Clay imitasi merupakan jenis clay yang populer di industri otomotif dan digunakan untuk membuat model produk.

Warna clay ini biasanya coklat tua. Cara pengeringannya dengan dipanaskan dan mempunyai hasil akhir yang kokoh.

Kelebihan clay imitasi adalah dapat digunakan secara berulang-ulang jika dipanaskan lagi.

Clay Gips

Tokopedia

Gips atau gipsum terbuat dari bahan kapur yang dikeraskan. Berbeda dengan clay lain, clay ini dibentuk ketika berupa adonan. Setelah itu dikeringkan dan dicat.

Cara lainnya adalah dengan dibuat balok-balok besar yang kemudian diukir.

Hasil akhirnya berupa pot, hiasan kulkas, pigura, pajangan, tempat pensil.

Clay Transparan

Jenis jenis clay yang terakhir adalah clay transparan. Clay ini sesuai namanya jika sudah jadi tampak seperti transparan meskipun tidak bening seperti kaca.

Clay transparan cukup mahal. Ia juga termasuk jenis clay minyak sehingga tidak bisa dicampur dengan air.

cara mewarnai clay transparan adalah dengan mencampurkan sedikit sekali cat minyak saat clay dibentuk.

Jika sudah jadi, clay ini akan mengalami penyusutan sampai 20-30%. Ia juga tidak keras dan lebih cenderung seperti karet.

Contoh merk clay transparan yaitu Sukerukun dan Clear clay.

Tips Berkreasi dengan Clay

Setelah mengetahui jenis jenis clay, sempatkan membaca beberapa tips membuat kerajinanclay berikut ini.

  1. Pertama, kamu bisa lho bereksperimen dengan mencampur merk clay dalam satu jenis jika menurutmu hasilnya akan bagus. Misal sculpey III yang bersifat mudah di bentuk (lunak) dengan fimo (keras) namun lebih strong (tidak mudah pecah), agar clay yang didapat dari campuran tadi lebih kuat, tidak mudah pecah, dan mudah diolah.
  2. Perhatikan lama pembakaran clay dalam oven. Ini merupakan tahap yang sangat menentukan. Lamanya pembakaran tergantung tebal dan tipisnya karya. Jangan sampai hasilnya gosong atau malah masih lembek. Clay yang gosong baunya tidak enak dan warnanya berubah.
  3. Cairan glossy berupa pilox atau kutek transparan, selain melindungi permukaaan juga akan memperindah hasil karya.
  4. Jika clay digunakan untuk media bermain anak, pastikan memilih clay yang non toxic dan tidak meninggalkan residu di tangan. Contoh merk yang non toxic: Jumping clay, Amos i-clay, Sculpey Polymerclay.
  5. Untuk memudahkan pilihlah clay yang sudah berwarna sehingga tidak kerja dua kali.
  6. Jika masih belajar, tidak masalah menggunakan merk yang murah, yang penting terus berlatih. Ini karena, setiap merk clay pasti memiliki sisi kelebihan dan kekurangan masing masing, jadi hanya masalah latihan saja.
  7. Untuk awal, lebih baik menggunakan panduan tutorial agar terlihat berhasil tidaknya bentuk yang dibuat.

Akhirnya terimakasih telah menyimak artikel jenis jenis clay ini. Semoga bermanfaat.